
"aku rasa disini cukup aman untuk kita saling berbagi perasaan...!"
"berbagi rahasia...!"
"yah, sama saja, hehehe..."
"lalu, apa itu...?"
"sebelum aku menjawabnya, aku ingin kamu juga nanti menjawab pertanyaanku...!"
"mengenai apa...?"
"banyak hal...! tujuanmu ke selatan, kalungmu, dan juga perasaanmu...!"
"tidak masalah, aku akan jawab semuanya...! tapi aku juga memiliki beberapa pertanyaan untukmu...! bagaimana kalau satu pertanyaan dibalas satu pertanyaan...?"
"aku rasa itu cukup adil...! silahkan kamu duluan...!"
"sebelum aku bertanya, bagaimana kalau kita bersulang dulu...? untuk kejujuran...!"
"ide bagus, untuk kejujuran...!"
"tring...!"
...
"apa itu...? apa yang membuatku bisa menjadi anggota istimewa di perusahaanmu...?"
"ANJINGMU...!!!"
"maksudmu, Simba...? apa hubungannya Simba dengan perusahaanmu...? dan mengapa ayahmu tadi mengatakan itu bisa menjadi penentu masa depan perusahaanmu...?"
"seperti yang pernah aku jelaskan padamu, anjingmu itu keturunan khusus dan hanya beberapa keluarga yang memilikinya, dan keluarga-keluarga itu adalah keluarga yang memiliki pengaruh besar di suatu negara atau di seluruh dunia...! ambil contoh di negara kita, satu-satunya yang memiliki anjing itu secara resmi adalah keluarga PRABU...!"
"Prabu...?! sepertinya aku belum pernah mendengarnya...!"
"tentu saja orang awam tidak banyak yang tau keluarga itu, tapi dikalangan atas nama mereka sangat terkenal...! mereka pemilik hampir semua rumah judi dan mal terkenal di negara kita. kalau tidak salah, di provinsimu ada salah satu mal mereka yang terkenal, yaitu JUPITER...!"
"ah, kalau itu aku tau, aku sering main kesana...! tapi aku baru tau itu milik keluarga Prabu...!"
"yah, begitulah...!"
"jadi maksudmu tadi, keluarga - keluarga berpengaruh itu sengaja memelihara anjing jenis itu karena gengsi...?"
"bukan gengsi, melainkan syarat utama untuk bergabung di LIGA HITAM DUNIA...!!! sebesar dan sekaya apapun keluarga mereka, sebelum memiliki anjing itu mereka tidak bisa bergabung dengan liga itu...!"
"Liga apa lagi itu...?"
"untuk saat ini aku belum perlu menjelaskannya padamu, tapi yang jelas, tujuan keluarga kami saat ini adalah kesana...! karena itu ayahku mengatakan anjingmu adalah masa depan keluarga kami...!""
"tapi bukannya kamu sudah punya Billa...?"
"Billa tidak bisa...! hanya yang jantan yang diakui...!"
"oh, begitu..., jadi intinya suatu saat kalian akan meminjam Simba dariku untuk bergabung di Liga apa itu namanya tadi...!"
"yah, kurang lebih seperti itu...!"
"baiklah, sepertinya aku sudah cukup mengerti...! tapi ada satu hal lagi yang mau kutanyakan mengenai Simba padamu...!"
"apa itu...!"
"seperti yang pernah kubilang sebelumnya, temanku menitipkan Simba padaku dan Dia mendapatkannya dari mantan pacarnya, apa itu berarti mantan pacarnya itu berasal dari keluarga yang berpengaruh...?"
"seharusnya begitu...! anjing itu adalah bukti nyata bahwa mantan pacar temanmu itu bukan berasal dari keluarga sembarangan...!"
"tapi aku tidak mengerti, kalau memang Simba adalah bukti nyata, mengapa Dia menitipkannya pada temanku...?"
