Penjaga Hati

Penjaga Hati
Perbincangan Lucas Dan Igo


__ADS_3

Rubby,Renita dan Anjani menghampiri Guntur dan kedua temannya dengan membawa keranjang yang berisi strawberry,dan beberapa sayuran..


"Sudah puas bermainnya?"Guntur dengan lembut merapikan rambut Rubby yang berserakan dan menghalangi pandangan nya untuk diselipkan di belakang telinga,desiran halus menghampiri keduanya membuat mereka saling pandang dengan senyuman yang hangat


"Heemmhh..aku mau ke sana dulu,untuk membayar ini"ucap Rubby sambil menunjukkan keranjangnya yang penuh dengan beberapa sayuran hijau yang segar


"Iya..beli beberapa buah sekalian, sepertinya ada didekat tempat pembayarannya tadi"balas Guntur sambil membolak-balik sayuran yang di petik sendiri oleh Rubby


"Iisshh..jangan digituin,nanti hancur dan rusak sayurannya,kamu mau buah apa?"menepis lembut tangan Guntur yang usil membolak-balik sayuran yang di bawanya


"Apa saja tak masalah,nanti minta orang untuk membawakannya ke parkiran by,jangan diangkat sendiri"pesan Guntur


"Harusnya kamu yang angkatin,ada laki ngapain nyuruh orang lain sih,masak bawa gini aja g kuat?"dumel Rubby sambil berlalu,tapi tiga pria itu masih mendengarnya dan saling pandang satu sama lain kemudian menghembuskan nafas dengan kasar dan berjalan mendekat ke tiga wanita yang masih memilih-milih buah yang bagus


"Hehehe..ada saatnya bos patuhi perintah wanita"ledek Igo sambil terkekeh kecil


"Dan ada saatnya nanti loe juga merasakan nya"balas Guntur tak bergeming


"Big No,itu g akan terjadi dan g boleh terjadi,gue g mau jadi pria yang dibodohi oleh kata cinta"dengus Igo tegas


"Terserah,tapi percayalah kalau ada sosok wanita yang bisa membuatmu menjadi lebih baik,itu akan sangat berbeda rasanya"lanjut Guntur


"Cih.. sok-sokan loe,awas aja kalau sampai galau jangan panggil kita buat ke tempat haram deh.."ledek Lucas membuat Igo manggut-manggut


"Iya,hubungan loe dan Rubby belum terlalu kuat,bisa saja terjadi sesuatu dikemudian hari,jadi jangan sombong dulu"Igo membenarkan perkataan Lucas

__ADS_1


"Jangan mengutukku,do'akan saja semoga semua berjalan dengan lancar ban baik-baik saja"meninggalkan kedua temannya dan menghampiri Rubby yang sedang memilih buah yang ingin dia beli


"Apa loe merasa kalau Guntur banyak berubah?dia lebih tenang dan sedikit bucin" bisik Igo lirih


"Menjauhlah go,gue masih normal,nanti orang yang lihat bisa salah faham kalau loe terlalu mepet ke gue"menepis tangan Igo dari pundaknya dan membersihkan bekas sentuhan temannya itu


"Cih..gue juga normal luc,sialan loe..malah mikir yang aneh-aneh"hendak memukul ke arah temannya itu,tapi dengan cepat Lucas menghindarinya


"Stop go,jangan kekanak-kanakan.."menghentikan tindakan Igo yang ingin memukulinya


"Makanya,loe jangan miring pikiran nya"dengus Igo kesal


"Habisnya loe ngomong pakek acara nempel-nempel gitu,risih kan jadinya go..ngomong biasa gini kan bisa,g perlu dempet-dempetan"


"Iya-iyaaa..sorry,memang ada perubahan pada Guntur saat ini,tapi gue masih saja ada kekhawatiran padanya,entah kenapa aku merasa hubungan mereka tak akan semulus jalan tol,karena perbedaan yang sangat terlihat diantara keduanya,selain status dan fisik..masih ada masa lalu Guntur yang entah sampai kapan akan terus merongrong nya,Guntur bukan orang sederhana seperti Rubby,banyak wanita yang pernah bersamanya,pasti ada salah satu atau beberapa yang ingin menjadi pendamping hidup Guntur,mereka tak akan bisa menyerang Guntur,takutnya mereka akan menyerang ke Rubby,belum lagi saingan bisnis"


"Ribet juga jadi Guntur,pilih istri saja tak cukup dengan saling cinta,banyak yang perlu di perhatikan,lalu menurut loe harus bagaimana baiknya?


