
Bu Riri, Arka, Zara dan Cenza duduk bersama menikmati makan siang.
"Papa kapan pulang Ma? Zara sudah kangen papa"
"Kangen Papa atau oleh-olehnya? " Arka menggoda adiknya
"Kangen papa lah kak, emangnya Kakak" balas Zara
Cenza cuma bisa senyum-senyum sendiri melihat kakak beradik yang saling meledek itu.
Cenza sendiri anak tunggal sehingga ia sangat senang karena bisa tinggal bersama keluarga Om Ray.
"Tiga hari lagi Papa pulang" ucap Bu Riri.
"Yess, Zara sudah tidak sabar menunggu Papa pulang. Oh ya Kak Cenza, nanti malam kita ke bioskop yuk. Ada film bagus Kak".
Cenza sudah hendak mengiyakan ajakan Zara, tapi Arka menendang kakinya di bawah meja. Ia melirik Arka dan Arka memberi kode dengan memelototinya.
" Sayangnya Kak Cenza lagi sedikit sibuk Ra, kamu sama teman kamu saja ya, lain kali pasti Kak Cenza temani deh"
"Janji ya, awas kalo nanti nolak lagi" ucap Zara sambil memasang wajah cemberut.
"Ya janji Ra"
Sebenarnya Zara ingin sekalian mengajak Arka, karena kalau Arka ikut Reno pasti ikut. Zara mengagumi Reno, tapi tentu saja ia tidak berani menunjukkan, takut dimarahin Arka.
"Za, nanti malam bisa minta tolong tidak? " tanya Arka
"Minta tolong apa ya Ka?"
"Bisa temani Aku untuk membeli sesuatu"
"Mmm bisa Ka" jawab Cenza.
Zara dan mamanya saling melirik, Sama-sama mengerutkan dahi.
"Tumben" kata Bu Riri
"Tau nih, biasanya juga seperti Tom and Jerry tidak pernah akur"
Tatapan Bu Riri dan Zara seolah-olah menuntut Arka untuk menjelaskan.
"Loh kok pada liatin Arka? memangnya salah ya kalau minta tolong"
"Tapi kan bisa minta tolong Zara. Biasanya Kakak suka banget jutekin Kak Cenza " Zara masih terheran-heran.
"Tadi kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu mau ke bioskop"
"Tapikan belum pasti jadi Kak, kalau teman Zara mau ya bisa pergi".
"Ya kita pergi bertiga saja, tidak apa-apa kan? “
__ADS_1
Arka benar-benar kesal karena Cenza malah mengusulkan untuk pergi bertiga.
Sebelum sempat memprotes, ponselnya berdering
" Ya Ren? “
"Ka, bisa ketemuan tidak jam enam sore nanti? "
"Mau ngapain Ren? kok serius benar? "
"Nanti kamu bakal tahu sendiri deh"
"Ok"
Sesuai dengan janjinya sore itu Arka melaju ke rumah Reno, ditemani Cenza dan Zara. Lagi-lagi Zara dibuat terheran-heran karena Cenza duduk di samping Arka, dan Arka tidak keberatan.
Setibanya di rumah Reno, Arka segera turun diikuti Cenza dan Zara.
Langkahnya seperti terpaku ke tanah melihat siapa yang berdiri di samping Reno.
Kenangan pahit masa lalu kembali terbayang di benaknya.
Jari tangannya mengepal. Zara yang melihat Vanny berdiri di samping Reno ikut terkejut.
Ia bisa menebak betapa marahnya Arka saat ini. Cenza yang tidak mengenal Vanny hanya bisa menduga-duga melihat ekspresi Zara di sampingnya. "Apakah ini gadis itu? gadis yang sudah membuat Arka patah hati? " batinnya.
Reno menghampiri mereka diikuti Vanny. Vanny masih seperti dulu, cantik mempesona dengan tubuh seperti model.
"Ka, sorry aku tahu kamu tidak akan datang kalau aku bilang Vanny yang pengen ketemu kamu. Dia terus datang memohon untuk ketemu kamu makanya aku telefon kamu Ka"
Entahlah jika Vanny muncul sebelum Arka jatuh cinta pada gadis yang sekarang berada di belakangnya, mungkin rasa sakitnya masih sama seperti saat Vanny membuat hatinya terluka.
"Hi Ka, apa kabar" Vanny berusaha menyapa terlebih dahulu karena Arka hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa.
"Hi, kabar Aku baik, seperti yang kamu lihat" jawab Arka datar.
Reno dan Zara sama-sama lega sekaligus heran, karena mereka berpikir Arka akan membalas dengan ketus, dengan marah.
