Penjaga Hati

Penjaga Hati
Igo Menggoda Anjani


__ADS_3

Keduanya sudah berada di ruangan Lucas..dan Igo juga sedang ada di sana..


"Apa yang harus kami kerjakan pak Lucas??"tanya Renita


"Kamu bereskan berkas-berkas yang ada di rak itu,urutan sesuai dengan tahun nya..setelah itu selesai,kamu bisa lanjut mempelajari berkas yang ada di meja saya ini,karena ini merupakan proyek penting,saya g mau ada kesalahan sedikitpun" dengan tegas Lucas berucap pada Renita


"Siap boss,tenang saja,semua akan beres sama saya"dengan santainya Renita langsung menuju tak yang ditunjukkan oleh Lucas,dan Lucas tersenyum tipis melihat tingkah Renita..sedangkan Anjani mengikuti Renita dari belakang.. tiba-tiba Igo menegurnya


"Kamu mau ngapain??"tegur Igo yang duduk di sofa


"Mau bantu Renita pak??kan saya juga kena Hukuman!!"dengan wajah polosnya..membuat Igo sedikit terpaku dibuatnya..


"Hukuman kamu beda"sahut Igo


"Kenapa gitu?lalu hukuman saya apa?"Anjani menatap Igo dengan wajah bingungnya


"CK..ikut ke ruangan saya,hukumannya ada disana,luc gue balik dulu"sambil beranjak dari duduknya..tanpa melihat ke Anjani lagi


"Hehehe..awas loe,anak orang jangan dibuat nangis"ledek Lucas sambil terkekeh


"Paling nangis yang bikin nagih"sahut Igo cuek,dan itu membuat Lucas tertawa terbahak-bahak,sedangkan Renita dan Anjani saling pandang dengan kebingungan nya..karena g paham dengan perbincangan bosnya itu


"Hahaha hati-hati,jangan main hati loe,bisa repot sendiri nanti"cibir Lucas


"G mungkin lah,g masuk kriteria juga"pergi dari ruangan Lucas dan diikuti oleh Anjani di belakangnya


Sesampainya diruangannya,dia langsung duduk di kursi kerjanya


"Ada apa denganmu??"Igo langsung bertanya pada Anjani yang sudah berdiri tepat di depan meja kerjanya

__ADS_1


"Saya?maksudnya apa pak?"Anjani bingung dengan pertanyaan bosnya itu


"Huuffh..saya tau,kamu tadi baru saja menangis,jadi g perlu bohong, karena raut wajahmu tak bisa menipu saya yang sudah pengalaman dengan ekspresi kesedihan wanita"Igo menang sangat pintar dalam hal ini,karena dia sering menyakiti hati wanita,jadi sering lah,lihat wajah sedih dan tangisan yang dilakukan wanita saat diputuskan olehnya..tapi entah kenapa wajah sendu Anjani sangat menggangu pikiran nya..padahal biasanya sama sekali g ada yang bisa membuatnya tersentuh dengan tangisannya


"Eemmhh..itu,saya tak ada apa-apa kok pak,"dengan kikuk Anjani menjawab pertanyaan bosnya


"Kamu g pandai berbohong,jadi lebih baik jujur saja,ada masalah apa?saya g mau bawahanku membuat kesalahan dalam kerjaannya hanya karena ada masalah pribadi,itu namanya tidak profesional"


"Sebenarnya bukan masalah saya pak,tapi masalah teman saya,tapi karena saya terlalu menyayangi nya,jadi terbawa suasana"akhirnya Anjani berkata jujur


"Apa masalah Rubby yang akan dinikahi oleh Guntur?"tebak Igo tepat sasaran,karena memang Igo tau kalau Anjani,Renita dan Rubby adalah sahabat rasa keluarga,mirip dengan dirinya,Lucas dan Guntur sahabat menuju neraka bersama..karena memang mereka sangat keluar jalur kebaikan,apalagi masalah wanita..


"Bapak tau?iya,saya hanya menyayangkan keputusan yang diambil Rubby,tapi mau gimana lagi,saya juga tak bisa membantunya dan saya hanya bisa mendukung dan mendo'akannya agar bisa mendapatkan kebahagiaan nya,selepas dari apa yang telah dilaluinya nanti"


"Apa kamu tidak suka kalau mereka menikah?"


