
Pasangan itu masuk ke pasar dan mulai mencari apa yang dibutuhkannya,Rubby yang sudah terbiasa berbelanja kebutuhan tak canggung lagi,beberapa kali berhenti ke pedagang sayur, melihat-lihat bahkan tanya harga dan sesekali menawarkan,kalau harga tidak cocok dia akan keliling lagi,kalau cocok dia akan beli,tapi saat membeli pada pedagang terlihat tua dia tak menawar bahkan memberikan uang kembaliannya,sungguh aneh dan entah sampai kapan itu akan terus berlanjut
"Kenapa ada yang di tawar dan ada yang kamu kasih uang lebih?"tanya Guntur penasaran
"kita ngikuti harga pasarannya tuan,kalau terlalu mahal ya kita tawar kan potongan harganya bisa buat beli bumbu dapur!"
"lalu kenapa tadi ada yang kamu kasih uang lebihan?g konsisten!"
"Bedalah,penjualnya sudah tua,kasihan kalau dagangannya g laku-laku dia akan lebih lama bekerjanya,kalau laku banyak kan dia bisa cepat pulang dan istirahat!"
"Itu salah mereka sendiri,udah tua masih maksa kerja,emang g punya anak yang mau merawatnya?"
"Jangan berprasangka buruk,karena tidak semua orang tua mau merepotkan anak-anak,ada juga yang berfikir kalau dia masih bisa berusaha sendiri,dia tak akan merepotkan anak-anaknya,apa tuan tau kalau orang tua itu lebih suka memberi dari pada meminta,sedangkan anak terkadang tak tau diri,hanya mau meminta dan menuntut tanpa mau melihat betapa orang tuanya sekuat tenaga berusaha mendapatkan apa yang anak-anak nya inginkan"cerocos Rubby tanpa melihat ekspresi wajah Guntur yang sedikit berbeda
"jleb.."tepat sasaran,entah sengaja atau tidak ucapan Rubby sangat menyindir sikap Guntur pada orang tuanya,hingga dia termenung sesaat hingga Rubby menyadarkannya
"Tuan,kenapa anda berhenti disini?apa anda capek?anda bisa kembali ke mobil kalau merasa kelelahan"tutur Rubby dengan wajah khawatir nya
"CK..siapa yang capek,aku hanya mengamati pasar ini sebentar saja,"
"Eh..mengamati?buat apa?ada yang tuan inginkan?"tanya Rubby polos
"Berisik,cepat jalan kita mau kemana lagi?"jawab Guntur ketus
"Ditanya baik-baik malah emosian heran deh,kok dia g keriput dan tua sih"dumel Rubby
"Cepat by,jangan mengumpat ku"omel Guntur membuat Rubby mendengus
__ADS_1
"Kita ke penjual buah,lalu daging dan ikan"sahut Rubby semangat menuju tempat yang diinginkan nya
"Sini mbak..mau buah apa?semua masih segar dan bagus-bagus,boleh dicoba dulu sebelum membeli"pedangang menawarkan dagangan
"Tuan mau buah apa?jeruk mau?"Rubby dengan santainya mengupas satu buah jeruk dan langsung memakannya membuat Guntur kaget,tapi belum sempat protes Rubby menyiapkan satu buah ke mulutnya,dan mau tak mau dia memakannya juga
"Lumayan manis"sahut Guntur dan Rubby tersenyum puas,
"Pak,jeruknya 1kg,eemmhh..mau apa lagi?apel dan pisang mau g?"Guntur hanya mengangguk saja tak menjawab karena menikmati suapan jeruk yang diberikan oleh istrinya itu
"Pak tambah pisang dan apelnya ya,saya belinya banyak nanti jangan lupa kasih potongan loo"sambil pilih-pilih buah yang dia minta
"Pasti neng,g perlu khawatir lah,minta gratis juga dikasih kok,"balas penjual buahnya membuat Guntur mengernyitkan dahi bingung,mana ada penjual yang memberi gratis pada pembelinya begitulah pikiran Guntur
"Beneran nih,pasti ada-ada nih bapaknya!"sahut Rubby santai tanpa beban
"Hahaha neng tau aja,kalau mau jadi mantu pasti bisa makan buah gratis tiap hari,gimana neng?mau yaa!"tambah penjualnya dan itu membuat Guntur terkejut dan hampir meluap emosinya, bisa-bisa istrinya digoda orang didepan matanya sendiri,tapi Rubby yang merasa ada aura gelap di belakangnya segera tau kalau suaminya hendak meledak..jadi dia segera menenangkannya dengan sedikit mengelus punggung tangannya lembut
"Wah,saya kalah cepat dong,sayang sekali padahal udah cocok,tapi apa boleh buat kalau udah ada yang punya,tapi g apa-apa tetap saya kasih potongan deh,buat cucu-cucu dirumah biar pada sehat makan buah-buahan"sahutnya sambil tersenyum ramah"
"Aduh..terima kasih Lo pak,semoga dagangannya laris manis dan dapat berkah"lalu setelah membayar Rubby langsung menuju ke tempat daging
"Kamu tiap belanja seperti itu?"
