PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
12. VIA DAN BRANDON


__ADS_3

"jreng..."


"🎼 Malam ini ku sendiri...


Tak ada yang menemani...


Seperti malam-malam...


Yang sudah-sudah...


Hati ini selalu sepi...


Tak ada yang menghiasi...


Seperti cinta ini...


Yang s'lalu pupus...


Tuhan kirimkanlah aku...


Kekasih yang baik hati...


Yang mencintai aku...


Apa adanya..."


"hahahaha... Vi..., Vi...! hari ini kuat sekali kamu minum...! biasanya paling banyak sepuluh putaran saja kamu sudah tumbang...! ini sudah lebih dari dua puluh putaran ga roboh-roboh...! sepertinya kamu lagi bahagia ya...? hahahaha... hahahaha..."


"hahahaha... entahlah, aku juga ga tau Sis...! yang jelas, malam ini tuaknya terasa sangat nikmat...! sampai-sampai membuatku tidak ingin berhenti menikmatinya...!!! hahahaha... hahahaha..."


"hahahaha... ngomong-ngomong, hari ini kita menang lho...! cowok-cowok lemah itu sudah ga berdaya...! mereka sudah tidur semua...!!! hahahaha... hahahaha..."


"hahahaha... kamu benar, Sis...! hari ini sungguh menyenangkan...! sudah lebih dari setahun kita ga pernah mengalahkan mereka...! hahahaha... hahahaha..."


"hahahaha... bagaimana kalo kita merayakannya dengan menyanyikan satu lagu lagi...?"


"boleh, boleh...! kamu mainkan gitarnya, biar aku yang bernyanyi..., hahahaha..."


"jreng..."


baru saja Siska memetik gitar, dari luar terdengar suara beberapa mobil berhenti.


"Drap drap drap..."


nampak seorang pemuda tampan, bertubuh tinggi kurus, berkulit putih bersih, dengan rambut coklat keemasan dan mata coklat besar memasuki halaman belakang rumah Siska, diikuti beberapa pria kekar berjas merah dibelakangnya.


"kamu kenal Dia...?" tanya Via ke Siska.


Siska menggeleng,


"spertinya aku belum pernah bertemu dengannya...! mari kita cari tau siapa Dia...!" balas Siska yang langsung berdiri, disusul Via.


"selamat malam..., kamu siapa...? ada yang bisa kami bantu...?" sapa Siska ke pemuda itu ramah.


"Sonia ada...?!" balas pemuda itu tanpa basa - basi.


"oh, Sonia..., ada...! kamu siapa ya...?" tanya Siska lagi.


"aku BRANDON, tunangannya...!!!"


"DEG...!!!"


mendengar pemuda itu menyebut namanya, jantung Via langsung berdetak keras.


"oh, jadi ini yang namanya Brandon...! cowok brengsek yang menyebabkan Adi pergi...!!!"


"oh, jadi kamu tunangannya...! Sonia ada, tapi lagi tidur, tuh...!" Siska mengarahkan jari telunjuknya ke Sonia.


"apa Dia mabuk...?" tanya Brandon.


"yah, bisa dibilang begitu...! hehehe..." jawab Siska tersenyum.


"oh, oke..., lalu, Adi mana...?!" Brandon memperhatikan sekeliling, mencari keberadaan Adi.


"Adi sudah pulang...! kenapa...?! ada masalah...?!" kali ini Via yang menjawab ketus.


"jangan bohong...! katanya ini acaranya...?! tidak mungkin Dia pulang duluan...!" sahut Brandon dengan raut wajah tidak percaya.

__ADS_1


"aku bilang sudah pulang, ya sudah pulang...!!! kalau kamu tidak percaya, cari aja sendiri...!!!" balas Via lagi dengan nada lebih tinggi, matanya tajam memandang Brandon.


Brandon kembali memperhatikan keadaan sekeliling.


merasa orang yang dicarinya tidak ada, Brandon kembali berkata,


"oke, oke..., aku percaya kamu...! kalau begitu, sekarang aku mau bawa Sonia pulang...!"


Brandon kemudian melangkah mendekati Sonia.


