Penjaga Hati

Penjaga Hati
Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Cenza sudah selesai mandi dan menunggu Arka pulang. Arka sudah berjanji menjemputnya jadi dia sudah bersiap-siap. Cenza penasaran juga kira-kira Arka hendak mengajaknya ke mana.


Cenza sedang berbincang-bincang dengan orang tua dan mertuanya di bawah ketika ia mendengar ****** kesayangan mereka si Bobo mulai mengeluarkan suara khas nya menyambut Arka pulang.


Cenza pun bangun dan berjalan ke depan menyambut Arka pulang.


"Hi kesayangan, sudah cantik saja, mau ke mana?" Arka pura-pura lupa


"Awas saja kalau lupa" Ancam Cenza


Arka merentangkan tangannya, menunggu Cenza masuk ke pelukannya.Ia sangat suka memeluk dan mencium Cenza, sampai kadang lupa melihat sikon.


Cenza masuk ke pelukan Arka, menyandarkan kepalanya di dada sangat suami.


"Aku mandi dulu atau kita langsung jalan? "


"Mandi dulu sayang, aku tunggu di bawah saja ya?"


"Tidak sayang, sejak kapan kamu belajar mengabaikan suami mu? ayo ke atas"


Cenza masih menunjukkan rasa enggan


"Kalau tidak jalan ku gendong nih"


*D*aripada digendong dan mengundang banyak perhatian lebih baik jalan


"Iya iya aku ikut sayang" Cenza menarik lengan Arka ke atas, Kelewatan manjanya nih bayi tua


Arka tersenyum mengikuti istrinya. Baru digertak sedikit langsung takut dia, siapa juga yang mau gendong kamu menaiki tangga sayang? bisa encok aku


Cenza menyiapkan baju dan air mandi untuk Arka, setelah itu ia menunggu Arka sambil baring-baring di atas ranjang.


"Sayang mandinya jangan lama-lama dong" teriak Cenza karena merasa sudah menunggu Arka cukup lama


"Iya bentar, sudah mau selesai kok"


Dan benar saja Arka muncul berbalut handuk di pinggangnya. rambutnya yang basah dilapnya dengan handuk kecil


"Ayo duduk sini, biar aku keringkan"


Arka pun menurut. Ia duduk di kursi meja rias dan Cenza mulai mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


"Ada cerita apa hari ini sayang? "


"Tidak ada kok, biasa saja"


"Tidak ada yang mengunjungi mu di kantor? "


*Em*angnya dia tahu Vanny ke kantor ku?


"Kok tanya nya begitu sayang? emang kamu berharap siapa yang mau mengunjungi ku? "


"Ingat sayang, kamu sudah berjanji tidak akan menyembunyikan apapun, aku juga begitu, jadi jawab saja, apa hari ini tidak ada yang mengunjungi mu? kamu tahu kan aku memiliki mata di mana-mana"


Hmmm sepertinya dia memang tahu Vanny ke kantor, lebih baik aku jujur saja

__ADS_1


"Hmm tadi siang memang ada yang mengunjungi ku, tapi bukan orang yang penting makanya aku tidak ingin membahasnya"


Akhirnya jujur juga dia, padahal aku kan cuma menggertak nya, sweet banget sih dia, istriku kelebihan polos atau bagaimana sih, gemas jadinya


"Siapa sayang? Aku ingin tahu jadinya" Arka menatap sayang Cenza di cermin, yang lagi sibuk mengeringkan rambutnya


"Itu mantan kamu tersayang Ka, si Vanny"


Arka berbalik menghadap Cenza,


"Apa yang dia katakan? kamu diapakan sama dia" mata Arka membesar


ah aku ketipu lagi, rupanya dia tidak tahu kalau Vanny tadi ke kantor ku


"Dia mengancam aku, katanya dia akan merebutmu dari ku"


"Terus? " cecar Arka


"Aku malah membuat dia pulang dengan marah, aku katakan padanya bahwa ancamannya membuat aku ingin segera menikah denganmu, dia sangat marah"


Arka memeluk Cenza. Kepalanya ia sandarkan di dada Cenza.


