
Rubby dan Guntur sudah sampai di apartemen,Rubby masih ragu untuk masuk tapi karena dari tadi Guntur terus menggenggam tangannya,bahkan saat di dalam mobil dan saat jalan menuju apartemen juga tak mau melepaskan genggamannya hingga saat Guntur masuk,Rubby ikut tertarik masuk
"Dimana kamar saya tuan?"
"Kita kan suami istri,jadi sekamar lah"berjalan menuju kamarnya,dengan Rubby yang masih mengikuti nya
"Kan saya hanya melayani anda sekali,jadi kita harus pisah kamar"tolak Rubby
"Ribet banget,kamar kamu ada di sebelah kamarku,udah puas?"
"Cukup puas,tuan mandilah dulu,saya akan siapkan makanan untuk kita makan malam"Guntur langsung mengerutkan keningnya
"Masak?untuk kita?"
"Iya,tuan mau di masakin apa?"
"G ada bahan makanan disini,karena g ada yang masak,aku biasanya pesan dari restoran langganan ku,jadi kamu g perlu repot-repot untuk masak"
"Tuan ini gimana?saya kan tuan beli untuk jadi pembantu selama satu bulan,jadi selama itu saya akan memasak,nyuci,setrika, bersih-bersih rumah dan menyiapkan semua keperluan tuan,jadi biar saya tidak memakan gaji buta nantinya"tutur Rubby panjang dan lebar,dan itu membuat Guntur terdiam sesaat memikirkan perkataan Rubby
"Padahal kamu tak ikut menikmati hasil jual dirimu,kenapa kamu melakukan ini semua tanpa beban sama sekali?"tanya Guntur penasaran dengan sikap Rubby yang seakan-akan dia tak pernah merasa terbebani dengan apa yang dia lakukan,padahal bisa dibilang setelah ini masa depannya akan berbeda dari apa yang dia harapkan sebelumnya
"Kita hanya manusia biasa,yang tinggal menjalani takdir yang telah dituliskan oleh Tuhan,cukup melakukan semuanya dengan sepenuh hati,maka semuanya akan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan"
"Jangan munafik,bahkan hubungan kita ini tidak termasuk harapanmu kan?bahkan kamu tak menginginkan nya,jadi jangan sok kuat deh"
"Memang iya,tapi sudah terjadi juga saya bisa apa selain menjalaninya,kita hidup menuju masa depan,bukan kembali ke masa lalu jadi harus terus menatap ke depan tanpa ragu,sesekali melihat ke Belakang hanya untuk mengambil pelajaran nya saja,.."
"Oke, pemikiran yang bagus untuk gadis belum dewasa seperti mu"
"Terima kasih,jadi sekarang saya perlu memasak atau tidak?"
__ADS_1
"G ada bahan gimana mau masak?"
"Setelah membersihkan diri saya bisa belanja,tadi saya lihat ada pasar modern dekat dari sini"
"Kamu mau belanja di pasar?bahkan di depan ada supermarket lengkap,ngapain belanja di pasar?"
"Kalau dipasar pilihan sayurnya banyak,dan masih fresh,harganya juga bisa ditawar,kita bisa berhemat,tapi tetap dapat sayur yang kualitasnya bagus"
"Terserah kamu saja deh"Guntur masuk ke kamarnya dan meninggalkan Rubby yang masih terdiam
"Kenapa lagi dia??masalah masak dan belanja juga dijadikan masalah yang membuatnya marah??genap 3 tahun,tu muka pasti udah banyak kerutan karena kebanyakan marah-marah" gumam Rubby bingung dengan keanehan Guntur,lalu dia juga ingin membersihkan diri agar bisa bersikap untuk pergi berbelanja,sedangkan Guntur merasa aneh dengan sikap Rubby
"Dia itu hidup di jaman apa sih?di suruh belanja di supermarket yang kebersihannya terjamin,tidak terlalu rame dan tidak perlu tawar-menawar malah milih ke pasar yang kotor,bisa jadi becek karena musim penghujan,yang pasti banyak orang dan berbagai aroma yang bercampur dari ketingat, orang sampai busuknya sayur sayur yang tidak laku,dasar gadis yang aneh suka banget hidup ribet"dengus Guntur yang langsung melepas bajunya Jan berjalan ke kamar mandi, kebiasaannya selalu melepas dan memakai baju di kamar,karena dia terbiasa hidup sendiri,ada ART yang bertugas membersihkan rumah,nyuci dan setrika,datang saat Guntur sudah berangkat kerja,dan akan pulang sebelum Guntur kembali ke apartemen nya
Rubby mandi dan ganti baju dengan cepat,tak lupa merias wajahnya seperti saat dia ke kantor,saat keluar dari kamar ternyata bebarengan dengan Guntur yang juga keluar dari kamarnya