"tidak bisa...!!!" tiba-tiba Siska berteriak sambil menaikkan sebelah tangannya, menghalangi Brandon.


"kenapa tidak bisa...?! apa masalahnya...?!" Brandon terlihat kesal.


"karena kami tidak tau siapa kamu...!!!" balas Siska.


"bukannya tadi aku sudah bilang, aku tunangannya...!!!"


"apa buktinya...?!"


"kamu tanya saja Dia...!"


"saat ini Dia sedang mabuk, aku rasa tidak mungkin membangunkannya sekarang...! sebaiknya kamu tunggu saja sampai besok pagi, setelah Dia sadar, baru kamu bawa Dia pulang...!!!"


"yang benar saja...!!! aku sibuk...! aku tidak punya waktu untuk menunggunya sampai sadar baru membawanya pulang...!" protes Brandon


"itu masalahmu, bukan masalahku...!!! yang jelas, saat ini Dia tamu ku, jadi sudah seharusnya aku menjaganya...!!!" balas Siska tegas.


"kalau aku memaksa...?!" ancam Brandon.


"coba saja kalau kamu berani...!!!" tantang Siska.


"kenapa aku tidak berani...?! kamu lihat...! pengawal ku banyak...!!!" Brandon terlihat sombong.


"hahahaha... kamu pikir aku takut...! jangankan cuma segini...! sepuluh kali lipat dari ini aku ga akan mundur...!!! hahahaha..." balas Siska tertawa mengejek.


"jaga mulutmu nona muda...! kamu belum tau siapa aku...?!" hardik Brandon.


"memang kamu siapa...?!"


"oh, jadi kamu pewaris tunggal keluarga Mulia yang terkenal brengsek itu...?! yang kerjanya cuma mempermainkan gadis-gadis dan gonta-ganti pasangan...!!! sungguh sial nasib Sonia menjadi tunanganmu...! kalau aku jadi Dia, lebih baik aku mati daripada menikah dengan manusia brengsek macam kamu..." balas Siska.


"sekali lagi kuperingatkan...! jaga mulutmu nona...!!!" Brandon tampak mulai emosi.


"memang kenapa kalau aku ga mau...?!mau main kasar...?! ayo...!!!" tantang Siska lagi.


"dasar cewek sombong...!!!" Brandon yang kehilangan kesabaran langsung mengangkat sebelah tangannya, hendak menampar Siska.


"Plak...!!!"


belum sempat Brandon menampar Siska, tangan Via lebih dulu mendarat dipipinya.


"aduh...! bangsattt...! jangan ikut campur...!" maki Brandon ke Via.


Via tidak membalas kata-kata Brandon.


matanya tajam memandang Brandon, seolah-olah ingin membunuhnya.


"brengsek...!!! kamu juga mau cari gara-gara sama aku, ya...?!" hardik Brandon.


"kalo iya, kenapa...?!" balas Via sengit.


"dasar cewek sialan...! rasakan ini...!!!" kembali Brandon mengangkat sebelah tangannya, kali ini hendak menampar Via.


bukannya takut, Via malah memandang Brandon semakin tajam.


"BUG...!!!"


"ADUH...!!!"


belum sempat tangan Brandon menyentuh pipi Via, tiba-tiba tubuhnya terpental lima langkah.


"uhuk... bangsattt...!!! siapa lagi yang berani ikut campur...?! uhuk...!!!" maki Brandon sambil mengusap ujung bibirnya yang meneteskan darah segar.


nampak sesosok pria berwajah kaku berbadan tinggi besar, berkulit sawo matang dengan rambut hitam cepak ala militer dan mata hitam pekat berdiri di samping Via. tatapannya tajam memandang Brandon, penuh kemarahan.


Brandon yang marah karena mendadak diserang pria besar yang tidak lain adalah Hengki, lalu mengintrusikkan anak buahnya untuk menyerang.

__ADS_1


"kalian...! serang...!!!"


pria-pria berjas merah yang berjumlah lima belas orang itu langsung merangsek maju hendak menyerang Hengki.


melihat musuhnya mendekat, Hengki pun tidak tinggal diam. tanpa memperdulikan jumlah musuhnya yang jauh lebih banyak, Hengki langsung maju menyambut serangan para pria-pria berjas merah itu


"BAG...!!! BUG...!!!"


