
siang itu...
didalam sebuah kamar yang terbilang cukup mewah, tiga gadis yang bersahabat sejak kecil sedang asik membahas sesuatu...
"jadi setelah berenang, kalian memutuskan untuk kepenginapan...?"
"iya..."
"kalian satu kamar atau sendiri-sendiri?"
"satu..."
"kasurnya satu atau dua...?"
"satu juga..."
"berarti kalian seranjang...?"
"iya..."
"apa dia menyentuhmu...?"
"iya..."
"wow...! berarti semalam kalian sudah..."
Via menggeleng.
"lho, kok...?! bukannya tadi kamu bilang Dia menyentuhmu...?! masa Dia cuma sekedar meraba-rabamu tanpa berkeinginan untuk bercinta...?!"
seorang gadis pendek bertubuh gempal, berkulit putih kemerah-merahan, dengan rambut hitam lurus dan mata hitam bulat nampak memandang Via dengan heran.
"bukan begitu Yuk...! semalam Dia sudah melakukan apa yang harus dilakukan seorang pria kepada wanita dalam keadaan telanjang...! tapi sayang, disaat kami hampir melakukannya, tiba-tiba Mamaku menelpon, sehingga Dia jadi teringat janjinya ke Mama, dan akhirnya kami batal melakukannya...!" jelas Via ke sahabatnya yang bernama Ayu.
"memang Dia janji apa ke Mamamu?"
kali ini seorang gadis tinggi langsing, berkulit kuning langsat, dengan rambut hitam bergelombang dan mata coklat sipit yang bertanya.
"Dia janji untuk tidak macam-macam, dan melakukan hal aneh-aneh kepadaku...!" jawab Via ke Siska, sahabatnya yang lagi satu.
"waduh...! sayang sekali kalau begitu...! padahal mimpimu sudah hampir terwujud...! pasti kamu kecewa...!" Ayu terlihat bersimpati.
"tidak hanya kecewa, Yuk...! aku juga sedih banget..., ternyata ga segampang itu bisa melakukannya dengan Dia...! tidak seperti kamu yang bisa dengan mudah melakukan itu dengannya...!"
"maksudmu...?" Ayu tampak terkejut.
"sudahlah, Yuk...! kamu tidak perlu menyembunyikannya lagi...! Dia sudah cerita apa yang terjadi diantara kalian malam itu...!"
mendengar kata-kata Via, Ayu langsung terdiam, wajahnya nampak pucat pasi.
"memang Dia cerita apa, Vi...?" kali ini Siska yang bertanya.
__ADS_1
"tanya aja sendiri sama Ayuk...! Dia pasti lebih tahu..." jawab Via malas.
Siska lalu menoleh ke Ayu,
"Mon..., memang apa yang terjadi antara kamu dan Adi?"
alih-alih menjawab pertanyaan Siska, Ayu dengan cepat menggenggam kedua tangan Via.
"Vi..., aku minta maaf Vi...! bukan maksudku menghianatimu...! tapi sumpah...! waktu itu aku ga sengaja...! waktu itu aku cuma ingin memancing Dia supaya jujur mengenai perasaannya ke kamu...! tapi bukannya terpancing, malah aku yang ikut ngawur...!"
Via hanya diam, wajahnya terlihat marah, matanya memandang kearah lain, seolah tidak sudi melihat Ayu.
"Vi..., jangan marah ya...? sungguh, aku ga sengaja...! aku ga ada perasaan apa-apa ke Dia, itu cuma ketidaksengajaan...! gara-gara kita saling ejek dan tidak ada yang mau mengalah...!" Ayu terlihat semakin panik.
Via bergeming.
"ayolah Vi..., jawab Dong...! kitakan sahabat dari kecil, masa kamu sampai segitunya marah sama aku...?"
"justru karena kita sahabat makanya aku marah...!!!" kali ini Via membalas, ketus, matanya menatap tajam Ayu.
"kamu bayangin saja sendiri gimana rasanya pacarmu TIDUR dengan sahabatmu...!!! andaikan kamu bukan sahabatku, mungkin aku tidak akan terlalu marah...! tapi kamu sahabatku Yuk, SAHABATKU...!!!" Via terlihat emosi, matanya mulai memerah.
"kamu yang selama ini terus mendorongku dan mendukungku untuk mencintainya malah BERCINTA dengannya dibelakangku...!!! itupun disaat aku dan Dia baru mencoba pacaran...! sampai akhirnya Dia yang merasa melanggar janjinya padaku memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kami, dengan alasan yang tidak aku mengerti...! hiks... hiks... hiks..." air mata mulai menetes di pipi Via.
"dan lebih parahnya lagi..., kamu yang tahu alasan Adi mutusin aku tidak pernah cerita dan jujur...! apa itu yang kamu sebut SAHABAT...!!! hiks... hiks... hiks..." air mata Via semakin deras menetes, semua kekesalannya pada Ayu telah Dia tumpahkan.
"apa benar yang dikatakan Via, Mon...?!" Siska yang akhirnya mengerti apa yang terjadi menatap Ayu tajam.
"yang benar saja kamu Mon...?! masa kamu tega gitu sama Via...?! parah kamu Mon, PARAH...!!!" Siska menggeleng-gelengkan kepala seolah tidak percaya apa yang telah diperbuat Ayu.
