
"DUEL...! hahahaha..., jangan membuatku tertawa...! kamu pikir aku mau melayani tantanganmu...! apa kata dunia jika mereka tau aku ber-Duel dengan seorang gadis lemah sepertimu...! hahahaha..."
"jangan banyak alasan...! bilang saja kamu takut...! dasar cowok pengecut...!"
"aku bukannya takut...! aku hanya tidak mau melakukan hal bodoh yang tidak adil buatku...!"
"tidak adil bagaimana...! bukannya sebelum duel kita sama-sama mengajukan syarat yang harus dipatuhi pihak yang kalah...!"
"aku tau...! tapi tetap saja aku diposisi yang tidak menguntungkan...! seperti yang aku bilang tadi, jika kamu kalah, semua orang akan menganggap itu wajar. tapi jika aku yang kalah, maka semua orang akan menertawakanku, tentu saja itu sangat tidak Adil buatku...!"
"lali, supaya adil bagaimana...?"
"ya, kamu jadi cowok dulu, baru aku mau melayani tantanganmu...! hahahaha..."
"dasar sinting...! mana mungkin itu bisa terjadi...!" Via terlihat kesal.
"mana aku tau...! itukan urusanmu...! hahahaha...!"
"ka... kamu...!"
Via yang tidak bisa membalas kata-kata Brandon hanya bisa memandangnya dengan kesal.
saat Brandon merasa lega bisa menghidari tantangan Via, Tiba-tiba sebuah suara berteriak dari belakangnya,
"hei bangsat...!!! barusan kamu bilang tidak mau melawannya karena Dia seorang gadis...! bagaimana kalau kamu melawanku...?!"
Brandon yang terkejut sontak membalikkan badan.
nampak Bladuk berjalan mendekatinya dengan wajah sangar.
"me... melawanmu...!"
seketika Brandon langsung gemetar ketakutan. tentu saja Brandon ketakutan, Dia sendiri menyaksikan bagaimana Bladuk menghajar tujuh anak buahnya dengan mudah. padahal anak buahnya memiliki kemampuan beladiri yang cukup lumayan, sedangkan Dia sendiri tidak memiliki kemampuan apa-apa, hanya bisa memukuli orang yang sudah tidak berdaya.
"ke... kenapa aku harus melawanmu...?!" perlahan Brandon melangkah mundur.
Bladuk tidak menjawab, langkahnya semakin cepat mendekati Brandon, wajahnya terlihat sangat menyeramkan.
"tu...tunggu...! aku tidak ada masalah denganmu...! ke... kenapa aku harus..."
"KARENA AKU YANG PUNYA MASALAH DENGANMU...!!!" bentak Bladuk sembari mendorong Brandon hingga jatuh terduduk.
"am... ampun bang jago...! a... apa salahku...?!"
"Plak...!"
"awww...!"
setengah berjongkok, Bladuk menampar sebelah pipi Brandon.
"kamu memang tidak punya salah apa-apa padaku, tapi karena kamu berani mengganggu temanku, maka itu artinya kamu menggangguku juga...!"
"Plak...!"
"awww...!!!"
kembali Bladuk menampar pipi Brandon yang satunya.
"karena itu sekarang kamu cepat bangun...! aku menantangmu Duel...!"
"a... ampun Bang..., saya tidak berani...!"
"Plak...!"
"wha....!"
kali ini Bladuk mengeplak kepala Brandon.
"tidak berani bagaimana...! tadi bilangnya tidak mau melawan cewek...! katanya malu diketawain. sekarang aku tantang, bilang tidak berani, maumu apa? hah...!!!" bentak Bladuk.
"i... tu... a... aku..." saking
takutnya, Brandon sampai kehilangan kata-kata.
Bladuk lalu menjambak rambut Brandon dan berkata, "cepat katakan! kamu ingin melawan siapa...?! kalau tidak, aku telanjangi kamu disini, dan kupotong burungmu, biar sekalian kamu jadi banci...!"
"ja... jangan Bang...! aku masih ingin menjadi pria normal...!"
"plak...!"
"wadaooo...!!!"
kembali Bladuk menampar pipi Brandon.
"makanya jawab...!!! jangan tunggu kesabaranku habis...!"
"i... iya Bang...! a... ku... aku mau melawan Dia...!"
"kalau begitu cepat bangun, dan hadapi Dia...!!!" kembali Bladuk mendorong Brandon hingga tersungkur.
sambil menahan sakit, Brandon perlahan berdiri dan menghadap Via.
"ba... baiklah, aku terima tantanganmu...! sebutkan syaratmu...!"
"kalau aku menang, aku minta kamu melupakan kejadian malam itu...! jangan pernah lagi menggangguku, keluargaku ataupun teman-temanku...!" balas Via.
"baiklah, aku setuju...!"