"Bagus kalau begitu, tapi tetap saja aku akan memberinya sedikit pelajaran karena sudah berani mengancam mu sayang"


"Tidak apa-apa sayang, aku masih bisa mengatasinya"


Arka berdiri, membiarkan Cenza membantunya berpakaian.


"Sayang tolong kamu duluan ke bawah dan minta Pak Arif mengantar kita"


Arka menelepon seseorang


"Kamu bantu aku mengikuti seseorang mulai besok, akan ku kirim profilnya ke kamu, aku mulai merasa tidak nyaman dan benar-benar kesal karena dia sudah berani mengancam istriku"


Arka bergegas turun setelah menelefon.


"Sudah sayang? ayo! Pa, Ma kami pamit"


Arka melingkarkan tangannya di pinggang Cenza dan membawanya ke mobil dimana Pak Arif sudah menunggu.


"Kemana kita Tuan? "


Arka menyebutkan alamat tujuan mereka.


"Kita mau ketemu siapa sih sayang? "


"Tunggu saja nanti juga kamu tahu"


Arka menyandarkan kepala Cenza ke bahunya.


Cenza hanya menurut. Apabila ia protes maka ceritanya aka lebih rumit.


Mereka tiba di alamat yang dituju, dan berhenti di gerbang sebuah rumah besar dengan pagar tinggi mengelilinginya.


Seorang security membuka gerbang untuk mereka.

__ADS_1


Seolah sudah mengenal Arka sehingga tidak perlu menanyakan mereka hendak bertemu siapa


Turun dari mobil Arka menggandeng Cenza ke dalam, seorang pelayan menyambut mereka.


"Selamat malam Tuan"


"Selamat malam Bu Ria, ini istri saya Cenza"


"Selamat malam Nona, semoga anda senang tinggal di sini"


What? tinggal di sini?


"Selamat malam Bu, tinggal di sini maksudnya apa ya? " matanya bertanya ke arah Arka


"Ini rumah kita sayang, anggap saja hadiah pernikahan kita. Papa yang membelikannya untuk kita rupanya jauh sebelum kita menikah, hanya saja Papa baru memberitahukannya kemarin"


Mata Cenza semakin membesar, rumah ini terlalu besar untuk ditinggali berdua saja


"Apa tidak kebesaran sayang?"


"Papa sama mama kamu bisa tinggal di sini, biar kamu tidak perlu merasa jauh dari mereka"


"Sayaaang, Terima kasih krena sangat baik dan sayang sama aku"


Arka memeluknya, dan membawanya ke atas


"Aku belum selesai, aku akan menunjukkan kamar kita" dan mereka berdua pun segera ke atas.


Lagi-lagi Cenza dibuat terkejut dan takjub, kamarnya sangat bagus dan luas.


"Sayang Aku sangat senang melihat kamu menyukai rumah baru kita"


Cenza bukanlah gadis yang berasal dari keluarga yang pas-pasan, ia dulunya gadis yang juga berasal dari keluarga berada sebelum papanya bangkrut, tapi memang tidak pernah membayangkan akan memiliki rumah segede ini


busyet, ini mah kegedean


"Aku bahagia karena kamu tidak hanya memikirkan aku tapi juga kedua orang tuaku"


Tangannya kembali melingkar di pinggang Arka.


Sepertinya Ia memang tidak salah menikahi Arka, karena Arka ternyata adalah laki-laki yang penyayang dan bertanggung jawab.


"Kamu boleh mengajak temanmu ke sini kalau kamu mau, aku tidak keberatan yang penting bukan David yang kamu ajak"


Mendengar namanya David disebut Arka, Cenza segera mengalihkan perhatian Arka dengan bertanya tentang kamar-kamar apa saja yang ada di rumah itu.


"Ada banyak sayang, di atas ada kamar kita, dua kamar untuk anak kita nanti, kalau di bawah ada 6 kamar, ditambah dua kamar untuk dipakai pelayan".


Bu Ria muncul


" Tuan makanan sudah disiapkan di meja makan, silahkan turun Tuan"


Arka dan Cenza mengikuti Bu Ria


Makanan nampak sangat menggoda selera, Cenza dan Arka segera duduk dan mulai menikmati hidangan yang sudah disiapkan untuk mereka.

__ADS_1


Selesai makan mereka segera kembali ke rumah.


__ADS_2