
Guntur yang sedang hangat-hangatnya merajut kisah asmaranya,dan Igo yang sedang panas-panasnya mengejar calon pujaan hatinya,sedangkan Lucas sedang dingin-dinginnya bersama Renita berbagi kisah keluarga..
"Kamu ini sebenarnya mau cari apa?dari tadi muter-muter terus tapi g ada yang di beli, sebenarnya niat beli atau g?"Lucas sudah dari tadi ngikutin Renita yang muter dan berhenti sejenak ke kios-kios,bahkan hampir semua kios dia singgahi,tapi tak ada barang atau makanan yang dia bawa
"Lo..dari tadi pak Lucas ngikut saya?ngapain?saya emang suka lihat-lihat doang pak,siapa tau ada yang menarik dihati baru deh nanti dibeli hehe"
"Emang dari sekian banyak kios g ada yang membuat kamu tertarik untuk membelinya?"
"Sebenarnya semua sangat menarik,tapi sepertinya belum terlalu saya butuhkan"dengan santainya duduk di depan kios minuman dan langsung memesannya
"G ingin beli oleh-oleh buat keluarga?masak pulang dari luar kota g bawa apa-apa"
"Saya kan tinggal sama Rubby pak,jadi jauh dari keluarga"sahut Renita sambil memalingkan wajahnya kearah lain
"Heemmhh?!g pernah pulang?"
"Pernah,tapi g sering juga hanya sebulan sekali itupun kalau ada temannya,kalau g za mending g pulang,dirumah juga g ada orang..saya biasanya pulang ke rumah Anjani, karena kita tetanggaan,disana rame ada ayah,ibu dan juga adiknya,bahkan saya lebih sering tinggal disana dari pada di rumah"Renita memang sangat berterus terang..tapi dia juga tak sembarang cerita masalah pribadinya pada orang lain,tapi entah kenapa pada atasannya ini dia malah kebablasan,Lucas hanya menatapnya lekat saat mendengar cerita Renita,dia melihat ada kecewa,kesal,sedih dan lelah di mata gadis di depannya ini..
"Kamu anak tunggal?"
"Iya..bapak punya saudara?"
"Ada adik,tapi sudah tiada dan orang tua kamu kemana?sibuk kerja luar kota?"
"Aahhh..maaf,saya lupa kalau adik anda..pasti anda sangat merasa kehilangan ya?mana saya sudah tiada,dan papa saya..dia sibuk dengan kehidupannya sendiri,tapi tak perlu khawatirkan soal itu,karena saya sudah terbiasa juga hehehe"mencoba terkekeh tapi terlihat sangat hambar..
"Sejak kapan?"
"Apanya?"
__ADS_1
"Kamu sendirian, dan mang g punya pacar yang bisa temenin tiap malam?"canda Lucas
"Iisshh..emang bapak,tiap malam ada yang ngelonin..saya lupa persisnya kapan jadi sendirian,karena selama ini ada Anjani dan keluarganya yang selalu bersama saya jadi tak pmerasa kesepian"
"Emang pacar kamu g temenin gitu?"
"Hahaha bapak ngeledek ya?saya,Rubby dan Anjani itu jomblo akut,semua ada masalahnya masing-masing yang sulit buat dapat pacar,eehh... tau-tau Rubby yang masih muda malah laku duluan,tapi...kenapa harus dengan cara seperti ini.. huuffhh"ada kesedihan yang nampak di wajah manis itu
"Kalian Kan cantik,apa susahnya dapatkan cowok?kalau masalah Rubby dan Guntur,mereka punya pemikiran sendiri..tapi kalau boleh berharap Rubby bisa jadi wanita terakhir untuk Guntur.."
"Kami ini standard saja pak,banyak wanita cantik diluar sana yang lebih-lebih dari kami,Anjani itu terlalu pendiam,kaku,polos dan pemalu dengan orang baru juga susah akrab,sedangkan Rubby dia masih seperti remaja yang lugu dan tak neko-neko,jalan hidupnya itu lurus g ada belok-belok,lebih suka menghindari masalah yang berat-berat,tapi entah bagai mana nasibnya malah membuat dia mendapatkan masalah yang teramat sangat berat,kalau bisa aku dan Anjani mau berbagi beban dengannya,tapi apa daya..dia sendiri tak ingin melibatkan kami dalam masalahnya,saya merasa dia terlalu baik dan lugu,hingga banyak yang memanfaatkan kebaikan dan keluguannya"Lucas menjadi pendengar yang baik untuk Renita,dia merasa gadis ini sangat enak diajak ngobrol,ngalir gitu aja tak ada drama atsu kepura-puraan dan tanpa ada maksud tersembunyi..
"Kalau kamu sendiri gimana?apa yang jadi masalahmu hingga tak punya pacar?"
"Kalau saya ceritakan apa anda akan mencarikan saya pacar yang baik?"sahut Renita dengan nada bercandanya membuat Lucas tersenyum tipis
"Anggap saja seperti itu,karena yang saya lihat kamu ini orang seru, asyik buat diajak ngobrol pasti mudah buat dapat pacar"
"Za g tau juga,pasti semua punya kriterianya sendiri-sendiri..kadang bukan kriterianya juga bisa jadi istri,kalau udah jodoh mau gimana juga tetap bersama kan.."
