Penjaga Hati

Penjaga Hati
Harapan Mama Guntur


__ADS_3

Pagi yang indah dan cerah,tapi Rubby tak seperti cuaca pagi ini,dia terlihat sangat lesu


"Jadi,mau lanjut atau mundur by?"tanya Anjani yang menemani Rubby di teras untuk menunggu taksi pesanannya


"Huuffh,mau maju takut tapi mundur juga udah g bisa,semua akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu"Rubby mencoba menenangkan diri dan hatinya


"Baiklah,kita berangkat sekarang ,itu taksinya udah datang"Renita mencoba mengalihkan kesedihan dua sahabatnya itu,dan menarik koper Rubby menuju ke bagasi taksi


"Semua akan baik-baik saja kak, percaya padaku"Rubby mencoba mengurangi kecemasan Anjani yang terlihat dari raut wajahnya yang kurang bersemangat,padahal hatinya sendiri tak karuan rasanya


"Tak perlu menghiburku by,harusnya kata-kata itu buat kamu sendiri "membuka pintu mobil agar Rubby masuk terlebih dahulu,lalu dia juga masuk,sedangkan Renita duduk di depan samping sopir


"Hehe,benar juga itu!bahkan aku bingung harus berekspresi seperti apa"keluh Rubby


"By,kalau nanti kamu hamil gimana?apa kamu udah fikirkan tentang itu?"Renita berbalik menghadap ke Rubby karena baru terfikir saat ini


"Aku g akan hamil kak Ren,aku akan minum pil penunda kehamilan,aku udah siapkan semuanya,jadi g akan ada hubungan apapun lagi setelah semua ini berakhir,aku g mau ada masalah apapun ke depannya"


"Syukurlah kalau kamu sudah memikirkan ini semua,paling tidak nanti kamu bisa bebas kembali"Anjani dan Renita bisa sedikit lega,hanya sedikit karena lebih banyak tegangnya


Tak butuh waktu lama,Rubby dan kedua temannya sudah sampai di apartemen Guntur,tak mau menunggu lagi,Rubby langsung menekan tombol bel yang ada di samping pintu


"Wah, calon pengantin sudah datang,langsung masuk aja by,semua sudah siap di dalam, tinggal nunggu kamu saja ini"terang Igo sambil tersenyum manis


"Kita langsung ke inti nya saja,tidak perlu bertele-tele,setelah acara ini selesai langsung berangkat ke kantor"dengan datar dan tanpa ekspresi,langsung masuk ke apartemen mewah milik bos sekaligus calon suaminya itu


Lucas dan Guntur sedang bersiap sedangkan di sofa ruang tamu sudah ada seseorang paruh baya mungkin penghulu yang akan menikahkan nya nanti


Setelah semua siap,mereka duduk di lantai yang beralas karpet bulu tebal dan lembut,saat Guntur sudah menjabat tangan penghulunya, tiba-tiba orang tua Guntur datang tergopoh-gopoh sambil menahan emosi yang sudah diubun-ubun, bisa-bisanya putra semata wayangnya menikah tanpa restu dari mereka, benar-benar kelewatan putranya itu,kalau di tanya bagai mana mereka tau,jelas saja dari dua pengkhianat Lucas dan Igo yang dapat ancaman tegas dari sang nyonya sepuh


"Stop,bagaimana kamu menikah tanpa restu dari kami Guntur?jangankan restu,bilang saja tidak,apa kamu sudah gila atau sudah anggap kami tiada?"bentak mama Guntur murka sambil menarik tubuh putranya sampai berdiri menghadapnya

__ADS_1


"Mama dan papa kok bisa disini??siapa yang memberi tau kalian?"Guntur malah balik bertanya pada orang tuanya yang sudah emosi


"Jangan mengalihkan pembicaraan,apa yang sudah kamu lakukan pada Rubby?apa Rubby hamil?sehingga kamu langsung menikahinya secara mendadak seperti ini?"tuduh mama makin kelewatan


"Za g lah,mama ini ngomong apa sih?kok ngelantur gitu!"sungut Guntur kesal


"Lalu bagaimana kamu mau nikahi dia?padahal dari dulu mama dan papa maksa kamu buat nikah tak pernah kamu tanggapi sana sekali"tuduh mama penuh intimidasi


"CK,nanti saja Guntur cerita kan ma,tapi sekarang biarkan Guntur menikah dulu,ini penghulunya masih mau nikahin orang lagi loo"elak Guntur


"Ooh tidak bisa seperti itu,biarkan pak penghulu nikahkan orang lain dulu,mama mau minta penjelasan dulu pada Rubby,sekalian mau meriasnya,dia g boleh asal nikah saja meskipun dia sudah hamil duluan"setelah berkata seperti itu,mama langsung menarik Rubby masuk ke kamar Guntur dan mengunci pintunya,sedangkan suaminya langsung mengurus pak penghulu,biar menikahkan orang dulu,setelah selesai bisa langsung kembali kesini lagi dan meminta sopir pribadinya untuk mengantar dan menunggu pak penghulu ke acara pernikahan yang lain terlebih dahulu


Di dalam kamar,mama Guntur langsung memberi banyak pertanyaan pada Rubby, awalnya Rubby Ian saja dengan sesenggukan menahan tangis,tapi saat mama memeluk dan mencium nya seperti putrinya sendiri,Rubby tak kuasa membohongi wanita baik hati itu,lalu Rubby menceritakan semuanya dari awal hingga akhir,bahkan Rubby juga menceritakan tentang masa lalu dan masalahnya bersama ibu kandungnya sendiri,tapi tidak menceritakan penyamarannya,mama Guntur sangat terkejut,dan ikut menangis saat mendengar cerita kehidupan Rubby,dan langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang yang tulus


