Penjaga Hati

Penjaga Hati
Kembali Meragu


__ADS_3

Setelah berkutat dengan semua pekerjaan yang menumpuk, akhirnya waktu pulang tiba dan itu membuat Rubby sangat senang,dia benar-benar merasa sangat lelah,tak menunggu lagi,dia langsung merapikan meja kerjanya, meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku karena terlalu lama duduk tak berpindah posisi sedikitpun..


Guntur melihat apa yang dilakukan istrinya hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis,lalu menghampiri dan duduk di meja kerja Rubby..


"Capek?kamu tak harus bekerja sekeras itu sayaank"sambil menarik tangan istrinya dengan lembut


"Aku hanya mengerjakan tugasku saja,tak terlalu berlebihan juga kok"sangkal Rubby sambil tersenyum manis


"Kamu cukup datang ke kantor dan menemaniku saja,biarkan kerjaan kamu di selesaikan Igo atau Lucas,gimana?dengan begitu kita bisa program hamil,biar cepet punya baby"mata berbinar penuh harapan ditunjukkan Guntur pada istrinya,tapi entah kenapa Rubby menatapnya dengan sendu,ada rasa kurang percaya dengan apa yang ada di hidupnya saat ini, pernikahannya berawal dari sesuatu yang kurang berkenan,itulah yang membuat Rubby masih ragu


"Bukannya aku g mau,tapi aku sudah mengatakannya dari awal, kalau aku sudah melakukan pencegahan sampai satu bulan kedepan,jadi bisanya program hamil juga baru bulan depan"tutur Rubby lembut,ada rasa kecewa yang tampak di wajah Guntur,tapi dengan cepat dia merubah raut wajahnya


"Tak masalah,kita bisa berusaha tiap hari,aku tak akan menyerah"sahut Guntur bersemangat,Rubby menatapnya sangat dalam..


"Apa kamu sangat berharap kita segera mendapatkan momongan?"


"Tentu saja,aku butuh pewaris sayaank,dengan adanya anak hubungan kita akan makin erat,papa dan mama juga tidak akan mengekang ku lagi,karena sudah dapat kesayangan baru"dengan memeluk erat tubuh istrinya


"Kalau ternyata kita lama tidak mendapatkan keturunan gimana?apa kamu akan menikah lagi?"dengan nada bercanda untuk menutupi ketakutannya,karena dia takut sulit hamil karena melakukan pencegahan diawal pernikahannya,bahkan dokter juga mengatakan kalau sebaiknya tidak melakukan pencegahan..tapi karena pernikahan nya hanya sementara,dia fikir tak ingin membuat ikatan nya menguat,dengan adanya anak..pasti akan makin membuatnya terjerat dengan pria berkuasa di depannya ini,siapa yang menyangka kalau keadaannya akan menjadi seperti ini..

__ADS_1


"Eemmhh..akan ku fikirkan,mungkin aku tak akan menikah lagi,cukup hamili wanita,lalu mengambil anaknya untuk kita rawat bersama,mau bagaimana pun,darah lebih kental dari pada air,aku perlu pewaris yang asli dari darah dagingku"jawab Guntur santai tanpa beban,entah bercanda atau serius tapi itu membuat hati Rubby seperti dihantam Godam yang besar,sesak dan sakit sekali rasanya


"Bagus kalau begitu,aku tak perlu merasa terbebani dengan tanggung jawab melahirkan anak mu"sahut Rubby terlihat santai tanpa beban,tak sesuai dengan hatinya,dia tak bisa memaksa Guntur untuk setia pada dirinya,Guntur adalah pria yang bebas,banyak wanita yang dengan senang hati hamil anaknya,dia tak akan terlena dan menganggap tinggi kedudukannya saat ini,bisa jadi kedepannya posisinya akan terganti,ibu kandungnya saja tak menginginkan nya,apalagi seorang Guntur,yang merupakan pria idaman setiap wanita di kota ini..


