
Semua masakan Rubby telah selesai dan disajikan di meja makan,Guntur sempat memeriksa pekerjaannya sambil menunggu Rubby selesai memasak,aroma masakannya tercium di hidung Guntur,dan itu membuat perutnya terasa lapar,dan dia langsung menuju ke ruang makan
"Sepertinya enak,aromanya sangat menggugah selera"sambil mencomot salah satu menu yang disediakan Rubby
"Cuci tangan dulu tuan,baru setelah itu kita makan sama-sama"tegur Rubby sambil melepas apron yang dia pakai dan meletakkan di tempatnya kembali dan langsung menuju wastafel untuk mencuci tangan, tiba-tiba Guntur mengukungnyadari belakang sambil ikut membasahi tangannya,tapi bukannya mencuci tangan dengan benar dia dengan s ngaja menggenggam tangan Rubby yang sedang di bersihkan di bawah guyuran air
"Cuci dengan benar tuan,nanti airnya tumpah kemana-mana,kalau sampai lantainya basah bisa licin"keluh Rubby sambil menghentikan aktivitas mencuci tangannya
"Hehehe,kamu itu orangnya serius banget sih,g bisa diajak bercanda sedikit"kekeh Guntur tetap menggenggam tangan istrinya
"Kalau seperti ini terus,kita akan telat untuk makan malam,emang tuan g lapar?kalau aku sih udah sangat lapar,dan setelah itu masih harus minum obat alergi lagi"Guntur langsung mengambil sabun dan mencuci tangannya dan tangan istrinya secara bersamaan dengan benar dan cepat
"Sudah, sekarang kita makan agar kamu bisa capat minum obat"menggandeng tangan Rubby dan menuntun nya menuju ke ruang makan,
Setelah Guntur duduk,dengan cekatan Rubby mengambilkan makanan untuk suaminya
"Tuan mau pakai lauk apa?"
__ADS_1
"apa saja,aku ingin mencicipi semua masakan yang kamu buat"
"Apa perut anda muat untuk menampung semuanya?lagian g bisa semuanya langsung jadi satu piring tuan"
"Aku ini laki-laki wajar kalau makannya banyak"
"Terserah anda saja,awas saja kalau sakit perut karena kekenyangan"sambil terus mengambilkan sayur dan lauk untuk suaminya
"Itu g akan terjadi"sambil nyengir
"Tuan,anda lapar apa doyan?"ledek Rubby sambil menutup mulutnya menahan tawanya
"Masakanmu sangat enak,hatiku sedang baik,kalau mau tertawa jangan ditahan,nanti jadi jerawat "balas Guntur sambil membersihkan mulutnya dengan tissue,sedangkan Rubby langsung membersihkan meja makan dan mencucinya sampai bersih
Dan Guntur langsung menggandeng tangan istrinya untuk menuju ke kamarnya,saat masuk kamar itu,Rubby mengingat kejadian kemarin malam,dan itu membuat semburat merah jambu di kedua pipi Rubby
Guntur sudah duduk di tepi ranjang,tapi Rubby masih berdiri didepannya,dengan cepat Guntur langsung menarik tangan nya,dan saat itu juga Rubby terduduk di pahanya
__ADS_1
"Eh..."teriak Rubby saat dia terduduk dipaha suaminya dan segera menahan tubuhnya agar tidak membentur dada bidang itu
"Lakukan tugasmu sekarang,dan jangan panggil aku tuan"
"Lalu harus panggil apa?"
"Terserah kamu saja,yang penting tidak tuan"
"Bos atau pak?"
"Bisakah kamu sedikit lebih romantis?panggil sayang atau apa gitu!"sungut Guntur kesal
"Sa..sayang?bukannya itu panggilan untuk kekasih?"
"Huuffh..bahkan aku ini suamimu,lebih dari sekedar kekasihmu,kenapa kamu panggilnya tuan?"geram Guntur
"Meskipun kita sudah menikah,itu hanya karena transaksi proyek perusahaan,jadi tak perlu terlalu mendalami peran palsu ini,
__ADS_1