__ADS_1
"lalu syaratmu...?" Via balik bertanya.
"kalau aku menang, maka selama sebulan kamu jadi budakku, dan aku bebas melakukan apapun padamu, APAPUN...! apa kamu setuju...?!"
"tidak masalah...! aku setuju...!" jawab Via tanpa ragu.
"baiklah, jika kalian sudah sepakat, maka sebaiknya duel ini dimulai, supaya kita bisa segera akhiri semua ini...!" sahut Tommi dari jauh.
"baik...!" sahut Via yang langsung memasang kuda-kuda.
"tu... tunggu dulu...!" tiba-tiba Brandon berkata sambil mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya.
"sebelum memulai duel, aku ingin merokok dulu sebatang untuk menghilangkan ketegangan...! kamu tidak keberatan, kan...?" tanyanya ke Via.
"silahkan...! aku tidak masalah...!" balas Via.
"cisss..."
Brandon lalu menghidupkan sebatang rokok dan menghisapnya.
tanpa ada yang menyadari, diam-diam Brandon mengeluarkan sebuah petasan, menyulutnya dengan bara dari rokoknya, dan melemparnya jauh-jauh.
"Duar...!!! tratatatatata...!!! tratatatatata...!!!"
suara petasan mengagetkan semua orang, begitu juga Via, yang langsung menoleh kearah suara itu berasal.
saat semua mata fokus kearah petasan, tiba-tiba seorang pria berjas merah menyerang Via dari belakangan menggunakan sebilah pisau.
"****...!!!"
"auwww...!!!" pekik Via, darah segar menyembur dari lengan kirinya.
kembali pria berjas merah itu menyerang Via, tapi kali ini dengan sigap Via berhasil mengelak.
"wutt... wutt..." pria tadi menyerang lagi.
saat Via mulai terdesak, tiba-tiba seekor mahkluk berwarna putih menerjang pria itu, sehingga memaksa pria itu mundur beberapa langkah.
"grrrr..." mahluk yang tidak lain adalah Simba menggeram, mencoba melindungi tuannya.
"anjing bangsattt...!!! minggir dari sana...! atau kamu juga mau ku tebas...!" ancam pria itu sambil mengarahkan pisaunya ke Simba.
"kamu yang bangsat...!!!" tiba-tiba sekelebat bayangan melesat kearah pria itu.
"dug...!!!"
"bruk...!"
"arrgggg...!!!"
"Vi, kamu gapapa...?" tanya Bladuk ke Via.
"aku gapapa, Duk..." balas Via sambil memegang lukanya, menahan agar darah tidak mengucur lagi.
"bangsat...! kamu mau main curang ya...?!" Bladuk menunjuk Brandon penuh kemarahan.
"ma... main curang gimana, bang? daritadi aku cuma merokok kok, apanya yang main curang...?!" jawab Brandon pura-pura bodoh.
"pasti kamu sengaja menghidupkan petasan supaya kami lengah...! dan anak buahmu kamu suru melukainya...!"
"aku hanya iseng ngidupin petasan, supaya menghilangkan tegang...! lagian, apa abang punya bukti aku yang menyuruh menyerangnya...?! mungkin itu hanya inisiatifnya saja, hehehe..." kilah Brandon.
"jangan bohong...!!! ini pasti akal-akalanmu untuk mencedarainya...!"
"sudah kubilang, bang..., aku tidak tau...! kalau abang tidak percaya, tanya saja langsung ke Dia...!" Brandon menunjuk pria penyerang Via tadi.
baru saja Bladuk hendak mendekati pria itu, tangan Via langsung menahannya.
"jangan, Duk...! percuma kamu tanya Dia, Dia pasti tidak akan mengaku...!"
"tapi Vi, pasti Dia disuru..."
belum sempat Bladuk menyelesaikan kalimatnya, Via berkata lagi,
"sudahlah Duk...! daripada kamu buang-buang waktu memaksanya mengaku, lebih baik kamu bantu aku membalut lukaku...! biarkan aku segera bertarung dengannya, sebelum darahku banyak keluar...!"
"apa kamu yakin...? dengan kondisimu sekarang, apa kamu yakin bisa mengalahkannya...?" Bladuk terlihat khawatir.
"kamu tenang saja...! aku tidak akan kalah darinya...! aku lebih baik mati daripada menjadi budaknya...!"
melihat keteguhan Via, akhirnya Bladuk mengalah dan merobek sebagian bajunya, lalu mulai membalut luka Via.
setelah memastikan darah tidak mengalir lagi, Via lalu mendekati Brandon.
"apa kamu siap...?"
"tentu saja, kapanpun aku siap, hehehe..." Brandon terlihat percaya diri.
baru saja Brandon selesai berkata, Via langsung melancarkan sebuah pukulan yang tepat mengenai perutnya.
