
"Di..., kenapa kamu pergi diam-diam seperti ini...? kenapa kamu membohongiku lagi...? bukankah semalam kamu sudah berjanji tidak akan berbohong padaku...!!!"
"padahal kamu tau aku begitu mencintamu, tapi mengapa kamu tega meninggalkanku tanpa mengucapkan apa-apa...? bahkan untuk sekedar mengucap selamat tinggal...!"
"DASAR BRENGSEK...!!!" tiba-tiba teriakan keras dari Sonia membuyarkan lamunan Via.
"dasar bajingan...! cowok ga bertanggung jawab...! manusia egois...! seenaknya saja kamu pergi tanpa memberitahuku...!!! hiks... hiks... hiks..." Sonia terlihat menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"mengapa kamu pergi begitu saja...?!
apa benar kamu sudah tidak mencintaiku lagi...?!
apa kamu benar-benar tidak ada perasaan apa-apa lagi padaku...?!
apa sebegitunya kamu membenciku!bahkan sebelum pergi pun kamu enggan memberitahuku...!!! hiks... hiks... hiks..." tangis Sonia semakin menjadi.
melihat Sonia yang terisak membuat Via kembali termenung.
"sepertinya aku yang terlalu egois dengan menganggap hanya aku saja yang menderita...! padahal Dia jauh lebih sakit dan menderita...!"
Via lalu berdiri dan menghampiri Sonia.
"sudah Son..., sudah...! Dia sudah pergi, tidak ada gunanya lagi kamu menangisinya...!" Via berkata lembut, berusaha menenangkan Sonia.
"tapi Vi..., aku belum bisa menerimanya...! Dia pergi seenaknya, tanpa menjelaskan alasan yang sebenarnya padaku...! hiks... hiks... hiks..."
"mungkin Dia punya alasan sendiri untuk tidak menceritakannya padamu..., atau mungkin Dia merasa ini yang terbaik bagi kalian...!"
"alasan apa...?! terbaik apa...?!
mana ada yang baik dari pria pembohong dan pengecut seperti Dia...!!!" kata-kata Sonia mulai ngawur, efek dari arak yang terlalu banyak diminumnya mulai bekerja.
"aku tau kamu kecewa..., tapi sudahlah...! percuma juga kamu marah-marah, itu tidak akan membawanya kembali...!"
"aku ga perduli...!!! terserah kamu mau bilang aku marah, aku gila, atau apapun juga, aku ga perduli...!!! yang jelas, aku benci Dia...!!! cowok munafik yang kerjanya cuma mendekati wanita untuk sekedar bersenang-senang...! lalu setelah bosan, Dia pergi begitu saja...!!!"
"Son..., aku rasa kamu tau Dia bukan pria seperti itu...!"
"oya...?! lalu apa...?! pria terhormat...?! pria baik-baik...?! kalau Dia memang pria baik-baik, kenapa Dia meninggalkanku setelah aku memberikan segalanya padanya...?! hatiku...! jiwaku...! bahkan tubuhkupun telah kuserahkan sepenuhnya padanya...!!! ternyata Dia sama saja dengan yang lain, sama-sama BAJINGAN...!!!" Sonia semakin ngawur.
sesungguhnya, saat itu Via ingin sekali menjelaskan alasan kenapa Adi pergi demi menjaga nama baik pria yang dicintainya itu.
tetapi kerena Via sudah terlanjur berjanji untuk merahasiakannya, maka diurungkan niatnya itu.
"Son..., sepertinya kamu sudah kebanyakan minum dan lelah...! sebaiknya kamu istirahat saja dulu, besok baru kita lanjutkan lagi bicaranya saat kamu sudah tenang...!" kembali Via berusaha menenangkan Sonia.
bukannya makin tenang, Sonia malah semakin menjadi,
"kata siapa aku kebanyakan minum...?! kata siapa aku lelah...?! aku masih sadar...! bahkan sangat sadar untuk mengetahui bahwa Dia adalah bajingan paling brengsek didunia...!!! mudah-mudahan Dia mati tenggelam di sana...!!!"
