Penjaga Hati

Penjaga Hati
Menggila Karenamu


__ADS_3

Rubby masuk ke ruangannya dan menetralkan degub jantungnya yang tak beraturan


"Tuan Guntur pasti sudah gila karena tak mendapatkan wanita lain selama dua hari hingga dia bersikap seperti itu padaku,sadar by kamu hanya wanita biasa yang tak mempesona,jangan terbuai,jangan terlena,tak boleh baper,cukup layani dia selama satu bulan,setelah itu selesai dan menjauh.. huuffhh satu bulan by,cukup satu bulan hutangmu lunas baik pada tuan Guntur ataupun wanita yang menjadi ibumu itu" dengan kasar dia mengusap wajahnya dan membuang nafas kasar,Rubby selalu mengsugesti dirinya sendiri agar tak terlena dengan pesona dan rayuan yang Guntur berikan padanya,bagaimanapun juga Guntur adalah pria yang sangat sempurna,tapi sayangnya dia tidak tercipta untuk dimilikinya karena sifat nya yang tak bisa setia pada satu wanita,jadi sebisa mungkin Rubby menjaga hatinya agar tak terluka lebih dalam oleh tuannya itu,dia cukup sadar diri dengan kekurangan yang dia miliki,dan kelebihan yang dimiliki tuannya


Setelah beberapa saat menenangkan diri dan hatinya,dua kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan profesional,dia akan bekerja lebih giat lagi karena setelah selesai urusannya dengan bosnya itu,dia ingin langsung pergi dan tak ingin kembali ke kota ini,dia tak ingin jadi wanita murahan seterusnya,dia ingin menjadi wanita yang memiliki harga diri seperti dulu saat dia masih bersama ayahnya,dan selalu menjaga martabatnya meski dia hanya seorang wanita miskin yang tak memiliki apapun,


"Maafkan Rubby yah,tak bisa menjaga apa yang telah ayah ajarkan pada Rubby selama ini,sungguh Rubby tak bermaksud membuat ayah kecewa, selama ini ayang menjaga dan melindungi Rubby,tapi saat ayah tak ada,nyatanya Rubby hanya bisa menjaga diri selama 2 th saja..maafkan Rubby yah..maaf"tak terasa air mata Rubby mengalir begitu saja,dan membuat Rubby terisak sendu saat kembali mengingat perjuangan ayahnya menjadikannya wanita yang baik selama ini,bahkan tak pernah bosan mengingatkan padanya kalau wanita harus bisa menjaga harga diri dan martabatnya jangan karena kita kekurangan membuat kita merelakan dan menjual apa yang paling berharga dari seorang wanita,dan ternyata Rubby melakukannya juga,dia menjual diri pada bosnya demi uang yang tak dia nikmati sepeserpun..


Dan dia tak bisa menyesalinya,hanya bisa menjalaninya dan mengambil hikmah dari semua yang dia lakukan saat ini,mungkin dengan begini dia semakin yakin kalau wanita yang melahirkannya itu sama sekali tak menginginkannya dan memantapkan hati untuk menjauh darinya selamanya


Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka,dan Munjul wajah tengil bosnya


"Makan siang yuk"masuk dan langsung duduk di meja kerja Rubby,lalu mengambil kaca mata Rubby yang masih bertengger di hidung mungilnya


"Saya makan disini saja,tadi udah pesan online"sahut Rubby sambil menyibukkan diri dengan laptopnya


"CK,pesankan aku sekalian samain aja makanannya,nanti kita makan bareng disini"


"Lo.. Lo..kok jadi gini?Anda Jan biasanya makan siang bareng pak Igo dan pak Lucas"protes Rubby,karena dia sengaja ingin menghindari Guntur sesering mungkin


"Kenapa?kamu takut jadi makanan pembukanya?lagian aku sudah beristri,harus sering-sering berdua dengan istri ku, mereka pasti maklum,karena tau kalau kita pengantin baru,masih anget-angetnya"goda Guntur dengan ketulungan nakal nya


"anget-angetnya apa sih,kayak gorengan aja lagian kerjaan saya itu masih lumayan banyak tuan,jadi nanti makannya juga diselingi dengan kerja"Rubby masih kekeh menolak keberadaan Guntur di dekatnya


"Kamu sepertinya sangat ingin menghindariku ya?kenapa?kamu takut tergoda dengan pesonaku?"


