Penjaga Hati

Penjaga Hati
Percakapan Berakhir Kekesalan


__ADS_3

Rubby menghampiri Guntur yang sedang makan di depan tv,tak biasanya pria itu bersikap seperti itu,biasanya dia sangat disiplin semuanya harus sesuai dengan tempatnya,tapi kali ini berbeda seperti nya sedang kurang enak hati


"Kamu marah lagi dengan ku?"tanya Rubby saat duduk di sofa sebelah suaminya


"Entahlah.."sahut Guntur singkat,dia juga tidak mengerti kenapa selalu gampang kesal saat Rubby mengatakan kalau mereka tak mungkin bertahan..padahal Guntur tak pernah menyinggung tentang perpisahan


"Heemmhh..jangan kekanak-kanakan,kamu tidak seperti CEO yang ada di novel-novel romantis kalau bersikap seperti ini"ledek Rubby sambil menahan senyumnya dan Guntur tau dia sedang di tertawa kan istrinya


"Cih..siapa peduli,lagian ini kehidupan nyata,bukan novel..meskipun CEO aku juga manusia biasa yang pengen di manja"ucap Guntur dengan tak tau malunya..dan Rubby langsung tertawa terbahak-bahak karena tak menyangka kalau Guntur akan sekonyol itu


"Bwahahaha...aku baru melihat sisi lucumu yang seperti ini,sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau CEO mesum ini bisa lucu dan manis seperti ini,terlihat sedikit konyol "tambah Rubby tak bisa menghentikan tawanya


"Apa kamu bilang?aku konyol dan mesum?hey seperti apapun aku ini suami dan bosmu kamu tau itu?beraninya kamu meledekku,aku tak akan mengampunimu"langsung menubruk Rubby dan menggelitikinya hingga Rubby makin kencang tertawa nya,hingga ujung matanya berair karena terlalu banyak tertawa hingga perutnya sakit


"Cukup.. hentikan,aku menyerah oke"Rubby mengangkat tangannya tanda dia kalah dan menyerah,Guntur dengan cepat menahan tangannya diatas kepala,yang awalnya duduk santai di karpet berbulu tebal dan lembut sekarang sudah ganti posisi,dengan Rubby yang berada di bawah suaminya,dengan tangan yang dicengkeram diatas kepalanya dan nafas yang naik turun karena terlalu lelah tertawa,tatapan mereka saling bertemu dan entah sejak kapan Guntur sudah menerkam bibir mungil yang sudah menjadi candu untuk nya,Rubby membalas apa yang di mulai suaminya,dia tak lagi diam dan menerima saja tapi juga ikut andil dalam cumbuan yang mulai memanas


"Huuffh..kamu selalu berhasil menggoda ku by,bahkan aku selalu hilang kendali saat melihatmu,kau membuat ku selalu menggila setiap saat by, sebaiknya kita makan sekarang atau aku tak akan sungkan untuk memakanmu lagi hingga tak bisa bangun besok pagi"Rubby tercekat sesaat,dia jelas g mau kalau sampai gagal jalan-jalan dengan temannya, karena belum tentu ada kesempatan kedua untuk bisa datang lagi kesini..untuk itu Rubby langsung merapikan pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan karena kegiatan mereka yang tak terduga tadi


"Kita mau makan disini atau di meja makan?"


"Disini saja biar bisa santai sambil selonjoran"Rubby segera mengambil makanan yang sudah tersedia di meja makan,dan menyiapkan ulang di karpet yang sedang di duduki suaminya,keduanya makan bersama sambil nonton film komedi romantis,sesekali berkomentar dan tertawa bersama saat ada adegan yang lucu,bahkan Guntur tak sungkan menirukan adegan romantis yang ada di film itu,s Sangkan Rubby hanya mengikuti apa yang dimulai suaminya

__ADS_1


Rubby membersihkan peralatan makan,dan mencucinya,padahal Guntur sudah melarang nya,karena nanti akan ada yang membersihkan nya,tapi Rubby tetap membersihkan nya,karena sudah terbiasa mengerjakan semuanya sendiri,jadi tak masalah kalau cuma cuci piring saja tidak perlu merepotkan orang lain


