Penjaga Hati

Penjaga Hati
Definisi Bahagia


__ADS_3

Pagi menjelang Rubby telah berkutat di dapur untuk memasak sarapan pagi,meski masih ada rasa nyeri di daerah sensitifnya,tak jarang dia juga sedikit meringis,sebisa mungkin dia menahannya agar tidak terlalu terlihat


Sedangkan Guntur masih pulas tertidur di ranjang kesayangannya,saat dia bergerak mencari keberadaan Rubby disampingnya dengan meraba-raba sisi ranjang disebelahnya,dan tidak mendapatkan apa yang dia cari saat itu juga dia membuka matanya


"Dimana dia?"mencari keberadaan Rubby di kamar mandi tapi kosong"Apa dia kembali ke kamarnya? sepertinya aku kurang menggempurnya,hingga dia masih punya banyak tenaga untuk pindah ke kamarnya sendiri"gumam Guntur sambil tersenyum dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah rapi dengan baju santainya dia langsung mencari keberadaan Rubby,dibukanya kamar yang ada di sebelahnya dan tak ada siapapun di sana,tapi hidung mancungnya mencium bau masakan yang cukup harum,hingga dia tau di mana istrinya itu berada


"Rajin juga,habis lembur bisa bangun pagi dan menyiapkan sarapan, sepertinya aku tak rugi kalau menjadikannya istri sungguhan"monolog Guntur dengan senyum manis nya,lalu berjalan menuju dapur,untuk menemui istrinya


"Sudah masak aja,emang kamu g capek?"ucap Guntur sambil mengambil air di kulkas,tapi saat dia hampir meminumnya,dengan cepat Rubby mengambilnya dan mengganti dengan air hangat


"Tidak baik bangun tidur langsung minum air dingin,ini lebih baik untuk anda"kembali melakukan aktivitas memasak nya


"CK,aku terbiasa minum air dingin,g enak rasanya kalau minum air hangat"sungut Guntur


"Obat aja rasanya pahit,tapi kalau mau sembuh tetap harus di minum,sama air hangat sangat bagus diminum saat bangun tidur,bagus buat kesehatan kita,jangan protes terus saya hanya g mau jadi janda sebelum kesepakatan kita berakhir"menyajikan makanannya di meja makan


"Kamu nyumpahin aku?"


"Tidak,hanya mengingatkan saja,kalau anda sakit pasti akan merepotkan saya,belum lagi kalau sampai tiada sebelum saya lunasi hutang,saya kan jadi bingung mau bayar hutang nya kemana?"m ngambil peralatan makan dan menatanya juga di meja makan


"Jangan berlebihan,hanya karena air minum saja dibikin rame"Guntur duduk di kursinya dengan cekatan Rubby mengambilkan sarapan untuknya


"Mau nasi atau roti?"


"Nasi aja,bosan tiap hari sarapan roti terus"dengan cepat Rubby mengambilkan nasi goreng buatannya,tak lupa telur mata sapi setengah matang dan menuangkan air di gelas suaminya,kemudian dia duduk dan juga melakukan hal yang sama untuk dirinya sendiri


"Heeemmhh..ini enak,kamu sejak kapan bisa masak?"


"Syukurlah kalau tuan cocok dengan masakan saya,dari kecil saya sudah terbiasa masak mungkin kelas 3 SD saya sudah ikut bantu ayah memasak di dapur,karena tak ada ibu jadinya saat ayah kerja saya harus bisa masak sendiri"


"Emang ayah kamu tak khawatir kalau kamu kenapa-kenapa saat masak?kenapa g beli saja?"


"Ayah tak meminta saya untuk memasak,hanya saja saya merasa kasihan pada ayah,udah capek-capek kerja,pulangnya masih harus masak buat saya,kalau beli makannya tak akan kenyang karena dapatnya sedikit,jadi saya hanya meringankan beban ayah saja,disaat dia lelah bekerja pas pulang sudah ada makanan yang tersaji di rumah,paling tidak saya bisa mengukir senyuman di bibir ayah,itu sudah cukup buat saya senang"mendengar cerita Rubby membuat Guntur merasa sedikit tercubit hatinya,dia tak pernah membuat orang tuanya bahagia,selama ini dia selalu saja jadi beban buat orang tuanya..


"Ibumu udah lama pergi?kenapa ayahmu tidak menikah lagi?apa terlalu cinta hingga tak bisa berpaling ke lain hati?"


