PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
43. KAKEK MISTERIUS


__ADS_3

"terima kasih sudah berbelanja di toko kami, untuk unit kendaraannya segera kami kirimkan sesuai alamat yang tuan berikan...!"


"mbak, tolong dipastikan sore ini motornya sampai di tempat saya, karena mau dipakai besok pagi...!"


"siap, tuan...!"


...


"nah, berarti semua keperluan dan kendaraanmu sudah kamu dapatkan, apa ada lagi yang kurang...?"


"sebenarnya aku ingin pergi ke beberapa toko buku untuk mencari bukuku yang terbakar, tapi rasanya itu mustahil untuk bisa didapatkan, karena pemerintah sudah melarang buku itu beredar...!"


"pemerintah melarangnya...?! memangnya ada apa dengan buku itu...?"


"aku juga tidak tau...! kata orangtuaku, sewaktu mereka masih kecil buku itu sudah ditarik dari peredarannya...!"


"oya...? kalau boleh tau, apa judul buku itu...?"


"pemburu dan penyihir...!"


"hmmm.... sepertinya aku pernah mendengar judul itu, tapi aku lupa kapan...! eh, bagaimana kalau kita pergi ke toko buku-buku tua yang ada dikota ini? siapa tau saja salah satu dari mereka masih ada yang menyimpannya...!"


"memang kamu tidak kerja hari ini...?"


"siang ini aku bebas tugas, nanti sore baru ada pertemuan seluruh Biro, jadi kita punya waktu sekitar tiga jam untuk mencarinya...!"


...


hampir dua jam lebih Via dan Wira berkeliling dan memasuki toko-toko buku tua yang ada dikota itu, tapi mereka masih belum menemukan apa yang dicari, hingga sampailah mereka di sebuah toko buku yang sangat tua dan tidak terurus. semua tiang penyangga dan atapnya terlihat sangat rapuh, seakan bisa roboh kapan saja.


dengan hati-hati mereka memasuki toko itu.


"selamat siang anak muda, apa yang bisa kakek tua ini bantu...?" sapa pemilik toko ramah.


"kek, saya ingin mencari sebuah buku dongeng berjudul Pemburu dan Penyihir...! apa kakek punya...?" balas Via sopan.


sejenak kakek tua itu menatap Via dengan pandangan penuh arti, lalu kemudian menjawab, "hmmmm..., bukankah buku itu sudah lama dilarang pemerintah beredar...? untuk apa nona kecil mencarinya...?"


"oh tidak kek, saya hanya tertarik saja dengan isinya...!" balas Via.


"kenapa nona kecil tertarik dengan isinya...?" tanya kakek tua itu lagi.


"karena saya ingin memastikan sesuatu...!"


"apa...?"


"itu..., ah... sepertinya itu bukan sesuatu yang bisa saya katakan...!"


"teman saya benar, kek...! tujuan kami untuk mencari buku itu...! bukan urusan kakek untuk apa buku itu kami gunakan...! yang jelas, kakek punya buku itu apa tidak...?!" kali ini Wira yang menyahut.


"huh...! dasar anak muda jaman sekarang...! tidak punya sopan santun sama sekali.. ! saya tidak punya buku itu...! kalian cari saja ditempat lain...!!!" balas kakek tua itu kesal.


melihat kakek tua itu marah, buru-buru Via berkata, "ma... maafkan teman saya, kek..., Dia memang orang kampung yang tidak punya sopan santun...! apa kakek benar-benar tidak mempunyai buku itu...?"


"sudah saya bilang..., saya tidak mempunyai buku itu...!"


"baiklah kalau begitu, saya mohon maaf karena telah menganggu kakek, saya permisi dulu..."


dengan perasaan kecewa, Via lalu berbalik badan dan berjalan meninggalkan kakek itu.


baru saja sampai di depan pintu, tiba-tiba kakek tua itu berteriak,


"nona kecil...! untuk apa kamu mencari buku itu...?"


Via yang terkejut kembali berbalik badan,

__ADS_1


"nona kecil, untuk apa kamu mencari buku itu...?" ulang kakek tua itu.


"seperti yang saya bilang tadi, kek..., untuk memastikan sesuatu...!"


"apa yang sebenarnya ingin kamu pastikan...?"


"i... itu..."


belum sempat Via menjawab, kembali Wira menyahut,


"kakek tuli ya...! bukankah tadi saya sudah bilang ini bukan urusan kakek...!"


mendengar kata-kata Wira, dengan cepat Via menegurnya,


"Wir..., jangan kasar...! Dia hanya bertanya...!"


"aku tau, Vi...! tapi Dia hanya mempermainkanmu...! kamu dengar sendiri Dia bilang tidak punya bukunya...! lalu untuk apa Dia bertanya macam-macam...? mungkin saja Dia hanya ingin menipumu...!!!"


sesaat Via nampak bimbang, hingga tiba-tiba kakek tua itu berkata,


"saya memang tidak mempunyai buku itu, tapi saya mempunyai salinannya...!"


"salinannya...?!" Via nampak terperanjat.


"ya, saya mempunyai salinannya...!"