"Aku ingin minta maaf sama kamu Ka, karena sejak saat itu aku tidak bisa menemui kamu untuk meminta maaf secara langsung"
"Kamu sudah menikah? "
"Belum Ka. Aku sudah membatalkan pertunangan ku dengan Gio, Gio sudah menikah.
" Apakah karena itu sehingga kamu mencari Aku? mencari cadangan pengganti Gio? "
tanya Arka kembali mengungkit kata-kata Vanny.
"Sorry Ka, aku benar-benar pengen minta maaf sama kamu. Tidak bermaksud seperti itu"
"Syukurlah kalau begitu" ada rasa tidak percaya dalam nada suaranya
__ADS_1
"Kamu sudah punya pacar Ka? " tanya Vanny meskipun ia tahu dari Reno bahwa sejak putus dengan dirinya, Arka belum pernah menjalin hubungan special dengan seseorang.
mendengar pertanyaan Vanny ada dua orang yang terkejut, Arka bingung apakah dia akan bicara jujur bahwa Cenza adalah pacarnya, atau tetap merahasiakannya. Cenza sangat berharap Arka mengakuinya sebagai kekasihnya di depan Vanny, karena sejak tadi saja dia merasa kuatir melihat gadis itu kembali muncul dalam kehidupan Arka.
Reno berdehem membuat Arka kembali dari lamunannya.
"Ya Van. Aku sudah punya, dan ku harap dia bakal menjadi yang terakhir"
Reno dan Zara berpikir mungkin untuk menjaga jarak dari Vanny makanya Arka berkata seperti itu.
"Oh ya? siapa Ka? apakah Aku mengenalnya? "
Vanny masih mempercayai Reno, dan ia yakin Arka hanya berbohong.
"Tidak Kamu tidak mengenalnya Van, tapi akan Aku kenalkan ke Kamu"
Wajah Cenza menghangat, ia tahu saat ini wajahnya memerah, apakah Arka akan memperkenalkannya sebagai kekasihnya sekarang?
"Kapan Ka? "
"Sekarang"
Arka berbalik, melangkah ke arah Cenza dan menggenggam tangan gadis itu, ia menarik tangan Cenza berjalan ke arah Vanny, Cenza berjalan diikuti tatapan terkejut dan tidak percaya dari Zara dan Reno.
"Kenalkan cewek Aku, Van. Ayo sayang" kata Arka sambil merangkul Cenza
Cenza menyodorkan tangannya
"Cenza"
"Vanny" sambut Vanny. Ia menatap Cenza, gadis cantik yang sekarang menjadi kekasih Arka.
"Kita masih bisa bertemankan Ka? " kata Vanny setelah melepas tangan Cenza.
"Kenapa tidak Van" Arka berkata sambil mencium rambut Cenza, seolah-olah ingin menunjukkan kepada Vanny bahwa ia sudah move on.
Zara dan Reno benar-benar dibuat melongo mendengar dan melihat apa yang Arka lakukan sekarang.
"Thanks Ka, sudah mau maafin Aku. Aku pamit ya" Vanny tersenyum, dalam hati ia berharap masih bisa merebut kembali hati Arka.
Setelah Vanny pergi Zara dan Reno segera meminta penjelasan
"Kenapa Kakak memanfaatkan kak Cenza? Kakak tidak menjaga perasaan Kak Cenza ya, kemarin dijutekin hari ini dijadikan pacar palsu, jahat banget sih Kak" Zara nampak kesal, ia menarik lengan Cenza ke arahnya.
"Iya Ka, aku tahu kamu ingin menunjukkan pada Vanny bahwa kamu sudah move on, tapi tidak memanfaatkan Cenza juga Ka"
"Kalian berdua kenapa sih? Sayang, ayo sini" Arka menyodorkan tangannya ke arah Cenza, Cenza pun meraih tangan Arka dan berjalan ke arahnya.
"Hei, jangan bilang kalian berdua beneran jadian" teriak Reno tak percaya
"Kak Cenza, kalian jadian? "
__ADS_1
Cenza tidak menjawab tapi melirik Arka, hanya senyum manisnya yang menjawab pertanyaan mereka. Arka memeluk Cenza yang dibalas oleh Cenza. Cenza berbunga-bunga, ia ingin berteriak meluapkan rasa senangnya, senang sekali karena Arka sudah terbuka tentang hubungan mereka.
"Aaaaaaa aku senang banget Kaaakk" teriak Zara, ia berlari dan memeluk mereka, Reno tertawa ikut senang melihat Arka sudah berhasil melepaskan masa lalunya.