"kalau karena cinta,saya sangat suka dan bahagia,tapi ini hanya karena sebuah kesepakatan yang tak jauh beda dari sebuah sandiwara,setelah ini yang dirugikan pasti pihak wanita,saya sebagai temannya Rubby ikut merasakan sakit yang dirasakan nya"


"Tak semua wanita sama dengan wanita-wanita yang pernah kalian pakai sebagai pemuas nafsu sesaat,dan perlu anda tau,kami sangat menjunjung tinggi harga diri,dan tak akan menjual diri hanya karena uang dan kesenangan sesaat,jadi lebih baik anda diam,tak perlu bertanya atau berkomentar,karena ini bukan ranah kita untuk mencampuri urusan sahabat saya ataupun sahabat anda dan sekarang apa hukuman yang akan anda berikan kepada saya?cepat katakan,biar saya bisa langsung kerjakan sekarang juga"dengan tatapan yang tajam menghunus tepat di manik mata Igo,dan jujur saja Igo sedikit tertarik melihat ketegasan Anjani yang notebene termasuk wanita yang lembut dan baik hati,Igo tak ingin mengganggu Anjani lagi,dia tak mau jadi korban singa betina yang sedang ngamuk..


"Ok-ok maaf untuk ucapan saya tadi,sekarang kamu kerjakan ini saja,saya tunggu sampai jam pulang kerja,setelah itu langsung kembalikan ke saya"menyerahkan berkas yang ada di meja kerjanya, sebenarnya itu akan diberikan pada Anjani besok untuk di kerjakan,tapi g masalah kalau diberikan sekarang, sama-sama Anjani juga yang mengerjakan


"Baik pak,kalau begitu saya permisi"sambil menundukkan kepalanya sedikit,untuk berpamitan pada Igo


"Kamu mau kemana?kerjakan disini biar saya bisa mengawasi mu"tekan Igo mencoba terlihat tegas


"Tapi saya tidak bawa laptop pak,saya ambil dulu di ruangan saya"tutur Anjani mulai melunak,dia tak mau bertengkar dengan bosnya itu


"Pakai punya saya,dan segera kerjakan disini.."menyodorkan tas kerjanya pada Anjani,dengan sedikit kesal Anjani menurut saja

__ADS_1


"Saya bisa mengerjakan nya di ruangan saya pak..jadi tak perlu memakai punya bapak"tolak Anjani


"Kerjakan sekarang juga,jangan banyak protes"


tanpa basa-basi Anjani langsung duduk dan membuka tas kerja Igo untuk mengambil laptop bosnya itu,namun tiba-tiba ada barang jatuh dari tas itu,dan mau tak mau dia harus mengambilnya..


saat diambil,ternyata barang yang terjatuh itu adalah k*nd*m yang sudah terbuka kemasannya,dan sudah berkurang usinya..


"Sial..kenapa harus barang menjijikkan ini yang terjatuh,apa aku harus mengambilnya?isshh..rumor itu memang benar,bos besar dan dua sahabatnya sama-sama penjahat k*l*m*n"batin Anjani,karena Anjani yang tak kunjung duduk kembali,membuat Igo penasaran apa yang dilakukan Anjani di bawah,hingga membuatnya beranjak dari kursinya dan menghampiri nya


"Apa yang kamu lakukan dibawah situ?"teguran Igo membuat Anjani kaget dan langsung berdiri dan saat itu Igo yang sedang melihatnya sambil sedikit berjongkok tak bisa mengelak dari benturan keras dari kepala Anjani yang mengenai dagunya


"Aauu sshh,kenapa anda mengagetkan saya pak??"keluh Anjani sambil mengusap kepalanya yang terbentur dagu Igo


"Kamu yang kenapa?diem di bawah situ ngapain hah?"sungut Igo sambil memegangi dagunya yang terasa ngilu,dan menatap apa yang sedang diambil Anjani dari bawah


"Saya hanya mengambil barang yang terjatuh dari tas bapak"jawab Anjani sambil menggenggam batang yang diambilnya


"Emang apa yang jatuh,sini berikan pada saya"mengulurkan tangannya pada Anjani,dengan ragu-ragu Anjani mengerahkan barang yang diambilnya tadi,saat tau barang apa yang terjatuh,Igo malah terkekeh kecil


"Hehehe kamu tau ini barang apa?"goda Igo


"Tau pak"


"Kamu tau apa gunanya?"tambahnya lagi


"Tau tapi saya tak mau membahasnya lebih lanjut,karena saya harus sibuk menjalankan hukum yang anda berikan pada saya"


"Kalau hukumannya diganti dengan memanfaatkan barang ini gimana?"Igo masih belum menyerah menggoda Anjani

__ADS_1


"Maaf,saya tidak tertarik"langsung duduk di kursi depan meja kerja Igo dan menyalakan laptop,dia tak ingin berlama-lama dengan bosnya yang menurutnya sangat menyebalkan ini


"Waaaah sayang sekali kalau seperti itu,padahal saya dengan senang hati meringankan hukumanmu"ucap Igo sambil berjalan kembali ke kursinya dengan terus melihat ekspresi wajah Anjani yang sudah serius bekerja,Anjani tak menyahut atau melihatnya,dia benar-benar tak ingin berlama-lama berada dalam satu ruangan tertutup dengan bosnya ini,bisa bahaya


__ADS_2