
duduk melingkar, gelas berputar...
malam itu...
dihalaman rumah Bladuk...,
Via, Siska, Ayu, Bladuk dan Tommi sedang duduk melingkar
diatas tanah, dibawah langit...,
alas kaki mereka jadikan tempat duduk.
ditengah -tengah mereka nampak sebuah gelas, beberapa botol arak dan rokok dari berbagai merk berserakan.
"jreng...."
"🎼ohhh...
mungkinkah diri ini...
dapat merubah buih yang memutih... menjadi permadani, seperti pinta...
yang kau ucap...
dalam janji cinta..."
suara Bladuk yang fales memecah keheningan malam itu. kucing-kucing dan anjing sekitar mulai lari menyelamatkan diri. beberapa dari mereka yang masih tinggal langsung menutup telinga, bahkan ada yang memakai penyuara telinga.
tidak berapa lama, Hengki dan Bram datang, ikut memeriahkan acara duduk-duduk gembira malam itu.
"🎼juga mustahil bagiku...
menggapai bintang dilangit, siapalah diriku...
hanya insan biasa...
semua itu, sungguh aku, tiada mampu..." Bram melanjutkan lagu Bladuk.
"🎼salah aku juga, karena jatuh cinta...
pria setampan dirimu, segagah para Dewa...
seharusnya aku, cerminkan diriku...
sebelum tirai hati, aku buka...
untuk mencintaimu..."
Via ikut melanjutkan.
hampir dua jam mereka bernyanyi dan bergembira, hingga akhirnya mereka mulai kelelahan.
"Sis, tadi kamu bilang ada hal penting yang mau kalian dibicarakan, mengenai apa?" Tommi melirik kearah Siska.
"oh, itu... aku ingin membicarakan mengenai Brandon, pacar Sonia...!"
"ow... Brandon yang waktu itu datang ke rumahmu dan dipukul pakai botol sama Via...?" tanya Tommi lagi.
"iya Tom..., kata Via, tadi pagi Dia sama anak buahnya datang kehutan mencari Via, sepertinya Dia mau balas dendam...!"
__ADS_1
"trus, apa mereka menemukanmu...?" kali ini Tommi melirik kearah Via.
Via menggeleng, "aku tadi sembunyi diatas pohon."
"diatas pohon...! memangnya kamu itu monyet...?! hahahaha..." tiba-tiba Bram tertawa geli.
"plok...!"
"Aduh...!"
sebuah tamparan keras di pahanya membuat Bram menjerit.
"kamu ya...! orang lagi serius malah bercanda...!!!" bentak Ayu dengan wajah kesal.
"maaf... maaf..., hahahaha... habisnya lucu aja ngebayangin Via diatas pohon...! hahahaha... "
"iya Bram, iya...! aku tau kok kalau aku hitam, jelek, berbulu, kurus lagi...! makanya kamu bilang kayak monyet...! tapi sebagai monyet, aku ini galak lho...! apa mau kepalamu kupukul pakai botol seperti Brandon...?!" ancam Via, bercanda.
"coba saja kalau berani, siapa takut...! hahahaha..." tantang Bram, juga bercanda.
"oke...!" Via langsung meraih sebuah botol kosong didepannya.
"sudah-sudah...!!! kita ini lagi ngomong serius, kalian kok malah bercanda...!!!" potong Siska kesal.
Via kembali meletakkan botol kosong tadi
"sekarang, apa yang mesti kita lakukan untuk membantu Via...?" lanjut Siska.
"kita serang saja Dia kerumahnya...! trus ancam supaya Dia jangan mendekati Via lagi...!" kali ini Bladuk yang berkata dengan penuh semangat.
"aku rasa itu tidak mungkin Bro...!" balas Tommi.
"karena Dia tinggal di kota...! apa kamu lupa kita lagi dalam masa hukuman...?! kita dilarang membuat keributan di luar desa, kalau kita melanggar dan ketahuan Armada*, bisa-bisa kita dipenjara...! tentunya aku tidak mau itu terjadi, bulan depan aku mau kawin bro...!" jelas Tommi.
(* Armada \= angkatan bersenjata yang bertugas menjaga keamanan negara, baik didalam dan luar negeri)
"Tommi benar Duk...! aku juga tidak mau gara-gara masalahku sampai kalian harus berurusan lagi sama Armada...!" Via ikut menimpali.
"kalau begitu, bagaimana kalau kita hajar mereka saat mereka masuk desa ini...? jadi kita bisa mengatakan bahwa kita diserang, dan hanya sekedar membela diri...!" Bladuk kembali telihat bersemangat.
"itu juga ga mungkin...!" kali ini Siska yang membalas.
"kalau kita hajar mereka disini, beritanya pasti akan langsung menyebar dan sampai ke orang tua Via. kalau orang tuanya tau Dia ada masalah dengan Brandon yang adalah penerus keluarga Mulia, kemungkinan besar orangtuanya akan langsung menyuru Via pergi ke tempat neneknya yang kejam...! dan Via ga mau itu terjadi...! karena dia mau merayakan ulang tahunnya yang ke dua puluh satu dengan kita."
"memang kapan ultahmu Vi...?" Bladuk menoleh ke arah Via.
