
"terimalah kapak kecil ini sebagai bukti bahwa nona muda adalah anggota istimewa organisasi Kapak Naga...!" kata salah satu penasehat sembari menyerahkan sebuah kapak perak kecil bermata dua, dengan gagang kepala naga berwarna emas ke Via.
dilihat dari ukurannya, panjang kapak itu hanya berkisar 10 senti, maka sepintas terlihat seperti sebuah mainan.
"terima kasih, penasehat...!" balas Via.
"tunjukkanlah kapak itu ke anggota kami, maka mereka akan tau nona muda anggota istimewa Kapak Naga...! dan jika mereka tidak percaya kapak itu asli, nona muda bisa memutar gagangnya dan melepaskannya, didalam gagang itu terdapat segel organisasi kami...!"
"baik, penasehat...!" balas Via lagi.
"baiklah, kalau begitu sekarang nona muda bisa kembali berpesta...! selamat malam, dan sampai bertemu lagi...!"
...
setelah bersalaman dengan semua penasehat Langit, Via lalu meninggalkan ruang khusus dan berjalan ke ruang utama.
sampai diruang utama, Via lalu mengedarkan pandangannya berkeliling, berusaha mencari keberadaan Wira.
belum Via menemukan Wira, tiba-tiba seseorang menghampirinya,
"nona muda, apa nona muda mencari si Bos...?"
"eh, kamu Drong...! iya, Wira mana...?" balas Via ke si Gondrong.
"itu, disana...!" tunjuk Gondrong ke arah Wira.
saat itu, nampak Wira sedang berbincang dengan tuan besar, tuan Godam, dan Gundala.
"hmmm..., sepertinya Dia sedang membicarakan masalah kerjaan, sebaiknya aku tidak mengganggunya...!" batin Via, lalu berkata lagi,
"Drong, apa di sini ada taman untuk bersantai...? aku merasa kurang nyaman berada didalam ruangan seperti ini...!"
"oh, ada nona muda...! disamping kanan dan belakang gedung ini ada taman yang cukup luas dan nyaman, apa nona muda mau kesana...?"
"iya, Drong...!"
"kalau begitu, silahkan nona muda, biar saya antar...!"
"makasi, Drong...!"
...
tidak berapa lama, Via dan si Gondrong sudah berada di taman belakang.
nampak sekumpulan orang yang terbagi dalam beberapa kelompok sudah duluan berada di taman itu.
setelah beberapa saat mencari, akhirnya Via memutuskan untuk duduk di salah satu sudut taman yang berada agak jauh dari keramaian.
"nona muda mau minum...?" tanya si Gondrong.
"boleh..., apa ada arak disini...?" Via balik bertanya.
"ada...! nona muda mau arak apa...?"
"kalau ada aku minta arak strawberry...!"
"baik, biar saya ambilkan...!"
"makasi, Drong...!"
baru beberapa saat si Gondrong pergi, nampak beberapa gadis bergaun hijau tua yang sejak tadi mengikuti Via datang mendekat.
Via yang mengenal salah satu dari para gadis itu langsung menyapa, "hai, kamu Sinar kan, wakilnya kak Saras...? kebetulan kamu lewat, bagaimana kalau kamu dan teman-temanmu duduk disini menemaniku minum arak...? sekalian kita berbincang-bincang untuk saling mengenal...!"
"tidak perlu...! kami disini bukan kebetulan lewat, tapi memang sengaja datang mencarimu...!" balas Sinar tidak bersahabat.
"oya? ada perlu apa...?"
"kami datang untuk menguji apakah kamu pantas menjadi kekasih tuan muda Wira, apa tidak...!"
"menguji...? hehehe..., kamu pasti bercanda, kan...? apa menjadi kekasih seseorang perlu diuji...? hehehe..." balas Via tertawa ringan, menyangka Sinar hanya bergurau.
"tidak, aku tidak bercanda...!" jawab Sinar dengan wajah serius.
"sebagai kekasih tuan muda Wira, kamu memang harus diuji, untuk membuktikan kelayakanmu sebagai calon nyonya muda organisasi ini...!" lanjut Sinar.
"ah, aku dan Wira hanya sekedar berpacaran, kami belum memikirkan sampai sejauh itu...!" balas Via enggan.