"Bisa dibilang seperti itu,dan ingin menjaga diri serta hati agar tak terlukai oleh pria yang bergelar suami siri"dengan santai sambil mengetik sesuatu di ponselnya,Rubby memesan makanan di kantin kantor, sebenarnya dia tadi belum pesan apapun hanya akal-akalan nya saja agar terhindar dari Guntur,eeeh malah dia tetep aja g mau pergi


"Gimana kalau pernikahan kita di resmikan,biar legal secara hukum?"Guntur mendekatkan wajahnya pada wanita yang duduk di depannya itu


"Tak perlu,pernikahan satu bulan saja mau bikin petugas KUA sibuk,nanti repot urus perpisahan nya"membuang muka ke samping


"Kamu g ingin mempertahankan pernikahan kita by?"


"Jangan berlebihan,dari awal pernikahan kita hanya lelucon,lebih tepatnya transaksi jual beli"ada rasa nyeri di hati Rubby saat mengatakan itu,karena secara sadar dia telah melanggar aturan yang ayahnya ajarkan selama ini..


"Apa kamu fikir pernikahan adalah bahan candaan?"bentak Guntur tanpa sadar,karena entah kenapa dia sangat kesal mendengar jawaban Rubby


"Hey..turunkan nada bicara anda,dari awal Anda hanya menginginkan tubuh ini,hingga terjadi pernikahan dan menjadikan saya teman tidur anda selama satu bulan dengan syarat andal tak boleh menyentuh wanita lain dan apabila anda melanggarnya itu berarti perjanjian kita berhenti saat itu juga,jadi jangan bawa perasaan dalam hubungan ini"bentak Rubby tak kalah kencang,bahkan dia sampai berdiri dari duduknya dan menatap suaminya dengan nanar,apalagi matanya yang merah karena tadi baru saja menangis dan Sekarang malah di buat emosi


"Setidaknya kita bisa mencoba dulu,siapa tau cocok dan bisa dipertahankan"Guntur melunak dan menyentuh tangan Rubby yang tadi ditunjukkan pada Guntur secara tidak sadar


"Maaf,saya tidak tertarik karena pernikahan bukan ajang coba-coba,jangan menganggap saya wanita murahan yang bisa anda jadikan kelinci percobaan anda"langsung menjauh dan pergi ke kamar mandi untuk menenangkan diri


"Huuffh..dua sangat galak saat marah,seperti singa yang sedang mengaung..serem juga"gumam Guntur setelah Rubby tak terlihat lagi


"Apa tuan salah makan pagi tadi?atau kepalanya habis kepentok meja? bisa-bisanya dia menawarkan hal yang tidak mungkin,ini dunia nyata,bukan cerita novel yang menceritakan cassanova bisa taubat,yang ada pria yang suka jajan diluar,pasti akan terus seperti itu sampai senjatanya tak bisa di gunakan lagi"dumel Rubby lalu setelah dirasa kekesalannya berkurang dia baru keluar kamar mandi dan ternyata di sana masih ada Guntur bahkan makanan pesanannya sudah siap diatas meja


"Kamu pesan makanannya di kantin?"Tanya Guntur sambil mengambil minum dan meletakkannya di atas meja


"Iya,kalau anda tidak mau,saya bisa memanggil kak Ren dan kak Jani untuk makan bareng saya disini"sahut Rubby santai sambil duduk di kursinya

