PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
8. TAMU TAK DIUNDANG


__ADS_3

"sore, Tante..."


"eh, Adi..."


"Via ada...?"


"ada diatas, lagi siap-siap. mau nunggu disini atau langsung keatas...?"


"langsung keatas saja tante...! kalau nunggu disini..., bisa-bisa sampai kambing bertelur Dia ga selesai dandan, hehehe..."


"ya sudah, kamu langsung naik saja keatas..."


"ga perlu...! aku udah siap...!!!" tiba-tiba Via berteriak sambil buru-buru turun dari tangga.


"kok tumben cepat...? sudah ga sabaran mau ketemu aku ya? hehehe..." goda Adi.


"bukan begitu...! tapi aku takut ada orang bodoh sembarang masuk ke kamarku...!" balas Via sengit.


"kok sembarangan...?! bukannya waktu itu kamu yang suru aku masuk...?!" protes Adi.


"iya, tapi kan ga gitu juga...!!! ah, sudahlah...! gimana kalau kita jalan sekarang...?"


"oke..." balas Adi mengulurkan sebelah tangannya ke Via.


"tumben kamu sok lembut...?! otakmu ada masalah ya...?!" Via nampak ragu menerima uluran tangan Adi.


"sudah, ga usah bawel...! anggap saja kita lagi kencan...!" Adi tersenyum manis ke Via.


"DEG...!"


melihat senyumnya Adi membuat jantung Via nyaris melompat.


"ter.. terserah kamu saja...!" balasnya gugup sembari menyambut uluran tangan Adi.


baru saja mereka pamitan, tiba-tiba mamanya berkata, "semoga hari kalian menyenangkan..., tapi ingat, nanti kalian jangan..."


"jangan apa, Ma...?!" potong Via cepat.


"Ma..., kitakan acaranya dirumah Siska...! jadi ga mungkinlah kita bikin yang aneh-aneh...!" lanjut Via cemas, takut mamanya mengatakan hal yang bisa membuat Adi berjanji untuk membatalkan kesenangan mereka malam nanti.


"bukan itu maksud Mama, Sayang..., Mama cuma mau ingatkan kalian jangan terlalu banyak minum...! takutnya nanti mabuk, kasian Adi besok berangkat...!"


"i... iya Ma... Via janji ga akan banyak-banyak minum..." Via bernafas lega.


"saya juga Tante..., saya janji ga akan minum sampai mabuk..., kecuali mabuk Cinta ke anak tante yang cantik ini, hehehe..."


"ADUH...!!!"


seekor semut menggigit pinggang Adi.


***


matahari mulai tenggelam...


bulan mengintip diam-diam dari balik awan gelap, seolah -olah malu memancarkan indah sinarnya...


malam itu,


ditaman belakang rumah Siska,


ditemani berbotol-botol tuak dan arak, tiga gadis dan lima pemuda berpesta...


mereka bernyanyi, menari, bercanda, dan tertawa sepuasnya, seolah-olah dunia ini milik nenek moyang mereka...


hingga tidak terasa, malam mulai larut...


"bro, jangan lupa...! nanti sampai disana kirim kabar...! biar aku tau kamu masih hidup...! Jangan-jangan kamu mati dimakan hiu, hehehe..."


seloroh pemuda pendek bertubuh gempal, berkulit hitam gosong, dengan rambut hitam keriting dan mata hitam besar.


"iya, iya... kamu tenang saja, Duk...! aku pasti kasi kabar...!" balas Adi ke pemuda yang bernama Bladuk.


"jangan lupa juga...! kalau punya kenalan cewek cakep, cepat kabari aku...! biar aku susul kamu kesana, hehehe..." kali seorang pemuda tampan bertubuh sempurna, berkulit putih dengan rambut pendek hitam lebat dan mata coklat yang berkata sambil terkekeh.


"Bram... Bram...! kalau aku punya kenalan cewek cakep, ngapain aku kasi tau kamu...! mending buat aku saja, hehehe..." balas Adi ikut terkekeh.


"oya Di, ngomong -ngomong soal cewek, aku mau kasi hadiah spesial buat kamu...!" kata Bram lagi.


"hadiah apa...?"


"karena ini malam terakhirmu disini..., aku mau kasi kamu hadiah seorang cewek yang BISA KAMU KENCANI SEPUASNYA...!!!"


"DEG...!!!"


mendengar kata-kata Bram, mendadak jantung Via berdetak keras.


"maksudmu...?" Adi terlihat kurang paham.


"sudah deh, jangan pura-pura bodoh...!!!" balas Bram.

__ADS_1


"kamu taukan aku punya banyak kenalan cewek yang bisa diajak kencan satu malam...?! jadi malam ini aku mau kamu pilih salah satu dari mereka untuk menemanimu..., Rita, Erika, Dina, Amel, Flesia..., pilih saja salah satu yang kamu suka..., kamu tenang saja..., nanti aku yang bayar...!" lanjutnya.


sesaat Adi terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian berkata,


"kalau aku ga mau...?"


"kamu ga punya alasan menolaknya bro...!" sahut Bram.