"mungkin kamu merasa seperti itu, tetapi dengan diangkatnya kamu menjadi anggota istimewa, tentu semua orang akan berfikiran lain...!"
sejenak Via berfikir, kemudian berkata,
__ADS_1
"hmmmm..., sepertinya aku mengerti maksudmu...! lalu, apa ujiannya...?"
"bangunlah, akan kukatakan setelah kamu berdiri...!"
dengan malas Via bangkit dari duduknya. tapi baru saja berdiri, tiba-tiba salah satu gadis menyerangnya dari samping.
"Bug...!"
"aduh...!!!"
Via yang tidak menyangka akan diserang hanya bisa pasrah menerima sebuah tendangan mendarat dipinggangnya.
"sialan...!!! apa yang kalian lakukan...!" maki Via kesakitan.
"inilah ujiannya...! hehehe..." balas Sinar tersenyum jahat.
"ujian ini disebut ketahanan mental dan fisik...! sebagai calon pendamping tuan muda Wira, kamu harus memiliki mental dan fisik yang kuat...!" lanjut Sinar.
"mengapa begitu...?" tanya Via heran.
"karena seperti yang kamu ketahui, organisasi ini bergerak di bidang peminjaman uang, jadi tidak mengherankan jika kami memiliki banyak musuh...! oleh karena itu kamu harus memiliki mental baja dan tubuh yang kuat, atau setidaknya sedikit kemampuan beladiri untuk sekedar berjaga-jaga, karena tidak mungkin kami harus terus melindungimu...!" jelas Sinar.
"aku mengerti maksudmu, tapi..."
belum sempat Via menyelesaikan kalimatnya, kembali salah satu gadis menyerangnya.
"Bug...!!!"
"argh...!!!"
kali ini sebuah pukulan menghajar perutnya, sehingga membuat Via bersimpuh sambil memegang perutnya yang kesakitan.
melihat Via bersimpuh, gadis lainnya mendekat dan hendak memukul Via dari belakang.
beruntung, belum sempat pukulan gadis itu mengenai Via, Gondrong datang dan mendorongnya, sehingga membuat pukulan gadis itu meleset.
"bangsat...!!! apa yang kalian lakukan pada nona muda kami...?" bentak Gondrong marah.
"sabar, Drong...! kami hanya mengujinya...!" sahut Sinar.
"menguji apa...?" tanya Gondrong lagi.
"mengujinya sebagai pacar Bosmu...!"
"aku tau...! tapi ini perintah khusus...!"
"perintah khusus...? dari siapa...? Bosmu...?"
"bukan, Drong...! mana berani nyonya muda Saras memberi perintah yang melawan aturan...!"
"lalu siapa...?" Gondrong terlihat tidak sabaran.
"yang diatasnya lagi...!"
"maksudmu tuan besar...?"
"bukan tuan, tapi NYONYA...!!!"
"hah...! nyonya besar...?! kenapa nyonya besar memberi perintah seperti itu...?"
"mana aku tahu...! kamu tanya saja sendiri saja pada beliau, aku hanya menjalankan perintah...!"
kali ini Gondrong hanya diam, tidak membalas kata-kata Sinar.
melihat Gondrong diam, kembali Sinar berkata, "Drong, tolong minggir...! kami mau melanjutkan tugas...!"
"tidak bisa...! aku diberi perintah tuan muda Wira untuk melindunginya...!"
"oh, begitu...! jadi sekarang perintah tuan mudamu lebih tinggi dari nyonya besar...?"
"bu... bukan begitu, tapi..."
"tapi apa...? kamu ingin melawan perintah...? apa kamu siap menerima akibat dari perbuatanmu ini...?"
kata-kata Sinar kembali membuat Gondrong terdiam.
"cepat minggir...! atau mau kulaporkan kamu karena menghalangi tugas kami...?!" ancam Sinar.
Gondrong terlihat bingung, matanya silih berganti menoleh ke Via dan Sinar.
melihat Gondrong bingung, Via langsung berdiri dan berkata, "Drong, mundurlah...! biar aku selesaikan ujian mereka...!"
__ADS_1
"ta... tapi nona muda..., apa yang harus saya katakan ke si Bos, kalau sampai terjadi sesuatu pada nona muda...?"
"kamu tenang saja, kalau terjadi apa-apa padaku, biar nanti aku yang menjelaskannya ke Wira...!"
"ta... tapi..."
