PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
7. TAKDIR


__ADS_3

"oya, Sis..., nanti malam aku pinjam kamar tamumu, ya...?"


"buat apa...?"


"a... anu... itu... buat itu..." Via nampak kikuk.


"itu apa...?! yang jelas dong...!" tanya Siska kesal.


"i... itu... Dia janji malam ini... aku... Dia... kita... begitu..." Via memainkan kedua jari telunjuknya.


"siapa...? Adi...???"


"i... iya..."


"jadi maksudmu, Adi berjanji malam ini kalian akan melakukannya...?" tanya Siska lagi memastikan.


Via mengangguk malu-malu, wajahnya terlihat memerah.


"dasar orang aneh...! kemarin ada kesempatan bercinta ditolak...! sekarang malah buat rencana bercinta...! memang apa bedanya kemarin sama sekarang...?" umpat Ayu heran.


"seperti yang kubilang tadi, Yuk..., kemarin Dia janji sama Mama buat jaga aku dan ga macem-macem...! sedangkan hari ini katanya Dia ga ada janji, jadi kita bebas melakukan apa aja...!" jelas Via.


"ah, itu sih akal-akalan si Kampret itu saja...!" sahut Ayu cepat.


"padahal Dia tau maksud Mamamu bukan cuma semalam, melainkan seterusnya...! tapi Dia malah membuat seolah-olah Mamamu tidak melarang jika kalian bercinta malam ini...!" lanjutnya.


"Dia sih memang kayak begitu Mon...! ga jelas orangnya...! kadang sok pinter, kadang pura-pura bodoh...! susah ditebak...!!!" Siska menimpali.


"selain itu..., sering kali maksud dari perbuatannya ga ada yang mengerti, cuma Dia sama Malaikat aja yang tau...! contohnya sekarang, aku masih ga habis pikir, NGAPAIN DIA NGADAIN ACARA PERPISAHANNYA DIRUMAHKU, BUKAN DIRUMAHNYA...?! padahal yang datangkan ga banyak, cuma kita-kita saja...! mestinya rumahnya cukup luas untuk kita semua...!" lanjut Siska.


"entahlah, Sis...! aku juga ga ngerti..." balas Ayu.


"a... aku juga...!" Via ikut menimpali.


"ah, Adi pasti sengaja mindahin acaranya kesini untuk menghindari Sonia...!" batin Via menduga, teringat kata-kata Adi semalam.


"Di, Di..., apa kamu nanti ga menyesal karena ga ketemu orang yang kamu cintai untuk terakhir kalinya...?!"


"jadi kamar sebelah mana yang mau kamu pinjam...?" pertanyaan Siska membuyarkan lamunan Via.


"terserah kamu saja, Sis...!"


"kalau gitu kamar yang paling pojok saja, supaya tidak ada yang mendengar apa yang kalian lakukan didalam, hehehe..." goda Siska.


"ah, kamu..." Wajah Via kembali memerah.


"bagaimana kalau sekarang kita cek kondisinya...?" Siska langsung bangkit berdiri, diikuti kedua sahabatnya.


.


.


"gimana, cukup bersih kan?" tanya Siska ketika mereka sudah didalam.


"bukan cuma bersih, tapi juga sangat rapi..., aku rasa kami akan sangat menyukainya..." jawab Via memuji.


"tentu saja...! aku yakin kalian akan sangat menikmati malam ini, hehehe..." goda Siska lagi.


"tapi sepertinya kita harus membuatnya terlihat lebih romantis...!" Ayu menambahkan.


"setuju...!" balas Siska yang langsung memanggil pelayannya dan menyuruh menyiapkan apa yang mereka butuhkan.


...


tidak berapa lama, mereka mulai merias kamar itu.


"emmmmm... apa menurut kalian ini perlu?" Via nampak ragu.


"perlulah...! inikan malam pertama kalian...! jadi suasananya harus benar-benar romantis, sehingga kalian tidak akan pernah melupakannya, hehehe..." jawab Ayu, seolah -olah Via dan Adi akan berbulan madu.


"tapi Yuk? akukan malu...!"


"malu kenapa...?!"


"ya malu aja kalo Dia tau aku sengaja..."


"kenapa kamu mesti malu...?!" potong Ayu cepat.


"biar saja Dia tau kamu sengaja menyiapkan semua ini...! supaya Dia tau bahwa kamu merasa hal ini penting, bukan hanya sekedar bercinta dan selesai...!!! buat Dia merasa bahwa kamu benar-benar menganggap kesucianmu itu berharga...!!!" lanjutnya.


"apa itu penting, Yuk...?" tanya Via polos.

