
Berbeda dengan Guntur dan Rubby yang sedang menikmati keindahan alam dan kenyamanan bersama pasangan,Igo dan Anjani terlibat cek-cok yang rumit
"Pak Igo ini kenapa sih?main tarik-tarik gini..g enak sama masnya yang tadi"sungut Anjani sambil mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Igo,tapi tetap tidak bisa
"Loe yang kenapa? bisa-bisanya ngobrol dengan pria asing sembarangan"
"Emangnya kenapa?g ada larangan saya ngobrol dengan siapa saja pak,lagian saya ini sudah dewasa,ini juga diluar jam kerja,jadi tak perlu lapor ke bapak kalau saya mau ngobrol dengan siapapun"skakmat Igo jadi bingung sendiri harus Jawab apa,karena dia iga asal tarik aja tadi
"Loe itu kesini barengnya sama gue,kalau tiba-tiba loenya ngilang yang repot kan gue juga,jangan banyak membantah atasan,atau gue potong gaji loe bulan ini"memang Anjani berada di bawah kepemimpinan Igo,dia dan Renita terpisah karena beda devisi,Renita lebih sering kelapangan bersama Lucas meninjau proyek yang sedang mereka tangani,sedangkan Anjani malah tidak pernah keluar kantor
"Ini kan diluar kantor pak,hari libur juga masak saya g boleh bebas,kalau seperti ini saya tidak akan dapat jodoh.."
"Jodoh?emang loe sudah mau nikah?kerja dulu yang bener,baru kerja dua tahun saja udah mau nikah,emang udah ada modal buat nikahnya?"cibir Igo sambil mencebikkan mulutnya
"Modal nikah itu saling Percaya,cinta, akhlak yang mulia dan setia,kalau hanya harta dan tahta g ada jaminan akan bertahan lama"
"Cih..sok tau,emang bisa kenyang makan apa yang loe sebutkan tadi?kalau g ada uang dan kerjaan yang mapan,yang ada kalian kelaparan, ujungnya berpisah dan jadi janda, loe mau?"
"Iiihhhh... amit-amit,ngomong jangan asal gitu dong pak,emang kalau g ada uang kita g makan,tapi kita bisa cari sama-sama tak harus banyak dan melimpah ruah,yang penting cukup saja sudah harus disyukuri,diberi Rizky banyak tapi tidak bersyukur juga tak akan bagus pak,sama seperti orang haus dikasih minum air laut,bukan hilang hausnya tapi makin terasa haus.."
__ADS_1
"Makin lama loe banyak omong ya,biasanya saat dikantor hanya kata 'iya pak','baik pak','sudah siap semua pak',kenapa hari ini jadi banyak ngomong?"
"Karena bapak keterlaluan,masak libur kerja masih di perintah juga,saya juga butuh waktu untuk refreshing,bersantai dan berkencan juga,emang bapak saja yang boleh berkencan?itu tidak adil doonk"tuduh Anjani makin membuat Igo kicep
"Aaahh..sudahlah,selama disini g boleh jauh dari gue,tar kalau ada apa-apa gue yang dijadikan tersangka..jadi jangan membantah lagi"menarik tangan Anjani menjauh dari tempat pertengkaran mereka
"Astaga,bapak ini ngomong apa sih,eh Pak..tunggu sebentar,saya mau beli sesuatu di sana,ada makanan khas yang bisa di bawa pulang buat oleh-oleh,boleh ya pak?masak udah jauh-jauh kesini g bawa apa-apa buat keluarga?"dengan tatapan penuh permohonan,dan itu membuat Igo mendengus tapi ikut juga kemauan Anjani
"Bukannya loe tinggal di rumah Rubby?lalu gimana oleh-oleh nya bisa sampai ke rumah kamu nanti?"
"Kan bisa dipaketkan,biar orang rumah bisa merasakan makanan khas daerah ini"sambil memilah-milah makanan yang ingin dia beli
"Pernah,sebulan sekali itupun bareng dengan Rubby dan Renita,biasanya kami sekalian liburan bersama,biar g suntuk dengan urusan kantor,tapi mungkin bulan ini hanya bareng Renita saja"
"Kalian berasal dari daerah yang sama?"
"Hanya aku dan Renita,kalau Rubby hanya ikut saja karena g ada temannya dirumah,pasti dia akan kesepian..jadi dia sangat senang saat bisa ikut kami pulang kampung"
"Oo.."Igo manggut-manggut mendengar penjelasan Anjani,sedangkan Anjani sudah mendapatkan apa yang dia inginkan jadi segera menoleh ke arah Igo
__ADS_1
"Sudah pak,kita bisa kembali sekarang,bapak g beli oleh-oleh buat keluarga?ini seperti nya sudah mulai mendung,kita harus segera ke hotel biar g kehujanan"tanpa sadar Anjani menarik tangan Igo dan berjalan beriringan,ada rasa yang aneh sedang menggelitik hati Igo,dia menatap lekat-lekat gandengan tangan mereka membuat otaknya ngeblank sesaat
"Tidak ada orang dirumah,buat apa beli oleh-oleh..Meski baru sebentar, persahabatan kalian sepertinya cukup dekat"
"Ooohhh..Bisa dibilang seperti itu,kami itu selalu menceritakan masalah yang sedang kita hadapi,dengan catatan harus bisa jaga rahasia g boleh bocor mulutnya,dan saya pribadi sangat senang mendapatkan teman yang tulus seperti mereka, karena sekarang ini kebanyakan teman suka berbagi dalam suka,saat berduka semua hilang entah kemana, keluarga bapak kemana?.."
"Sibuk semua,lagian gue juga tinggal di apartemen sendiri,paling juga art yang bertugas bersih-bersih..!Berarti loe tau tentang alasan pernikahan Rubby dan Guntur?"Anjani mengangguk
"Apa pendapat loe tentang pernikahan mereka?"tambah Igo
"Entahlah,meski kami dekat tetap tau batasannya,tak bisa ikut campur terlalu dalam urusan pribadi masing-masing,tapi saat ada masalah saya dan juga Renita siap pasang badan paling depan untuk mendukung tenan kami,dan saya berharap pak Guntur tidak membuat hidup Rubby semakin susah"
"Menurut loe mungkin tidak kalau mereka akan bertahan dengan pernikahan nya? maksud gue mereka saling jatuh cinta dan pernikahan mereka tidak memakai perjanjian lagi"
"Sepertinya sulit,awal pernikahan mereka menurut saya kurang baik,apalagi tak ada yang bisa Rubby andalkan saat keduanya bermasalah,status Rubby sebagai istri sangat lemah karena tak ada bukti yang kuat,tak ada perlindungan hukum kalau ada permasalahan yang serius,bukannya membela teman,tapi disini Rubby yang akan jadi korbannya"
"Kalau diresmikan di KUA,dan diadakan resepsi.. kira-kira apa Rubby bersedia?"
"Saya tidak tau masalah hati karena tak bisa ditebak-tebak..kita tidak tau isi hati seseorang itu seperti apa,jadi lebih baik kita do'akan yang terbaik untuk mereka saja.."Igo mencerna sejenak ucapan Anjani,dan dia jadi paham lalu tersenyum sambil bergandengan tangan meninggalkan kios yang sempat mereka datangi tadi..
__ADS_1