"G lah,kan karakter pedagang beda-beda,ada yang galak,ada yang ramah kayak tadi"
"Ramah?kayak gitu di bilang ramah?itu sih genit namanya by!"
__ADS_1
"Hehe..terserah anda sajalah tuan,mending sekarang tuan bilang mau daging dan ikan apa saja?"
"sapi dan ayam,kalau ikannya terserah kamu saja"
"Ok,meluncur ke tempat daging"keduanya berjalan dengan cepat dan tiba-tiba ada yang menabrak Rubby dari arah berlawanan,seorang ibu-ibu yang cukup gemuk
"Hey kalau jalan lihat-lihat"bentaknya,dan Guntur udah ingin balas membentaknya tapi Rubby menahannya
"Maaf,maafkan saya yang kurang hati-hati berjalannya,apa ada yang luka pada ibu?atau ada belanjaan yang rusak?"sahut Rubby merasa bersalah
"Tidak..lain kali jangan seperti itu,banyak orang di dini"sungutnya masih dengan nada kesal meski sudah sedikit melembut
"Iya bu,sekali lagi saya minta maaf telah menabrak anda tadi"
"Baiklah"lalu ibu itu pergi berlalu begitu saja
"Kenapa menahan ku?ibu itu yang salah,punya badan Segede itu,susahkan kalau jalan ditempat apit dan banyak orang gini, bisa-bisanya malah menyalahkan orang"dengus Guntur
"Dia juga g mau nabrak orang,tapi dia juga tak berdaya,karena badannya yang besar hingga membuatnya susah buat jalan ditempat seperti ini,jadi kita maklumi saja,dia juga terburu-buru bisa jadi sedang meninggalkan anaknya di rumah,kan kasihan kalau kelamaan disini hanya karena masalah sepele seperti ini,jangan marah pada orang yang sedang emosi,itu sama saja dengan menyiram bensin pada api,dia akan makin besar emosinya,kita harus jadi air,dengan meminta maaf duluan biar bisa memadamkan emosi nya"lagi-lagi Guntur dibuat terdiam oleh Rubby
"Aku tak yakin dia berusia 20th,banyak sekali perkataan nya yang tak bisa aku bantahkan,apa jangan-jangan dia memalsukan data diri nya?tapi itu g mungkin,masak memalsukan semua berkas pentingnya,astaga konyol sekali pemikiran ku ini,malah bikin pusing sendiri.."dumel Guntur dalam hati
Mereka sudah sampai ke penjual daging,saat milih-milih banyak ibu-ibu yang histeris melihat Guntur yang tampan seperti aktor di tv,bahkan bisa dibilang lebih tampah,seksi dan pastinya mapan dari segi finansial lah..
Saat Rubby sedang memilih ikan,Guntur sudah di kerubuti ibu-ibu yang langsung nempel-nempel dan berselfie ria dengannya tanpa ijin...bukannya membantu,Rubby malah terkekeh sambil memilih-milih daging yang akan dia beli,sesekali dia melihat dan bahkan ikut mengfoto Guntur yang sedang di kerubuti ibu-ibu,
Sedangkan Guntur sangat kesal,karena ibu-ibu itu,dia bahkan mual karena mencium bau parfum aneh yang sangat menyengat dari ibu-ibu yang bercampur dengan bau daging dan amisnya ikan,tapi rubby dengan pengertiannya masuk ke kerumunan dan menenangkan ibu-ibu yang menarik-narik bahkan ada beberapa lipstik yang menempel di pipi Guntur,dan sudah bisa dipastikannya kalau itu adalah ulah ibu-ibu bar-bar ini
__ADS_1
"Sudah ya ibu-ibu,saya dan suami mau pulang,karena udah selesai belanjanya,saya pamit,Selamat melanjutkan belanjanya"dengan cepat,Rubby menggandeng mesra Guntur yang masih sedikit mual
"Tuan tidak apa-apa kan?kita langsung ke parkir an saja,karena semua udah saya beli,"kata Rubby santai tak tau kalau Guntur hampir saja muntah karena ulah ibu-ibu tadi