Penjaga Hati

Penjaga Hati
Rencana Jahat


__ADS_3

Arka membuka pintu mobil untuk istrinya.


Cenza turun dari mobil memberikan kecupan sayang di pipi Arka.


"Sampai jumpa siang nanti sayang"


Arka meraih pinggang Cenza dan menariknya mendekat


"Ingat, kalau David ke sini jangan meladeni nya"


"Iya sayang, sudah jalan sana malu tahu dilihat orang" Kata Cenza dan mencubit pelan perut Arka, Ia malu karena teman-teman kantornya melihat mereka.


"Kenapa harus malu? dipeluk suami sendiri juga"


Arka mengecup kening Cenza dan kembali masuk ke mobil.


Ia sangat mempesona dengan kaca mata hitamnya membuat teman-teman Cenza iri melihat Cenza diperlakukan dengan mesra oleh Arka.


Cenza melangkah disambut Shinta heboh,


"Za sumpah cowok kamu itu bikin yang liat jadi meleleh hatinya, cakep banget sih"


"Iya Za, aku yang sudah setampan ini saja kalah jauh sama dia" sambung Kevin


"Kalian paling bisa ya kalau muji, asal jangan dibanting ya, nanti jatuhnya sakit" Cenza hanya tertawa mendengar suaminya dipuji teman-temannya.


"Eh Za, ngomong-ngomong, cowok cakep berwajah indo yang cari kamu ke sini siapa Za? "


Cenza langsung berubah raut wajahnya mendengar Shinta menyinggung soal David.


"Lain kali kalau dia mencariku, bilang saja tidak ada"


"Kenapa Za?, pas kemarin dia ke sini kelihatannya dia orangnya baik loh" kata Kevin


"Iya aku juga dibuatnya jatuh hati"


"Kalo kamu mah liat yang cakep dikit juga pasti jatuh hati" Kevin mencibir Shinta


"Pokoknya aku tidak ingin bertemu dia, Su... Pacar aku juga tidak suka aku bertemu David" hampir saja Cenza keceplosan menyebut Arka suaminya.


"Ya sudah buat aku saja yah" canda Shinta


"Patimeh.. Patimeh, serah lo dah, Cenza tidak berminat sama cowok itu, buat kamu saja, gratis ko tidak dipungut biaya" Kevin meledek Shinta


"Sialan lo, emang barang apa" tawa Shinta tidak menghiraukan ejekan Kevin.


Arka melangkah masuk ke kantor, namun ia melihat Vanny sedang menunggunya.


Arka memanggil Sekretarisnya,


“Flo, lain kali jangan mengijinkan siapapun menungguku jika aku tidak mengijinkannya"


"Baik Pak, mohon maaf"


Arka melangkah mendekati Vanny yang sedang menunggu di ruangan tunggu yang ada di depan ruangan Arka.


"Ada perlu apa kamu ke sini Van? " Arka bertanya sambil masih berdiri dengan salah satu tangan dimasukkan ke dalam saku celananya.


"Aku mau ngajak kamu dinner sama aku"


"Dalam rangka apa kamu ngajak dinner? "

__ADS_1


"Aku minta tolong kali ini saja Ka, aku ingin tunjukkan ke Gio bahwa aku juga bisa move on dari dia" mohon Vanny


"Sayangnya aku tidak bisa Van, kamu tahu ada perasaan seseorang yang aku jaga"


"Kamu kan tidak perlu bilang ke cewek kamu itu kalau kamu dinner sama aku"


"Namanya Cenza, dan aku tidak bisa pergi tanpa seijin dia"


Vanny menghela nafas,


"Ka, kamu sungguh tidak ingin membantu aku? kita bukan cuma teman Ka, kita pernah dekat dan kali ini saja aku minta bantuan kamu. Aku janji tidak akan mengganggu kamu lagi setelah ini" Vanny kembali memohon.


"Aku tidak janji ya Van, lihat saja nanti. Kamu bisa pergi sekarang aku sedikit sibuk Van"


Vanny pun berdiri "Aku harap kamu bisa meluangkan waktumu nanti malam Ka"


dan Vanny pun berjalan meninggalkan Arka.


Arka pun segera masuk ke ruangannya.


 


\*


 


Vanny menunggu Arka di restoran yang sudah ia beritahukan alamatnya kepada Arka.