"kamu kan ga punya pacar...! dan ini hadiah dariku...! kalau kamu menolaknya, berarti kamu tidak menghargaiku...! jangan pernah panggil aku SAUDARAMU LAGI...!!!" ancam Bram.


"kalau Dia ga mau..., ngapain kamu paksa...!!!" tiba-tiba Ayu berkata sewot.


"kamu ga usah ikut campur Yuk...! ini urusan antar pria...!" balas Bram sengit.


"urusan antar pria apa...?! itukan cuma maumu saja...!!!" balas Ayu ikut sengit.


"kamu tau ga apa yang diinginkan pria dalam pesta...?!" tanya Bram ke Ayu.


Ayu menggeleng,


"biar kukasi tau ya...! dalam sebuah pesta, selalu ada tiga hal yang membuat pria bahagia...!!! yang pertama, MABUK...! yang kedua BERNYANYI...! dan yang ketiga, BERCINTA...!!!" lanjut Bram sambil memainkan jarinya.


"aku rasa tidak semua pria seperti itu...! mungkin cuma kamu saja...! soalnya OTAKMU-KAN MESUM...!!!" tuduh Ayu.


"aku ga bohong...!!!" bantah Bram.


"kalau ga percaya..., tanya saja kemereka...!" Bram memalingkan wajahnya ke Hengki, Bladuk dan Tommi.


"apa benar yang Dia bilang...?" kali ini Ayu bertanya ke tiga pemuda tadi.


"yah..., Kira-kira begitulah...! hehehe..." jawab Bladuk nyengir.


"aku rasa juga begitu...!" Tommi menimpali, sedangkan Hengki hanya diam seribu bahasa.


"tuh kan apa kubilang...! semua pria itu sama, hehehe..." Bram tertawa penuh kemenangan.


"tapi kalau Dia tetap bersikeras tidak mau, gimana...???" kali ini Siska yang bertanya.


"ya Dia harus mau...! kecuali Dia punya alasan lain...!!!" balas Bram kembali menatap Adi.


sejenak suasana nampak tegang, semua mata menatap kearah Adi, seakan-akan menunggu jawabannya hingga tiba-tiba,


"Bro...! kalau kamu ga mau, gimana kalau aku saja yang gantiin...?! hehehe..." suara Bladuk memecah keheningan.


"aku juga mau, hehehe..." Tommi ikut terkekeh.


"aku juga..." kali ini Hengki ikut bersuara, tapi pelan sekali, bahkan semut pun nyaris tidak bisa mendengarnya.


"daripada kalian ribut terus, kita tanya saja Dia...! kamu mau apa ngga...?!" lanjutnya memandang Adi tajam.


Adi yang saat itu terlihat bingung hanya menjawab pelan, "entahlah, aku juga bingung...!"


"ah, aku mau buang air dulu..." lanjutnya, yang langsung masuk kedalam rumah Siska.


...


selang beberapa saat, Adi kembali lagi.


"jadi gimana bro...? kamu mau ngga?" tanya Bram lagi.


kembali Adi menggaruk-garuk kepalanya, kemudian menjawab, "yah, mau gimana lagi...! demi menghormatimu, AKU MAU...!!!"


"DEG...!!!"


kembali jantung Via berdetak keras, wajahnya memerah menahan marah, perasaannya gelisah tidak karuan.


"Di, apa kamu lupa janjimu padaku...?!" batinnya menangis.


"trus, siapa yang kamu pilih...?" tanya Bram bersemangat.


"aku juga ga tau...! kamu saja yang pilihin...!" balas Adi.


sejenak Bram berfikir, kemudian berkata,


"ah, aku rasa Amel cocok untukmu...! selain cantik, seksi, goyangnya juga aduhai, mama mia e..., kamu pasti suka Dia, hehehe..."


"sesukamulah...!" balas Adi cuek.


"ya sudah, kalau begitu sekarang kita jemput Dia...!"


"jemput...?!" Adi terlihat mengerutkan dahi.


"ya dijemput lah...! masa kamu suru Dia datang kesini malam-malam sendiri...?! kalau dia nyasar bagaimana...?!" Bram terlihat sewot.


"ah, benar juga, ya...! hahahaha..." Adi menertawakan kebodohannya.


setelah Bram menelpon Amel, merekapun pergi meningalkan rumah Siska.


...

__ADS_1


selepas Adi dan Bram pergi, kembali mereka melanjutkan pesta dan bersenang -senang.


semua nampak gembira, kecuali Via yang galau dan gelisah, menunggu kedatangan Adi.


"sabar ya Vi..., mungkin Adi cuma ga enak aja sama Bram...! belum tentu Dia mau sama cewek ga jelas itu...!" Ayu berusaha menghibur Via.


"iya Vi..., kita semua tau Adi orangnya penuh komitmen, jadi aku rasa Dia ga akan melanggar janjinya...! mungkin saat ini Dia lagi cari cara untuk keluar dari jebakan Bram...!" Siska menimpali.


"a... aku tau Sis..., cuma aku khawatir Dia kebanyakan minum dan lupa janjinya...!" Via terlihat khawatir.


