
Meeting diakhiri dengan makan bersama direstoran itu juga,karena ini meeting terakhir dan kalau tidak ada masalah akan kembali bertemu di peresmian akhir bulan ini..
Rubby makan dengan santai,Guntur tak malu menunjukkan perhatiannya,dan itu membuat Rubby sedikit canggung karena banyak Padang mata yang memperhatikan kedekatan mereka
"Bisakah bersikap biasa saja layaknya bos dengan bawahannya?"bisik Rubby dengan kesal,tapi itu membuat Guntur terkekeh geli mendengarnya
"Kenapa?kamu itu bawahan ku yang spesial,bawahan di kantor juga bawahan di ranjang,jadi apa salahnya memberi perhatian lebih?karena kamu selalu memberi lebih dari yang aku mau.."balas Guntur dengan senyum menggoda,dia sangat senang melihat wajah cupu istrinya ini..sangat lucu saat kesal
"Ck..kita di depan umum ini,nanti kolega kamu pada curiga dengan hubungan kita"sambil mendengus kesal
"Biar mereka tau,sekalian aku akan perkenalkan kamu sebagai istri ku,gimana?kamu setuju?"dengan cengiran nakalnya,Rubby makin kesal dibuatnya,hingga tanpa sadar dia memukul paha Guntur dengan tangannya,tapi dengan cepat Guntur menahan tangan itu sebelum bisa terangkat kembali..
"Lepaskan tanganku..kita sudah mau makan,aku akan kesulitan makan kalau tangan kananku kamu tehan seperti ini"berusaha menarik tangannya dari genggaman suaminya yang mulai usil
__ADS_1
"Kamu duluan yang menggodaku sayaank..jadi bertanggung jawab lah pada perbuatan mu"meremas lembut tangan Rubby dengan santai tanpa merubah ekspresi wajah nya yang terkesan cuek tapi berwibawa..Rubby benar-benar dibuat tak berdaya dengan kelakuan Guntur yang menyebalkan ini..dengan terpaksa dia makan dengan tangan kiri nya,meski sulit tapi saat ini dia sangat lapar..jadi perutnya harus tetap diisi meski hanya sesuap nasi saja,untuk mengganjal perut nya yang meronta sedari tadi..
Renita dan Anjani saling pandang saat melihat Rubby makan dengan sedikit kesulitan
"Rubby kenapa?kok makan dengan tangan kiri?apa tangan kanannya sakit?"tanya Renita pada Anjani sedikit khawatir
"Entahlah,tapi tadi sepertinya tidak apa-apa,aku akan menghampiri nya untuk bertanya,siapa tau dia perlu ke rumah sakit, takutnya serius itu"sahut Anjani hendak berdiri dari duduknya..tapi dengan cekatan Igo langsung menahannya
"Itu tidak perlu,pasti Guntur sedang berulah"Anjani menengok ke Igo yang berbicara dengan santai tanpa melihat ke arahnya..
"Kalian ini b*d*h atau terlalu polos sih..tangan Rubby sedang di genggam Guntur,makanya dia terpaksa makan dengan tangan kiri meski sedikit kesulitan,kalau tak percaya lihatlah dari bawah meja"Lucas ikut nimbrung, membuat Renita dan Anjani saling pandang,ada rasa tak percaya diwajah kefuanya,karena ingin membuktikan nya,mereka berpura-pura menjatuhkan penanya dan keduanya menunduk untuk melihat apa yang ada di balik keanehan Rubby..dan benar saja,tangan Rubby dan Guntur saling bertautan satu sama lain..saat keduanya kembali dengan wajah sedikit merona membuat Igo dan Lucas terkekeh geli..
"Astaga..aku tak sampai berpikir sejauh itu"ucap Renita sambil menepuk-nepuk wajahnya untuk menormalkannya kembali..
__ADS_1
"Begitupun denganku,pak Guntur bisa senekat itu pada Rubby,apa tidak takut ketahuan?"tambah Anjani
"Bahkan Guntur ingin meresmikan pernikahan mereka,dan menggelar resepsi mewah untuk istrinya..tapi istrinya saja yang belum mau dipublikasikan"Sahut Lucas lirih tapi masih terdengar jelas di telinga Renita dan Anjani..
"Yaah?serius?apa pak Guntur sudah mulai ada rasa pada Rubby?"tanya Renita antusias
"Diamlah,jangan terlalu kepo,itu tidak baik untukmu"Renita mendengus karena pertanyaan nya tidak terjawab,membuat Anjani terkekeh kecil..
"Sudahlah,mungkin Rubby masih belum siap,biarkan alurnya mengalir apa adanya,keduanya juga butuh waktu untuk menjalani hubungan yang baru seumur jagung,masih banyak waktu untuk saling mengenal satu sama lain..kita hanya perlu mendukung dan berdo'a untuk kebaikannya saja"tutur Anjani bijak sambil melanjutkan makannya yang sempat tertunda karena rasa penasarannya tadi..dia ikut senang ketika melihat perlakuan Guntur pada Rubby,dia berharap Guntur bisa memberi kebahagiaan dalam kehidupan Rubby
Acara makan telah selesai,semuanya berpamitan untuk kembali ke kantornya masing-masing,tapi Aldo dengan sengaja menunggu hingga koleganya pergi,dan dia mulai mendekati Guntur kembali
"Tuan Guntur,apakah anda ada waktu luang?saya ingin mengenalkan anda pada putri saya,agar kalian bisa lebih dekat"tanpa malu aksi mengutarakan maksudnya langsung pada Guntur,membuat Lucas dan Igo menatapnya datar,mereka sudah sering mengalami kejadian seperti ini,tak jarang para pengusaha mencoba peruntungan dengan mendekatkan atau menjodohkan putra atau putri nya pada rekan kerja mereka,tujuannya sudah pasti agar perusahaan makin maju dan berkembang lebih baik lagi
__ADS_1
"Tadi saya sudah melihat putri anda, saya rasa itu sudah cukup dan saya sangat sibuk,tak ada waktu untuk berbincang hal-hal yang tidak penting,karena waktu saya sangat berharga"tanpa minat mendengar kelanjutan dari perkataan Aldo lagi,Guntur udah pergi dari tempatnya,membuat Aldo kesal tapi dia masih belum menyerah sebelum mangsanya di dapatkannya,ambisinya saat ini hanya ingin Guntur menjadi menantunya,karena dia termasuk menantu idaman,pasti perusahaannya akan melejit dengan cepat..
Setelah Guntur pergi dan diikuti oleh Lucas,Renita, Anjani,Igo dan Rubby mereka segera memasuki ruangan masing-masing dan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda karena meeting di luar tadi.