"Udah mau pergi?"tanya Guntur
"Biar aku anter,biar g kelamaan,aku g mau mati kelaparan hanya karena nungguin kamu belanja"
"Anda yakin?nanti Anda tak nyaman,disana itu g seperti di supermarket,jadi sebaiknya anda dirumah saja,saya lihat tadi ada sedikit snack di kulkas"
"Cerewet,cepatlah biar kita bisa cepat makan,aku udah lapar banget ini"sungut Guntur dengan meninggalkan Rubby di belakangnya
Akhirnya Rubby mengikutinya dari belakang dan masuk ke mobil suaminya,keduanya terdiam tak ada pembicaraan sama sekali,karena bosan akhirnya Rubby mencoba memulai pembicaraan
"Tuan mau dimasakkan apa?"bersiap mencatat di buku kecilnya
"Apa saja,aku tidak pemilih dalam hal makanan"
"Ada alergi tertentu?"kembali bertanya setelah mencatat sesuatu di bukunya
__ADS_1
"Tidak,dan aku suka makanan yang agak pedas"
"Oh..Ok saya paham,ada makanan tertentu yang paling anda sukai dan tidak anda suka mungkin?"mulai bertanya makin mendetail
"Eemmh.. sebenarnya aku lebih suka makanan rumahan,paling suka olahan daging,dan tidak terlalu suka itu ikan "Rubby mencatat semua yang dikatakan Guntur,dia g mau melakukan kesalahan yang fatal
"Semua daging suka?ayam,sapi,kambing,domba dan lain-lain atau hanya daging tertentu?ikan apa yang anda tidak sukai?ikan tertentu atau semua jenis ikan?"
"Astagaa,kamu ini sebenarnya mau apa?banyak banget pertanyaan nya,udah seperti interogasi saja"sungut Guntur kesal
"Saya hanya ingin memastikan saja tuan,biar g ada kesalahan nantinya"jawab Rubby lirih
"Aku bukannya tidak suka ikan,hanya tidak suka durinya,ribet aja saat makan kalau harus nyisihin duri satu-satu keburu kelaparan,dan kadang-kadang kalau masaknya g bener masih ada aroma amis yang sangat menggangu penciuman itu saja,selebihnya makan apa saja g ada masalah selama makannya g ribet" terang Guntur,yang kembali di catat oleh Rubby dengan cermat
mereka sampai di pasar,Rubby langsung turun sedangkan Guntur ragu-ragu saat akan turun karena melihat ada beberapa genangan air disana sini
"Tuan tunggu di mobil saja,saya tidak akan lama kok,cuma beli beberapa daging,ikan, sayur dan buah-buahan buat stok satu Minggu"Rubby tau Guntur pasti tidak pernah ke Paar,jadi dia sedikit canggung dan terlihat kikuk
"Kamu kuat bawa belanjaan nya nanti?"tanya Guntur yang terdengar aneh ditelinga Rubby,karena Rubby sudah terbiasa belanja sendiri dari dulu saat masih ada ayahnya pun Rubby sudah berbelanja untuk kebutuhan mereka,jadi menurutnya itu bukan hal yang sulit hanya untuk membawa belanjaan
"Tentu saja kuat,itu sudah terbiasa saya lakukan,tuan tenang saja"Rubby berjalan menjauh dari mobil Guntur,dan sesekali mencari jalan yang tidak tergenang air,tapi saat Rubby belum terlalu jauh,Guntur turun dari mobilnya dan mengikuti Rubby dari belakang
"Sudah biasa katanya,gadis kecil gitu emang kuat bawa belanjaan yang banyak?kalau jatuh kan belanjaannya kotor dan banyak kumannya,iisshh menjijikkan pastinya aku tak mau makan makanan yang kotor, bisa-bisa sakit perut nanti"dumel Guntur dalam hati sambil terus mengikuti Rubby di belakangnya
"Tuan g jadi nunggu di mobil saja?"
"G usah bawel,cepat jalan dan sini tasnya biar aku yang bawa,ribet banget sih jadi orang,kalau di supermarket kan enak,g perlu becak-becak gini,tempatnya bersih dan bahan makanannya juga terjamin kebersihannya"dengus Guntur,Rubby hanya tersenyum melihat kekesalan Guntur
"Nanti saya tunjukkan hal yang seru pada anda,saat berbelanja di pasar"
"Apa serunya,yang ada kesal nih, tempatnya aja terlihat jorok gini,gimana dalamnya coba"sungut Guntur
__ADS_1
"Didalam bersih kok,tuan tak perlu khawatir" Rubby menggandeng tangan Guntur agar terhindar dari jalan yang berlubang dan genangan air di tempat-tempat tertentu,Guntur hanya menurut dan mengikutinya saja ran protes lagi saat tangannya sudah dalam genggaman istrinya, seperti ada magic yang membuatnya tak bisa menolak ajakan Rubby saat berada di gandengannya..