"Son...! jaga ucapanmu...!!! jangan sampai kamu mengatakan hal yang akan membuatmu menyesal seumur hidup...!!!" Via yang mulai merasa kesal akhirnya menegur Sonia.
"aku tidak perduli...!!! lebih baik bajingan itu mati daripada terus menyakitiku...!!! lebih baik bangsat satu itu mati daripada..."
"cukup Son...! kata-katamu sudah sangat keterlaluan...!!!" bentak Via, menghentikan kata-kata Sonia yang semakin kacau.
"jangan kamu pikir cuma kamu saja yang menderita...! Dia juga sama...! bahkan lebih sengsara dari kamu...!!!" lanjut Via penuh emosi.
"darimana kamu tau...?!" tanya Sonia sengit.
"karena aku teman baiknya...!!!" balas Via tidak kalah sengit.
"ya, cuma sekedar teman baiknya...!!!"
"kalau kamu memang teman baiknya..., sekarang katakan padaku...! apa alasan Dia pergi dari sini tanpa memberitahuku...?!"
Via menggeleng,
"entahlah, kalau itu aku juga tidak tau...!"
"kalau kamu bilang tidak tau, berarti kamu sama saja dengan Dia, sama-sama PEMBOHONG...!!! masa sebagai teman dekatnya kamu tidak tau apa-apa...?!"
Via yang tidak tau harus membalas apa hanya terdiam.
melihat Via hanya diam, kembali Sonia berkata,
"ah..., jangan-jangan sebenarnya kamu tau alasan Dia pergi, tapi kamu sengaja tidak mau memberitahukannya padaku...!!!" Sonia menatap Via penuh curiga.
"kenapa aku harus seperti itu...?!" balas Via.
"karena kamu SUKA DIA...!!! dan kalian secara diam-diam memiliki hubungan khusus, lebih dari sekedar teman...!!!"
"DEG...!!!"
jantung Via kembali berdetak keras, menyadari setengah dari kata-kata Sonia memang benar adanya.
"jangan ngomong sembarangan...! aku dan Dia tidak seperti yang kamu kira...! kami hanya berteman, tidak lebih...!" kilah Via, berusaha menyembunyikan kepanikannya.
"jangan bohong...!!! apa kamu kira selama ini aku tidak tau bagaimana cara kamu memandangnya...?!" balas Sonia.
"dari pertama kita bertemu sewaktu pesta lamaran si Tommi..., sampai saat aku dan Dia pacaran..., caramu memandangnya tetap sama, tidak pernah berubah...! dan aku tau itu bukan cara memandang seorang teman, melainkan seorang KEKASIH...!!!"
"DEG...!!!"
kembali jantung Via berdetak keras.
"ah..., mungkin itu hanya perasaanmu saja...! aku tidak ada perasaan lebih kepadanya, selain teman...!!!" kembali Via berkilah.
"sudah kubilang JANGAN BOHONG...!!! kita sama-sama wanita, dan aku yakin kamu pasti memiliki rasa khusus padanya...!"
"terserah kamu mau bilang apa...! yang jelas aku tidak seperti yang kamu pikirkan...!!! kamu mungkin sudah mabuk, sampai ngomong ga jelas begitu...!"
"aku tidak mabuk...! kamu yang berbohong...!!!" balas Sonia sengit.
"aku tidak berbohong...! kamu yang mabuk...!" balas Via tidak kalah sengit.
__ADS_1
"kamu bohong...!!!"
"kamu mabuk...!!!"
"PEMBOHONG...!!!"
"PEMABUK...!!!"
sesaat Via dan Sonia saling menatap tajam,
"baiklah...! kalau kamu tetap bersikeras bahwa kamu tidak berbohong, sekarang coba buktikan...!" kata Sonia lagi.
"caranya...?"
"dihadapan semua yang ada disini, apa kamu berani bersumpah, bahwa kamu tidak pernah mencintaiNYA, dan tidak pernah memiliki hubungan khusus denganNYA selain teman...?!"