Sudah sepuluh menit ia menunggu namun Arka belum juga menunjukkan tanda-tanda akan datang.


Vanny mulai gelisah, bagaimana kalau Arka tidak datang? Ia sebenarnya bukan ingin menunjukkan kepada Gio seperti alasan yang disampaikannya kepada Arka.


Vanny mengajak Arka bertemu dengan maksud lain, karena itulah ia kuatir Arka tidak muncul.


Vanny berdiri menyambut Arka, Arka tidak perlu berbasa-basi dan langsung duduk.


"Mana mantan tunangan kesayangan mu si Gio itu"


"Sorry Ka dia tidak jadi ke sini, kita ngobrol saja tidak masalah kan? "


Arka mulai gusar


"Jangan buang-buang waktuku untuk permainanmu Van, jangan sampai kamu menyesalinya"


"Permainan apa Ka, aku serius tadi Gio baru saja membatalkan janjinya untuk bertemu di sini"


Arka menatap Vanny dengan kesal.


Dering ponselnya membuat Arka mengalihkan perhatian ke ponselnya.


Penjaga Hati memanggil...


"Ya sayang"


"Sayang kamu belum pulang? aku menunggu mu untuk makan malam bersama"


"Sayang, aku minta maaf karena tidak mengabarimu, kamu makan saja dulu ya, aku masih bertemu teman"


"Ya sudah, jangan kemalaman pulangnya"


"Iya sayang, I love you"

__ADS_1


"Love you too sayang"


Selesai menerima telefon dari Cenza Arka kembali menatap Cenza


"Waktu ku tidak banyak, aku harus segera pulang"


"Haha takut banget sih sama cewek mu Ka, sehebat apa sih dia sehingga kamu setakut itu"


"Yang jelas dia gadis tercantik yang pernah aku miliki. Bukan hanya wajahnya yang cantik, tapi hati dan semua yang ada pada dirinya cantik"


Puji Arka sambil membayangkan wajah istrinya.


"Aku akan membuat kepercayaannya pada mu hilang" batin Vanny.


Vanny berdiri pura-pura hendak ke toilet, dan dia menyenggol minuman Arka sehingga menumpahkan minuman Arka membasahi baju Arka,


"Oops sorry Ka, sorry" Vanny menunduk dan mencoba mengelap baju Arka dengan Tissue,


Arka yang merasa risih segera meminta Vanny menjauh.


"Sudahlah Van, Aku balik saja" kata Arka kemudian berdiri dan keluar dari restoran.


"Sorry ya Ka" Vanny berpura-pura menyesali kecerobohannya, namun setelah Arka pergi temannya yang tadi memotret Vanny dan Arka muncul.


Vanny tertawa melihat hasil foto yang diambil temannya


"Bagus banget, kelihatan seperti aku sedang mencium Arka" ucap Vanny kegirangan.


Cenza sedang menonton di ruang keluarga bersama orang tua mereka dan juga Zara, ketika Arka pulang.


"Selamat malam" Sapa Arka


"Selamat malam, kok baru pulang Ka? banyak kerjaan ya hari ini? tanya Mamanya.


" Tidak juga ma, tadi masih bertemu teman makanya telat"


Arka beralih memandang Cenza yang sudah berdiri di samping menggandeng lengannya.


Arka memberinya ciuman di pipi


"Aku mau ke atas dulu Pa, Ma" pamit Arka Pada orang tua dan juga mertuanya.


Mereka berdua naik ke atas.


"Capek ya sayang? " tanya Cenza manja dan memeluk Arka dari belakang


"Kalau sudah pulang dan ketemu kamu capeknya hilang sayang" sahut Arka


"Hehe dasar gombal, buruan ganti baju, Aku siapkan air hangatnya dulu"


Cenza segera ke kamar mandi dan mengisi bathup dengan air hangat.


Menuangkan aromaterapi ke dalamnya.


Selesai mandi Arka naik ke tempat tidur dan meletakkan kepalanya di pangkuan Cenza yang lagi membaca novel.


Cenza menyimpan novelnya di atas nakas dan beralih menatap suaminya.


"Mau aku pijitin? "


"Kalau kamu tidak keberatan sayang"

__ADS_1


Cenza pun mulai memijit kepala Arka perlahan kemudian turun ke leher dan pundaknya.


Arka akhirnya ketiduran, saking nyamannya dipijit Cenza


__ADS_2