"Sudah-sudah,jangan nangis lagi,kamu akan mama anggap putri mama sendiri,jadi jangan sungkan pada nama,dan sekarang bersihkan wajahmu biar mama meriasmu"


"Merias?"sahut Rubby gugup


"Kenapa?mau bagaimanapun alasan kalian menikah,tetap saja pernikahan itu sangat sakral,anak bodoh itu tak tau makna dari ijab kabul yang sesungguhnya,seandainya dia tau,pasti dia tak akan berani mempermainkan sebuah pernikahan,kamu gadis yang baik,dari awal pertemuan mama sudah sangat tertarik dengan kamu,dan feeling mama itu tak pernah salah,mama yakin kamu bisa membuat Guntur berubah,saat Guntur berucap 'Saya terima nikahnya' saat akad,itu berarti dia sudah siap menerima tanggung jawab untuk menjadikan istrinya orang yang akan dia lindungi,sayangi dan cintai,dan itu janjinya pada Tuhan,dia tak akan bisa mengingkari janjinya pada Tuhan" Rubby terpaku sesaat setelah mendengar penuturan calon mama mertua nya itu,dan tak sadar kalau mama menyeka air mata yang tadi mengalir di pipinya


"Tante,maafkan Rubby tapi ini Rubby lakukan untuk melindungi diri dari pria-pria yang tidak bertanggung jawab,kalau Rubby seperti ini tak akan ada pria yang menggangu,dan Rubby bisa hidup tenang meski tanpa perlindungan dari orang tua"mama Guntur sangat trenyuh dengan kehidupan yang Rubby jalani,disaat banyak wanita yang ingin tampil lebih cantik agar bisa terlihat oleh banyak pria,tapi Rubby malah menutupi kecantikannya untuk melindungi diri, benar-benar mutiara yang tersembunyi


"Apa Guntur tau?"Rubby hanya menggeleng dan wanita paruh baya itu malah terkekeh geli,pasti putranya sangat kaget saat tau kalau wanita yang akan dinikahinya ini sangat cantik


"Kenapa g kamu coba mengatakannya?"


"Saya g mau tuan tau,karena setelah ini berakhir saya akan menjauh dari kehidupan tuan Guntur"pernyataan Rubby membuat mama Guntur terkejut


"Kenapa begitu?"


"Saya tak ingin mengganggu kehidupannya lagi,dan saya juga akan malu dan canggung saat melihat tuan Guntur,itu pasti akan mempengaruhi pekerjaan saya nantinya"

__ADS_1


"Baiklah,terserah kamu saja,setelah semua ini berakhir kamu harus jadi Putri mama"


"Itu tidak mungkin Tante,saya tak ingin berinteraksi lagi dengan tuan Guntur"


"Hehe,kamu tenang saja Guntur tak pernah pulang ke rumah utama,jadi kamu aman kalau hidup bersama mama dan papa"


"Saya tidak janji Tante,karena saya sudah terdaftar sebagai mahasiswa yang ikut program pertukaran,jadi mungkin tak bisa menuruti keinginan Tante"


"Tak masalah,suamiku bisa melakukan apapun untukku,jadi nanti mama akan mengikuti kemana kamu akan ikut program pertukaran itu,jadi kita bisa tetap tinggal bersama sayaank"


"Saya akan tinggal di asrama Tante,jadi tak bisa ikut tinggal dengan Tante,jadi sebaiknya Tante tetap tinggal di rumah utama saja"


"Seperti nya kamu tak suka dengan mama ya?dari tadi panggilnya Tante terus selalu ada alasan untuk menghindar dari mama"


"Eh,tidak seperti itu Tante,tapi saya tak ingin merepotkan orang saja,itu sangat membebani saya kedepannya"


"Huuffh,baiklah mama turuti keinginan kamu,tapi kamu harus kasih tau mama ke mana kamu akan pergi nanti,jadi mama sesekali bisa mendatangimu"Rubby mengangguk sambil tersenyum,dia sangat bersyukur karena selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik dan tulus padanya,meski tidak semuanya


Setelah bercerita panjang lebar,Rubby dirias sesuai dengan warna kulit penyamarannya,dan dipakaikan kebaya yang dibawakan mama untuknya,yang cukup pas ditubuh Rubby


Saat penghulu datang,Renita dan Anjani memanggil Rubby yang ada di dalam kamar bersama calon mertuanya


"By,penghulunya sudah datang,apa kamu udah siap?"ucap Anjani


"Iya kak,aku udah siap"teriak Rubby dari dalam lalu tak lama dia keluar bersama calon mama mertuanya yang menggandengnya dengan lembut


"Ini teman kamu?"


"Iya Tante,kenalkan ini kak Anjani dan yang ini kak Renita"Rubby memperkenalkan kedua temannya


"Salam kenal,saya mananya Guntur,kalian pasti sangat akrab kan?semoga kalian berjodoh dengan Igo dan Lucas,biar tiga sekawan itu bisa tobat dari kenakalannya"sahut mama Guntur santai dengan kekehan kecil

__ADS_1


Tapi Anjani, Renita dan Rubby malah terbengong sambil saling tatap satu sama lain


"Sudah g usah terkejut gitu,santai saja Doong!mereka memang nakalnya kelewatan,tapi sebenarnya hatinya sangat baik kok,mama berharap mereka bertiga bisa bersanding dengan wanita seperti kalian ini,baik hati, sederhana dan tak neko-neko,tapi itu hanya harapan saja,belum terwujud juga sampai sekarang,tapi mama yakin suatu saat mereka bertiga akan berubah saat ketemu orang yang tepat"mama Guntur mengutarakan uneg-unegnya


__ADS_2