"DEG...!!!"
kembali jantung Via berdetak keras. pikirannya bingung, hatinya bimbang, antara melanjutkan kebohongannya, atau mengakui perasaannya yang sesungguhnya ke Adi.
"kenapa diam...?! takut...?!" tanya Sonia lagi.
mendapat sindiran dari Sonia, Via langsung menjawab, "aku tidak takut...!aku hanya sedang menyiapkan kata-kata...!"
"jangan banyak alasan...!!! kalau takut bilang saja...! dasar pembohong...!!!"
Via yang tidak ingin dikata-katai lebih jauh lalu menarik nafas dalam - dalam,
"AKU..., Sephia Sheila..., berani bersumpah, tidak pernah mencintai DIA..., dan tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan DIA selain teman...! PUAS...!!!" kembali Via menatap Sonia tajam.
"belum...!!!"
jawaban Sonia mengagetkan semua yang ada disana, termasuk Via.
"apalagi maumu...?!" tanya Via kesal.
"hukuman apa yang akan kamu terima jika kamu melanggarnya...?"
"terserah kamu saja...!"
"apa kamu yakin terserah aku...?!"
"tentu saja...! itu supaya kamu tidak mengganggap aku hanya sekedar asal bersumpah...!!!"
"bagus...!!! kalau begitu..., jika ternyata tadi kamu berbohong...! MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH MENJADI KEKASIH ATAU ISTRINYA SEUMUR HIDUPMU...!!! apa kamu berani mengucapkannya...?!"
"DEG...!!!"
kembali Via terdiam.
"Son, apa-apaan kamu...!" tiba-tiba Siska yang dari tadi hanya diam menyaksikan pertengkaran mereka ikut berbicara.
"apa hubungan antara tuduhanmu tadi dengan masa depannya...? bukannya Dia tadi sudah bersumpah tidak pernah mencintai Adi dan tidak mempunyai hubungan apapun selain teman...?!" lanjut Siska.
"trus..., maumu sekarang apa...?!" Siska terlihat kesal.
"seperti yang kubilang tadi...! suru Dia bersumpah lagi...!!!"
Sonia dan Siska lalu menoleh ke arah Via.
cukup lama Via berfikir, hingga akhirnya berkata,
"baiklah...! aku akan melakukan sesuai maumu...!!!"
baru saja Via selesai berkata, tiba-tiba Ayu menarik lengannya dari belakang dan berkata cemas,
"Vi...! jangan ngomong sembarangan...!!! jangan gara-gara emosi sesaat, lalu kamu mengucapkan sesuatu yang akan kamu sesali seumur hidupmu...!!!"
"Lemon benar, Vi...! lebih baik kamu akui saja tadi kamu berbohong, daripada kamu kehilangan kesempatan bersamanya seumur hidupmu...!" kali ini Siska yang berbisik ditelinga kiri Via.
kembali Via berfikir, menimbang saran kedua sahabatnya itu.
melihat Via kembali berfikir, Sonia yang mulai tidak sabaran langsung berkata,
"kenapa mesti difikir lagi...?! kalau memang sumpahmu tadi benar adanya, seharusnya kamu tidak perlu ragu untuk mengucapkannya...! atau jangan-jangan kamu memang ada hubungan khusus dengannya...?! atau mungkin saja setelah aku dan Dia berpisah, kamu menawarkan diri jadi pengganti diriku kepadanya...! sehingga dengan mudahnya Dia melupakanku...!!!"
tuduhan Sonia semakin menusuk ke dalam hati Via.
"Sudah Son...! sudah...!!! kenapa kamu terus memojokkan Via...!" Siska kembali menegur Sonia.
"aku bukan memojokkannya, Sis..! aku hanya ingin tau alasan Adi meninggalkanku...! dan aku yakin Dia tau itu...! tapi entah kenapa, Dia tidak mau memberitahuku...!!!"
"apa kamu tau, Vi...?!" kali ini Siska bertanya ke Via.
Via menggeleng,
"AKU TIDAK TAU...!!!" kembali Via memilih untuk berbohong, daripada mengingkari janjinya.
"kamu dengar sendirikan Dia bilang tidak tau...!" kembali Siska menoleh ke Sonia.