__ADS_1


"pentinglah...!!! semua wanita ingin melepaskannya dengan cara yang terbaik dan seanggun mungkin...! tapi tidak semua orang seberuntung dirimu Vi..., yang bisa melepaskannya dengan terencana, sehingga masih bisa mengaturnya sedemikian rupa...! bayangin saja aku dan Siska yang melepaskannya gara-gara mabuk dan diluar kendali...! sumpah...! sampai saat ini aku masih menyesali kejadian waktu itu...!!!" Ayu terlihat sentimentil.


"Lemon benar Vi..., diantara kita bertiga cuma kamu yang masih suci, dan kamu memiliki kesempatan untuk melepaskannya dengan sangat indah...! jangan seperti kami yang melepasnya dengan bodoh...! karena itu, sudah seharusnya kamu membuatnya menyadari bahwa malam ini malam yang sangat berharga bagimu, dan kamu ingin mengenangnya seumur hidupmu...!" Siska menambahkan.


"i... iya Sis..." akhirnya Via tidak membantah kedua sahabatnya lagi.


"oya Vi, nanti malam jangan lupa kamu pastiin Dia pakai pengaman...!" Siska mengingatkan.


"pengaman...???" Via terlihat bingung.


"iya, pengaman..., ******...! kamu kan ga suntik KB..., kalau kalian nekat ga pake pengaman, trus kamu hamil gimana...?!"


"aku sih ga sampe mikir kesana...! masa iya orang sekali melakukan bisa langsung hamil...?" jawab Via polos.


"ya siapa tau aja...! namanya lagi apes kan bisa saja...!" balas Siska.


"biarin saja Dia hamil...! toh kalau Dia hamil Dia malah senang...! karena mau tidak mau si Kampret itu harus tanggung jawab dan nikahi Dia...! bukan begitu Vi? hehehe...?" sahut Ayu terkekeh.


"ngaco kamu Mon...! memang kamu yakin Adi mau balik dan nikahi Via...?! Jangan-jangan Dia malah kabur dan ga balik-balik...! orang ga jelas kayak gitu...!" balas Siska sengit.


"coba aja kalau Dia berani ga tanggung jawab...! nanti aku yang..."


"yang apa...?!" potong Siska,


"apa kamu mau bilang kalau kamu mau negur dan marahi Dia...?! bukannya negur dan marahi, bisa-bisa malah kamu yang ikut hamil, hehehe..." kali ini Siska yang terkekeh.


"jangan ngomong sembarangan...! kamu pikir aku ga bisa jaga diri...!" Ayu tidak mau kalah.


"tentu saja kamu ga bisa jaga diri...! buktinya aja waktu ini...!!!" sindir Siska.


"itukan lain...! waktu itukan gara-gara aku mabuk...!"


"memang apa bedanya nanti...? aku rasa bakalan sama saja...!"


"ya bedalah...! nanti aku akan..."


"SUDAH...! CUKUP...!!!" Via yang dari tadi pusing melihat kedua sahabatnya bertengkar akhirnya angkat bicara.


"aku yang punya urusan kok malah kalian yang bertengkar...!" lanjutnya.


"tapi Vi..., inikan demi kebaikanmu...!" jawab Siska.


"aku tau maksud kalian baik..., tapi sudahlah...! apapun yang terjadi nanti, aku ga perduli...! biar aku dan Dia yang menjalani...! kita serahkan semuanya pada TAKDIR...!!!"


"dan mudah-mudahan aku hamil...!" harap Via dalam hati.


***


sudah lebih dari satu jam mereka merias kamar itu,


"yap, beres... aku rasa ini sempurna...!" Ayu terlihat puas mengamati hasil karya mereka.


"trus, hadiah perpisahanmu sudah kamu siapin?" lanjutnya, menoleh ke Via.


"sudah Yuk, ini..." Via mengeluarkan sebuah kotak kecil dibungkus kertas kado.


"memang isinya apa?"


"ah, cuma sebuah kalung perak, berisi namaku dan namanya..., supaya Dia selalu ingat aku...!"


"cukup bagus...!" guman Ayu.


"ya sudah, kamu taruh saja dulu diatas meja..., nanti habis kalian bercinta baru kamu pakaikan ke Dia..., biar kesannya lebih gimana gitu..." saran Ayu, yang langsung disetujui oleh Via.


baru saja Via menaruh kadonya, Siska berkata, "oya, gimana sambil menunggu acara nanti malam kita buka sebotol arak dulu...? anggap aja pesta melepas kesucian Via, hehehe..."


"boleh...!" sahut Ayu semangat.


"jangan ngacau...! mana ada pesta kayak gitu...!!!" protes Via.


"memang ga ada sih..., tapi ya kita ada-adain saja, biar seru, hehehe..." balas Siska tersenyum lebar.


"terserah kalian saja deh..." balas Via pasrah.


"dimana?" tanya Ayu.


