Penjaga Hati

Penjaga Hati
Guncangan..


__ADS_3

Setelah puas mengerjai istrinya,Guntur menggendong istrinya yang kelelahan menuju kamar yang mereka tempati,keduanya tidur dengan saling berpelukan,hingga pagi menerobos masuk dari sela-sela jendela,Rubby bangun terlebih dahulu dan menatap wajah tampan suaminya,entah apa yang dia fikirkan saat ini,tapi dia segeea beranjak dari tidurnya dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah dua rapi dengan pakaiannya..Rubby segera membangunkan Guntur yang masih bergulung di bawah selimut tebalnya..


"Cepatlah bangun,bersihkan dirimu agar kita tidak terlambat pergi ke kantor"bisik Rubby lembut sambil membelai rambut suaminya


"Eemmhh..kamu sudah rapi aja,aku jadi g bisa mencuri kesempatan untuk mengganggu mu"keluh Guntur sambil memeluk pinggang istrinya manja


"Emang itu tujuanku,biar kamu g bisa nakal lagi.. cepatlah,aku akan siapkan baju dan sarapanmu.."Rubby hendak pergi meninggalkan suaminya yang masih rebahan,tapi dengan cepat Guntur mencuri ciuman basah di bibir istrinya,hingga Rubby tak bisa menolaknya


"Aku suka ini"bisik Guntur sambil kembali mengecup bibir istrinya gemes,lalu langsung pergi menuju kamar mandi,Rubby hanya menggeleng kan kepalanya,dan mulai menyiapkan baju yang akan dipakai suaminya,setelah itu dia menuju dapur untuk membuat sarapan yang cepat dan praktis,agar tidak menghabiskan banyak waktu


"Kamu buat apa?kita bisa sarapan di kantor saja sayank..g perlu terlalu merepotkan diri sendiri seperti ini"bisik Guntur sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang


"Hanya roti isi,g repot sama sekali,kita bisa makan saat di jalan,untuk menghemat waktu aku bisa menyuapimu saat di mobil"memasukkan roti isi ke dalam tepak yang sudah dia siapkan sebelumnya,lalu kembali memasukkan ke dalam tasnya


"Benar-benar istri idaman,aku makin cinta kalau seperti ini"memberi kecupan bertubi-tubi di pipi istrinya


"Aaahh.. sudah-sudah, kita berangkat sekarang,biar tidak telat"Rubby menghentikan serangannya suaminya dan menarik nya keluar,agar mereka bisa segera berangkat ke kantor


Di jalan,dengan telaten Rubby menyuapkan roti isi untuk Guntur dan dirinya sendiri bergantian,Guntur bisa tetap konsentrasi menyetir,dan perut nya juga bisa terisi dengan kenyang,dia tak ingin suaminya bekerja dengan perut kosong,saat sampai di lampu merah,tak sengaja Rubby melihat ada orang yang sedang bertengkar,dan dia mengenal wajah wanita yang sedang dikasari pria asing itu

__ADS_1


"Bukankah dia Alika?"ucap Rubby sambil menunjuk arah di sisi sebelah jalan,Guntur mengikuti petunjuk istrinya,dia hanya menatap datar tanpa reaksi yang berlebihan


"Apa kita harus menolongnya? sepertinya dia membutuhkan pertolongan"tambah Rubby, sebenarnya Guntur tak ingin,tapi karena istri baiknya itu tak bisa melihat orang menderita,mau tak mau dia keluar untuk menolongnya


"Kamu tetap disini saja,aku tak ingin kamu ikut campur dalam urusan orang"Rubby menurut,dia diam dan memperhatikan dari dalam mobil


Sempat terjadi baku hantam antara Guntur dan pria asing itu,tapi akhirnya Guntur pemenang nya,sempat ada adegan saling berpelukan antara Guntur dan Alika,Rubby tak bisa cemburu saat ini,mungkin itu hanya respon sesaat dari Alika,karena merasa ketakutan


Guntur membawa Alika ke mobil,dan tatapan kurang enak ditunjukkan Alika saat melihat Rubby disana,sedangkan Rubby hanya memberikan senyum ramah padanya


"Terima kasih telah menolong ku lagi,aku tak tau apa yang terjadi kalau kamu tak datang menolongku"ucap Alika saat mobil Guntur mulai melaju kembali ke jalan raya,tapi Guntur tak menanggapinya


"Kamu mau turun dimana?aku harus kekantor sekarang"sahut Guntur dengan datar,membuat Alika terkejut,pria di depannya ini sudah sangat berbeda dari yang dulu..tak ada basa-basi nya sama sekali


"Merepotkan,kalau dulu kamu bisa menghilang begitu saja, kenapa sekarang kamu sering sekali muncul, sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan?"ucap Guntur,langsung membuat Alika terkejut,dia tak menyangka Guntur akan Setega itu menuduhnya tanpa bukti


