
setelah menempuh 16 jam perjalanan, Via akhirnya tiba di tujuannya, yaitu kota Khayangan, kota besar dan megah yang merupakan ibukota negara Bali.
setelah beberapa saat berkeliling, Via lalu memutuskan menginap di sebuah penginapan yang terbilang cukup murah dan sederhana.
setelah mandi dan berganti pakaian, Via yang sudah sangat kelelahan langsung merebahkan diri diatas diranjang.
baru beberapa saat Via memejamkan mata, samar-samar dari kamar sebelah terdengar suara pria dan wanita tertawa cekikikan.
"sial...! kenapa tembok kamar ini begitu tipis...! bagaimana aku bisa tidur kalau suara tawa mereka terdengar begitu keras...!" umpatnya dalam hati.
dengan kesal Via lalu bangkit dari ranjangnya dan menghidupkan sebatang rokok.
sambil menghisap rokoknya berkali-kali, tidak henti-hentinya Via menguap, dan berharap suara disebelahnya segera berhenti.
tepat ketika rokoknya habis, suara disebelahnya-pun menghilang.
"hmmm... sepertinya mereka sudah tidur...!" batin Via yang langsung kembali membaringkan diri diranjang.
belum lama terlelap, kembali Via terbangun gara-gara suara dari kamar sebelah, tapi kali ini bukan suara tawa, melainkan suara rintihan dan ******* penuh kenikmatan.
"ah... oh... ah... oh...!!!"
Via yang kesal karena tidurnya kembali terganggu langsung meraih gelas diatas meja, dan melemparnya ketembok,
"berisikkkk...! ini sudah malam...! ga tau orang mau istirahat apa...!!!"
seolah tidak menghiraukan makian Via, suara dikamar sebelah semakin keras,
"AH... OH... AH... OH...!!!"
Via yang sudah tidak tahan lagi akhirnya keluar kamar.
sambil membanting pintunya keras-keras, Via berteriak, "dasar goblok...! bercinta kok kayak kesurupan...!!!"
Via lalu dengan cepat melangkahkan kakinya menelusuri lorong, hendak pergi ke penerima tamu dan mengadukan keberatan atas gangguan yang dideritanya.
tapi baru beberapa langkah berjalan, samar-samar, hampir dari semua kamar yang dilewatinya terdengar suara ******* dan rintihan yang sama dengan kamar di sebelahnya.
"apa semua manusia dikota ini sama bodohnya...! masa bercinta harus teriak-teriak...!!!" makinya lagi dalam hati
sambil mempercepat langkahnya.
sampai dilobby penginapan, nampak beberapa pasangan sedang mengantre di depan penerima tamu yang hanya ada satu, sehingga mau tidak mau Via ikut mengantre.
sambil menunggu gilirannya, Via memperhatikan beberapa pasangan yang berdiri didepannya.
dipaling depan, nampak seorang gadis seusianya sedang memeluk mesra seorang pria paruh baya yang sedang mabuk.
sebelah tangan pria itu memegang botol berisi tuak yang sisa separuh, sedangkan tangannya yang lain berada tepat dipinggul si gadis yang hanya mengenakan rok sebatas pangkal paha.
seolah tidak perduli orang disekitarnya, sesekali pria mabuk itu mencium leher si gadis, sehinga membuat gadis itu mengeliat, entah karena risih, geli, atau mungkin juga keenakan.
dibelakang pasangan itu, nampak seorang gadis yang juga seumuran dengannya sedang bercanda mesra dengan seorang pria tua berumur sekitar 50 tahunan.
sama seperti pasangan di depannya, pasangan beda umur itu juga tidak memperdulikan orang disekitarnya. mereka berpelukan dan berciuman dengan penuh gairah.