"sudah, kamu tenang saja Vi...! kita lihat saja nanti, apa Dia benar-benar bawa cewek sialan itu...!!! kalau benar, biar aku yang buat perhitungan duluan...!" Ayu mengepalkan tangannya.


"Lemon benar, Vi..., sebaiknya kita tunggu dulu mereka datang, baru kita pikirin lagi...! jadi daripada kamu terus galau, lebih baik kamu ikut bergembira... " Siska menimpali.


"i... iya Sis... iya..." balas Via pelan.


...


30 menit berlalu, Ayu dan Siska nampak asik bernyanyi dan menari, sedangkan Via masih duduk cemas tidak karuan. sesekali matanya memandang keluar, berharap Adi segera datang.


tidak berapa lama, terdengar suara motor memasuki halaman rumah Siska.


"DEG...!!!"


jantung Via mulai berdetak keras.


semua yang ada disana langsung menghentikan kesenangannya,


"aku penasaran, seperti apa sih Amel yang dibilang cantik dan seksi itu..." guman Bladuk, menyangka Adi yang datang.


"SAMA, AKU JUGA...!" batin Via yang memang daritadi penasaran seperti apa gadis yang akan dikencani Adi.


tepat setelah suara motor menghilang, dari luar terdengar langkah kaki berlari. nampak seorang gadis cantik bertubuh seksi, berkulit putih bersih, dengan rambut coklat bergelombang dan mata coklat memasuki taman belakang rumah Siska dengan tergesa-gesa.


"lho, kok Dia bisa tau acaranya disini...???" batin Via terkejut melihat siapa yang datang. perasaannya yang semenjak tadi sudah kacau menjadi lebih kacau lagi.


sampai ditengah taman, gadis tak diundang itu menoleh kesana- kemari, seolah sedang mencari sesuatu.


tidak menemukan apa yang dicarinya, gadis itu lalu mendekati Siska,


"Sis..., dimana Dia...?! DIMANA DIA...?!" tamu itu terlihat panik.


alih-alih menjawab, Siska malah tersenyum,


"eh, kamu datang juga...! kirain ga mau Ketemu Dia lagi? ternyata masih kangen ya? hehehe..." goda Siska.


"Sis..., aku lagi ga pingin bercanda...! dimana Dia, Sis...? dimana...?!" wajah gadis itu nampak tegang.


melihat keseriusan tamu itu, akhirnya Siska berkata, "tenang Son..., tenang...!!! Dia lagi keluar, bentar aja balik...!"


"keluar kemana...?" tanya tamu itu lagi, yang tidak lain adalah SONIA.


"lagi jemput teman kencannya...!"


"teman kencan...?! memang Dia sudah punya pacar lagi...?!" Sonia terlihat seakan tidak percaya.


Siska menggeleng, "bukan pacar..., tapi sekedar teman kencan...!"


Sonia nampak bingung.


"sudah...! nanti saja aku jelasin...! sebaiknya kamu duduk dulu, ga enak ngobrol sambil berdiri...!"


Sonia mengangguk, lalu duduk bersama Siska dan Via, sedangkan Ayu dan teman -teman yang lain kembali bernyanyi.


setelah meneguk segelas arak, Sonia kembali bertanya, "teman kencan, tapi bukan pacar...! aku ga ngerti maksudmu...?!"


"kamu kenal Bram, kan...?"


Sonia mengangguk.


"jadi..., tadi Bram mau ngasi hadiah perpisahan ke Adi, yaitu seorang gadis, yang bisa dikencaninya malam ini...! aku rasa kamu pasti mengerti apa yang kumaksud...! nah, sekarang mereka lagi jemput cewek itu...!"


"memang siapa gadis itu...?!"


"aku juga ga tau...! nanti kamu lihat saja sendiri...!"


kembali Sonia meneguk segelas arak.


"Ngomong-ngomong Son..., aku tidak menyangka kamu akan datang...!" kata Siska lagi.


"soalnya setelah kalian berpisah, kalian tidak pernah terlihat bicara berdua lagi, kecuali rapat di kantor....! aku kirain kamu benci mati sama Dia, dan ga mau ketemu lagi...! tapi, eh, rupanya kamu masih ada perasaan sama Dia...! ah, Jangan-jangan kamu masih Cinta Dia ya...? hehehe..." kembali Siska menggoda Sonia.


"tentu saja Dia masih cinta...!" batin Via yang mendengar percakapan mereka.


"entahlah, Sis...! aku juga tidak yakin dengan perasaanku...!" jawab Sonia pelan.


"ah, yang benar...?! kalau kamu ga yakin, ngapain kamu datang kesini...?! pakai acara lari-larian segala, kayak dikejar sapi kesurupan, hehehe..." ledek Siska.


"terserah kamu mau ngomong apa...! yang jelas, aku sekarang cuma mau ketemu Dia, TITIK...!"

__ADS_1


"dan mengatakan bahwa kamu masih cinta Dia..., dan memintanya untuk tidak pergi...!" batin Via CEMBURU.


__ADS_2