PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
13. KOTAK YANG HILANG


__ADS_3

"non Via, bangun non...!"


"enggg..."


"non, bangun non...! sudah sore...!"


"Engggg... aku dimana...?"


"dikamar non Siska, non...!"


"oh, huahem..., jam berapa sekarang Mel...? Siska dimana...?"


"jam empat non...! non Siska lagi berenang di belakang..."


"sama Ayu...?"


"iya non..., sama non Ayu dan non Sonia..."


"oh, Sonia belum pulang...?"


"belum non..."


"hemmm..., ya sudah, sebentar lagi saya menyusul mereka..., saya mau cuci muka dulu..."


"iya non..., eh, itu ada teh hangat sama roti dadar di meja...!"


"iya Mel, makasi ya..."


"sama-sama non, saya permisi dulu..."


"cklek... Krit..."


...


"ah, ternyata sudah sore...! lama juga aku tidurnya...!" guman Via sambil memijat-mijat kepalanya yang masih sedikit pusing.


"oh iya...! aku belum kabari mama...!" secepatnya Via turun dari ranjang dan meraih TG nya.


"kring... kring..."


"sore sayang...! baru bangun ya...?"


"i... iya Ma...! kok mama bisa tau...?"


"tadi Siska yang kabari..., Dia bilang kamu masih tidur, katanya kalian begadang sampai pagi...!"


"i...ya Ma..., habisnya keasikan ngobrol sih, hehehe..."


"ya sudah gapapa..., jam berapa kamu pulang...?"


"ini mau berenang dulu Ma, habis itu baru pulang...!"


"jangan malam-malam ya, ada yang papa sama mama mau bicarain ke kamu...!"


"bicarain apa Ma...?"


"nanti saja dirumah ngomongnya, sekalian Mama mau kasi kamu sesuatu..."


"iya Ma, iya..."


"dah sayang..."


"dah Mama..."


"tuttttt...."


"apa ya kira-kira yang Papa dan Mama mau bicarain...? apa masalah Brandon semalam...?! ah, mustahil...! mana mungkin mereka bisa tau secepat itu...!!! trus apa...?" batin Via sambil mencomot selembar roti dadar dan memasukkan ke mulutnya.


"apa mungkin mereka ingin membahas masa depanku lagi...? atau jangan-jangan sesuatu yang berhubungan dengan kepergian Adi...?! ah, nanti saja dipikirin lagi...! sekarang ada yang lebih penting...! aku harus segera ke kamar itu...!"

__ADS_1


Via yang tiba-tiba teringat sesuatu langsung membasuh wajahnya, lalu berjalan cepat menuju kamar tamu keluarga Siska.


"cklek, krit..."


"lho...!!! kok ga ada...?!"


alangkah terkejutnya Via ketika melihat kotak hadiahnya untuk Adi tidak ada diatas meja.


dengan panik Via mulai memeriksa meja dan seluruh ruangan itu.


hampir setengah jam Via mencari, tetapi tetap saja tidak bisa menemukan kotak itu.


"dimana ya? kok ga ada...?! ah, apa mungkin Siska atau Ayu yang nyimpan...?! coba aku tanya mereka...!"


secepatnya Via menuju kolam renang ditaman belakang rumah Siska.


...


"eh, putri tidur sudah bangun...! hehehe..." canda Ayu ketika melihat Via datang.


"gimana tidurmu...? nyenyak...?" lanjutnya.


"lumayan Yu..., cuma kepalaku saja yang masih agak berat...!"


"gimana ga berat...?! minum ga kira-kira...! kayak orang kehausan...! hahahaha..." kali ini Siska yang berkata sambil tertawa.


"biarin...!!! toh kamu sama saja...! sama-sama perut gentong...!!! hahahaha..." balas Via ikut tertawa.


"lho..., Sonia mana...? kata Melinda tadi masih disini...?!" Via memutar pandangannya, mencari keberadaan Sonia.


"oh, Dia baru saja pulang..., dijemput Mamanya..." balas Siska.


"ow..., apa pacarnya yang Brekele itu juga datang...?"


Siska menggeleng, "Mamanya sendiri, hanya saja..., tadi Mamanya sempat bertanya, siapa yang memukul Brandon sampai harus dilarikan kerumah sakit...?!"


"sepertinya begitu...! tadi Mamanya juga sempat bilang, kalau ada kemungkinan lukanya akan membekas...!" lanjut Siska.


"oya...?! perasaanku kok jadi ga enak...! aku jadi kasian padanya...!" sesaat Via terlihat murung.


"ah..., tapi kalau ingat apa yang Dia telah lakukan ke Adi, aku rasa itu belum seberapa...! kalau perlu, lidahnya juga harus dipotong, biar ga seenaknya jadi orang...!!!" mendadak Via berubah marah.


"Adi...?! memang apa yang Dia lakukan ke Adi...?!" tanya Ayu tiba-tiba.