"Saya tidak tau,itu masalah hati tidak ada yang bisa melihatnya"Rubby sangat tak nyaman saat pembahasan masalah ibunya,bukan karena benci atau ada dendam tapi hatinya sangat ngilu saat mengingat wanita yang bergelar ibunya itu,dan Guntur merasakan perubahan sikap Rubby itu,meski dia berusaha terlihat biasa-biasa saja,jadi dia mengalihkan pembicaraan nya


"Kamu ada acara apa hari ini?"


"Tidak ada,hanya dirumah saja"

__ADS_1


"Kenapa?apa 'itu' mu masih sakit?"mengarahkan tatapannya ke bawah,dan itu membuat Rubby malu sekali


"Hah??tidak tuan,saya memang tidak pernah keluar kemana-mana,bisa dibilang termasuk wanita rumahan biasa,g akan keluar kalau g ada keperluan yang penting"


"Ooh.. berarti bisa temani aku ke restoran temanku?dia mau jual restorannya dengan harga lebih murah,karena sedang butuh uang untuk biaya operasi ibunya"


"Kenapa g pinjam saja,nanti bayarnya dicicil,kan sayang kalau restoran nya di jual,nanti kalau ibunya udah sembuh juga masih butuh biaya untuk menghidupinya juga kan,kalau tempat usahanya dijual,nanti mereka dapat pemasukkan dari mana?"


"Waaah..kamu termasuk orang pemikir jangka panjang yaach!setelah ibunya sembuh dia akan kembali ke tempat tinggal ibunya,disana dia sudah ada restoran yang baru,dan tak ada yang urus restoran disini,makanya dia berniat untuk menjualnya"


"Ooh..emang tuan masih ada waktu buat mengolah restoran?"


"Tidak ada siih,tapi saya bisa menyuruh salah satu orang kepercayaan saya untuk mengurus nya,jadi gimana?kamu bisa kan ikut kesana?"


"Bisa-bisa,tak masalah sama sekali"


"Setelah ini kita bersiap,dia tak punya banyak waktu untuk menemui ku,karena harus menjaga ibunya di rumah sakit"Rubby hanya mengangguk dan menyelesaikan makanannya dengan cepat,semua makanan yang tersaji sudah habis,dan Rubby langsung membersihkan dan mencuci peralatan makan yang tadi di gunakan


"Jangan kelamaan, aku tak suka menunggu"


"Baik tuan"Rubby segera menyelesaikan pekerjaannya dan langsung masuk kamar untuk bersiap


Beberapa menit berlalu,Guntur membuka pintunya dan tampilannya lebih santai dengan kos hitam yang menutup tubuhnya dengan pas,di tambah celana panjang warna navy,tak lupa kacamata hitam yang bertengger di hitung mancungnya


"Sudah tuan,maaf kalau membuat tuan menuggu lama sambil merapikan Krah bajunya"


"kenapa rambut kamu lipat?tadi saat di dapur terlihat panjang dan bagus"karena memang Rubby selalu melipat rambutnya hingga sebahu dengan bando tali yang biasa dia pakai


"Saya suka seperti ini,kalau terlalu panjang ribet dan g bisa bebas"


"Kan bisa diikat by,lebih simpel kan,g perlu repot ngelipat rambut kayak gitu,tampilanmu juga terlihat fresh nanti"


"Saya tidak suka merubah penampilan saya tuan,selama ini nyaman buat saya,apa ada masalah buat anda?"


"G juga sih,aku hanya kasih saran saja,kita berangkat sekarang deh,takut temanku nungguin"menggandeng tangan Rubby untuk berjalan keluar apartemen,bahkan Guntur membukakan pintu mobilnya


Saat di perjalanan sesekali mereka berbincang ringan,tak ada banyak percakapan,karena Rubby hanya menjawab pertanyaan bosnya saja tak mau balik bertanya


"By,kalau nanti kamu hamil apa kamu akan meminta pertanggung jawabanku?"tanya Guntur tiba-tiba


"Tidak"jawab Rubby singkat

__ADS_1


"Kenapa?"tanya Guntur bingung


"Karena saya tak mungkin hamil tuan"


"Aku minta kamu melayaniku selama satu bulan,dan selama itu aku tak mau pakai pengaman,bisa saja nanti kamu hamil"


"Saya akan melakukan pencegahan sebelumnya tuan"


"Kamu tak ingin hamil anakku?banyak perempuan di luar sana yang ingin mengandung anakku,agar dia bisa jadi nyonya muda di keluarga ku"


"Jangan samakan saya dengan wanita yang biasanya anda sewa tuan,karena saya berbeda saya tak ingin hamil dengan pria yang tak mencintai saya,karena nanti pasti anak yang jadi korbannya,ini dunia nyata bukan dunia novel yang endingnya pasti bahagia"


"Maksud kamu gimana?"


