
*** dahulu kala, di sebuah desa yang terpencil, hiduplah seorang pemburu yang gagah dan tampan.
selain ahli dalam menangkap mangsanya, pemburu itu juga sangat kuat dan mahir dalam bertarung, hampir tidak ada yang pernah mengalahkannya dalam pertarungan satu lawan satu.
pemburu itu tinggal bertiga dengan kedua orang tuanya, dan selama ini mereka hidup bahagia. hingga suatu ketika, ibunya jatuh sakit.
sudah berpuluh-puluh tabib dan dokter didatangkan untuk mengobati penyakit ibunya, tetapi tidak ada satupun yang berhasil.
semakin hari kondisi ibunya semakin memburuk, hingga akhirnya pemburu memutuskan pergi ke utara, untuk mencari pulau ajaib, tempat tinggal penyihir sakti yang kabarnya mampu mengobati segala macam penyakit.
setelah menempuh perjalan panjang dan melalui banyak rintangan, akhirnya pemburu menemukan pulau itu.
dipulau itu, pemburu bertemu dengan manusia - manusia hebat dan memiliki kemampuan khusus, ada yang bisa bicara dengan binatang, ada yang bisa terbang, ada yang bisa menghilang, bahkan ada yang bisa berubah wujud.
pulau ajaib itu dipimpin oleh seorang penyihir sakti yang sangat cantik dan anggun. selain cantik dan anggun, penyihir itu juga memiliki kemampuan mengobati segala macam penyakit, bahkan sanggup membangkitkan orang mati.
pemburu itu lalu menemui penyihir sakti, dan menyampaikan maksud kedatangannya.
awalnya penyihir sakti menolak untuk membantu pemburu. tetapi karena pemburu begitu gigih, akhirnya penyihir sakti luluh, dan bersedia membantunya, tetapi dengan sebuah syarat, yaitu setelah ibunya sembuh, pemburu harus bekerja pada penyihir sakti selama lima tahun.
demi menyelamatkan ibunya, pemburu menyetujui syarat penyihir sakti.
penyihir sakti lalu mengobati ibu pemburu hingga sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala.
pemburu kemudian menepati janjinya, dan bekerja kepada penyihir sakti sebagai pengawal pribadinya.
kemanapun penyihir sakti pergi, pemburu dengan setia menemani dan menjaganya.
seiring waktu berlalu, pemburu dan penyihir sakti mulai saling menyukai dan jatuh cinta, hingga akhirnya merekapun menikah, dan dikarunia seorang putri yang sama cantiknya dengan penyihir sakti.
lima tahun telah berlalu, pemburu yang sudah menepati janjinya meminta ijin pulang untuk pergi menemui kedua orangtuanya.
awalnya penyihir sakti tidak setuju, tetapi karena pemburu berjanji akan segera kembali lagi, maka penyihir sakti pun merelakannya.
ketika mengetahui pemburu pergi meninggalkan pulau ajaib, penyihir jahat yang iri melihat kebahagian penyihir sakti lalu menyusun sebuah rencana jahat.
penyihir jahat menyegel sebagian ingatan pemburu, sehingga membuat pemburu melupakan penyihir sakti.
penyihir jahat lalu mengirim wabah ke desa pemburu, sehingga menyebabkan banyak penduduk sakit termasuk juga orangtua pemburu.
berkat ilmu yang dipelajarinya di pulau ajaib, pemburu berhasil mengobati orangtua dan juga penduduk desanya.
berita kehebatan pemburu langsung menyebar kemana-mana, tidak hanya keseluruh pelosok negeri, bahkan sampai ke istana.
raja pun memanggil pemburu untuk mengobati putri kesayangannya yang telah mengalami penyakit aneh selama berbulan-bulan.
karena keberhasilan pemburu mengobati tuan putri, raja lalu menikahkan pemburu dengan putri kesayangannya, dan mereka dikarunia seorang putra mahkota yang juga setampan dan segagah pemburu.