"sudahlah, Drong..., jangan membantah lagi...! aku pasti baik-baik saja, percayalah padaku...!"
"ba... baiklah kalau begitu...!" akhirnya Gondrong menuruti perintah Via dan mundur beberapa langkah ke belakang.
"oya, Drong..., apa itu arak pesananku...?" tanya Via tiba-tiba ketika melihat sebotol arak ditangan kanan Gondrong.
"iya, ini arak pesanan nona muda...! tapi sayang gelasnya pecah...! barusan saya menjatuhkannya karena melihat Dia hendak memukul nona muda...! biar saya ambilkan yang baru...!"
"oh, tidak perlu, Drong..., aku biasa meminumnya langsung...!" tangan Via dengan cepat meraih botol arak ditangan Gondrong, membuka tutupnya dan meneguknya sekali.
"arak Strawberry memang yang terbaik...!" gumam Via sambil mengembalikan botol arak ke Gondrong.
"nah, aku sudah siap...! silahkan kalian lanjutkan lagi ujiannya...!" kata Via sambil tersenyum.
"apa kamu pikir dengan meminum seteguk arak kamu akan lebih kuat...?" ejek Sinar.
"siapa tau...! kamu lihat saja...!"
"serang...!"
selepas Sinar memberi perintah, salah seorang rekannya langsung melancarkan pukulan ke wajah Via, tapi kali ini dengan mudah Via bisa menghindarinya.
merasa pukulannya tidak mengenai sasaran, gadis itu kembali menyerang Via,
"whut.. whut... whut... whut..."
empat kali gadis itu melancarkan pukulan, tapi semua bisa dihindari Via dengan mudah.
"lumayan...!" kata Sinar tersenyum sinis.
"Wik, bantu Dia...!" perintah Sinar ke gadis di sampingnya.
tanpa berkata, gadis itu langsung ikut menyerang Via.
diserang dua orang sekaligus membuat Via mulai kewalahan, beberapa kali pukulan dan tendangan kedua penyerangnya nyaris mengenainya.
"sial...! kalau begini terus, lama-lama aku pasti kena...! aku tidak boleh hanya bertahan, aku harus menyerang balik...!!!" batin Via, lalu mulai mencari celah untuk menyerang.
tidak berapa lama, kesempatanpun tiba.
saat gadis yang dipanggil Wik melonggarkan pertahanannya, Via langsung melancarkan tendangan keras ke arah pinggangnya.
"eh...!!!"
alangkah terkejutnya Via menyadari saat itu Dia tidak mengenakan celana, melainkan gaun panjang ketat, sehingga saat Dia menaikkan sebelah kakinya untuk menendang, gaunnya ikut menarik belakang kakinya yang digunakan untuk bertumpu, sehingga tak ayal Via jatuh terjengkang ke belakang.
"Brugh...!!!"
"aduh...!!!"
melihat Via jatuh sendiri, sontak para gadis berbaju hijau tua itu menertawakannya.
"hahahaha... apa yang kamu lakukan...? apa itu jurus mabuk...? hahahaha... hahahaha..." ejek Sinar.
bukannya marah, Via malah ikut tertawa,
"hahahaha... yah, begitulah...! itu kuberi nama jurus monyet kepeleset, hahahaha... hahahaha... nah, apa ujiannya sudah selesai...? aku cukup lumayan kan tadi bisa menghindari beberapa serangan kalian...!"
sejenak Sinar dan rekannya nampak berdiskusi, lalu kembali Sinar berkata,
"belum, ini belum selesai, ini baru pemanasan...!"
"hei, pemanasan apa...! nona muda sudah seperti ini kok kalian bilang masih pemanasan...?" protes Gondrong kesal.
"diam kamu, Drong..., jangan ikut campur urusan kami....!" balas Sinar ketus.
Via yang tidak mau terjadi perbedaan lagi langsung melarang Gondrong untuk membalas.
dibantu Gondrong, Via kembali berdiri, lalu meneguk arak tadi sekali.
"baiklah, aku tidak keberatan untuk melanjutkan ujian ini, tapi sebelumnya, boleh aku menanyakan satu hal...?"
"apa...?"
"siapa yang terkuat diantara kalian...?"
__ADS_1
"aku..., kenapa...?" jawab Sinar penuh kesombongan.
"kalau begitu, aku menantangmu DUEL...!!!"