
Arka duduk, berhadap-hadapan dengan Cenza di atas tempat tidur
"Sayang, aku ingin kamu mendengarkan aku baik-baik" Kata Arka serius
"Ya aku mendengarmu" jawab Cenza tanpa semangat
"Sayang, ayo kita segera menikah, orangtua mu bisa tinggal bersama kita. Untuk masalah rumah kamu,3m kita akan mencari solusinya bersama-sama. Aku sungguh tidak bisa merelakan kamu untuk menikah dengan laki-laki brengsek seperti David"
Arka berhenti, ia menunggu respon Cenza.
"Ka, siapa juga yang ingin menikah dengan laki-laki itu, mendengar kata-katanya membuat ku merinding ketakutan. Aku hanya memikirkan orang tua ku saja"
Arka mendekat menggenggam tangan kekasihnya
"Kamu harus percaya sama aku Za, aku akan berusaha membantu orang tua mu".
Cenza terdiam, ia mencerna kata-kata Arka, berusaha mendengar kata hatinya, Kira-kira keputusan apa yang harus dibuatnya.
Cenza memandang Arka, menyentuh wajah Arka seolah-olah ingin mencari kekuatan dari sana.
Setelah terdiam beberapa saat, Ia pun mengangguk kemudian berkata kepada Arka
"Aku akan menikah denganmu Ka, aku akan melawan David dan keluarganya" matanya menyimpan amarah dan sakit hati kepada David.
"Kalau begitu, ayo kita temui Papa dan Mama untuk menyampaikan keputusanmu".
Arka merangkul Cenza membawanya kembali ke depan, bertemu orang tua mereka.
" Bagaiamana sayang? apa keputusan mu? " tanya Bu Riri
Cenza berlutut di depan orang tuanya
"Pa, Ma, Cenza benar-benar minta maaf sama Papa dan Mama, Cenza tetap ingin menikah dengan Arka, tapi kami akan bersama-sama berusaha mencari jalan keluar untuk menebus rumah kita" isak Cenza
Mama Cenza meraih putrinya dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Sayang, kamu tahu, Mama sangat lega mendengar keputusan mu, karena bagi Papa dan Mama, kebahagiaan mu yang paling penting" tangis Mamanya. Cenza membalas pelukan Mamanya, Ia semakin bertekad untuk membahagiakan orang tuanya, apapun caranya.
Keluarga bersepakat untuk menikahkan Arka dan Cenza tanpa membuat pesta yang besar, mereka justru ingin pernikahan Arka dan Cenza hanya diketahui pihak keluarga, Cenza dan Arka pun setuju.
Hal itu dilakukan agar David berpikir bahwa Cenza dan Arka hanya sebatas sepasang kekasih, sehingga ia tidak bertindak apa-apa sebelum mereka menemukan cara agar David mau mengembalikan rumah orang tua Cenza.
Dua minggu kemudian, Arka dan Cenza resmi menjadi sepasang suami istri.
Orang tua Cenza untuk sementara tinggal bersama di rumah keluarga Adijaya.
Setelah nanti Cenza dan Arka sudah tinggal di rumah mereka sendiri barulah orang tua Cenza ikut bersama mereka.
__ADS_1
Rumah Adijaya yang besar dan selama ini sepi menjadi ramai oleh penghuninya.
Arka dan Cenza menempati kamar Arka yang sebelumnya, sedangkan kamar Cenza dibiarkan kosong. Orang tua Cenza menempati kamar tamu di bawah.
Zara sangat senang karena Kakaknya akhirnya menikahi Cenza, meskipun ia tidak bisa memamerkannya kepada teman-temannya karena pernikahan kakaknya dirahasiakan.
\*
Malam sudah tiba, setelah makan malam bersama dan berbagi cerita bersama orang tua mereka di bawah, Arka dan Cenza pun naik ke atas dan masuk ke kamar mereka.
Ada rasa canggung karena sebentar lagi mereka akan tidur bersama, namun Cenza berusaha menyembunyikan kecanggungan nya dengan berusaha mengajak Arka untuk mengobrol.
"Sayang, kamu kalau tidur mendengkur tidak? aku tidak bisa tidur jika ada yang mendengkur"
"Aku tidak mendengkur, tenang saja, mungkin hanya sedikit jahil" goda Arka.
Cenza berpura-pura tidak menanggapi godaan Arka, meraih novel di atas nakas, hendak membacanya.