"sinting...!!! apa orang kota memang seperti ini...! ga punya malu sama sekali...!!!" umpat Via lagi dalam hati.
belum hilang keterkejutannya, tiga orang pemuda dan seorang gadis dengan pakaian sangat seksi memasuki penginapan.
salah seorang pemuda itu lalu berdiri di belakang Via, sedangkan teman-temannya yang lain menunggu disofa sambil bercanda dan tertawa - tawa.
tidak beberapa lama, tiba-tiba pemuda yang berdiri dibelakangnya berkata, "Hai cantik..., kamu sendiri...?"
sontak Via menoleh kebelakangan dan berkata, "maaf, kamu berbicara dengan saya?"
"tentu saja, memang siapa lagi? hehehe..." bau alkohol jelas tercium dari nafas pemuda muda itu.
"i... iya, saya sendiri..." jawab Via ramah.
"bagaimana kalau kamu bergabung dengan kami...? tiga pria dan seorang wanita tentu menyenangkan..! tapi tiga pria dan dua wanita tentu lebih menyenangkan...! hehehe..."
"maaf, saya tidak mengerti maksudmu...!" Via terlihat bingung.
"ayolah...! jangan sok jual mahal...! sebutkan saja berapa...!"
"maaf, saya benar-benar tidak mengerti maksudmu...!" Via semakin bingung.
"dua ribu pis...! bagaimana kalau dua ribu pis untuk satu malam...?!"
"dua ribu pis untuk satu malam...!" guman Via masih tidak mengerti.
"ya, dua ribu pis untuk satu malam...! bukankah itu cukup banyak...! dan nanti jika pelayananmu memuaskan, pasti kami akan kasi lebih...!"
"dua ribu pis...? satu malam...? pelayanan...? memuaskan...? eh, Jangan-jangan dia mengira aku...!!!"
Via akhirnya menyadari maksud pria itu.
__ADS_1
"bagaimana...?" tanya pemuda itu lagi.
sebenarnya saat itu Via sangat marah karena dianggap wanita murahan. tapi karena merasa sangat lelah dan tidak ingin terjadi masalah di hari keberangkatannya, akhirnya Via menjawab dengan sopan,
"maaf, sepertinya kamu salah paham, saya bukan wanita seperti itu...!"
"oya...?" pemuda itu terlihat tidak percaya.
"i..., iya..., saya hanya kebetulan lewat di kota ini dan memutuskan untuk menginap disini..." jelas Via.
sejenak pemuda itu memperhatikan Via dengan seksama dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"hmmmm..., sepertinya kamu tidak berbohong...! kalau begitu, kamu salah memilih penginapan, nona...!"
"hah! salah memilih penginapan...! maksudmu...?!" Via kembali terkejut.
"apa kamu tidak memperhatikan papan nama penginapan itu...?" pemuda itu menunjuk kearah papan nama besar bertuliskan, 'PENGINAPAN O'LALA' dengan tulisan kecil dibawahnya, 'harian dan per-jam' disertai lambang hati kembar berwarna pink.
"aku melihatnya...!" jawab Via.
"bukannya gambar hati berwana pink menandakan tempat yang aman untuk seorang gadis....?" kali ini Via yang bertanya polos.
mendengar pertanyaan Via, sontak pemuda itu tertawa terbahak-bahak,
"hahahaha... hahahaha... kamu salah nona cantik...! arti tanda itu bukan seperti itu...! hahahaha... biar kuberitahu kamu arti tanda itu...!"
pria itu lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Via,
"tanda hati kembar berwarna pink itu berarti..., TEMPAT INI KHUSUS UNTUK BERCINTA...!!!"
mendengar kata-kata pria itu, sontak wajah Via merah padam.
"pantas saja dari tadi semuanya kelihatan mesum...! dan wajar saja Dia menganggapku wanita murahan...! ternyata begitu...! tempat ini bukan sekedar penginapan biasa...! sial...! sepertinya aku salah pilih tempat menginap...!!!"
"silahkan, Kak..., ada yang bisa saya bantu...?"
terdengar si penerima tamu berkata, sehingga membuyarkan lamunan Via.
secepatnya Via berbaik lagi, dan ternyata dua pasangan di depannya sudah pergi.
"ada yang bisa saya bantu, kak...?" sipenerima tamu mengulang pertanyaannya.