__ADS_1


"Aku hanya tanya,kenapa g pesan direstoran langganan kita saja" memberikan makanan Rubby setelah di pastikan rasanya tidak pedas sama sekali,karena pesanannya sama,tapi yang satu cukup pedas,dia tak mau kecolongan lagi membuat istrinya alergi karena kecerobohannya


"Saya hanya rakyat biasa tuan,kalau makan siang pesan di restoran bisa bangkrut"mulai memakan gado-gado nya dengan lahap


"Ck..gajimu besar by,jangan pelit pada diri sendiri"


"Kita hidup tak sekedar untuk makan saja tuan,ada kebutuhan lain juga buat beli baju,belanja bulanan buat rumah,bayar listrik,air,asuransi kesehatan,dan masih banyak lagi kebutuhan lain yang tak terduga,jadi tetap harus berhemat dan tak boleh boros,lagian makanan dikantin enak dan bersih selain itu juga mencukupi nutrisi yang dibutuhkan tubuh jadi apa salahnya?" terus mengunyah makanannya dengan penuh kenikmatan tak memperdulikan tatapan Guntur padanya


Dan saat sedang enak-enak nya malah Guntur ******* bibir seksi itu dengan cepat dan menuntut..hingga membuat Rubby melotot karena kaget dengan sikap Guntur yang tiba-tiba menyerang nya


"Eemmhh..eemmhh.."memukul-mukul bahu Guntur agar dia bisa terlepas dari suami mesumnya itu


"Memang sangat nikmat,apalagi saat di dalam mulut istriku"cengir Guntur dengan tatapan nakalnya


"Jangan bertindak semau Anda tuan,untung saya tidak tersedak tadi,lain kali kasih tau dulu saat mau mencium"dengus Rubby kesal


"Kalau kasih tau,emang kamu mau langsung beri ciuman ke aku?"goda Guntur membuat Rubby bingung jawabnya


"Ya..lihat situasi dan kondisi dulu,paling tidak saya g jantungan karena terkejut mendapat serangan mendadak"


"Hahaha..suapi aku,kamu dari tadi makan sendirian,aku juga lapar by"


"Lapar ya makan,lagian tangan anda sehat,ngapain minta di siapin saya,g usah manja lah"


"Biar romantis saja,pengen di manja ayang ini"sambil mengerling nakal pada istrinya dan itu membuat Rubby jengah sendiri,dengan sedikit terpaksa Rubby menyuapi suami mesumnya hingga makanannya habis tak tersisa,dan saat makan Guntur terus menatap wajah penyamarannya istrinya tanpa mengalihkan nya sedikitpun


"Sudah selesai,cepat minum dan kembali ke ruangan anda,jangan kelamaan menatap,saya khawatir anda mual dan muntah"membersihkan tempat makan yang mereka pakai tadi


"Ruangan ku sedang di benahi,jadi untuk hari ini aku bersantai disini"sambil menduduki tempat duduk Rubby


"Kan aku udah bilang,kita akan satu ruangan jadi aku minta orang untuk menyiapkan semua yang kamu butuhkan"


"Apa?kan saya sudah menolaknya tuan,jangan semena-mena dong"kembali ke mejanya,tapi karena tempat duduknya di tempati Guntur dia berdiri didepan bosnya itu dan Guntur menariknya lalu mendudukkan nya di meja tepat di depannya


"Aku tak suka penolakan by,dengan kita satu ruangan itu bisa membuatku leluasa menjamahmu"bisik Guntur sambil mengendus leher istrinya dan itu membuat Rubby geli-geli aneh


"Maksud anda apa?saya g mau melakukannya di kantor"tolak Rubby tegas


"Dan aku tak mau kamu menolak ku,setiap saat setiap waktu dimanapun aku mau,kamu harus siap melayani ku"menggigit kecil leher belakang istrinya


"Aaahhhh..jangan digigit nanti membekas" rintih Rubby tapi ditelinga Guntur itu seperti undangan terbuka untuk melanjutkan aksinya hingga tangannya dengan nakal masuk dari bawah baju yang di gunakan Rubby hingga bisa mencapai gundukan yang di senangnya, ukurannya memang tak sebesar dada wanita yang sering dipakainya,tapi milik Rubby sangat membuatnya ingin terus meremasnya..kenyal tapi lembut dan selalu terasa tegang saat disentuhnya..