"Aku tak akan memaksamu hamil,cukup Bisri saja kebersamaan kita"memeluk pinggang istrinya dan mengajaknya pulang bersama,Rubby mengikutinya tanpa penolakan


Saat di jalan,mama mertuanya menelpon memintanya ke mansion utama,jadi keduanya langsung meluncur menuju kediaman orang tua Guntur


"Kita mampir dulu ke toko kue,aku ingin membawakan kue buat mama"ucap Rubby sambil menatap suaminya yang fokus menyetir


"Ok,nanti di depan ada toko kue langganan mama,kita beli di sana saja"Rubby hanya mengangguk tanda setuju


sesampainya di toko kue,Rubby langsung turun,disusul Guntur dibelakangnya,Rubby sibuk memilih kue yang sekiranya disukai mama mertuanya,karena Guntur tak mau memberi tau kue kesukaan mamanya,jadi Rubby mencoba peruntungannya melalui instingnya saja..


"Kalau mama tidak suka,biar aku nanti yang memakannya"goda Guntur


"Huuuhh..kau ini menyebalkan sekali,apa salahnya memberi sedikit bocoran,itu bisa membantu istri mu mendapat dukungan dari mertuanya kan"keluh Rubby dengan mengerucutkan bibirnya,sangat lucu hingga membuat Guntur tertawa dibuatnya


"Kalau kita tidak di jalan,pasti aku sudah ******* bibirmu itu,apa kamu sengaja menggodaku?"

__ADS_1


"Menggoda apa?aku ini sedang kesal padamu,apanya yang menggoda?"Sungut Rubby makin kesal


"Hahaha..aku sangat ingin memakanmu saat ini"mobil berhenti tepat didepan mansion utama,Guntur masih dengan tawanya yang membuat Rubby tak habis pikir kenapa suaminya itu tertawa sekencang itu,padahal dia sedang benar-benar kesal saat ini..


Orang tua Guntur mendengar tawa dari luar bergegas pergi ke luar untuk melihat ada apa,hingga membuat putranya tertawa sekeras itu..tapi saat di depan pintu,mereka melihat Guntur yang sedang mengukung Rubby di depan pintu mobilnya,sangat dekat hingga membuat orang yang melihatnya berfikir yang tidak-tidak..jadi mama dan papanya urung mendekat pada mereka


"Apa yang kamu lakukan?menjauhlah,nanti papa dan mama melihat kita"Rubby mendorong tubuh suaminya yang menghimpitnya


"Biarkan saja semua melihat,kita kan sudah menikah,g ada masalah kalau mau mesra-mesraan di mana saja"mendekatkan wajahnya dan langsung menerkam bibir istrinya yang dari tadi menggodanya..Rubby membeku di buatnya,tak ada balasan darinya,karena belum bisa menguasai dirinya sendiri yang sedang terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilakukan Guntur padanya,


"Eemmh...huh..huh.."Rubby mulai memukul pelan dada Guntur saat dia hampir kehabisan nafas karena ciuman dari suaminya itu,dengan sedikit terpaksa Guntur melepaskan nya,padahal tangannya sudah mencari tempat favorit nya..


"Kita lanjutkan nanti saat di kamar,aku tak akan memakanmu di sini,sayang kalau ada yang melihat tubuh indahmu,dan suara mmerdumu saat mendesah menikmati sentuhan ku"goda Guntur sambil mengerling nakal pada istrinya,dan itu membuat Rubby merona karena malu..sedangkan mamanya Guntur ikut merona saat melihat kelakuan putranya,dan buru-buru masuk ke rumah agar tidak ketahuan


"Astaga..putraku sangat nakal,itu pasti menurun dari papanya"tuduh mama Guntur,


"Hahaha...tapi kamu menyukainya kan?gimana kalau kita naik ke atas dan melakukan ritual wajib?wajahmu sangat menginginkan nya sayaank"goda papanya Guntur


"Hust..jangan ngelantur,anak dan menantu sedang berkunjung,kita harus menyambutnya,kamu tau kan Guntur itu sangat sulit disuruh pulang,jadi kesampingkan dulu keinginanmu"omel mamanya Guntur

__ADS_1


"Bukan aku saja yang ingin sayaank,anak nakal itu benar-benar membuatku mati kutu"keluh papa kesal,dan itu membuat mama terkekeh dan merangkul lengan suaminya dengan mesra


"Kita bisa melakukannya nanti malam,bersabarlah sebentar lagi"bujuk mamanya Guntur,dan itu membuat wajah suaminya kembali berbinar seketika..


__ADS_2