"aku tidak percaya...!!!" balas Sonia.
"kenapa...?!"
"kamu kan bukan orang bodoh, Sis..! apa perlu aku jelasin lagi dari awal alasannya...?!"
"ah.... itu..." kali ini Siska tidak bisa membalas kata-kata Sonia.
"sudahlah Sis...! biar aku yang menyelesaikan masalah ini dengannya...!" kata Via pelan.
"ta... tapi Vi..."
"percayalah padaku...! biar aku yang menyelesaikan masalah ini..., KARENA MEMANG HANYA AKU YANG BISA MENYELESAIKANNYA...!!!"
kata-kata Via yang penuh keyakinan akhirnya membuat Siska tidak bisa membantah lagi.
__ADS_1
"bagus...! akhirnya sekarang kamu mengerti posisimu...!" sahut Sonia lagi.
"sekarang semuanya tergantung kamu...! apa kamu berani bersumpah...! atau kamu mau berkata JUJUR...!!!" lanjutnya.
Via tidak membalas, hanya diam dan menarik nafas dalam-dalam, lalu berkata, "AKU BERSUMPAH...! jika aku..."
belum sempat Via melanjutkan kata-katanya, kembali Ayu menarik lengan Via, dan berkata panik, "Vi...! apa kamu yakin...?!"
"yakin Yuk...! aku lebih mati daripada dikatai pembohong olehnya...!!!" balas Via tanpa menoleh.
"lanjutkan...!" kata Sonia.
"aku bersumpah...! jika aku berbohong mengenai sumpahku tadi..., maka aku TIDAK AKAN PERNAH MENJADI KEKASIH ATAUPUN ISTRI ADI UNTUK SELAMANYA...!!! biarlah TUHAN dan ALAM yang menjadi saksi dan pengadilnya...!!!"
"KREK... KREK... KREK...
JEDARRRR......!!!"
baru saja Via selesai mengucapkan sumpahnya, tiba-tiba dari langit terdengar suara keras menggelegar, disertai kilatan cahaya nan menyilaukan, membuat semua yang ada disana terkejut, terutama Via yang langsung berjongkok sambil menutup mata dan telinga.
"JEDARRRR.....!!!! JEDARRRR....!!!! JEDARRRR....!!!!"
kembali suara tadi menggelegar, tidak hanya sekali, tapi berkali - kali, sehingga membuat angkasa bergelora.
kilatan cahaya pun terus berubah -ubah, putih, merah, putih, merah..., sehingga membuat langit tampak menyerupai neraka.
malam yang tadinya sunyi senyap kini bergemuruh tanpa henti, seakan-akan langit marah karena VIA TELAH MELANGGAR SUMPAHNYA.
"whua...!!! apa Tuhan marah gara-gara aku menipunya...?! Di..., tolong aku...! aku takut...!!!" batin Via, masih dengan mata terpejam.
"ah, tapi Dia sudah pergi...! mulai sekarang tidak akan ada lagi yang menolongku, aku harus berusaha mandiri...!"
setelah mengumpulkan segenap keberaniannya, perlahan Via mulai membuka matanya.
"JEDARRRR.....!!!! JEDARRRR....!!!! JEDARRRR....!!!!"
"Hah...!!!"
suara gemuruh terus bersahutan, kilatan cahaya pun terus menerangi langit. tapi bukannya takut, Via malah terkejut, atau lebih tepatnya terpesona.
langit kini tidak hanya berwarna merah dan putih saja, melainkan berwarna-warni.
ratusan kembang raksasa muncul dan menghilang silih berganti, disertai suara dentuman keras, sekeras ledakan meriam dari kapal perang raksasa.
seiring dengan itu, tetes air mulai berjatuhan membasahi kepalanya. tapi Via tidak perduli, Dia tetap asik memandangi langit, menikmati pemandangan indah malam itu, hingga tiba-tiba.
"Bram...! apa-apaan kamu...?!"
teriakan Ayu mengagetkan Via.