"Aku bahkan ingin membuat banyak tanda di tubuhmu"menyesapi tiap inci leher istrinya


"Hen..ti..kan "rintih Rubby dengan wajah yang memerah menahan sesuatu, bukannya berhenti Guntur malah makin menjadi,dibukanya baju Rubby dari bawah dan melahap dua gundukan mungil yang ada di depan wajahnya dan menyesapnya dengan rakus..tak sampai disitu dia tak tahan untuk melahap istrinya itu, hasrat nya sudah meletup-letup melihat keringat yang menetes di dahi istrinya,dan itu terlihat semakin seksi..hingga dia menggendong istrinya ke kamar mandi dan langsung melucuti pakaiannya dan juga istrinya,dengan sedikit tergesa-gesa dia melahap istrinya dengan buas,ruangan yang sempit membuat keduanya makin terhimpit,posisi berdiri membuat Guntur tak kuasa menghabisi istrinya dengan fantasi liarnya..dia benar-benar tak bisa menahan diri meski hanya sebentar..hingga pencapaian kenikmatan yang dia inginkan sampai pada batasnya


"Aaarrgggghhh... by ini sangat nikmat,,sepertinya mulai sekarang kamu harus memakai baju berkancing depan dan rok by,aku sedikit kesulitan kamu memakai baju seperti ini.."masih memeluk istrinya dari belakang sambil mengecup punggung mulus istrinya yang polos didepannya..dan belum melepas penyatuannya


"Aku tak bisa,baju yang kamu inginkan tidak bisa menutupi penyamaran ku"sahut Rubby lirih kerena lemas setelah pencapaiannya karena posisi keduanya berdiri


"Kamu benar juga,ya sudah pakai seperti ini saja,lain kali kita bisa melakukannya di ruangan ku,tapi disini juga sangat nikmat ruang sempit dan menghimpit "sesekali memberi gigitan kecil di punggung istrinya itu Guntur benar-benar gemas

__ADS_1


"Terserah kamu saja,tapi lepaskan milikmu dariku.."pinta Rubby dan Guntur hanya tersenyum melihat kekesalan Rubby,dengan nakalnya dia malah meremas dada kecil istrinya


"Kenapa?biarkan si jumbo keluar sendiri,dia bisa ngambek kalau di paksa keluar dari sarangnya"goda Guntur sambil memelintir ujung dada istrinya dan dengan sekuat tenaga Rubby menahan diri agar tak mendesah


"Hentikan tangan nakalmu itu"hendak menepis tangan suaminya,tapi dengan cepat Guntur menahannya


"Aku ingin menikmatinya dulu by,bahkan si jumbo masih berkedut ingin minta tambah lagi"


"Jangan lagi,aku sangat lemas saat ini,aku janji pulang kerja kamu bisa melakukannya lagi"mohon Rubby dengan wajah penuh harap yang terlihat di kaca wastafel


"Aku sangat suka ekspresi wajahmu yang seperti ini,sangat menggoda untuk dinikmati,kamu harus menyebut namaku saat bercinta,dan jangan panggil tuan,pak atau bos beri aku panggilan mesra seperti istri pada umumnya"


"Jangan banyak maunya,itu akan terlihat konyol dan aneh untuk kita yang menikah hanya karena kesepakatan"tolak Rubby


"Ooh..jadi kamu mau nambah sekarang by?aku bisa memuaskanmu untuk beberapa ronde lagi.."langsung menggerakkan pinggulnya lagi