"eh, i... itu... ngga... itu..."


Via yang menyadari kebodohannya terlihat bingung mau menjawab apa.


"itu... bukan..., ah, sudahlah...! ga usah dipikirin...! mungkin saja Dia melakukan apa itu ke Adi...! aku juga ga ngerti...! yah, itulah...! terserah, masa bodo...!!! yang jelas aku sekarang mau berenang...!!!"


"byurrr...!!!"


Via langsung menceburkan dirinya kekolam, menghindari Ayu dan Siska yang saling pandang kebingungan,


"Dia ngomong apa ya Mon...?"


"aku juga ga ngerti...! mungkin efek mabuknya belum hilang...!?"


"bisa jadi...! apa mungkin kepalanya terbentur sesuatu semalam...?! sehingga otaknya menjadi kacau...! hehehe..."


"bisa jadi, hehehe..."


"byurrrr...!!!"


Siska ikut menceburkan diri, disusul Ayu tidak lama kemudian.


...


"trus, kamu jawab apa ke Mamanya Sonia?" tanya Via lagi ke Siska sambil berenang.

__ADS_1


"ya aku bilang saja kamu lagi ngorok...! awalnya Mamanya marah karena mengira Brandon dikeroyok...! , tapi setelah tau yang memukul kamu, dan setelah kujelaskan alasanmu memukulnya gara-gara Dia mau bikin rusuh disini, akhirnya Mamanya pergi tanpa berkata apa-apa lagi...! yah, mungkin saja Mamanya bingung mau menyalahkan siapa...!" jelas Siska.


"hmmm..., begitu ya...? yah, mudah-mudahan masalah ini jangan sampai berlanjut...! repot kalau sampai papa mama tau..., bisa diomeli aku habis-habisan...!" balas Via.


"eh, ngomong-ngomong..., kalian ada ngambil kotak hadiahku ga...? kok ga ada ya dikamar tamu...?!" Via kembali teringat kotaknya yang hilang.


"ga ada...! kamu Mon...?" Siska menoleh ke Ayu.


"aku juga ga ada...! apa mungkin jatuh...?" balas Ayu.


"aku tadi sudah cari dimana-mana..., tapi ga ketemu...!" balas Via.


"apa mungkin Melinda yang simpan...?" kata Ayu lagi.


"bisa jadi, coba nanti kita cari lagi, sekalian tanyakan ke Melinda..." sahut Siska.


Via dan Ayu mengangguk.


"ya..."


***


setelah puas berenang, mereka bertiga lalu mencari kotak Via.


hampir setengah jam mengobrak-abrik kamar tamu, tetapi tetap saja mereka tidak menemukan kotak itu.


"Mel...! Mel...!" Siska berteriak, memanggil ketua pelayan keluarganya.


tidak berapa lama, Melinda datang terpongoh-pongoh.


"i... iya non... ada apa?"


"kamu lihat kotak kecil dibungkus kado ga diatas meja...?"


"ga ada non..."


"kok aneh ya? masak bisa hilang begitu saja...?" Ayu terlihat memicingkan matanya.


"apa kamu tau ada orang yang masuk kamar ini semalam...?" tanya Siska lagi ke Melinda.


"setahu saya ga ada non, tapi..."


"tapi apa?" tanya Via tidak sabaran.


"tapi semalam ada yang aneh...!" Melinda tampak mengingat-ingat sesuatu.


"sewaktu saya lagi sibuk di dapur menyiapkan hidangan pesta semalam, tiba-tiba tuan Adi datang menemui saya..."


"maksudmu Adi siKampret...!" tanya Siska cepat.


"i... iya... non..., tuan Adi siKampret...!"


"udah Mel, panggil Dia Adi aja...! jangan pakai tuan, ketinggian buat Dia...! hehehe..." Siska, terkekeh.


"i... iya non..., jadi, semalam tuan Adi, eh tuan Kampret..., eh, maksud saya Adi, tiba-tiba datang menemui saya dan menanyakan, tadi siang non Siska, non Via dan non Ayu ngapain saja...? trus saya jawab, nona-nona sibuk merias kamar tamu...!"


"trus...?"


"setelah itu Adi pergi sambil senyum-senyum sendiri..., katanya sih mau ke kamar kecil, tapi anehnya, arah Dia pergi bukan kebelakang, tapi menuju tangga belakang...!"


"kamu ga tanya Dia mau kemana?" kembali Siska bertanya.


"sudah non, Dia bilang mau kekamar mandi atas, soalnya kamar mandi belakang lagi ada orang."


"sial...! sepertinya Dia tau rencanamu Vi...?!" Ayu menoleh ke Via.


"aku yakin pasti Dia yang mengambil kotakmu...! kalau bukan Dia, siapa lagi...?!" lanjutnya


"aku harap kamu benar, Yu...! mudah-mudahan memang Dia yang mengambilnya...!" balas Via pelan.

__ADS_1


__ADS_2