Via yang awalnya ingin mengadukan keberatan langsung mengurungkan niatnya dan berkata,
"mbak, saya bukan dari sini, saya orang dari jauh, dan sepertinya saya salah memilih penginapan...! apa boleh saya batalkan menginap disini dan meminta uang saya kembali...?"
"apa benar kakak salah memilih penginapan...? bukan gara-gara batal kencan...?" tanya si penerima tamu menatap Via curiga.
sejenak penerima tamu berfikir, kemudian berkata, "baiklah, kalau begitu kamar kakak akan saya hitung perjam saja...! nanti kalau kakak sudah mau pergi, silahkan kesini lagi untuk mengembalikan kunci dan mengambil kembaliannya...!"
"terima kasih mbak, terima kasih...!" balas Via.
sebelum kembali kekamarnya, tidak lupa Via berterima kasih ke pria muda dibelakangnya, karena jika bukan karena pria itu, Dia pasti saat ini sedang menanggung malu karena ketidaktahuannya.
***
tidak sampai 10 menit, Via sudah kembali menemui si penerima tamu.
setelah menyerahkan kunci dan mengambil sisa uangnya, Via lalu bergegas keluar dari penginapan itu.
karena tergesa-gesa, Via sampai lupa mengganti pakaiannnya yang hanya mengenakan baju tidur tipis.
penampilannya yang begitu seksi menarik perhatian beberapa pemuda yang saat itu sedang duduk-duduk gembira didepan penginapan*.
(*duduk-duduk gembira \= duduk melingkar sambil menikmati minuman beralkohol)
"Hai nona manis, mau kemana...?" goda salah satu pemuda itu.
dengan cuek Via tetap melangkah.
"ishhh..., sombong amat...! dipanggil ga nyahut...!!!" goda pemuda yang lain.
Via tetap cuek.
tidak terima diabaikan, tiba-tiba salah satu pemuda itu berdiri dan menghadang langkah Via.
"jangan begitu sayang...! bukankah tidak sopan jika mengacuhkan orang yang sedang bicara...! hehehe..."
bau alkohol bercampur rokok tercium dari mulut pemuda itu.
"maaf, saya tidak ada urusan denganmu...! tolong minggir...!" Via berusaha sopan.
bukannya minggir, pemuda itu malah menaikkan tangannya dan menyentuh dagu Via dengan jari telunjuknya.
"ayolah sayang..., jangan sok jual mahal...! kami hanya ingin bersenang-senang denganmu...! hehehe..."
"mohon maaf, saat ini saya sedang capek dan ingin beristirahat...! jadi sekali lagi saya mohon maaf jika tidak bisa menemani kalian bersenang-senang...!" walaupun sangat kesal, Via masih bersikap sesopan mungkin untuk menghindari masalah.
__ADS_1
"capek...! memang sudah berapa pelanggan yang kamu layani malam ini...? hehehe..."
Via tidak menjawab, hanya diam menatap tajam pemuda itu.
melihat Via yang hanya diam, pemuda itu semakin kurang ajar, perlahan tangannya mulai mengelus pipi Via,
"sebutkan berapa tarifmu...? dua ratus? tiga ratus? aku akan membayar dua kali lipat...! hehehe..."
Via yang benar-benar sudah kehilangan kesabaran langsung menepis tangan pemuda itu.
"plak...!"
"aduh...!"
"bangsat...! jangan sok jual mahal...! dasar cewek murahan...!"
dengan marah pemuda itu langsung mengarahkan tangannya ke pipi Via, hendak menamparnya.
tapi belum sampai tangan pemuda itu menyentuh pipinya, Via sudah mengelak dan balik melancarkan tendangan ke perut pemuda itu, sehingga membuat pemuda itu terjengkang kebelakang.
melihat pemuda itu jatuh, sontak teman-temannya bangkit berdiri dan mengepung Via.
"dasar cewek tidak tahu diuntung...! berani-beraninya kamu cari masalah dengan kami...!"
"aku tidak pernah cari masalah dengan kalian...! kalian duluan yang mulai cari masalah denganku...!" balas Via sengit.
