PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
24. PESTA PERNIKAHAN


__ADS_3

dua minggu telah berlalu semenjak kejadian di hutan.


didalam kamar yang cukup besar dan mewah, Via nampak berputar-putar di depan cermin sambil memainkan gaunnya,


"Sis, bagaimana penampilanku? apa aku sudah terlihat cantik?"


"aku rasa sudah, yah, walaupun sedikit norak...! hehehe..."


"masa iya norak...?!"


"ya noraklah...! kulitmu hitam, pake gaun warna pink, kelihatan kontras tau...! bukan begitu Mon...?"


"ah, aku rasa ga juga...! aku pikir cukup bagus, bahkan terlihat menarik...!"


"kamu serius Yu..., penampilanku menarik...?"


"benaran, Vi..., bahkan sangat menarik...!"


"oya...?!"


"iya..., aku yakin semua orang pasti akan memandangimu..., soalnya kamu kelihatan aneh dan lucu...! hahahaha... hahahaha..."


"sialan...! dasar Gembrot...!!! hahahaha... hahahaha..."


"sudah, jangan bercanda terus...! ayo sekarang kita berangkat, ntar keburu mulai acaranya, ga enak sama Tommi..."


...


tidak berapa lama, Via, Siska dan Ayu tiba acara pernikahan Tommi dan Rosi.


walaupun terbilang sederhana, tapi pestanya berlangsung cukup meriah.


mereka bernyanyi, menari, tertawa, dan bersenang-senang, tentunya ditemani tuak dan arak sebagai minuman utama.


malampun berlalu, sebagian tamu sudah meninggalkan acara, sebagian lainnya sudah tertidur nyenyak tidak beraturan. yang masih berpesta tinggal tiga bersahabat dan empat bersaudara, ditambah Rosi.


"sekali lagi..., untuk kebahagiaan Tommi dan Rosi, berulang...!"


"tring...!"


"gluk... gluk... gluk..."


"hahahaha... hahahaha..."


"selamat Tom...! selamat Ros...! aku mendoakan kebahagian kalian...!"


"aku juga...!"


"aku juga...!"


satu persatu semua yang ada disana mengucapkan selamat pada Tommi dan Rosi.


"terima kasih banyak teman-teman dan saudaraku...! atas dukungan kalian juga maka aku dan Dia bisa bersatu...! sekali lagi aku ucapkan Terima kasih...! semoga kami bisa saling menyayangi, sampai maut memisahkan kita, bukan begitu sayang...?" Tommi merangkul Rosi dan merapatkan wajahnya ke wajah Rosi.


"tentu saja, sayang..." balas Rosi mesra, lalu ******* bibir Tommi.


"mmm..."


sesaat, semua yang ada disana terdiam, hanyut terbawa indahnya suasana penuh kasih.


"ah, jadi ingat malam di penginapan...! rasanya sungguh nikmat dan menyenangkan...! kapan ya aku bisa merasakan itu lagi...?" batin Via, teringat malam terakhirnya bersama Adi.


"ehem...!!! siapa ya kira-kira di antara kita yang selanjutnya akan menikah...?!" kata-kata Ayu membuyarkan lamunan Via.


"hmmm..., aku rasa, aku tau siapa...!" tiba-tiba Siska menyahut, membuat semua mata memandang ke arahnya.


"oya...? siapa Sis...? siapa...?!" Ayu terlihat mengguncang-guncang lengan Siska.

__ADS_1


"hmmm... itu... Bladuk...!!!"


kali ini semua memandang ke arah Bladuk.


"serius Bro, kamu mau menikah...?! sama siapa.. ? kapan...?" kali ini Bram yang bertanya penuh semangat.


"sialan kamu Sis...! seharusnya kan aku yang sampain, bukan kamu...!!!" Bladuk terlihat sewot.


Siska hanya cengar-cengir ga jelas.


"tadinya aku mau buat kejutan, tapi karena Siska sudah terlanjur ngomong, ya sudah, biar kusampaikan sekalian...! dua bulan lagi, rencananya aku sama Melinda akan menikah...! hehehe..." Bladuk tersenyum bahagia


"lho, bukannya tiga bulan lagi kamu mulai sudah menjalani pelatihan militer...?!" Tommi bertanya heran.


"ya karena itu..., makanya sebelum menjalani pelatihan militer, aku nikahi Dia...! biar Dia ga takut aku diambil cewek lain...! hehehe..."


"Dia yang takut...? atau kamu yang takut Dia digoda cowok lain...? hahahaha..." celetuk Bram menggoda Bladuk.


"hahahaha..." semua yang ada disana ikut tertawa menggoda Bladuk.


"terserah kalian saja deh mikir apa...! yang jelas dua bulan lagi aku dan Melinda akan menikah, dan untuk persiapannya, nanti aku kabari lagi...!" balas Bladuk cuek.


"ya, ya, ya... mudah-mudahan rencanamu berjalan baik. trus yang lain gimana? kapan rencananya kalian akan menyusul kami...?" tanya Tommi lagi sambil memandangi satu-persatu teman-temannya.


"aku sih mau fokus dulu mempelajari ilmu sejarah...! aku belum kepikiran kesana...!" sahut Ayu.


"kalau aku sama Sangit masih dalam masa pendekatan dan pengenalan ke orangtua...! kalau ga ada halangan, mungkin tahun depan aku juga akan menyusul kalian...! hehehe..." kali ini Siska yang menyahut.


"aku ga mikirin kawin...! masa bodo...!" sahut Hengki dingin.