Setelah selesai Rubby kembali duduk di sebelah suaminya yang masih di depan TV,saat Rubby duduk Guntur langsung merebahkan tubuhnya,dan paha Rubby dijadikan bantal kepalanya,dengan wajah menghadap ke perut istrinya memeluk pinggang ramping dan menghirup aroma tubuh istrinya sebanyak-banyaknya..rasanya sangat nyaman


"Bisakah untuk sesaat hentikan waktunya,agar aku bisa menikmati ini lebih lama"batin Guntur yang merasakan ketenangan saat seperti ini..apalagi Rubby mengelus rambutnya dengan lembut..


"Kalau ngantuk pindah dikamar saja,nanti disini pasti sangat dingin"tutur Rubby lembut


"Iya,aku tau itu..aku hanya ingin seperti ini sejenak..nanti kalau udah ngantuk pindah ke kamar,apa kamu udah ngantuk?"


"Belum juga..bingung saja mau ngapain,karena biasanya jam segini aku ngerjain tugas kampus,tapi karena kita kesini ya dadakan jadi g kebawa tugas-tugasnya"


"Emang harus dikerjakan sekarang?"


"Ooh..lalu kenapa kamu menunda tugas utama mu?"


"Eh..mana ada?aku g pernah menunda tugasku yaaa"sangkal Rubby tegas karena g terima seenaknya saja dituduh seperti itu


"Buktinya kamu menunda kehamilan,padahal itu tugas utama seorang istri"ucapan Guntur bagai petir disiang bolong,Rubby tak menyangka kalau Guntur akan membahas hal semacam ini karena ini bukan sesuatu yang perlu dibicarakan,bukannya dari awal dia hanya istri sementara?harusnya Guntur bersyukur kalau tak ada anak diantara mereka,lagian waktu satu bulan itu sangat singkat..pasti setelah ini Guntur cepat mendapatkan wanita lain yang lebih dari pada dirinya,akan repot kalau dia sampai hamil,jadi Rubby sudah persiapkan semuanya agar dia tidak sampai hamil


"Dari awal kita sudah bahas itu kan,lebih mudah untuk kita kalau tak ada ikatan lagi setelah ini berakhir,kalau sampai aku hamil kan jadi runyam nantinya,karena pernikahan kita tidak tercatat di KUA,iya kalau nanti kamu akui anak itu,kalau tidak gimana?aku tak ingin anakku jadi korban keegoisan orang tua seperti kita,wanita hamil, melahirkan dan mengurus anak itu tidak mudah,harus terhindar dari rasa sedih,stres dan banyak pikiran,karena itu akan berpengaruh pada bayinya,jadi harus benar-benar siap lahir dan batin biar perkembangan bayinya baik dan sehat"