"jangan banyak omong...! rasakan ini...!"
salah seorang pengepungnya lalu melancarkan pukulan kearah Via, tapi berkat latihannya selama ini dengan Hengki, Via jadi mudah menghindarinya.
merasa pukulannya gagal menemui sasaran, pemuda itu semakin marah, dan melancarkan serangan bertubi-tubi, tapi tetap saja Via dengan mudah dapat menghindarinya.
melihat Via yang susah ditaklukkan, teman-teman pemuda itu lalu ikut menyerang Via, hingga akhirnya,
"bug...!"
empat lawan satu tentu tidak seimbang bagi Via. sebuah tendangan keras menghantamnya dari samping sehingga membuatnya jatuh tersungkur.
pemuda-pemuda itu lalu mendekati Via dan ingin menyerangnya lagi.
dalam keadaan terjepit, Via lalu berteriak,
"Simba...! serang...!!!"
mendengar teriakkan tuannya, Simba yang sejak tadi tidur dimotor langsung terbangun.
melihat tuannya dalam bahaya, mahluk putih berbulu lebat itu langsung melesat dan menerjang pemuda yang paling dekat dengan tuannya, sehingga membuat pemuda itu jatuh terguling-guling.
menyadari kehadiran Simba, sontak pemuda lainnya menghentikan serangan dan mundur beberapa langkah.
"bangsat...! ternyata Dia punya anjing penjaga...!" kata salah seorang pemuda itu.
"jangan takut...! mereka hanya berdua, sedangkan kita berlima...! masa kita kalah sama satu cewek dan seekor anjing kudisan...!" sahut pemuda yang pertama kali ditendang Via.
"serang...!!!"
perkelahianpun kembali dilanjutkan, Via dan Simba melawan 5 pemuda mabuk.
awalnya perkelahian berjalan seimbang, tetapi Via yang kelelahan karena perjalanan jauh mulai kewalahan.
lima pukulan dan tiga tendangan mendarat bebas ditubuhnya, sehingga membuat Via tumbang.
Via yang sudah tidak lagi memiliki tenaga hanya bisa terbaring pasrah. sedangkan Simba terus mengeram, berusaha melindungi Via supaya tidak ada yang mendekatinya.
dalam keadaan kritis, tiba-tiba dari jauh terdengar suara berteriak,
"berhenti...!!! jangan sentuh gadis itu...!!!"
nampak seorang pemuda tampan dengan tubuh atletis, berkulit putih bersih, berambut kuning bergelombang dengan mata biru berjalan mendekat.
"kamu siapa...?! jangan ikut campur urusan kami...! kami harus memberi pelajaran gadis kurang ajar ini...!" bentak salah satu pemuda itu.
"gadis itu adalah MILIKKU...! jadi jangan ada yang coba-coba menyentuhnya lagi, kecuali kalian sudah bosan hidup...!" balas pria itu sambil membuka kancing kemejanya, seolah memamerkan tato kapak putih bermata dua, dengan ujung gagang berbentuk kepala Naga didadanya.
melihat tato didada pria itu, seketika wajah para pemuda itu pucat pasi,
lalu dengan mereka cepat berlutut.
"ma... maafkan kami..., kami tidak tau kalau gadis ini adalah milik anda...! kalau kami tau, tentu kami tidak berani mengganggunya...!"
"sudah, jangan diteruskan lagi...! aku juga minta maaf kalau gadis ini membuat kalian marah, tapi kuharap kalian bisa memaafkannya...!" kata pria itu sambil memasang kancing bajunya kembali.
"ten... tentu saja..., kami berjanji tidak akan mengganggunya lagi...!"
sehabis berkata, para pemuda itu langsung pergi meninggalkan Via yang masih tergeletak tak berdaya.
samar-samar Via melihat pria penolongnya itu mendekat.
__ADS_1
"siapa Dia...? kenapa pemuda-pemuda keparat itu takut padanya...?"
"eh, kalau ga salah, Dia kan...!!!"