"kalau aku masih jauh...! seperti yang kalian tau, sebentar lagi aku mau ikut audisi Bintang Bali, dan selama masa kontrak, aku dilarang menikah...!" sahut Bram.


"sama...! aku juga mau fokus mempelajari ilmu pengobatan tradisional di tempat Nenekku...! dan seperti yang pernah kubilang, selama aku belum lulus, aku ga boleh kemana-mana...! lagian aku juga belum punya pacar...!" sahut Via.


"pacar memang ga punya...! tapi pujaan hati kan ada, hehehe..." goda Ayu.


"Vi..., Vi...! ga usah kamu sembunyiin lagi deh...! semua orang yang waktu itu ada dihutan tau kok perasaanmu ke Adi...! hehehe...!" balas Ayu tersenyum penuh arti.


"ma... maksudmu, Yuk...?!" Via terlihat panik.


"hahahaha... biar kukasi tau..., waktu kamu pingsan, kamu terus mengigau, 'Di..., kamu dimana...? Di..., jangan mati...! Di... aku sayang kamu...! muah... hahahaha... hahahaha..."


"hahahaha..." semua yang ada disana ikut tertawa geli.


"Ayukkkk...!!! sudah ah, jangan diterusin...! malu tau...!!!" wajah Via semakin memerah.


"hahahaha... iya Vi, iya hahahaha... hmffff...."


sambil menahan tawanya, kembali Ayu berkata, "eh iya, ngomong-ngomong, si Kampret itu ada yang tau ga kabarnya...?"


"Dia tadi nelpon aku...!"


"DEG...!"


tiba-tiba Tommi menyahut, membuat semua orang terkejut dan menoleh kearahnya, termasuk Via, jantungnya langsung berdetak keras.


"Di... Dia bilang apa, Tom...?" Via terlihat tegang.


"Dia ga banyak ngomong, cuma ngucapin selamat menempuh hidup baru dan..."


"dan apa...?" kali ini Via terlihat tidak sabaran.


"nggggg..." Tommi terlihat ragu.


"dan apa, Tomm...?!" Via semakin tidak sabaran.


"sebenarnya, Dia melarangku untuk memberitahukan ini kepada kalian..., karena Dia tidak ingin membuat kalian khawatir...! tapi karena aku rasa kalian juga perlu tau keadaannya, maka akan kuberitahu...!"

__ADS_1


"cisss..."


Tommi menyalakan sebatang rokok.


"Dia bilang..., SAAT INI DIA BERADA DALAM PENJARA...!!!"


"penjara...!!!"


semua nampak terkejut.


"ya, penjara...! Dia bilang saat ini Dia berada dipenjara, dan hanya diberikan satu menit untuk menelpon, itupun karena Dia ingin mengucapkan selamat atas pernikahan saudaranya...!"


"apa kamu tau Dia di penjara mana...?" tanya Bladuk.


Tommi menggeleng,


"sayang sekali, Dia tidak mengatakan Dia dimana, dan aku tidak bisa mencari tau, karena Dia menelpon ke rumah, bukan ke telpon genggam...!"


"trus, apalagi yang Dia bilang...?" kembali Via bertanya.


"tidak ada...! hanya itu...!"


"kamu yakin, Tom...?!"


Tommi mengangguk.


"yah, kalau gitu, untuk saat ini kita cuma bisa tetap menunggu kabar selanjutnya darinya...!" Siska berkata pelan.


"dan sambil menunggu..., bagaimana kalau kita lanjutkan minumnya...?! leherku mulai kering nih...! hehehe..." sambung Bladuk yang langsung mengangkat gelas berisi tuak.


"untuk kebahagian Tommi dan Rosi, dan juga untuk keselamatan Adi, bersulang...!"


"tring...!"


"gluk... gluk... gluk..."


"hahahaha... hahahaha..."


pestapun berlanjut, hingga tak terasa haripun berganti.


...


saat itu, waktu telah menunjukkan pukul 1 dini hari.


Via yang sudah merasa sangat pusing mengundurkan diri dan pulang.


"🎼Adi Bodoh...! Adi Bodoh...! dasar si Bodoh...!!! kerjanya cuma buat orang khawatir, lalalalalalala... lalalalalalala..."


sambil berjalan sempoyongan, tidak henti-hentinya Via menyanyikan lagu ciptaannya sendiri.


"Gong Gong Gong Gong... Gong Gong Gong Gong..."


tidak mau ketinggalan, Simba menggonggong dengan berirama, seolah ikut bernyanyi mengiringi tuannya.


"bruk..."


sampai dikamarnya, Via langsung merebahkan diri diranjang, sedangkan Simba langsung meringkuk dibawah tempat tidur.


"Di... Di... kamu dimana? kamu salah apa sampai di penjara? kenapa kamu cuma ngabari Hengki dan Tommi? kenapa kamu ga pernah ngabari aku? apa kamu lupa sama aku...?!"


seribu pertanyaan berputar di kepala Via.


"apa kamu ga tau aku rindu kamu? apa kamu ga tau aku kangen kamu? apa kamu ga tau aku pingin dicium seperti malam itu? apa kamu ga tau aku pingin dipeluk seperti waktu itu? apa kamu ga tau aku rindu masa-masa kecil kita dulu? aku rindu ketika kamu menemaniku saat aku mau tidur, dan kamu selalu menceritakan banyak kisah menarik mengantarku ke dalam mimpi..."


"Di..., aku rindu kamu... zzzzzzz..."


malam itu, Via terlelap dalam kerinduan, kesedihan, dan juga kegelisahan akan Adi, orang yang paling dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2