Penjaga Hati

Penjaga Hati
Kencan Pertama


__ADS_3

Zara dan Reno benar-benar seperti nyamuk. Mereka berdua duduk mengapit Arka dan Cenza. Dua sejoli yang lagi dimabuk cinta. Selama film diputar Arka menggenggam tangan Cenza, dunia serasa milik berdua, yang lain cuma ngontrak.


Setelah film selesai diputar, mereka mencari makan.


"Sayang, kita makan apa? "


"Seafood saja Ka, boleh ya? "


"boleh dong, kenapa tidak? "


Reno yang menyetir mencari restoran seafood terdekat.


"Kak Cenza, Zara kepo deh, kapan Kak Cenza jadian sama Kak Arka"


"Kalau lagi makan dilarang bertanya yang aneh-aneh" Arka yang menjawab


"Sama, Aku juga penasaran Ka, bukannya sebelum ini kalian berdua tidak pernah akur ya? "


"Itu dia maksud aku Kak Reno. Aku jadi semakin yakin kalau sebenarnya Kak Arka itu sudah jatuh cinta sama Kak Cenza sejak pertama kali bertemu itu"


"Jadi maksudmu Arka pura-pura jual mahal? "


"Iya benar banget Kak"


"Benar begitu sayang? " tanya Cenza menggoda Arka sambil tersenyum


Arka menatap Cenza "Tidak kok. Kamu yang naksir aku sejak pertama kita kenalan kan? tidak ada yang tidak terpikat akan pesona Arka Adijaya" sahut Arka sok angkuh


"Siapa yang lebih dulu men... "


Cenza tidak bisa melanjutkan kalimatnya, keburu dibungkam Arka dengan tangannya.


"Mau berhenti atau mau dilanjutkan" ancam Arka.


Cenza menggeleng, dan Arka pun menarik tangannya.


Zara tertawa begitu pula dengan Reno.


"Yah bisa dilihat siapa sebenarnya yang lebih agresif" kata Reno


"Tapi tepatnya kapan jadiannya Kak? "


"Ada deh"


"Ih Kak Cenza. Serius Zara heran, karena pas valentine day kemarin kan belum jadian, Kak Arka saja kayak cacing kepanasan menunggu Kak Cenza pulang".


"Emangnya Arka kenapa Ra? "


"Pokoknya sebelum Kak Cenza pulang Zara liat Kak Arka mondar-mandir seperti orang yang lagi gelisah gitu"


Arka tidak membantah apa yang dikatakan Zara, ia justru pura-pura tuli dan sibuk dengan kepiting di piringnya.


Cenza cuma senyum-senyum.


Rasa penasaran Zara dan Reno tidak terjawab karena yang ditanya tidak ada yang mau menjelaskan.


Selesai makan mereka pun kembali ke mobil.


"Ren malam ini kamu nginap di rumah aku saja"


"Ok" sahut Reno


Zara duduk di depan, Arka dan Cenza di belakang.


"Sayang, sini"


Arka meminta Cenza mendekat.

__ADS_1


"Tapi Ka, kamu tidak malu apa sama Reno dan Zara? " bisik Cenza mencoba menolak


"Mau mendekat atau aku cium? "


Cenza pun segera mendekat


"Begini kan lebih bagus" kata Arka dan menyandarkan kepala Cenza di pundaknya, memberikan kecupan ringan di kepala Cenza.


Reno yang melirik dari spion cuma bisa geleng-geleng kepala.


Kata orang kalau sudah jatuh cinta tahi kucing rasa coklat ya maksudnya pasti seperti Arka lah sekarang ini. Tidak peduli ada orang di depannya.


Bu Riri baru saja hendak masuk ke kamar saat anak-anaknya pulang.


"Selamat malam Tante"


"Malam Ren. Kamu tidur sama Arka? "


"Iya Tante"


"Bagaimana filmnya sayang? "


"Bagus Ma" Zara sudah gatal mulutnya pengen kasih tahu mamanya tentang Arka dan Cenza namun dia masih menunggu Cenza dan Arka, pengen liat gelagat Kakaknya.


"Kalian sudah makan"


"Sudah Tante. Tadi makan seafood" jawab Cenza


"Ya sudah, kalau begitu".


Arka menuju kulkas dan mengeluarkan minuman dingin " Sayang mau tidak? " tawar Arka pada Cenza


Cenza tidak menjawab malah menatap Tante Riri yang sekarang menatap mereka bergantian.