"Iya juga siih"diam,tak ada lagi perbincangan,hingga Lucas kembali membuka percakapan..
"Kenapa?malu kalau masalah kamu yang sudah dapat pacar bocor karena aku?tenang saja,aku bisa jaga rahasia,siapa tau nanti aku punya teman yang bisa di kenalin ke kamu,kan lumayan bisa jadi pasangan kamu di kondangan"ledek Lucas dengan tawanya.. Renita sempat tertegun dengan tawa atasannya itu, karena saat di kantor selalu serius bawaannya tegang terus,ternyata dia bisa tertawa juga..
"Anda bisa tertawa juga ternyata?lebih banyak tertawa pak,biar kulit wajahnya tidak kaku kayak kanebo kering"canda Renita sambil tersenyum manis pada Lucas..
"Berani juga kamu mengolok-olok aku,jadi gimana?g mau bilang nih masalah kamu yang sudah buat dapat cowok?"entah kenapa Lucas sangat kepo,padahal biasanya dia sangat cuek
"Pengen tau banget ya pak?bisa buka harga g sih?biar bisa tambah-tambah isi tabungan hehehe"
__ADS_1
"Boleh,mau buka harga berapa dulu ini?aku sanggup kok bayarin kamu liburan keluar negri selama tiga hari,gimana?tapi harus bersama denganku liburan nya, gimana?mau g?"
"Iisshh..g ah,nanti banyak yang salah faham, masalahnya bukan pada saya,tapi pada papa saya"kata-kata Renita terhenti
"Ada apa dengan papa kamu?"Lucas jadi penasaran
"Huuffh..papa saya seorang pemabuk,penjudi dan pemain wanita,kalau ada pria yang sejati saya,pasti akan diporoti habis-habisan olehnya,membuat saya merasa seperti wanita materialistis,bahkan ada yang sampai masuk rumah sakit karena dipukuli papa,karena g mau ngasih uang,jadi untuk cari aman saya tidak mau dekat dengan pria,takut nanti mereka dapat masalah dengan papa saya"
"Papamu kerja apa?"
"Saya g tau,sudah cukup lama tak bertemu dengannya, terakhir kali dua tahun yang lalu sebelum saya kerja di sini,dan saat itu dia menghajar saya hingga babak belur,kalau tidak ada ayahnya Anjani yang melindungi saya,mungkin data tak akan selamat"
"Kenapa kamu dihajar sampai seperti itu?apa saat itu papamu sedang mabuk?"
"Iya,tapi masih sadar,papa kalah judi dan berniat ingin menjual saya pada orang yang menjadi lawannya,tapi saya menolak dan akhirnya dia marah besar hingga kalap,saya berusaha kabur dan meminta pertolongan,saat itu ayah Anjani hendak keluar entah kemana,melihat saya yang berlari dengan keadaan yang menyedihkan beliau langsung menyembunyikan saya di semak-semak dan berpura-pura tidak melihat apapun,dan tidak tau apa yang terjadi bahkan saat papa saya berpapasan dan bertanya dia menjawab dengan tenang menunjuk arah yang berbeda kepada papa,hingga saat papa sudah pergi,ayah langsung mengajak saya pulang kerumahnya,menenangkan,mengobati dan merawat saya seperti putrinya sendiri..hingga sat ini saya tidak pernah bertemu dengan papa saya lagi,tapi kata ayah dia masih seperti dulu"ada segumpal air yang hendak tumpah di mata gadis ini,tapi dia segera menyekanya dengan cepat agar tak terlihat siapapun,tapi Lucas sudah sempat melihatnya
"Kamu gadis yang hebat,mampu bertahan dimasa tersulit"menatap dengan lembut ke arah Renita
"Jangan gitu lihatnya pak,saya tidak butuh bekas kasihan,tapi saya butuh makan dan minum saat ini,kalau tidak saya bisa pingsan karena kelaparan dan dehidrasi"kembali lagi wajah ceria itu terlihat meski masih ada sisa-sisa kesedihan yang tak bisa ditutupinya
"Hahaha..oke,aku akan mentraktir mu sepuasnya hari ini,apapun yang kamu mau akan ku belikan anggap saja untuk harga yang ku berikan karena sudah membuka rahasia pribadimu"
"Waaah...seberharga itu kisah hidup saya?tau gini dari dulu saya jual kisah hidup saja..haha"tawa Renita pecah
"Jangan melakukan itu,aku mengawasi mu Ren"dengan tatapan tajam
"Eh..kok jadi horor gini,saya bercanda pak"sahutnya sambil nyengir..lalu keduanya mencari tempat makan yang diinginkan,sedangkan Igo dan Guntur sudah pergi dengan pasangan masing-masing setelah berpamitan lewat chat grob yang mereka buat khusus bertiga,Rubby dan Anjani pun melakukan hal yang sama, berpamitan lewat group chat mereka bertiga
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Jangan lupa beri semangat untukku🤗🤗 terima kasih..