"di... dimana, kek...?" tanya Via terbata.


"di otak saya...!!!" jawab kakek tua itu sambil menunjuk kepalanya.


"tuh kan, Vi... kubilang juga apa...? Dia hanya mempermainkanmu...! mana mungkin ada orang yang mau repot-repot menghapal sebuah buku dongeng...! paling-paling Dia mengatakan itu supaya kamu mau membayarnya...!" sahut Wira.


"terserah kalian saja mau percaya atau tidak, yang jelas saya tidak berbohong...! untuk apa saya berbohong...? tidak ada untungnya sama sekali...!" balas kakek tua itu kembali kesal.


sejenak Via nampak berfikir, hingga akhirnya,


belum sempat kakek tua itu menjawab, kembali Wira menyahut,


"Vi, apa kamu serius mau membayarnya...!" bisa saja Dia berbohong hanya untuk mendapatkan uang...!"


"aku juga tidak tau, Wir...! bisa saja yang kamu katakan benar, Dia hanya ingin menipuku...! tapi aku tidak punya pilihan lain, buku itu benar-benar penting untukku...!"


"terserah kamu saja deh...! yang penting kamu jangan sampai menyesal...!" balas Wira pasrah.


"jadi, berapa yang kakek minta...?" Via kembali mengulang pertanyaanya tadi.


"dengan segala hormat, saya tidak membutuhkan uangmu, nona kecil...!"


jawaban kakek tua itu jelas membuat Via terkejut,


"lalu, apa yang kakek inginkan sebagai imbalannya...?"


"cukup nona kecil memberitahu saya, apa yang ingin nona kecil pastikan dari buku itu...!"


"kenapa kakek bersikeras ingin mengetahui hal itu...?" Via balik bertanya.


"saya tidak bisa menjelaskannya sebelum nona kecil menjawab pertanyaan saya tadi...!" balas kakek tua itu penuh misteri.


kembali Via nampak berfikir, lalu kemudian berkata,


"sebenarnya, saya ingin memastikan hubungan buku itu dengan kemampuan khusus saya...!"


"kemampuan khusus apa...?" kakek tua itu menatap Via penasaran.


"i... itu..., saya bisa melihat..." Via nampak ragu melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


"melihat apa...?" tanya kakek tua itu tidak sabaran.


"Dia bisa melihat hantu...!!!" kali ini Wira yang menyahut, membuat kakek tua itu mengerutkan dahinya.


"melihat hantu...?! apa benar nona kecil bisa melihat hantu...?" tanya kakek tua itu heran.


"bu...bukan kek, teman saya ini memang suka asal bicara...! mana mungkin saya bisa melihat hantu...! saya hanya bisa melihat..." kembali Via terlihat ragu.


"melihat apa, nona kecil...?"


sesaat Via melirik kearah Wira, lalu berjalan mendekati kakek tua itu,


"saya bisa melihat masa lalu...!" bisik Via ditelinga kakek tua itu.


sedikit terkejut, kakek tua itu kembali bertanya,


"melalui apa...?"


"melalui mimpi...!"


"kamu tidak bohong...?"


"tidak, kek..., untuk apa saya berbohong...!"


kalau kamu tidak bohong, coba buktikan...!"


"caranya...!"


"sekarang kamu pegang tangan saya, dan katakan apa yang kamu lihat...!"


"sa... saya tidak bisa, kek...!"


"kenapa tidak bisa...? seharusnya sebagai pemilik kemampuan itu, kamu bisa melihatnya...?"


"itu karena saya belum bisa mengendalikannya, kek...!"


"oh, berarti kamu baru sadar memiliki kemampuan itu...?"


"i... iya, kek...!"


"baiklah, kalau begitu seharusnya kamu memiliki penangkalnya...!"


"penangkal...?! maksud kakek...?"


"yah, mungkin sebuah benda, atau kertas mantra yang berfungsi sebagai penahan kekuatan itu muncul tiba-tiba...!"


Via yang akhinya menyadari maksud kakek tua itu langsung berkata,


"a... ada, kek...! kalung yang saya pakai.. .!"


"boleh saya melihatnya...?"


"maaf, kek..., tapi kata papa jangan pernah menunjukkannya ke orang lain...!"


"saya mengerti kekhawatiranmu, nona kecil...! tapi kamu tidak perlu takut, saya tidak bermaksud buruk...! saya hanya ingin memastikannya saja...!"


"ta... tapi, kek...!"


"percayalah pada saya...! saya hanya ingin membantumu menemukan jawaban yang kamu cari...!"


"ba... baiklah, kek...!"


perlahan Via mengeluarkan kalung yang dipakainya, dan memperlihatkannya pada si kakek tua.


sejenak kakek tua itu memperhatikan kalung Via dengan seksama, hingga tiba-tiba,

__ADS_1


"hahahaha... hahahaha... akhirnya...! akhirnya DIA YANG KUTUNGGU DATANG JUGA...!!! hahahaha... hahahaha... itu artinya, SEBENTAR LAGI TUGASKU AKAN SELESAI...!!! hahahaha... hahahaha...!!!"


__ADS_2