Penjaga Hati

Penjaga Hati
Jangan Biarkan Aku Baper


__ADS_3

Guntur dan Rubby masuk ke lift yang sama,tak ada penolakan seperti biasanya dari Rubby,Guntur tak melepas genggaman tangan nya, hingga membuat Rubby menyadarkan nya


"Bisakah tuan melepaskan tangan saya?ini sudah mulai berkeringat,lagian kita sedang ada di dalam lift,bukan sedang menyeberang jalan jadi tak perlu bergandengan tangan seperti ini"ucap Rubby dengan polosnya, bukannya melepaskan Guntur malah makin erat menggenggam tangan istrinya,terasa sangat lembut dan damai saat bersentuhan dengan gadisnya ini,hingga dia sangat enggan untuk melepaskannya


"Kenapa?kamu keberatan?ini hanya menggenggam tangan,nanti malam aku bahkan akan melakukan hal yang lebih dari ini"sambil mengerling nakal pada Rubby


"Eemmhh..tuan,bisakah saya minta sesuatu dari anda?"


"Kamu mau apa?tas?sepatu?baju?atau apa?katakan padaku,anggap saja ini bonus karena kamu menjual keperawanan mu padaku"jawab Guntur santai tanpa beban


"Tidak semua,saya hanya minta saat kita melakukan 'itu' bisakah lampunya dimatikan?"tak berani menatap Guntur,dia menundukkan kepalanya,karena membahas hal yang tabu dengan pria asing didepan ini


"Apa yang kamu maksud dengan 'itu'?"goda Guntur,padahal dia udah tau apa maksud dari perkataan Rubby

__ADS_1


"Za 'itu',masak anda tidak tau?"sungut Rubby kesal,karena mengira kalau Guntur tidak paham dengan arah pembicaraannya,padahal Guntur sangat paham sekali,dia hanya ingin usulin istrinya yang polos ini


"Kamu bilangnya g jelas,'itu'yang kamu maksud itu apa?aku mana tau isi otak kecilmu itu"elak Guntur makin gencar menjahili istrinya


"Huuffhh,'itu'yang saya maksud itu Bercinta tuan,hubungan badan,jadi bolehkan kalau lampunya di padam kan?"tawar Rubby mengiba


"kenapa?kamu mau menjebak ku dengan perempuan lain?"tuduh Guntur tanpa berbasa-basi


"Bukan-bukan begitu tuan?saya hanya kurang percaya diri dan juga malu ada anda,karena kulit saya gelap,dan wajah saya kusam,nanti malah mengganggu penglihatan anda"dengan cepat Rubby mencari alasan yang paling tepat dan masuk akal,semoga ini akan berhasil begitulah harapannya


"Terima kasih atas persetujuan anda tuan"senyumnya tiba-tiba tersungging begitu saja,hingga membuat Guntur terdiam untuk sesaat


"Senyumnya sangat manis,persis seperti rasa bibirnya,padahal tadi hanya ku kecup sebentar,tapi rasa bibirnya masih membekas sampai sekarang,manis seperti permen karamel"batin Guntur sambil menatap ke arah bibir Rubby yang masih tersenyum,tapi saat Rubby sadar kalau terus ditatap mesum oleh bos sekaligus suaminya itu,dia langsung mengkondisikan senyumannya,hingga kembali seperti biasanya,tampang datar dan bibir lurus tanpa lengkungan

__ADS_1


"Kenapa kembali ke asal lagi by?"protes Guntur


"Saya takut dengan tatapan anda yang mencurigakan tuan"sambil mengalihkan pandangannya ke sembarang arah


"Hahaha,diusiamu yang sudah masuk 20tahun,kamu termasuk wanita yang polos,atau bisa dibilang cukup b*d*h,ditatap pria tampan bukannya senang malah ketakutan"cibir Guntur sambil berusaha menghentikan tawanya


"Saya hanya tak ingin terjadi sesuatu yang tidak saya inginkan disini tuan"bela Rubby tak ingin bertatapan dengan pria didepannya


"Emang apa yang bisa terjadi di dalam lift by?heemm..apa kita bisa bercinta disini?? sepertinya waktunya tidak akan cukup,paling hanya bisa berciuman dan raba-raba doang"goda Guntur sambil tersenyum mesum pada Rubby yang sesekali melirik ke arah nya


"blush.."wajah Rubby merona tanpa di sadari nya,untung make up-nya gelap bisa sedikit menutupi rona di wajahnya


"Astaga,aku seperti pedofil saja,baru Menggoda mu seperti ini saja udah membuat wajahmu merona,apalagi kalau kita sedang....."dengan sengaja Guntur menggantung kalimatnya,dia ingin melihat reaksi Rubby saat ini,dan benar saja wajah Rubby makin merah dan tangan yang di genggamnya dari tadi terasa dingin,..

__ADS_1


"Hahaha,setakut itu kamu?aku baru menggodamu dengan kata-kata tanganmu udah dingin dan wajahmu sudah panas hingga memerah,lalu apa jadinya nanti malam by??semoga saja kamu tidak pingsan hehehe"Rubby tak berani menatap Guntur yang dari tadi menggodanya,bahkan dia hanya bisa diam tak bergeming karena mencoba menormalkan tekanan yang di buat Guntur padanya


"Lindungilah aku dari godaan pria tampan yang ada di depanku ini Tuhan,aku tak ingin sakit hati karena berharap terlalu tinggi pada pria ini,jangan biarkan aku terbawa perasaan,karena sungguh pernikahan ini tak akan pernah berakhir dengan bahagia"batin Rubby sambil sesekali menutup matanya,pesona Guntur memang tidak diragukan lagi,tapi Rubby tak ingin terjatuh ke jurang yang curam karena baper dengan godaan cassanova didepannya itu..


__ADS_2