
Mobil berhenti di sebuah restoran yang bisa di bilang tidak terlalu besar,tapi pengunjungnya cukup ramai Guntur membukakan pintu untuk istrinya,Rubby hanya menurut dan turun dari mobil dengan perlahan,karena masih sedikit nyeri di daerah sensitif nya,,dan Guntur tau itu karena Rubby empat terlihat sedikit meringis menahan sesuatu
"Apa masih sakit?harusnya aku membiarkan mu beristirahat bukannya mengajakmu keluar seperti ini"ucap Guntur penuh penyesalan
"Tak apa tuan,hanya sedikit nyeri nanti juga hilang sendiri"Guntur langsung menggenggam tangan istrinya lembut dan tersenyum manis pada nya
"Tentu saja,kalau udah terbiasa di masuki,g akan sakit lagi malah minta nambah terus"goda Guntur sambil nyengir
"Apaan sih,g gitu juga kaliii"sahut Rubby salah tingkah dengan godaan suaminya
"Percaya sama aku,setelah g ada rasa sakitnya,kamu akan menikmatinya dan minta nambah-nambah"ledek Guntur sambil mengerling nakal
"Udah..g usah bahas itu lagi,malu kalau di dengar orang"tolak Rubby ingin menyudahi pembicaraan yang absurd itu
"Hahaha,kamu lucu sekali baru obrolan saja udah salah tingkah seperti itu,nanti kamu yang harus melayaniku,karena semalam aku yang memuaskanmu"
"Kenapa begitu?anda kan lebih berpengalaman"
"CK,kau ini bagaimana sih aku yang bayar kenapa aku yang melayanimu?enak saja.. pokoknya nanti kamu yang berinisiatif untuk melakukan apapun untuk memuaskan ku,jadi aku tinggal telentang kamu yang memulai dan mengakhirinya"sambil menaik-turunkan alisnya
"Saya akan berusaha,semoga anda tidak kecewa"
"Tentu saja tidak boleh mengecewakan ku,lagian semalam aku udah ajarin kamu secara langsung,dan udah nonton film dewasa juga,pasti dapat inspirasi lah,kan kamu orangnya cepat belajar,jadi sesekali belajar puasin suami jangan hanya belajar bahasa manusia doang,bahasa tubuh juga harus di pelajari"
"Iya-iyaaa sudah,g usah dibahas lagi..kita mau duduk di mana ini? sepertinya tidak ada kursi yang kosong"Rubby mencari tempat kosong di ruangan itu,dan hasilnya nihil semua penuh diduduki pengunjung
"Sepertinya tak akan rugi aku membeli restoran ini,sangat ramai pengunjungnya,tapi harus di besarkan tempatnya"menarik tangan istrinya dan mendekat ke salah satu karyawan disana
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya karyawan itu
__ADS_1
"Saya sudah bikin janji dengan pemilik restoran ini,di mana saya bisa menemuinya?"dengan wajah datarnya
"Ooh..apa anda tuan Guntur?mari saya antarkan anda ke ruangan atasan saya,tadi sudah di tunggu di sana"Guntur diam tak menjawab,Rubby yang melihat sikap sombong suaminya itu hanya bisa mendengus kesal
"tok-tok-tok,tuan Guntur sudah datang tuan"ucap pelayan itu dari balik pintu dan tak lama pintu terbuka muncul sosok pria yang cukup tampan,tampilannya sangat sederhana dengan celana bahan warna navy dan kemeja panjang warna biru muda,terlihat pas di badannya,
"Masuk tur,aku udah menunggumu dari tadi"dengan berjalan menuju ke kursinya kembali,sedangkan Guntur yang melihat tatapan Rubby yang terlihat kagum dengan pria di depannya itu sangat mengganggu pikiran nya,entah kenapa dia kesal dengan rasa kagum yang diperlihatkan oleh istrinya itu,padahal kalau dilihat dari manapun Guntur lebih segala-galanya dari pada pemilik restoran itu..
"jaga matamu,awas kalau menggelinding dari tempatnya karena terlalu lama menatap pria "bisik Guntur sinis,dan Rubby sempat tercengang dengan apa yang di katakan suaminya itu,dia tak bermaksud apa-apa hanya sekedar melihat dan menilai saja apa salahnya,hingga membuat suaminya itu kesal
" Makasih ya mbak,udah tunjukki tempatnya"dengan santainya Rubby malah mengalihkan pandangan ke karyawan yang tadi mengantarkan nya ke ruangan ini,setelah di balas anggukan dan senyuman karyawan itu langsung kembali ke tempat kerjanya lagi,sedangkan Guntur udah duduk di depan temannya,sedangkan Rubby memilih duduk di sofa yang agak jauh dari pria yang sedang bertransaksi itu
Tak butuh waktu lama,keduanya sudah mencapai kesepakatan dan menandatangani berkas kepemilikan di saksikan dengan pengacara yang udah ada di sana sejak Guntur datang,
"Ok semuanya sudah beres,semoga setelah kamu pegang restoran ini bisa makin maju dan berkembang "kata pemilik restoran yang lama
"Tentu saja,dan semoga ibumu bisa cepat sembuh seperti sedia kala"
"Dia.." dengan cepat Rubby memperkenalkan dirinya
"Saya Rubby Mutia, asisten sekaligus sekretaris tuan Guntur,senang bertemu dengan anda"disertai senyum yang tulus
"Ooh..Aya Mahendra,,di hari libur juga harus masuk untuk menemani bos mengurus hal-hal seperti ini?aku kira anda kekasihnya"goda Mahendra sambil terkekeh
"Itulah resikonya jadi sekretaris bos yang gila kerja,harus bisa menyesuaikan dengan jadwalnya yang padat, maklum saya termasuk pejuang receh kalau g kerja g bisa makan"timpal Rubby menanggapi godaan Mahendra dan itu membuat Guntur tersingkir dan kesal,padahal dia hampir saja mengenalkannya Rubby sebagai istrinya..