Arka mengambil novel tersebut dan meletakan kembali di atas Nakas.
"Sayang, apakah kamu akan mengabaikan suamimu sepanjang malam? "
"Sayang, aku sangat bahagia karena kamu sudah menjadi suami ku, dan aku tidak akan mengijinkan siapapun merebutmu dari ku"
Arka tidak berkata apa-apa, Ia mendekatkan wajahnya dan mulai mencium bibir Cenza yang merah menantang.
Arka menjelajahi wajah dan leher Cenza, menciumnya hingga membuat Cenza mengerang menahan gairahnya.
Dengan perlahan Arka mulai melepas baju tidur yang dikenakan Cenza, memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada tubuh istrinya, dan mencium di tempat-tempat sensitif di tubuh Cenza.
Beberapa saat kemudian Arka berhasil menyatukan dirinya dengan istrinya, Sama-sama merasakan kebahagiaan.
Arka mengecup kening istrinya dan memeluknya penuh cinta dan rasa damba.
"Aku ingin mandi sayang" bisik Cenza di balik lekukan leher Arka.
Arka pun segera bangun dan menggendong Cenza,
"Hei lepaskan, aku jalan saja" pinta Cenza
"Ssssst diam, kamu tidak akan bisa berjalan, masih nyeri" bisik Arka
"Sok tahu" sahut Cenza namun mempererat pelukannya di leher Arka.
__ADS_1
Tiba di kamar mandi Arka menurunkan Cenza kemudian mengisi air hangat ke dalam bathup,
"Sudah sayang kamu keluar saja, aku bisa mandi sendiri"
"Kata siapa kamu mandi sendiri, aku juga mau mandi kok"
dan tanpa menunggu lama Arka masuk ke dalam bathup.
"Ayo masuk" Arka mengulurkan tangannya ke arah Cenza
"Berdua di dalam situ? " Cenza masih malu, ia berdiri menatap tubuh Arka yang polos di dalam bathup.
"Ayolah sayang, kenapa mesti malu sih, kitakan sudah melakukannya ayo sini"
Dengan langkah pelan Cenza pun mendekat dan ikut masuk ke dalam bathup. Karena itu bathup bukan tempat tidur, otomatis Cenza harus berada di atas tubuh Arka.
Cenza merasakan Arka mengeras di bawah sana.
Dan selama di kamar mandi mereka tidak hanya mandi tapi juga bercinta.
Esok paginya, saat Cenza membuka mata, ia mendapati Arka masih tidur dan melingkarkan tangannya di tubuh Cenza.
Cenza mengamati setiap inci wajah suaminya, dan ia sangat beruntung memiliki Arka. Arka yang tampan dan romantis. Semalam Cenza dibuat kewalahan meladeni Arka. Ia merasakan tubuhnya sakit semua. Ia pun kembali memejamkan matanya dan saat ia terbangun Arka sudah tidak ada, ia mendengar bunyi air di kamar mandi.
Cenza memilih untuk tidak bergabung bersama Arka di kamar mandi, karena ia tahu akhirnya akan seperti apa.
Arka keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk putih kecil di pinggangnya,
"Sayang kamu sudah bangun? ayo mandi sana, kita turun sarapan"
Cenza turun dan berjalan ke kamar mandi, Arka menghampirinya
"Masih sakit? " tanya Arka setelah mengecup kening Cenza,
Cenza mengangguk
"Mandilah, kalau kamu belum bisa turun nanti aku minta Bi Inah bawakan makanannya ke sini".
" Tidak usahlah Sayang, selesai mandi kita turun. Aku tidak apa-apa kok, cuma sedikit pegal, setelah mandi nanti juga sudah segar" ujar Cenza dan masuk ke kamar mandi.
Selesai berpakaian Arka menggandeng Cenza dan mereka turun ke ruang makan, tampaknya semua sudah selesai makan.
Mereka berdua makan sambil sesekali saling menggoda.
Arka tetap masuk kantor , hanya Cenza yang minta ijin tidak masuk karena memang ia merasa lelah.
Arka memintanya berhenti bekerja tapi Cenza memohon-mohon untuk tetap diijinkan bekerja. Cenza masih ingin bekerja, lagipula pernikahan mereka kan masih dirahasiakan sehingga tidak ada satupun teman-temannya yang tahu. Akan aneh jika tiba-tiba tanpa masalah ia mengundurkan diri.
__ADS_1