"hoekkk..."
darah segar mengalir mulut Brandon.
kembali Via melancarkan pukulan, tapi kali ini berhasil ditepis Brandon.
Brandon yang tidak mau hanya bertahan, langsung melancarkan beberapa pukulan.
__ADS_1
jual beli pukulan dan tendanganpun mewarnai jalannya pertarungan mereka.
"bug...!"
"bag...!"
"bug...!"
"bag...!"
sejenak pertarungan terlihat imbang, beberapa kali pukulan dan tendangan Via mengenai Brandon, dan begitu juga sebaliknya.
tetapi lama-kelamaan, Via yang memiliki daya tahan tubuh jauh lebih baik dari Brandon mulai menguasai pertarungan. hingga akhirnya, sebuah tendangan keras dari Via membuat Brandon jatuh terguling-guling.
"hoek...!!!" darah segar kembali mengalir dari mulut Brandon.
"sial...! dasar cewek liar...!!!" maki Brandon, sambil menyeka darah di bibirnya.
"apa kamu menyerah...?!" tanya Via.
"menyerah...! huh! siapa sudi...!!!" kembali Brandon bangkit dan menyerang Via.
"bug...!"
"bag...!"
"bug...!"
"bag...!"
"hoek...!!!"
kembali tendangan keras Via mengenai pinggang Brandon, sehingga membuatnya jatuh tersungkur.
"apa kamu menyerah...?!" tanya Via lagi.
"menyerah...! jangan bercanda...! mana mungkin aku menyerah sama cewek lemah sepertimu...!!! mungkin sekarang kamu unggul, tapi lihatlah sebentar lagi, kamu tidak akan bisa apa-apa lagi, hehehe..." Brandon tersenyum penuh arti.
"aneh...! bukannya Dia seorang pengecut? seharusnya Dia sudah menyerah setelah kuhajar berkali-kali, tapi kenapa Dia malah tersenyum...?! pasti Dia sedang merencanakan sesuatu, aku harus berhati-hati...!" batin Via heran, melihat Brandon yang penuh percaya diri.
benar saja kekhawatiran Via, baru saja Brandon berdiri, tiba-tiba Dia merasakan ada yang aneh pada dirinya.
"lho...! kenapa kepalaku tiba-tiba pusing...?! kenapa mataku bekunang-kunang...?!"
"bug...!"
saat Via lengah, sebuah tendangan keras dari Brandon menghajarnya, sehingga membuatnya terpental lima langkah.
"sial...! ada apa dengan kepalaku...?! kenapa semua terasa berat...?!"
Via mencoba bangkit berdiri sambil memegangi kepalanya yang pusing.
"bug...!"
"bag...!"
kembali dua tendangan Brandon menghajar pinggang dan perut Via, sehingga membuatnya kembali tersungkur.
"sadar Vi...! sadar...!!! ada apa denganmu...?!"
Via memukul-mukul kepalanya, mencoba mengembalikan kesadarannya.
"apa kamu menyerah? cewek lemah...?! hahahaha..."
kata-kata Brandon sejenak mengembalikan kesadaran Via.
dengan tertatih Via berusaha bangkit, tapi,
"bag...! bug....! bag...! bug...!"
pukulan dan tendangan Brandon bertubi-tubi menghantamnya, tanpa sedikitpun Via bisa mengelak atau bertahan, hingga akhirnya,
"buk...!"
sebuah tendangan keras Brandon diperutnya membuat Via tumbang.
"uhuk...!!!"
darah segar mengalir deras dari bibirnya.
perlahan, kesadaran Via mulai menghilang.
dalam keadaan yang sudah tidak berdaya, samar-samar Via mendengar Brandon berbisik,
"tidurlah gadis bodoh, tidurlah...! hehehe... biar kamu tau, pisau yang tadi melukaimu itu berisi racun...! walaupun tidak mematikan, tapi cukup untuk membuat gadis liar sepertimu pingsan...! hehehe..."
"dan nanti, setelah kamu sadar, nikmatilah penderitaanmu sebagai budakku...! hahahaha... aku akan menikmati tubuhmu sampe puas, dan membuatmu menjadi wanita yang lebih hina dari seorang pelacur murahan...! hahahaha... hahahaha..."
"bug...!"
"uhuk...!!!"
sebuah tendangan keras Brandon menghantam perut Via, sehingga membuatnya kembali memuntahkan darah segar.
"Di..., kamu dimana? tolong aku...! aku takut...! bukannya selama ini kamu yang selalu menolongku saat aku dalam masalah...? bukannya selama ini kamu yang selalu melindungiku saat aku dalam bahaya...? kamu dimana...? aku butuh kamu, hiks..."
Via meneteskan air mata, dan memejamkan mata pasrah.
__ADS_1