"Sudah ngobrolnya..aku ingin makan di sini untuk mencicipi sekaligus menilai masakan koki yang bekerja untukku nantinya"Guntur mengalihkan pembicaraan
"Tentu,aku carikan tempat duduk dan kamu bisa menikmati makanan di sini dengan tenang dan nyaman"Mahendra segera meminta karyawan nya untuk menyiapkan kursi untuk pasangan ini di tempat yang strategis dan enak agar bisa nyaman saat menikmati makanannya
__ADS_1
Setelah mendapat tempat,Rubby dan Guntur memilih menu yang diinginkan,kebetulan di sini merupakan restoran makanan Nusantara,jadi Rubby sangat antusias memilih makanannya,sambil menunggu pesanannya datang keduanya sibuk dengan ponsel masing-masing,tak lama pesanan mereka datang,Rubby dengan rawon daging dan Guntur dengan soto daging dan itu sangat menggugah selera karena aromanya sangat enak
Tanpa ragu-ragu keduanya langsung menyantap makanannya masing-masing,namun tiba-tiba ada seorang wanita yang mendatangi mereka
"Hay Guntur!!aku udah dari tadi perhatiin kamu dari sana,dan ternyata aku tak salah lihat,kamu benar-benar Guntur"sapanya sok kenal,sedangkan Guntur sedikit mengernyitkan dahinya dengan kehadiran wanita itu,
"Kamu siapa?"tanyanya
"Astaga,masak kamu lupa sama aku?aku Amel,teman kencan kamu saat di kampus dulu"sahut wanita itu antusias,sedangkan Rubby cuek-cuek aja,dan terus menikmati makanannya
"Heemm..maaf aku sudah lupa,karena terlalu banyak wanita yang ku kencani baik dulu maupun sekarang"jawab Guntur santai dan itu membuat Rubby tersedak minumannya hingga terbatuk-batuk
"Uhukk-uhuk"sambil menatap Guntur dengan wajah yang sulit di baca,
"Bisa-bisanya tuan Guntur sejujur itu,kasihan sekali wanita ini yang tak dianggap penting,padahal dia sudah sangat antusias mengingatkan pria di depannya ini"batin Rubby sambil meminum air yang di sodorkan Guntur padanya
Melihat sikap perhatiannya Guntur pada Rubby membuat wanita itu cemburu
"Apa kamu teman kencan Guntur yang baru?kenapa selera kamu menurun?dari aku yang terlihat wow,dan sekarang menjadi ke dia yang terlihat euw...males banget lihatnya.."ejek wanita yang bernama Amel itu sambil menatap Rubby dengan tatapan merendahkan
"Hehe..maaf saya mengecewakan anda nona,tapi saya hanya asistennya saja"sahut Rubby santai sambil kembali memakan makanannya
"Ohya?pasti asisten plus-plus"cibirnya lagi,tapi Rubby tak menggubrisnya,hingga dengan sengaja dia menyenggol gelas minum yang ada di meja,dan itu langsung tumpah di paha Rubby
"Ya Tuhan..anda ini sebenarnya kenapa nona?saya tak mengganggu dan membuat masalah dengan anda,tapi anda?iiihh.."Rubby langsung beranjak dari duduknya dan pergi menuju toilet,noda di celananya harus segera di bersihkan,kalau tidak itu akan sulit hilangnya..
Guntur yang awalnya hanya diam saja,mulai kesal juga dengan tindakan Amel
"Aku tak suka caramu yang kampungan itu,mungkin dulu kita pernah berkencan,tapi kamu pasti tau aku tak pernah berkomitmen dan serius dalam suatu hubungan,jadi jangan menggangguku lagi"ucap Guntur dengan nada mengancam,lalu menyusul Rubby ke toilet
__ADS_1
sedangkan Amel yang kesal tak tinggal diam,dia langsung menyendokkan sambal dan memasukkannya di makanan Rubby
"Biar tau rasa tuh cewek,sakit perut baru tau rasa"gumam Amel sinis dan langsung pergi dari tempat itu