Arka nampaknya memang sengaja menunjukkan pada Bu Riri hubungannya sama Cenza.


"Mmm tidak Ka, thanks" jawab Cenza canggung


"Kalian berdua..." Bu Riri kelihatan terkejut bercampur senang.


"Iya Ma, mereka sudah jadian, sampai-sampai dunia rasanya cuma milik berdua" sindir Zara


"Oh Sayaaang, Tante bahagia mendengarnya" Bu Riri memeluk Cenza


"Aduh mama tidak sabar menunggu Papa pulang, mama harus segera memberitahu Papa"


kata Bu Riri dan segera bergegas ke kamarnya.


 


\*


 


Arka dan Reno belum juga tidur, mereka masih mengobrol di kamar.


"Ka Serius Aku pengen tahu kapan kamu jadian sama Cenza"


"Serius pengen tahu? "


"Ya iyalah Ka. Selama ini begitu tertutupnya kamu tapi tiba-tiba kamu jadi seromantis ini sama Cenza"


"Jujur Aku sudah tertarik sejak pertama kali kami bertemu Ren.


Aku merasa dia berbeda, dia cantik, manis dan keras kepala.


Awalnya aku berusaha menjaga jarak dengannya karena aku takut aku belum siap menjalin hubungan dan hanya membuat dia terluka.

__ADS_1


Tapi pertahanan ku ambruk melihat dia pulang di antar teman kantornya. Ku pikir itu pacarnya, dan aku benar-benar merasa bodoh karena selama ini berusaha membuat dia menjauh dari ku.


Puncaknya saat ia keluar dijemput cowok itu, mereka merayakan Valentine day, dan aku gelisah menunggu dia pulang. "


"Terus? " Tanya Reno karena Arka tidak melanjutkan ceritanya.


"Yah saat dia pulang aku tidak bisa mengontrol perasaanku dan begitulah aku menembaknya" kata Arka tanpa menceritakan detailnya.


"Nyaris saja kamu gigit jari" Reno meledek Arka


"Benar Ren, nyaris saja. Aku merasa bahagia saat ini, dan aku benar-benar ingin membahagiakan Cenza"


"Aku ikut senang Ka, karena kamu tidak lagi hidup dalam bayang-bayang masa lalu kamu"


"Tapi aku tidak ingin buru-buru bertunangan, terserah kapan Cenza menginginkannya"


"Kalau aku perhatikan sepertinya Cenza cewek baik-baik dan dia juga nampak sangat mencintai kamu Ka"


"Aku berharap dia menjadi teman hidup aku Ren".


" Amin Bro. Bagaimana jika Cenza justru ingin segera menikah? "


"Itu yang aku harapkan Ren. Aku serius ingin segera menikahi Cenza"


"Pelan-pelan saja Ka, coba bicarakan dengan Cenza saat dia santai"


"Thanks masukannya Ren"


Arka meraih ponselnya dan menelefon Cenza, Reno meninju lengannya.


"Sialan Kamu Ka. Baru juga ketemu"


"Sssst... "


"Sayang, sudah tidur belum? "


"Gimana mau tidur kalau ditelfon begini" jawab Cenza sambil tertawa pelan.


"Tadi kan belum dikasih ciuman selamat tidur" sahut Arka membuat dirinya dilempari bantal oleh Reno


"Kalau belum terus mau apa? "


"Mau ditagih sekarang"


"Minta Reno saja yang kasih ciuman selamat tidur" kata Cenza sambil tertawa


"Ogaaahhhh,, najis kalau dicium Reno"


"Wuuueeekkk siapa juga yang mau" Reno kembali menimpuk Arka dengan bantal yang hanya disambut dengan tawa oleh Arka.


"Ya sudah, Selamat tidur sayang, cium sayang untukmu. I love you" bisik Arka


"Selamat tidur sayang, i love you too" balas Cenza


\* \* \*


Pak Ray dijemput Pak Arif di bandara.


"jadwalnya dipercepat ya Tuan? " tanya Pak Arif pada majikannya.


"Iya Pak Arif, urusan cepat selesai. Bagaimana kabar anak-anak saya Pak? "


"Baik Tuan, Non Zara yang sudah kangen sama Tuan, tiap hari menanyakan kapan Tuan pulang".


" Anak itu, dia bukan kangen sama saya, tapi


pengen oleh-olehnya" kata Pak Ray sambil tertawa

__ADS_1


bersama Pak Arif.


__ADS_2