"a... aku tau aku salah Sis..., aku juga minta maaf karena ga jujur sama kamu, Vi...! hiks... hiks... hiks..." Ayu ikut meneteskan air mata.
"tapi biar kalian tau aja..., sesungguhnya, selama ini aku juga menderita...! disatu sisi aku terus merasa bersalah dan ingin sekali mengakuinya..., tapi disisi lain, aku juga takut..., takut Via marah dan membenciku...! hiks... hiks... hiks..." air mata semakin deras menetes di pipi Ayu.
"perasaan itu terus saja menghantuiku..., bukan hanya saat bersama Via, tapi hampir setiap saat...! bahkan aku sampai susah tidur...! huhuhuhu... huhuhuhu..." Ayu yang sudah tidak tahan akhirnya menangis.
melihat sahabatnya menangis, Via yang awalnya kesal dan marah mulai luluh dan iba, ternyata selama ini Ayu juga menderita gara-gara perbuatan bodohnya dengan Adi.
"mungkin benar selama ini kamu juga menderita...! tapi tetap saja perbuatanmu itu salah...!" tegur Siska.
"a... aku tau..., makanya sekali lagi aku minta maaf... bukan hanya ke Via, tapi juga ke kamu, Sis..., karena selama ini menyembunyikan masalah ini kekalian, padahal kalian berdua sahabatku... huhuhuhu... huhuhuhu..." tangisan Ayu semakin keras, layaknya anak kecil yang dilarang beli balon.
"Mon..., aku bisa aja maafin kamu, soalnya aku merasa tidak terlalu dibohongi...! tapi gimana dengan Via...?! apa yang telah kamu lakukan tentu telah menghancurkan hatinya...!!! apa kamu bisa maafin Lemon, Vi...?" kali ini Siska bertanya ke Via.
"entahlah, Sis...! aku juga ga tau...! perasaanku saat ini ga bisa dijelaskan, mungkin aku butuh waktu untuk memaafkannya..., atau mungkin..., tidak akan pernah bisa memaafkannya...!!!" jawab Via pelan, berpura -pura masih marah.
ya, tentu saja Via hanya berpura-pura marah. sesungguhnya, dari tadi Via sudah memaafkan Ayu, tapi karena ingin memberi Ayu pelajaran, Via berlagak seolah-olah masih marah, sehingga membuat Ayu makin panik.
"ayolah Vi..., jangan seperti itu...! aku mesti gimana biar kamu mau maafin aku...?! apa perlu aku lari telanjang keliling desa biar kamu mau maafin aku..?!"
"memang kamu berani...?!" tantang Via.
__ADS_1
"demi persahabatan kita..., apapun akan kulakukan...! jangankan cuma lari keliling desa, satu negarapun aku rela...!" balas Ayu cepat.
"ya sudah, coba kamu buktikan, biar aku percaya...!" tantang Via lagi.
sejenak Ayu berfikir, lalu perlahan di lepasnya baju dan celananya, dan kini, Ayu hanya mengenakan Bra dan ****** ***** saja.
"hahahaha... hahahaha..." melihat Ayu setengah telanjang, sontak Via tertawa dalam hati. tetapi Via berusaha menahan tawanya, dan tetap terlihat seolah masih marah.
Ayu yang merasa Via masih marah padanya, perlahan melangkahkan kaki menuju pintu kamar Siska.
baru saja Ayu hendak membuka pintu, tiba-tiba Via berkata, "katanya mau telanjang...! kenapa masih pake beha dan ****** *****...?! kamu gak tulus ya...?!"
kata-kata Via membuat Ayu dan Siska terkejut,
"Vi...! kamu serius nyuru Lemon lari telanjang bulat keliling desa...?!" tegur Siska, seolah tidak percaya Via bisa setega itu.
"tentu saja, Sis...! kalau tidak begitu..., bagaimana aku tau dia bener-bener tulus minta maaf...?!" balas Via cuek.
Ayu yang tidak mau dikatakan tidak tulus lalu melepas bra dan ****** ********.
dalam keraguan, Ayu perlahan membuka pintu kamar Siska.
melihat Ayu yang nekat keluar tanpa sehelai benang pun membuat Via tidak bisa lagi menahan tawanya,
"hahahaha... hahahaha... sudah Yuk..., sudah...!!! hahahaha... hahahaha... aku cuma bercanda... hahahaha... hahahaha..."
melihat Via yang tertawa terbahak-bahak, Ayu langsung mendekatinya,
"jadi dari tadi kamu ngerjain aku...?!" tegurnya.
"i... iya Yuk, iya... hahahaha... hahahaha..." jawab Via tetap tertawa terbahak-bahak.
bukannya marah, Ayu malah langsung memeluk Via,
"syukurlah Vi..., kamu sudah ga marah lagi sama aku..."
"ga mungkinlah aku marah sama kamu Yuk...! kamu kan SAHABATKU...!" balas Via ikut memeluk Ayu.
"sial...! aku pikir barusan kalian benaran serius...!" sambung Siska yang langsung ikut memeluk kedua sahabatnya itu.
...
kadangkala kita berbeda pendapat...
kadang kala kita berselisih paham...
kadang kala kita bertengkar...
kadang kala kita saling diam...
tapi semua itu tidak pernah membuatku membencimu...
__ADS_1
karena engkau SAHABATKU...