"aku juga tidak tau pasti alasannya, tapi menurutku ada dua kemungkinan...! yang pertama, mantan pacar temanmu itu sedang terlibat masalah internal dikeluarganya, sehingga harus menitipkan anjing itu sementara waktu, dan akan mengambilnya kembali ketika benar-benar dibutuhkan...!"
"begitu..., lalu kemungkinan yang kedua...?"
__ADS_1
"mantan pacar temanmu itu bermaksud menjadikan temanmu sebagai PENERUS KELUARGANYA...!!!"
"a... apa itu mungkin...? temanku itu seorang pria, dan mantannya seorang wanita...! bukankah penerus keluarga itu selalu anak laki-laki...?"
"itu mungkin saja, jika mantan pacar temanmu itu anak tunggal...!"
sejenak Via terdiam, memikirkan kata-kata Wira.
"Vi..., apa kamu bermaksud menjadikan Adi penerus keluargamu...? yang itu artinya suatu saat kamu akan datang kembali menemuinya, dan menjadikannya suamimu...?"
"apa ada lagi yang kamu mau tanyakan mengenai itu...?"
pertanyaan Wira seketika membuyarkan lamunan Via,
"eh, aku rasa tidak ada...!"
"baiklah, kalau begitu sekarang giliranku...! mari kita bersulang untuk kejujuran...!!!"
kembali mereka mengangkat segelas tuak dan meminumnya.
...
"apa tujuanmu ke selatan...?"
"menemui nenekku...?"
"untuk...?"
"belajar ilmu pengobatan...!"
"kamu mau jadi dokter...?"
"bukan dokter, aku ingin mempelajari ilmu pengobatan tradisional...!"
"oh, maksudmu jadi dukun...?"
"bukan dukun, tapi tabib...!"
"karena aku ingin mengobati banyak penyakit...! tapi sayang kemampuan akademisku sangat buruk, sehingga aku tidak bisa menjadi dokter, maka satu-satunya jalan menjadi Tabib...!"
"aku tau itu...! dari penampilanmu kamu memang terlihat tidak pintar, yah, bisa dibilang mendekati bodoh...! hehehe..."
"terserah...! ada lagi yang mau kamu tanyakan...?"
"dimana nenekmu tinggal...?"
"menurut orangtuaku di desa ATURAJA TIGA...!"
"oh, provinsi ATURAJA...?"
"ya, desa Aturaja tiga, di provinsi Aturaja...! ada lagi...?"
"aku rasa tidak...! sekarang giliranmu...!"
"tring...!!!"
...
"apa maksud kakakmu tadi mengatakan kamu ingin menjadikanku bahan percobaan...?"
"hahahaha... sudah kuduga kamu akan menanyakan itu...! baiklah akan aku jelaskan...! sebenarnya aku mempunyai hobi yang buruk, yaitu melihat reaksi seorang wanita pada kekuasaan...!"
"hobi aneh macam apa itu...?"
"jadi begini, sesekali ketika menghadiri pertemuan penting, aku mengajak pacarku sebagai wakil, lalu menjadikannya sebagai anggota organisasi, seperti kamu barusan...! setelah itu aku akan membiarkan mereka melakukan apapun yang mereka suka, dan aku hanya memperhatikannya saja...!"
"lalu...?"
"mungkin karena merasa memiliki kekuasaan yang tinggi, sebagian besar dari mereka mulai mabuk kekuasaan dan bertindak sesuka hati...! hingga akhirnya aku yang merasa muak mencampakkan mereka begitu saja...!"
"wow..., ternyata kamu sadis juga...! sengaja membawa mereka terbang tinggi ke langit, lalu menghempaskannya begitu saja ketanah...!!!"
__ADS_1
"itu bukan salahku, itu salah mereka sendiri yang tidak tau diri...! hehehe..."
"lalu, dari semua pacar percobaanmu itu, apa tidak ada satupun yang berhasil memenuhi keinginanmu...?"
