
sehabis sarapan kedua kalinya, ditemani Arum, Via kembali ke kamarnya.
"mbak Arum, ada pakaian yang bisa saya kenakan untuk berolah raga tidak...?"
"oh, ada non...!" jawab Arum bergegas membuka lemari baju.
"yang sebelah kiri baju olah raga semua, non mau saya pilihin atau memilih sendiri...?"
"saya pilih sendiri saja, mbak...!"
sejenak Via tertegun melihat puluhan pakaian olahraga wanita bermerk dengan berbagai warna.
lalu pilihnya beberapa yang berwarna pink, dan mulai mencoba satu persatu.
"hm... yang ini pas dan nyaman, tapi lengannya terlalu pendek...!"
"yang ini pas dan nyaman, tapi lehernya berkerah...!"
"yang ini bla.. bla... bla..."
"yang ini bla.. bla... bla..."
setelah lebih dari tiga puluh memilih, akhirnya Via berkata,
"mbak, saya pakai yang ini saja deh...! bagus, ga...?"
Arum menggeleng,
"mohon maaf non..., menurut saya, warna pink sedikit kontras dengan kulit non Via...!"
"masa sih, mbak...?"
"iya, non...!"
"trus menurut mbak Arum, sebaiknya saya pakai warna apa...?"
"saya rasa warna gelap lebih cocok dengan kulit non Via...!"
kembali Via memilih beberapa pakaian,
"yang ini pas dan nyaman, tapi..."
"yang ini pas dan nyaman, tapi..."
"yang ini... yang ini... yang ini..."
tiga puluh menit kembali berlalu, hingga akhirnya Via memutuskan pilihannya.
"bagaimana mbak...?"
"pilihan yang bagus...!" jawab Arum, lalu berjalan kearah lemari sepatu.
"saya rasa ini akan sangat serasi dengan pakaian yang non pakai...!" katanya lagi, sambil menyerahkan sepasang kaos kaki dan sepatu yang berwarna sama dengan yang dikenakan Via.
"terima kasih, mbak...!"
segera Via memakai sepatunya.
__ADS_1
"non mau olahraga dimana...? dirumah atau di lapangan dekat disini...?"
"hari ini disini saja, mbak...! saya ingin melihat-lihat rumah ini...! mungkin besok baru di lapangan kota."
"baik, non...!"
...
pagi itu, Via hanya berlatih ringan, bekas perkelahian semalam masih terasa nyeri di tubuhnya.
setelah lelah berlatih, Via lalu mengelilingi rumah itu.
walapun terbilang cukup mewah, tetapi dibangunan utama rumah itu hanya terdapat tiga kamar tidur besar, satu ruang baca, satu ruangan besar yang dijadikan tempat bersantai sekaligus ruang makan. sedangkan kamar pelayan dan dapur berada terpisah dibangunan yang lebih kecil.
dibelakang rumah itu terdapat taman kecil dengan kolam renang dan ruang fitnes.
setelah puas berkeliling, Via lalu mandi dan makan siang ditemani Arum.
awalnya Arum menolak ikut makan bersama, tapi karena Via terus memaksa, akhirnya Arum mengikuti kemauan Via.
"mbak, saya heran dengan rumah ini...! untuk ukuran orang sekaya Wira, kenapa rumah ini sangat sederhana...? kenapa kamarnya cuma ada tiga...? dan dari tadi saya tidak bertemu siapapun selain mbak Arum, mbak Rena dan om Juna...! kemana keluarga Wira yang lain...? apa Wira tinggal sendiri...?"
"oh, itu karena disini bukan rumah keluarga besar tuan muda...! disini hanya rumah peristirahatan khusus tuan muda...!"
"maksud mbak Arum ini Villa pribadi Wira...?"
Arum mengangguk,
"tuan muda tinggal dirumah utamanya di pusat kota, hanya sesekali tuan muda datang kesini, saat tuan muda ingin beristirahat tanpa diganggu, saat tuan muda kedatangan tamu khusus, atau saat tuan muda..." Arum nampak ragu melanjutkan kalimatnya.
"kenapa tidak dilanjutkan mbak...?" tanya Via penasaran.
"bilang saja mbak, jangan takut...! saya janji tidak akan membocorkannya ke Wira...!"
sesaat Arum masih terlihat ragu, tetapi karena Via terus memaksa, akhirnya Arum berkata, "tuan muda kadang datang kesini saat Dia ingin bersenang-senang dengan seorang gadis...!!!"
"oya...? siapa gadis itu, mbak..? pacarnya...?" Via nampak bersemangat.
"bu... bukan non...! sepertinya non Via salah mengerti...! yang saya maksud seorang gadis itu bukan cuma satu, tapi banyak...!!!"
"banyak...!!!" Via nampak mengerutkan dahi.
"emmm..., maksud saya..., tuan muda bukan datang kesini dengan banyak gadis sekaligus...! tetapi setiap datang, gadis yang diajak tuan muda selalu berbeda...! kadang tuan muda datang dengan pacar barunya...! kadang datang dengan kenalannya...! bahkan kadang tuan muda datang dengan wanita murahan yang waktu mabuk ditemuinya entah dimana...!!!"