"BAG...!!! BUG...!!!"


perkelahianpun tidak terhindarkan.


lima belas lawan satu, pertarungan yang sungguh tidak seimbang. hasilnya, tidak sampai sepuluh menit, kelima belas pria berjas merah itu sudah roboh dihajar Hengki.


"bang... bangsattt...!!! si... siapa kamu sebenarnya...!!!" teriak Brandon ketakutan, seakan tidak percaya semua anak buahnya roboh ditangan Hengki.


Hengki tidak menjawab, hanya diam memandang Brandon yang masih tergeletak di tanah.


"ka... kamu tunggu saja...! aku akan datangkan lagi anak buahku dan membunuhmu..!!!" sahut Brandon lalu mengeluarkan telepon genggamnya.


"PRANG...!!!"


baru saja Brandon memencet tombol, wajah kirinya dihantam botol hingga pecah berkeping-keping.


"whuaaaa...!!!"


Brandon menjerit kesakitan, tangannya memegang wajahnya yang mengeluarkan darah segar.


"tu... tuan muda...!!!" empat orang pengawalnya yang tadi roboh langsung mendekatinya, sedangkan dua orang lainnya langsung menyerang si pemukul, yang ternyata adalah Via.


"BUG...!!! BUG...!!!"


belum sempat menyentuh Via, kembali dua orang tadi terpental dihajar Hengki.


"makasi, Heng...!" ucap Via ke Hengki.


Hengki tidak menjawab, matanya tajam mengawasi para pengawal Brandon.


"whuaaaa...!!! sakitttt...!!! mama..., tolong aku...!!! whuaaaa...!!!" Brandon masih berteriak kesakitan.


"tuan..., tuan tidak apa-apa...?!" tanya pengawalnya panik.


"mata kalian buta ya...?! apa aku terlihat baik -baik saja...?! dasar GOBLOK...!!! whuaaaa...!!! cepat bawa aku pulang, IDIOT...!!! whuaaaa...!!!" Brandon kembali menjerit kesakitan.


"ba...baik tuan..." beberapa pengawalnya lalu membantunya berdiri.


"kalian...! jangan kira ini akan selesai begitu saja...!!! penghinaan ini akan aku balas...! aku akan buat perhitungan, terutama pada kalian berdua...!!!" teriak Brandon sambil menunjuk-nunjuk kearah Via dan Hengki.


"aku tidak perduli...!" sahut Via, lalu melempar sisa pecahan botol ditangannya ke arah Brandon.


"cepat pergi...!!! aku muak melihat mukamu lama-lama...!!!" bentak Via, lalu memungut beberapa botol kosong, dan melemparkannya lagi ke Brandon.


"dasar cewek Sinting...!!!" maki Brandon sambil lari terpontang -panting menghindari botol yang berterbangan kearahnya.


...


setelah Brandon pergi, kembali mereka duduk menikmati Tuak.


"hahahaha... aku rasa lukanya cukup dalam, kamu ga kira-kira mukulnya Vi...! hahahaha..." kata Siska.


"biar aja Sis...! biar Dia MAMPUS sekalian...!!!"


"hei, hei...! darimana kamu belajar kata-kata kasar begitu...?!" tegur Siska.


"ah, maap Sis..., aku ga sengaja...! soalnya aku benci sekali sama orang seperti itu ...! orang yang cuma bisa mengandalkan kekayaan orang tuanya dalam menyelesaikan masalah...!!!"


"yah, aku juga sama...! tapi setelah ini kamu harus lebih hati-hati Vi...! aku yakin Dia pasti akan balas dendam...!!!"


"aku tau...! tapi kamu tenang saja, Sis...! mulai besok aku punya pengawal pribadi kok, hehehe..."


"oya, siapa...?"


"ada deh...! besok juga kamu tau...! hehehe..."


"dasar pelit...!"


"biarin...! hahahaha... hahahaha..."

__ADS_1


__ADS_2