"Entahlah,biar mereka tangani sendiri urusan pribadinya,kalau Guntur butuh bantuan kita,baru kita ikut membantunya..gue g mau banyak ikut campur,takut kejadian kemarin terulang lagi"


"Oke,gitu aja..tapi ada sesuatu yang sedang di cari tau Guntur sepertinya,gue pernah lihat Hamdan datang ke kantor beberapa hari yang lalu,bukannya dia informan yang sering di pakai Guntur untuk mencari sesuatu hal yang penting dan bersifat rahasia?"usut Igo penasaran dengan apa yang sedang diselidiki oleh temannya itu


"Dia mau mencari tau tentang hubungan Rubby dengan pemilik perusahaan Gabriel yang direkomendasikan itu,gue sendiri juga sebenarnya penasaran,kenapa Rubby rela berkorban demi perusahaan itu,karena yang gue tau, perusahaan itu tidak kompeten,dan sering bermasalah dengan perusahaan yang bekerja sama dengan nya,dan berakhir di pengadilan"


"Serius?apa g masalah mengikutkan perusahaan itu di proyek kita?takutnya kalau ada masalah perusahaan kita ikut menanggung akibatnya,trus ngapain Guntur setuju saja,kalau tau perusahaan itu bermasalah?"bingung dengan sikap Guntur yang berani mengambil resiko besar

__ADS_1


"Yaah kembali lagi karena bucin bukannya dia sudah lama ingin mendapatkan Rubby,ada kesempatan langsung deh diembat tuk cewek,takut g ada kesempatan lagi"jawab Lucas santai


"Serem juga kalau udah cinta,apapun bisa dilakukannya..padahal resikonya sangat besar.. huuffhh jauhkan gue dari cinta,gue g mau otak gue geser dan jadi bodoh karena cinta"dengan mengangkat kedua tangannya seperti sedang berdo'a dengan khusyuk


"Gue sumpahin loe jatuh cinta pada wanita yang susah buat ditaklukkan..biar mampus loe"ucap Lucas sambil terbahak-bahak..


"Cih..g usah nyumpahin gue,g akan mempan tuh..tapi bisa saja kembali ke loe sendiri..biar kelimpungan ngejar-ngejar cewek "kekeh Igo yang di balas timpukan di kepalanya


"Sama-sama sealiran g usah saling nyumpahin deh,kita nikmati saja hidup kita sekarang,masalah hati biar nanti kita cari yang sejati.."


"Halaaah...emang masih ada cinta sejati?omong kosong,semua cinta materi bukan cinta sampai mati..bulshit banget tuh.."


"Hahaha...kita gabung aja sama Guntur, sepertinya dia sudah selesai tuh belanja bareng istrinya,jadi ngiri gue...tapi buntutnya tetep aja bareng nya cuma sama loe terus.."cebik Lucas yang dibalas tawa mereka bersama


"Ternyata ma nasib aja lah luc..kita kan sealiran,sejalan dan sehati..."goda Igo sambil mengerling nakal


"Cih.. amit-amit,jijik gue lihat loe kayak gini,jangan bilang loe kerja sampingan jadi pria penggoda go?"tatapan penuh selidik di tunjukan Lucas pada Igo..


"Isshh...gue g kekurangan uang luc,yang ada gue habisin yang buat cari wanita penggoda..."


"Hahahaha..."keduanya tertawa lepas sambil jalan menghampiri Guntur yang sudah membawa beberapa belanjaan istrinya untuk dimasukkan ke bagasi mobil,mau tidak mau Igo dan Lucas juga membantu Renita dan juga Anjani memasukkan belanjaannya di bagasi mobil mereka juga,persis seperti apa yang dilakukan oleh Guntur


"loe ngerasa g sih,kalau kita sudah mirip seperti suami yang menemani istrinya belajar?"ucap Igo sedikit ketus


"G apalah,anggap saja belajar biar g canggung saat nanti anter istri belanja beneran"kekeh Lucas dan Igo hanya mendengus mendengar ucapan Lucas

__ADS_1


__ADS_2