Penjaga Hati

Penjaga Hati
Getaran Aneh


__ADS_3

Saat ini Rubby menyibukkan diri di ruang kerjanya,dia sungguh tak tau harus bagaimana,meski hanya pernikahan sesaat,tetap saja pernikahan ini membuatnya tak tenang,dia tak tau harus bagaimana melayani suaminya nanti,apalagi kondisinya saat ini yang sedang dalam penyamaran,dia berfikir sangat keras untuk mencari solusi,bagaimana caranya bisa melayani suaminya tapi penyamarannya tidak terbongkar..karena terlalu memikirkan hal itu hingga dia tak sadar kalau Guntur saat ini sudah berada di depan meja kerjanya sedang mengamati wajahnya yang tidak mengenakan kaca mata besar yang melindungi mata indahnya


"Sedang mikirin apa??serius banget"celetuk Guntur santai dengan terus menatap mata indah Rubby yang sedang melamun


"Mikirin pernikahanku besok"sahut Rubby belum sadar,dan itu membuat Guntur tersenyum geli


"Kenapa dipikirin?kan sudah diatur semuanya,kamu tinggal terima beres"tambah Guntur semakin ingin menjahili Rubby


"Huuffh..entahlah,aku bahkan tak tau cara melayani suami,aku takut kalau tuan Guntur tak puas dengan pelayananku nanti"gumam Rubby yang masih juga belum menyadari siapa yang bertanya padanya


"Kamu bisa cari di internet kan,disana banyak sekali cara untuk memuaskan suami"Guntur makin gencar menjahili calon istrinya yang terlihat lucu dengan kebodohannya itu


"Tetap saja akan beda saat mempraktekkan nya,karena aku akan secara langsung berhadapan dengan pria mesum itu,apalagi dia sudah sangat berpengalaman,bisa dibilang jam terbangnya sudah mencapai langit ke tujuh,sedangkan aku??iissh..bahkan aku belum pernah melihat pria bertelanjang dada didepanku secara langsung"mengusap wajahnya dengan kasar,dan menutup wajahnya dengan kedua tangan karena sangat pusing dengan nasibnya besok,lalu dia berfikir

__ADS_1


"Tunggu dulu,aku bicara dengan siapa?Renita dan Anjani kan sudah balik kerja,g mungkin ada yang berani ngerumpi di saat jam kerja masih berlangsung,jadi siapa yang bicara denganku ini"batin Rubby mulai sedikit membuka wajahnya dan mengintip orang yang ada di depan meja kerjanya itu,saat tau Guntur yang sedang menatapnya dengan senyum jahil dan mesumnya dia terbelalak kaget


"Jadi,apa sudah dapat solusi cara memuaskan suami?apa perlu aku ajari kamu secara langsung?aku ini pria mesum yang jam terbangnya sudah mencapai langit ke tujuh,jadi sudah sangat berpengalaman,aku bersedia jadi mentor mu dan membawamu hingga ke nirwana,bagaimana calon istri ku?"Guntur sangat menikmati wajah panik Rubby saat ini,sungguh tak dapat dipungkiri,meski wajahnya sedikit gelap,tapi sangat menarik untuk terus dilihat,tak membosankan terus menatap wajah kecil ini yang terlihat eksotis


"Tuan,kenapa anda bisa ada disini?sejak kapan?"Rubby langsung berdiri dari duduknya dan kelabakan mencari kaca mata besarnya yang ternyata ada di tangan Guntur


"Ditanya malah tanya..kamu cari ini?"membolak balik kaca mata yang ada di tangannya,dan terakhir mencoba memakainya


"Kembalikan kaca mata saya tuan,anda tidak sopan mengambil barang milik orang lain tanpa ijin"sentak Rubby cemas,karena takut ketahuan Guntur kalau kaca matanya itu hanya aksesoris saja


"Itu bukan urusan anda tuan"Rubby mencoba merebut kacamata yang dipegang Guntur,tapi karena Guntur berdiri dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi sedangkan Rubby yang tubuhnya kecil mungil g bisa mengambil kaca matanya meski melompat-lompat mencoba meraih tangan Guntur,tanpa sadar mereka sangat berdekatan hingga menempel satu sama lain


"Apa kau sengaja menggoda ku?"tatapan Guntur terlihat aneh,Rubby yang baru sadar dengan keadaannya langsung mencoba menjauhkan diri,tapi naas karena terlalu tergesa-gesa hingga Rubby tak sengaja menginjak kaki Guntur,dan itu membuat Guntur terkejut,hingga keduanya bergerak spontan dan tak stabil hingga terjatuh ke lantai yang dingin dengan posisi Guntur berada di bawah Rubby

__ADS_1


"Sial,si jumbo langsung bereaksi tak kenal tempat dan waktu,padahal Rubby masih berpakaian lengkap"batin Guntur kesal


"Maaf tuan,saya sungguh tak bermaksud seperti ini"Rubby gugup dan ingin segera berdiri dari posisinya saat ini,tapi dia kesulitan mencari tumpuan untuk berdiri,hingga tak sengaja dia malah bertumpu pada dada bidang Guntur,dan menggerakkan lututnya yang berada di sela-sela paha Guntur,gerakan Rubby ini malah membangkitkan sesuatu pada diri Guntur,tangan Rubby seperti meraba-raba dadanya,sedangkan lutut nya yang bergesekan dengan pahanya malah membuat si jumbo tegang


"Oh... apalagi ini,dia sengaja menyiksaku kah? benar-benar bahaya"Guntur sebisa mungkin mengendalikan miliknya yang ingin memberontak dari sangkarnya,sedangkan Rubby yang sudah berdiri,tanpa rasa bersalah malah mengulurkan tangannya untuk membantu Guntur berdiri


"Tuan mau tiduran di lantai terus?g mau berdiri?"menatap santai ke arah Guntur,dengan malas Guntur menerima uluran tangan Rubby dan saat mereka bersentuhan,ada getaran aneh yang tiba-tiba Guntur rasakan


"Ada apalagi ini,rasanya sedikit berbeda dari tangan wanita yang selalu bersamaku,ini terlalu lembut dan hangat,sial pasti aku sudah tidak waras"umpat Guntur dalam hati


"Tuan tidak apa-apa?"dengan wajah polosnya Rubby bertanya hal yang sangat konyol menurut Guntur


"CK,emangnya aku bisa kenapa-kenapa?aku ini laki-laki,jatuh gitu saja tak akan membuatku terluka, persiapkan diri mu,besok pagi kita menikah,dan malamnya kamu harus melayani ku"Guntur berbalik dan keluar dari ruangan Rubby begitu saja,membuat Rubby terdiam sesaat

__ADS_1


"Huuffh,aku tak akan bisa menghindari ini semua, semangat Rubby kamu pasti bisa,semua akan baik-baik saja"gumamnya menyemangati diri sendiri


__ADS_2