"satu setengah bulan lagi, Duk..."
"hmmm..., jadi intinya..., apa yang harus kita lakukan untuk menjaga Via sampai satu setengah bulan lagi...?" Bladuk mengusap-usap dagunya yang tidak berbulu.
"tepat sekali...! tumben kamu pintar...! hehehe..." Ayu terkekeh.
"yah, namanya juga Dia sudah mulai mabuk...! pasti sedikit pintar...! hehehe..." Bram ikut terkekeh.
"trus, apa kalian ada ide atau rencana lain...?" Siska bertanya agi.
"belum..." sahut Bladuk.
"sama, aku juga belum ada..." Bram ikut menyahut.
__ADS_1
Tommi tidak menjawab, hanya menggeleng.
sedangkan Hengki yang dari tadi hanya diam menyimak, tiba-tiba mengambil gelas berisi arak dan meneguknya sampai habis.
melihat apa yang dilakukan Hengki, Bladuk langsung berkata,
"oh iya...! gara-gara mikirin Via dan Grandong itu, kita jadi lupa muterin araknya...!"
duduk melingkar, gelas berputar...
kembali mereka menikmati arak sambil memikirkan cara untuk mengatasi masalah Via.
...
setelah lima putaran berlalu, tiba-tiba Tommi berkata, "aku punya rencana utnuk menyelesaikan masalah ini...!"
semua pandangan langsung tertuju ke
Tommi, tetapi tidak ada satupun yang bersuara, seolah menunggu Tommi melanjutkan kalimatnya.
"satu-satunya cara supaya Brandon tidak menggangu Via lagi adalah dengan memaksa mereka berdua Duel*...!" lanjut Tommi.
(* duel \= cara menyelesaikan masalah dengan bertarung satu lawan satu. biasanya dalam duel selalu ada kesepakatan mengenai ganjaran yang akan diterima, baik pihak yang menang maupun yang kalah.)
"jadi kamu bermaksud menyuru Via menantang Brandon Duel...?" tanya Siska.
Tommi mengangguk,
"nanti dalam duel itu, Via akan mengajukan syarat, jika Dia menang, maka Brandon tidak boleh mengganggunya lagi...!"
"aku rasa itu ide yang bagus, tetapi juga sangat beresiko...! bagaimana jika Via kalah? pastinya Brandon akan mengajukan syarat yang bisa sangat merugikan Via...!" kali ini Ayu yang berkata.
"aku tau Yu..., makanya sebelum duel berlangsung, kita latih supaya Via menjadi kuat dulu, supaya tidak kalah dari Brandon...! bukannya kita punya dua petarung handal yang bisa mengajarinya bela diri...!" Tommi melihat ke arah Bladuk dan Hengki bergilir.
"aku sih memang jago berkelahi, tapi itu hanya berdasarkan naluri saja...! kalian tau sendiri aku ga pernah belajar beladiri, jadi sulit buatku ngajari Via...! lebih baik Dia belajar dari Hengki...! bukannya Hengki adalah ahlinya semua ilmu beladiri...!" sahut Bladuk menoleh ke Hengki.
semua mata kini menoleh ke Hengki.
"bagaimana Heng? aku rasa kalau dilatih kamu, dalam waktu sebulan Via pasti bisa bertarung...! yah, setidaknya untuk sekedar menghadapi Brandon...!" lanjut Bladuk.
sejenak Hengki telihat berfikir, kemudian menggelengkan kepalanya. wajahnya telihat kaku dan dingin, tidak ada emosi sama sekali.
mengira Hengki menolak melatih Via, semua yang ada disana terlihat kecewa.
"sombong banget...! masa ngajari Via saja kamu ga mau...! apa kamu ga perduli sama temanmu...!!" Ayu telihat kesal.
"iya Heng...! apa kamu ga kasian sama Via yang terus diganggu Brandon...! kamu tau sendiri malam itu Dia yang duluan cari gara-gara sampe Via memukulnya...!" sambung Siska ikut kesal.
"dasar manusia berhati dingin...!!!" Bram ikut-ikutan menghujat Hengki.
"dasar raksasa batu pencinta video porno...!!!" Bladuk tidak mau ketinggalan.
"lho, bukannya kamu juga sama, Duk...! sama-sama pecinta filem porno...! hehehe..." sahut Bram tiba-tiba, membuat semua yang ada disana sontak tertawa.
"ayolah Heng...! ajari Via beladiri, supaya Dia bisa menghadapi Brandon...! apa perlu aku nari telanjang didepanmu biar kamu mau ngajari Dia...?! hehehe..." kali ini Ayu berkata sambil menggoda Hengki.
"sudahlah Yu...! kalau Hengki ga mau jangan dipaksa...! mungkin Dia punya alasan sendiri, bukan begitu Heng...?" kali ini Via yang berkata.
Hengki yang pada dasarnya punya kelemahan takut berhadapan dengan wanita membalas tatapan Via dengan dingin. lalu perlahan sebelah tangannya dinaikkan, jari manis dan telunjuknya di bentuk menyerupai huruf V.
__ADS_1
"du... dua minggu...! cu... cukup DUA MINGGU...!"