__ADS_1


"Apa harus serepot itu?"Guntur langsung duduk di depan Rubby


"Tentu saja,apa kamu tau ibu hamil itu sangat berat, trimester pertama biasanya akan mual,muntah,pusing bahkan ada yang tak bisa memasukkan makanan apapun hingga ada yang harus bed rest, trimester kedua sudah mulai terbiasa meski gerak dan aktivitas nya terbatas karena perut sudah mulai terlihat besar dan tidak hanya membawa satu nyawa tapi dua dengan yang ada di kandungan, trimester ke tiga akan lebih ke kesiapan mental,dari mulai BB naik secara drastis,gerak terbatas,susah tidur karena perut sudah makin besar membuat badan cepat lelah dan sulit untuk memposisikan saat hendak tidur,ditambah bayangan akan melahirkan yang jadi momok tersendiri bagi bumil,karena akan bertaruh nyawa demi melahirkan nyawa baru,bahkan setelah melahirkan dengan bertaruh nyawa perjuangannya tak hanya sampai disitu,dia juga harus merawat,menjaga,menyusui setiap saat,jam tidur yang mulai tak teratur,sulit untuk merawat diri karena harus membagi waktu untuk mengurus suami,rumah dan merawat baby,hingga tak peduli lagi dengan diri sendiri,belum lagi kalau suami tak pengertian,bisa jadi jalan untuk mendua dengan alasan tak tahan kalau tidak mendapatkan kepuasan batin terlalu lama karena istri nifas,ditambah kondisi istri yang makin tak terawat lagi,tubuh tak seksi atau gemuk setelah melahirkan,wajah kusam karena tak sempat make up dan perawatan,mandi asal-asalan dan masih banyak lagi alasan yang diutarakan hanya untuk mendapatkan keuntungan dirinya sendiri,padahal istrinya juga sudah berjuang untuk melahirkan anak nya,darah dagingnya,penerusnya tapi tetap saja ada suami yang tak peduli tentang hal itu,jadi kalau suatu saat kamu mendapatkan istri yang baik,jaga dia dengan sebaik mungkin,karena istri bukan hanya untuk memuaskan diri saja,tapi juga untuk memberi jalan Rizki mu agar selalu diberkahi "perkataan Rubby sangat membuka wawasan baru bagi Guntur yang tak pernah berfikir sejauh itu,bisa jadi malah tak pernah peduli tentang hal seperti itu


"Kamu masih kecil udah tau banyak tentang bumil by,apa kamu udah persiapkan itu juga saat hendak menikah denganku?"goda Guntur membuat Rubby terkekeh kecil


"Hehehe..Itu pengetahuan umum saja,g ada salahnya belajar hal-hal seperti itu,lagian nanti aku juga akan merasakannya juga,meski tidak dalam waktu dekat ini"menangkap rahang suaminya dengan lembut,Guntur menikmatinya dengan memejamkan mata sejenak dan kembali merebahkan tubuhnya seperti semula


"Apa kamu juga tau kalau surga istri ada pada ridho suaminya?katanya istri itu tak boleh membantah,melawan dan harus nurut dengan suaminya agar bisa masuk surga!"


"Eemmhh..g nyangka aku tau juga tentang hal-hal seperti itu,tapi kenapa yang kamu tau sebatas kemuliaan suami saja,dengan kata seperti itu bukannya hanya untuk keuntungan para suami?"dengus Rubby kesal,karena yang Guntur tau hanya yang menguntungkan dirinya saja..


"Hehe..aku taunya itu by,itupun hanya sekilas doang.."kekeh Guntur saat melihat ekspresi istrinya yang kesal karena tak terima dengan apa yang diketahuinya


"Emang benar apa yang kamu katakan itu,tapi dengan catatan suaminya itu berada di jalan yang benar,tidak menjerumuskan istri ke jalan yang salah"mengusap rambut Guntur dengan gemas


"Hahaha..iya,berarti kalau aku memintamu untuk hamil,kamu harus nurut by biar bisa masuk surga,itu juga permintaan yang baik"ucap Guntur berbinar sambil menatap wajah istrinya,dan Rubby mendelik saat mendengar itu


"Kamu ini ngomong apaan sih,ngaco deh.."menatap Guntur dengan tajam


"By..aku ingin kita bertahan di pernikahan ini,aku akan membuat surat nikah dan meresmikannya dengan pesta yang mewah"Guntur menatap istrinya dan menggenggam tangan nya untuk menunjukkan keseriusannya

__ADS_1


"Ini g lucu,aku ngantuk dan ingin istirahat dulu,dan ada satu hal yang ingin ku katakan padamu,aku bukan wanita yang baik dan sabar,yang mau berbagi dan mengalah saat di tindas orang lain,jadi aku butuh suami yang setia pada satu wanita saja,karena tak ingin banyak menghadapi wanita tak tau diri diluaran sana yang mengaku sebagai wanita suamiku apalagi kalau sampai ada yang ngaku hamil anak suamiku nantinya,jadi dari awal kamu sudah tak masuk dalam seleksi sebagai suamiku"Rubby menggantikan pahanya dengan bantal sofa dan beranjak dari duduknya pergi meninggalkan Guntur yang tercengang


__ADS_2