"gimana kalau dikolam? sekalian kita berendam...!"


"OKE...!" jawab Via dan Ayu berbarengan.


***

__ADS_1


setelah berganti pakaian, kini mereka berada dikolam renang Siska.


sambil menikmati sebotol arak berwarna pink, mereka becanda dan bersenang - senang.


"trus, apalagi yang kalian bicarain semalam?" tanya Ayu ke Via.


"banyak Yuk..., selain kita bercerita mengenai masa lalu, kita juga saling jujur satu sama lain..." jawab Via.


"aku jujur mengenai semua yang kurasakan, dan Diapun jujur mengenai semua yang aku ingin tau, termasuk..." Via yang tiba-tiba teringat sesuatu menghentikan kalimatnya.


"termasuk apa...?" tanya Ayu penasaran.


"mengenai siapa yang Dia maksud waktu itu...!!!"


"maksudmu...? yang jelas dong, Vi...!" tegur Ayu kesal.


sejenak Via terdiam, lalu berkata,


"kalian ingat ga malam itu, sewaktu Dia teks-an sama Siska dan bilang orang yang sukainya berhurup depan eS dan belakang A...?"


"oh itu...! ya, ya aku ingat...! tapi bukannya sudah pasti itu kamu...?! memang siapa lagi...?!" balas Ayu.


Via menggeleng,


"bukan...! itu bukan aku...!!!"


"kalo bukan kamu, lalu siapa...?!" kali ini Siska yang bertanya.


sejenak Via terdiam, kemudian berkata,


"itu... KAMU...!!!"


"Hah...! aku...?!" Siska nampak terkejut.


"ya, kamu...! ternyata, selama ini orang yang dicintainya itu kamu Sis..., KAMU...!" Via menegaskan.


"ah, kamu bercanda kan Vi...? mana mungkin Dia suka aku...?!" balas Siska seakan tidak percaya kata-kata Via.


"aku ga bohong...! Dia sendiri yang bilang begitu...!!!"


"ah, mungkin Dia cuma bercanda...!" Siska masih tidak percaya.


"Dia ga bercanda Sis, Dia serius...! saat itu, Dia benar-benar jatuh hati dan cinta kamu...!" Via berusaha meyakinkan Siska.


"apa buktinya...?! kalian tau sendirikan Dia tidak pernah mengungkapkan perasannya padaku...?! malah Dia pacaran sama Sonia, teman baikku di perusahaan...! mungkin saja yang Dia maksud waktu itu dengan eS dan A adalah Sonia...?! ya, pasti Sonia...!!!"


Via menggeleng,


"Sis..., saat itu Dia benar-benar suka dan Cinta kamu...! tapi waktu Dia mau mengungkapkannya, secara tidak sengaja Dia menemukan sebuah kenyataan..., kenyataan yang membuat Dia urung mengungkapkan perasaannya padamu...!!!"


"kenyataan apa...?!" tanya Siska penasaran.


"kenyataan BAHWA KAMU DAN BRAM MEMILIKI HUBUNGAN KHUSUS...!!!"


Siska dan Ayu nampak terkejut.


"BRAM...!!! kamu serius Vi...?!" kali ini Ayu yang bertanya.


"iya, Yuk...! Siska dan Bram...! kalo ga percaya, tanya aja langsung ke Siska...!" balas Via.


"ah, kamu jangan percaya Dia Vi...! mungkin saja semalam Dia mabuk dan ngomong aneh-aneh ga jelas...! kalian tau sendirikan Dia orangnya kayak apa? sering ngomong ngawur dan sesukanya...!" Siska mencoba membantah.


"aku tau...! tapi semalam kita sudah berjanji untuk jujur...! jadi aku rasa Dia ga mungkin berbohong...!"


"mungkin saja Dia cuma memutar balikkan kata Vi...? Diakan orangnya kayak gitu...!" Siska bersikeras.


sejenak Via memandang Siska dalam-dalam, lalu berkata,


"baiklah kalau begitu...! untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang berbohong hanya dengan satu cara...!"


"apa...?!"


"buka Telpon Genggam rahasiamu sekarang...! kalau memang benar kamu jujur dan Dia berbohong, maka malam ini aku tidak akan melepas kesucianku padanya..., dan aku bersumpah...! aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi padanya, orang yang mengatakan akan jujur padaku tapi membohongiku...!!!"


sesaat Via menarik nafas panjang.


"tapi sebaliknya..., jika Dia jujur dan kamu yang berbohong, maka aku..."


"sudah Vi..., sudah...!" potong Siska.


"apa yang Dia bilang itu memang benar...! AKU MEMANG PUNYA HUBUNGAN KHUSUS DENGAN BRAM...!!!"

__ADS_1


__ADS_2