"Huuffh..saya dan anda tidak saling mencintai,kalau ada anak diantara kita pasti nanti dia akan jadi korban keegoisan orang tuanya,pernikahan kita sudah pasti tak akan bisa berlanjut,jadi saya memilih untuk tak ada lagi sesuatu yang mengikat kita berdua di kemudian hari,karena merawat anak sendirian itu tidaklah mudah,banyak yang harus di korbankan,banyak yang harus difikirkan, banyak yang harus dipertanggungjawabkan,dari masyarakat dan juga dari anak itu sendiri,saya tak ingin ada rubby-rubby yang lain yang jadi korban keegoisan orang tua nya,saya pernah menjadi anak yang tidak memiliki orang tua utuh,meski ayah saya memberi kasih sayang dan cinta seluas samudra,tapi tetap tak bisa mengganti sosok ibu yang ada di benak saya"


"Kamu tak ingin mempertahankan pernikahan kita?"


"Apa anda bercanda?saya cukup tau diri untuk bertahan disisi anda,ada banyak wanita cantik dan kaya yang bisa mendampingi Anda,dan tiap hari anda selalu melihat berbagai macam wanita dengan kelebihan yang tak ada pada saya,apa mungkin anda bisa menjamin jiwa dan raga anda bisa setia pada saya saja?jujur saja saya meragukannya,saya tipe orang setia dan tak suka di duakan apalagi sampai ditigakan atau bahkan disekiankan"


"Aku memang bukan pria yang setia,tapi aku bisa menjamin hidupmu bahagia"sahut Guntur


"Bagaimana anda bisa membahagiakan saya?"


"Dengan memberimu semua yang aku miliki,kamu bisa menikmati hartaku dan juga kemewahan yang aku punya"jawab Guntur sombong


"Itu semua tak menjamin kebahagiaan kita,buktinya banyak orang kaya yang sakit jiwa,bahkan sampai bunuh diri,karena pada dasarnya bahagia itu kita sendiri yang membuatnya,hidup sederhana dengan pasangan yang setia,bersama dengan orang yang mencintai dan ku cintai,tak harus kaya raya dan bergelimang harta,memiliki anak yang lucu-lucu dan menggemaskan,bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan pastinya selalu bersyukur pada yang kuasa itu sangat membahagiakan buat saya,apa anda bisa memberi itu semua?pastinya tidak,waktu anda adalah uang,bahkan rela tak bertemu orang tua padahal tak butuh waktu sehari untuk sampai ke rumahnya, sekarang boleh saya balik bertanya pada anda?"


"Tentu,bertanyalah"jawab Guntur singkat karena ucapan Rubby sangat menusuk hatinya


"Apa sekarang anda bahagia dengan semua yang anda miliki?"


Jleb.. pertanyaan Rubby tak bisa dijawab Guntur,karena definisi bahagia baginya itu masih sebatas punya banyak harta dan kemewahan,bisa mendapatkan semua yang dia inginkan,tapi dia juga tak merasakan kebahagiaan itu,diarak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dia miliki


"Aku cukup bahagia saat ini"


"Bagus kalau gitu,pertahankan kebahagiaan anda saat ini,semoga kebahagiaan anda bisa terus berada di diri anda"


"kenapa kamu bilang seperti itu?selama kita punya segalanya,maka kebahagiaan itu akan tetap ada"


"Ooh..kalau begitu pertahankan harta anda,agar kebahagiaan anda tidak hilang"

__ADS_1


Deg..kembali Rubby membuat Guntur bimbang,karena hatinya mulai terusik dengan ucapan Rubby, sebenarnya sampai saat ini dia juga belum pernah merasakan kebahagiaan yang sebenarnya,hanya saat bersama Rubby dunianya terasa lebih bermakna..


__ADS_2