"ada...!"
"siapa...?"
"Asih...!"
"Asih...?! oh, berarti Dia mantan pacarmu...?"
"ya...! jadi ceritanya waktu itu aku baru mengenalnya selama dua hari...! saat itu ayahnya meminjam uang pada perusahanku dan tidak mampu membayar, lalu aku menawarkan menemaniku berkencan dan Dia menyetujuinya..!"
"ah, jadi kasusnya sama seperti Timi...?"
"kurang lebih seperti itu...! setelah dua hari berkencan, yang mana aku tidak pernah memaksanya, melainkan Dia yang memintaku menemaninya..."
"ya, ya, ya..., tidak usah kamu jelaskan lagi, aku sudah tau akal-akalanmu, teruskan saja ceritanya...!"
"saat itu kebetulan ada pertemuan besar, dan aku menjadikannya wakilku, lalu mengangkatnya menjadi wakil ketua di cabangku...! bedanya dengan mantan pacarku yang lain, saat menjadi wakil ketua, Dia tidak pernah bertindak seenaknya, dan selalu menuruti kemauanku...!"
"termasuk menemanimu di ranjang...?"
"hahahaha... pertanyaanmu sungguh tajam...! tapi, yah, begitulah adanya...! saat itu kami sungguh serasi, bahkan semua orang mengira kami akan terus bersama sampai di pelaminan...!"
"lalu, kanapa kalian sekarang berpisah...?"
"itu karena dia berhasil meraih posisi sebagai ketua cabang...!"
"lho, bukannya itu bagus...? ketua cabang menikah dengan tuan muda, pastinya itu akan menjadikan kalian penerus keluarga yang sempurna...!"
"seharusnya begitu...! tapi sayang, setelah menjadi ketua cabang, Dia malah gagal melewati ujian ketiga...!"
"ujian konyol keluargamu itu...! memang apa ujian ketiganya...?"
"aku rasa aku tidak perlu memberitahumu...!"
"kenapa...? bukankah kita tadi berjanji untuk berkata jujur...?"
"tidak menjawab bukan berarti tidak jujur, sayang...! aku hanya merasa tidak punya kewajiban menjawabnya, karena itu diluar pertanyaan awalmu tadi...!"
"ya sudah, kalau kamu tidak mau menjawabnya tidak masalah, toh itu tidak ada urusannya denganku...! yang jelas aku sudah mengerti maksud kakakmu tadi...! nah, sekarang giliranmu lagi...!"
"tring...!!!"
....
"kenapa kakek sialan itu sangat senang melihat kalungmu...? sepertinya kalung itu bukan kalung biasa...!"
"ya, kalung ini memang bukan kalung biasa, kalung ini berfungsi untuk menahan munculnya kemampuan khususku...!"
"kemampuan khususmu...?! kemampuan melihat hantu...? hahahaha... hahahaha... apa kamu serius bisa melihat hantu...? hahahaha... hahahaha..."
"bukan itu, tapi kemampuan khusus yang lain...!"
"apa...?"
"maaf, aku tidak bisa mengatakannya...! papaku bilang sangat berbahaya jika sampai ada yang tau, bisa-bisa banyak orang akan memburuku untuk memanfaatkan kemampuan itu...!!!"
"hmmmm... sepertinya itu kemampuan yang luar biasa...?"
"bukannya aku mau sombong...! itu memang kemampuan yang luar biasa, dan juga sangat berbahaya...! tetapi sayang, saat ini aku belum bisa mengendalikannya, karena itu aku masih harus banyak belajar dari nenekku...!"
"oh begitu...! ya sudah, mudah-mudahan kamu bisa cepat mempelajarinya, dan berjanjilah suatu saat nanti kamu akan menunjukkannya padaku...!"
"ya, aku berjanji...!"
"bagus, sekarang giliranmu...!"
"tring....!!!"
__ADS_1