"owww..., berarti ga salah dong saya memanggilnya MESUM...! ternyata isi kepalanya memang cuma itu saja...! hehehe..." kata Via terkekeh.
"yah, begitulah, hehehe..." Arum ikut terkekeh.
kembali mereka melanjutkan makan siangnya, hingga tiba-tiba Via yang menyadari sesuatu berkata,
"eh, mbak...! jangan-jangan Wira sengaja membawa saya kesini untuk bersenang-senang dengannya...! dasar pembohong...! ternyata ceritanya mengenai Simba hanyalah akal-akalannya untuk menjebak saya, supaya saya mau tinggal disini selama tiga hari...!!!"
"saya rasa tidak...!" balas Arum.
"saya tidak tahu apa yang tuan muda bicarakan tadi dengan non Via...! tapi saya yakin, tuan muda tidak bermaksud membawa non kesini untuk bersenang-senang...!" lanjutnya.
"kenapa mbak bisa begitu yakin...?"
__ADS_1
"karena tuan muda membiarkan non Via menginap dikamar itu...!"
"memang kenapa dengan kamar saya, mbak...?"
"seperti yang non ketahui, dirumah ini hanya ada tiga kamar tidur, yang satu kamar tuan muda, yang satu untuk tamunya atau tempatnya bersenang-senang, sedangkan yang terakhir, atau yang non Via tempati saat ini adalah kamar khusus...!!!"
"khusus bagaimana...?" tanya Via penasaran.
"maaf non, saya tidak bisa menjelaskannya lebih jauh...! bukan saya tidak mau, tapi itu adalah rahasia pribadi tuan muda...! sebaiknya non tanya langsung ke tuan muda...! tapi saran saya, lebih baik jangan..! karena tuan muda bisa saja marah...!!! atau kalau non tetap bersikeras ingin bertanya, sebaiknya perhatikan suasana hati tuan muda...!"
"wow...! berarti kamar itu benar-benar khusus dong...! sampai-sampai bisa membuat tuan muda mesum itu marah hanya karena menanyakannya...!!! hemmm... memang ada apa dikamar itu mbak...? saya kok jadi penasaran...!" Via berusaha memancing Arum.
"sekali lagi saya minta maaf karena saya tidak bisa menjelaskannya...! tapi yang pasti, HANYA NON SATU-SATUNYA ORANG YANG PERNAH DIBIARKAN MENGINAP DIKAMAR ITU...!!!"
"selama ini, selain saya yang bertugas membersihkan kamar itu, tidak ada seorangpun yang diperbolehkan memasuki kamar itu, bahkan saudara atau orangtuanya sendiri...!!!"
...
selesai bersantap siang, Via kembali kekamarnya untuk beristirahat, tapi kali ini sendiri, tidak ditemani Arum.
sambil merebahkan diri diranjang, Via menyalakan TG nya yang semenjak tadi sengaja ditinggal untuk mengisi baterai.
terlihat puluhan pesan dan panggilan masuk dari Ayu dan Siska.
setelah menelpon kedua sahabatnya dan memberikan kabar, Via lalu teringat mamanya.
secepatnya Via menelpon mamanya.
"kring..."
"halo sayang..., kamu sudah bangun...?"
"sudah, ma..."
"gimana tidurmu...? nyenyak...?"
"nyenyak, ma..."
"syukurlah...! semalam mama khawatir karena beberapa kali mama coba telpon tapi kamu tidak angkat...!"
"ma... maaf, Ma...! semalam Via ketiduran...!"
"iya sayang, gapapa...! yang penting kamu baik-baik saja, kan...?"
"i... iya, ma..., Via baik-baik saja...!"
"baguslah...! itu berarti Dia benar-benar menjagamu dengan baik...!"
"Dia menjagaku...! Dia siapa, ma...?"
"kalau ga salah, namanya Wira...! semalam Dia mengangkat telpon genggammu dan mengatakan kamu mabuk dan tidur dijalan...! Dia lalu berkata akan membawamu kerumah mamanya, dan berjanji akan menjaga dan memastikan kamu baik-baik saja...!"
"i... itu tidak benar Ma...! mana mungkin Via mabuk dan tidur dijalan...! Dia mungkin cuma becanda...!"
"oya...? mama kira Dia serius...! soalnya dari nada suaranya tidak terdengar seperti orang yang sedang bercanda...!"
"Dia memang seperti itu, Ma...! ga jelas...!!! kata-katanya bikin orang jengkel dan kesal...! kelihatan serius, padahal bercanda...! kelihatan bercanda, padahal serius...! orangnya juga usil, ga sabaran, suka seenaknya sendiri dan ga mau kalah...!!! selain itu, otaknya juga mesum...!!!"
__ADS_1
"darimana kamu bisa tau sebanyak itu, sayang...? bukannya kalian baru bertemu semalam...?"
"memang benar Via baru bertemu dengannya semalam...! tapi Via sudah tau seperti apa orangnya...! KARENA SIFAF DAN KELAKUANNYA SAMA PERSIS DENGAN SESEORANG YANG SANGAT VIA KENAL...!!!"