"No..hentikan,oke aku turuti semua keinginanmu jadi tak perlu tambah lagi..aku mohon, bisa-bisa aku tak bisa jalan nanti"


"Si jumbo menegang lagi by,tambah sekali ya?"keringan nakal terlihat jelas di wajah suaminya,tanpa permisi Guntur memulai kembali aksinya hingga keduanya mencapai ******* untuk kedua kalinya,setelah selesai Rubby langsung menghindar dari tubuh Guntur,tapi karena Guntur yang terus menahan membuat keduanya tak sengaja menekan tombol kran,hingga membuat keduanya basah dan pakaiannya yang berceceran pun ikut basah..


"Kita terjebak disini..g mungkin kita keluar dengan baju basah seperti ini"keluh Rubby kesal


"Tenanglah,aku akan meminta Igo mengambil baju di ruangan ku"Guntur langsung menelpon seseorang dan mengatakan perintahnya,sepuluh menit Igo datang membawakan satu stel baju untuk Guntur dan satu kemeja yang akan di pakai Rubby..


"Gila ya loe,di kantor malah main kuda-kudaan,lain kali siapin dulu,biar g repotin orang,lagian dua hari masih kurang puas loe?"sungut Igo sambil menyerahkan baju pada Guntur yang masih di kamar mandi


"Cerewet,pergilah sana gue udah tak butuh loe lagi"


"Sialan.. bukannya terima kasih malah ngusir bener-bener menyebalkan"Guntur sudah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian,lalu keluar dan ternyata Igo masih menunggunya di sana


"Jangan keluar dulu,Igo masih disini"kata Igo lirih,dia g mau Igo melihat penampilan Rubby yang asli bisa mimisan dia,rubby hanya mengangguk patuh


"Ngapain loe bisik-bisik?udah ketahuan juga masih mau sembunyi!"cibir Igo


"Ngapain juga sembunyi dari loe,lagian kita sudah suami istri,g ada salahnya main di mana saja"jawab Guntur santai


"Setidaknya di ruangan loe lebih aman dan lengkap fasilitasnya,bukan disini"


"Kenapa loe yang ngatur,gue ingin sensasi yang berbeda,ruangan sempit bisa membuat gue makin berfantasi"kekeh Guntur sambil mengusap rambutnya yang basah


"Dasar gila,setidaknya beri Rubby istirahat sejenak,dia masih muda tur jangan terlalu memaksanya untuk terus melayani nafsumu,nanti dia g bisa jalan kan kasihan"


"Aku yang akan jadi kakinya"sahut Guntur tanpa beban


"Loe serius?ini rekor tur,loe g nyadar udah berapa kali memakai Rubby untuk kesenanganmu?padahal biasanya satu wanita satu kali,ini satu wanita malah di pakai berkali-kali"


"Diamlah,dan cepat pergi..Rubby bisa masuk angin kalau kelamaan di kamar mandi"segera mengusir Igo dari ruangan Rubby,dan baru setelah itu Rubby bisa keluar,jalan dengan sedikit tertatih karena lemas dan seperti tak bertulang membuat Guntur dengan sigap menggendong istrinya dan mendudukkannya di pangkuannya


"Aku tak mungkin pulang dengan kemeja ini,bagaimana kalau ada orang yang melihat!"


"Kita pulang malam saja,biar g ada yang lihat"Guntur terus menatap wajah cantik istrinya yang alami tanpa make-up

__ADS_1


"Tetap saja,masih ada satpam dan OB yang jaga malam"


"Nanti kamu pakai masker tak akan ada yang mengenalimu lagi, sekarang kita keruangan ku biar kamu bisa istirahat"Rubby hanya menurut saat Guntur menggendong nya menuju ruangan sebelah,karena jujur saja dia sangat lemas dan tak bertenaga meski itu hanya sekedar untuk jalan


__ADS_2