
Guntur dan dua temannya kembali ke kantor dan melanjutkan kerjaannya masing-masing,sedangkan Rubby dan kedua temannya masih berada di ruangan Rubby saat ini
"By..apa kamu serius dengan apa yang akan kamu lakukan ini??"Anjani kembali meragukan keputusan Rubby yang besok akan menikah dengan Guntur,bos di perusahaan yang mereka tempati
"Iya,ini pernikahan by,banyak wanita yang ingin menikah dan menjadi istri pak Guntur,tapi aku rasa kamu harus memikirkan nya lagi"Renita duduk didepan Rubby
"By,semua wanita ingin menikah sekali seumur hidupnya dengan orang yang mencintai dan dicintai nya,tapi ini bukan pernikahan yang sesungguhnya by,ini semacam timbal balik yang saling memanfaatkan,kamu ingin menolong ibumu dan pak Guntur ingin memanfaatkan kelemahan mu ini,ayolah by,jangan lakukan ini,kamu masih bisa membatalkannya,aku bisa bantu kamu menjauh dari ibumu itu,bersembunyi di rumahku aja by,tinggal sama keluargaku"tutur Anjani,dia sangat menyayangi Rubby sudah seperti adiknya sendiri
"Aku tak bisa mundur kak,kalaupun aku bisa sembunyi,apa selamanya aku akan sembunyi?samai kapan aku harus sembunyi?aku g ingin merepotkan dan melibatkan banyak orang,itu sangat membuatku tidak nyaman,aku tak ingin menghindari masalah terus-menerus,aku ingin menyelesaikannya sekarang juga,biar g ada lagi beban yang harus aku tanggung kedepannya"
__ADS_1
"By,lalu gimana dengan masa depanmu?meskipun kamu menikah,tapi tak ada bukti yang menguatkan posisimu nanti kalau ada orang yang serius dan ingin menikahimu gimana?mereka bisa salah faham,dikira kamu gadis yang bebas,karena tak bisa menjaga kesucianmu"dengan panjang lebar Anjani menjelaskan kecemasannya
"Tidak usah khawatir kak,banyak wanita di luar sana yang hidup bebas dan bisa menikah meskipun mereka sudah tak perawan lagi,aku tak masalah dianggap seperti wanita murahan,karena memang aku bukan wanita yang baik dan suci"
"Apapun keputusan mu,kita tetap akan jadi temanmu by,jadi jangan sungkan dengan kami,kedepannya kamu harus tetap cerita pada kami kalau ada masalah kecil ataupun besar,kami g mau kamu merasa sendirian di dunia ini,karena masih ada kami yang selalu bisa kamu jadikan tempat cerita dan sandaran disaat kamu rapuh"entah kenapa Renita jadi baper,padahal biasanya dia yang paling santai dan ceria diantara mereka,Anjani malah sudah menangis sesenggukan sambil memeluk Rubby
"Terima kasih,terima kasih banyak kak,aku tak menyangka kalau bisa dipertemukan dengan orang sebaik kalian,aku sangat bersyukur pada Tuhan,karena masih sangat menyayangi ku,dengan mendatangkan kalian disisiku selama ini"ketiganya menangis sesenggukan,ada banyak rasa yang tiba-tiba muncul,rasa sedih,kesal,marah dan tak berdaya dengan keadaan yang terjadi,tapi semua itu harus tetap dihadapi,g mungkin mundur lagi
Dirasa cukup rapi,Anjani dan Renita kembali ke devisinya,karena mereka memang satu devisi,saat masuk ruangan ternyata sudah ada Igo dan Lucas yang sedang memberi sedikit penjelasan pada devisi mereka tentang suatu proyek yang sedang mereka tangani saat ini
__ADS_1
"Dari mana??apa g lihat waktu istirahat nya sudah habis??"Lucas menunjuk jam yang ada di dinding,karena memang sudah lewat 10 menit dari jam istirahat
"Eeeeh,maaf pak,tadi sedang sakit perut jadi ke toilet sebentar deh"jawab Renita tanpa merasa bersalah
"Dan kamu??juga sama sakit perut juga??"ledek Igo sambil menatap tajam ke arah Anjani
"Tidak pak,saya sedang antarkan berkas ke Rubby,karena harus ditandatanganinya oleh pak Guntur secepatnya"Anjani dengan profesional mengatakan alasan yang memang tadi dia melakujan itu tadi,meski itu tak memakan waktu yang lama,tapi karena mereka masih mewek-mewekkan,jadinya molor deh waktunya
Tapi Igo dan Lucas tak percaya begitu saja,karena melihat raut wajah mereka yang layu,pastinya ada sesuatu hal yang membuat mereka sedih
__ADS_1
"Karena kalian terlambat 10menit dan melewatkan pengarahan dan penjelasan dari kami,jadi sebagai hukumannya kalian harus lembur dan membereskan berkas-berkas yang ada di ruangku dan ruangan Igo,paham kamu???"bentak Lucas
"Baik pak "jawab Renita dan Anjani berbarengan,keduanya tak mau protes atau mengelak,karena mereka memang salah..