"Aku..aku tak ada maksud apapun padamu,aku saat ini sedang dalam masalah,dan aku juga tak tau apapun tentang dirimu,kita sudah lama tak ada komunikasi dan tak pernah bertemu,jadi bagaimana bisa aku berniat buruk padamu,ini hanya kebetulan.."elak Alika, Rubby tak ingin ikut campur,dia tak mengenal wanita di belakang nya itu,tapi demi kemanusiaan dia hanya ingin menolongnya agar tidak disiksa orang di jalan,itu saja buat awalnya tadi


"Kalau begitu turun disini saja,dan jangan muncul lagi di depanku,kalaupun kita bertemu lagi,anggap saja kita tidak saling kenal"Guntur memberhentikan mobilnya di tepi jalan,tapi Alika bukannya turun dia malah menatap Guntur dengan mata nanar

__ADS_1


"Kamu tega sekali, meskipun kita sudah tak lagi bersama,tapi dulu kita pernah menghabiskan banyak makan bersama,bahkan..aku pernah hamil anakmu"ucapan Alika membuat Rubby membeku ditempat,dia makin menajamkan pendengarannya


"Apa maksudmu?jangan coba membohongi ku"tatapan tajam Guntur menembus mata sembab Alika,tapi sekarang Alika sudah terpojok,dia tak mungkin mundur lagi,


"Aku dulu pergi karena sedang hamil anakmu,aku tak ingin menghancurkan masa depanmu,aku tau saat itu kita sama-sama salah,kita masih remaja yang labil,kamu juga dari kaluarga terpandang,jadi g mungkin akan menerima kehamilanku saat itu,jadi aku memilih untuk pergi dari kehidupanmu"cerita Alika mengalir begitu saja dengan sesekali isakan terdengar disela-sela ceritanya, membuat Rubby makin dilanda gempa dihatinya,ada seorang wanita yang mengaku pernah hamil anak suaminya, istri mana yang kuat mendengar berita sebesar itu..


"Lalu, Sekarang dimana anak itu?"sahut Guntur tajam,dia juga gelisah,tapi sebisa mungkin bersikap biasa saja,dia tak akan terjebak dalam permainan gila ini,dan akan menyelidiki nya dengan tuntas


"Anak itu..aku titipkan ke panti asuhan,aku tak mungkin merawat nya seorang diri,saat itu aku masih muda dan tak berpikir panjang,orang tuaku juga tak menerima kehamilanku,hingga aku putuskan untuk membiarkan nya tumbuh di panti asuhan"tambah Alika dengan gugup,wajah Guntur berubah merah menahan marah..


"Apa kau gila?membuang anakmu sendiri di panti,apa kau pantas disebut seorang ibu?"bentak nya,membuat Rubby kaget dan langsung menenangkannya dengan mengelus lembut punggung tangan suaminya..


"Jangan terbawa emosi,nona ini juga tidak salah, posisi nya saat itu juga sulit,kamu bisa bayangkan seorang gadis muda,hamil tanpa ada yang mendampingi nya,bagaimana dia bisa menata hidupnya untuk kedepan,jangankan untuk mengurus bayi,mungkin untuk mengurus diri sendiri saja juga masih bingung.."ucap Rubby dengan lembut,membuat Guntur sadar,kalau saat ini ada istrinya di mobil itu,dia makin takut kalau masalah ini akan berpengaruh pada hubungannya dengan Rubby


"Katakan padaku,dimana kamu membuang anak itu?"


"Aku meletakkannya di depan pintu panti asuhan di kota B,dan aku tidak pernah kesana lagi untuk mengunjunginya,jadi aku tak tau dia masih ada di sana atau tidak,bahkan aku tak tau bagaimana wajahnya"tutur Alika,makin membuat Guntur mengeraskan rahangnya


"Kenapa kamu tidak mengatakan nya padaku dari dulu?"

__ADS_1


"Aku sudah berusaha mencarimu,tapi saat itu kamu pindah,dan tak ada yang tau kamu pindah kemana,aku sudah berusaha mencarimu,tapi tidak pernah menemukanmu lagi..aku terpuruk,aku hancur saat itu,aku bingung harus berbuat apa.."tangis Alika pecah saat ini..suasana makin tidak nyaman,hanya Isak tangis Alika yang terdengar,semua sedang sibuk dengan pemikirannya masing-masing..hingga Guntur melajukan mobilnya menuju hotel terdekat,dia menuturkan Alika disana dan memberinya uang untuk menginap sementara..sampai dia ada waktu untuk menyelesaikan urusannya dengan wanita masa lalunya itu..


Dijalan,tak ada yang bersuara,Rubby sibuk dengan pikirannya,dan Guntur juga bingung mau bagaimana menjelaskan masalah ini pada istrinya,karena dia benar-benar tidak tau kalau dia punya anak dari wanita masa lalunya itu.. benar-bebar sial,tapi apapun yang terjadi,Guntur tak ingin berpisah dari istrinya..dia akan melakukan apapun untuk mempertahankan istrinya ini..


__ADS_2