"ngapain kamu nyemprotin air keatas Via...?!" lanjut Ayu marah-marah.
ternyata air yang jatuh di kepala Via berasal dari keisengan Bram.
"supaya kelihatan lebih seru... ! hahahaha... hahahaha..." jawab Bram.
"seru jidatmu...!!! sudah! berhenti! nanti masuk angin Dia...!!!" bentak Ayu.
"iya, iya...! dasar bawel...! hehehe..." akhirnya Bram menurunkan selang ditangannya.
tanpa memperdulikan dirinya yang saat itu sudah setengah basah, kembali Via memandang ke langit, menikmati indahnya pesona di angkasa.
"JEDARRRR.....!!!! JEDARRRR....!!!! JEDARRRR....!!!!"
"JEDUARRRR....!!!!"
sebuah ledakan terakhir, ledakan yang paling keras, disertai percikan bunga api yang membentuk kalimat 'SAMPAI JUMPA... TUNGGU AKUNGU...!!!' mengakhiri kemeriahan langit malam itu.
...
"Bram, apa tadi dari Adi?" tanya Siska ke Bram seusai keadaan tenang kembali.
"kamu benar, itu hadiah perpisahan darinya ...!"
mendengar kata-kata Bram, seketika Via membatin,
"Di, apa kamu sedang mengujiku...?
kamu tau dari dulu aku paling takut melihatnya sendiri, dan selalu minta ditemani olehmu...! sekarang, saat kamu pergi, kamu sengaja menghadiahkannya untuk kami, padahal sebenarnya kamu hanya ingin mengujiku, apakah aku sanggup bertahan menghadapai segala rintangan hidup tanpamu...?!"
"kamu tenang saja...! seperti yang kamu katakan semalam, aku bukan anak-anak lagi, aku adalah Via yang sudah dewasa...! aku pasti bisa bertahan menghadapi kehidupan ini tanpamu...! kamu lihat saja nanti aku seperti apa, SAAT KITA BERTEMU LAGI...!" janji Via pada dirinya sendiri.
"tapi kenapa kamu ga bilang kalau mau menyalakannya? bikin kaget aja tau...!!!" Ayu terlihat mengomeli Bram.
"bagaimana aku bisa kasi tau kalian..?! dari tadi kalian berteriak, bertengkar, menangis, bertengkar lagi, menangis lagi... sampai akhirnya aku harus menunggu saat yang tepat untuk menyalakannya...!!!" sahut Bram kesal.
"untunglah saat Via tadi bersumpah, bisa kujadikan momentum yang sangat tepat untuk menyalakannya...! bukankah biasanya saat orang bersumpah kilat menyambar dan langit bergemuruh...?! nah, karena malam ini cuaca cerah, jadi aku rasa tidak mungkin kilat dan gemuruh datang, jadi aku buat saja seolah-olah seperti itu, hehehe..." lanjut Bram terkekeh.
"lalu apa hubunganya dengan kamu menyiram Via barusan...?!" Ayu kembali bertanya.
"ya biar serulah kayak disinetron emak-emak...!!! biasanya saat tokoh utama terlibat masalah, selalu diiringi hujan dan air mata...! tapi sayang, tadi Via ga nangis, jadi kurang gimana gitu...! hehehe..."
"dasar sinting...!!! otakmu ternyata sama saja dengan si Kampret itu...! sama-sama ga jelas...!!!" umpat Ayu kesal.
"terserah...! hehehe..." balas Bram cuek.
"oh iya, Vi..., Son..., urusan kalian berdua gimana? sudah beres...?" pertanyaan Bram membuat Via langsung menoleh ke Sonia, begitu juga sebaliknya, Sonia langsung menoleh ke Via.
"aku rasa sudah...! Dia sudah bersumpah, jadi tidak ada lagi yang perlu kupermasalahkan...! biar waktu yang nanti membuktikan...!" Sonia menjawab lebih dulu.
"sama, aku juga...!" balas Via menimpali.
"apa itu berarti kita lanjutkan pestanya lagi...?" tiba-tiba Bladuk menyahut penuh semangat.
"tentu saja...!!! hahahaha... hahahaha..."
__ADS_1