__ADS_1
rentan waktu berlalu, penyihir sakti yang khawatir karena pemburu tidak kunjung kembali lalu mencarinya.
alangkah marahnya penyihir sakti sewaktu mengetahui pemburu telah menikah dengan putri raja.
penyihir sakti yang sakit hati dan merasa dikhianati lalu menyihir putra mahkota hingga mati suri.
semua tabib dan dokter terbaik didunia telah didatangkan untuk mengobati putra mahkota, tetapi sia-sia, tidak ada satupun yang berhasil membangunkan putra mahkota, bahkan dengan pengalamannya di pulau ajaib, pemburupun tidak mampu menolong putranya.
saat itu, penyihir jahat membuka sebagian ingatan pemburu, sehingga pemburu teringat akan pulau ajaib, dan memutuskan mencari bantuan kesana.
iring-iringan kapal kerajaan pun berangkat menuju pulau ajaib untuk menyelamatkan putra mahkota.
sampai di pulau ajaib, pemburu langsung menemui penyihir sakti untuk meminta pertolongan.
penyihir sakti yang masih marah, lalu meminta nyawa pemburu sebagai ganti biaya pengobatan sang putra mahkota.
karena begitu besar rasa sayang pemburu pada putranya, pemburupun menyanggupi syarat penyihir sakti.
penyihir sakti lalu menarik sihirnya dari putra mahkota, sehingga putra mahkota kembali siuman. tetapi, penyihir sakti yang masih cinta kepada pemburu, tidak sanggup mengambil nyawa pemburu, dan membiarkannya kembali pulang.
saat pemburu pergi meninggalkan pulau ajaib, penyihir sakti yang merasa sangat sedih dan sakit hati lalu meminum racun yang tidak ada penawarnya.
sesaat sebelum penyihir sakti mati, penyihir jahat datang dan menceritakan apa yang telah dia lakukan pada pemburu.
penyihir sakti akhirnya mengerti, bahwa pemburu tidak pernah mengkhianatinya, dan mati dengan tersenyum bahagia.
penduduk pulau lalu melaksanakan perintah terakhir penyihir sakti.
mereka membakar seluruh pulau, dan menyebabkan penyihir jahat mati terbakar
bersamaan dengan matinya penyihir jahat, maka terlepaslah segel pemburu.
pemburu yang kembali teringat akan penyihir sakti mencoba kembali kepulau ajaib untuk menyelamatkan istri dan putrinya, tapi sayang, semua sudah terlambat, pulau ajaib sudah dipenuhi kobaran api yang sangat besar.
pemburu meraung-raung tanpa henti menatap pulau yang mulai tenggelam, disertai asap tebal yang membumbung tinggi.
bertahun-tahun pemburu hidup dalam penyesalan, hingga akhirnya jatuh sakit dan meninggal dalam kesedihan.
TAMAT. ***
"hiks... ceritanya sedih banget... hiks..." Via menutup buku dogeng yang baru habis dibacanya, tak terasa air mata menetes dipipinya.
"kasian sekali penyihir sakti dan pemburu karena cinta mereka harus berakhir seperti itu... hiks... hiks... hiks..." lanjutnya.
"begitulah kehidupan sayang..., kadang takdir tidak mengijinkan dua orang yang saling mencintai bersama..." mamanya berkata pelan, sembari membelai lembut rambut Via.
"dulu, cerita itu sangat terkenal sewaktu mama masih kecil. tapi kemudian pemerintah menarik semua buku dongeng itu dan memusnahkannya...!" lanjut mamanya.
__ADS_1
"lho, kok gitu...?" Via terlihat heran.
"mama juga tidak tau...! pemerintah tidak pernah menjelaskan alasannya...! ada isu yang mengatakan bahwa cerita dibuku ini bukan hanya sekedar dongeng, melainkan sebuah kenyataan...! ada juga yang mengatakan bahwa ORPEKEDIA ada sangkut pautnya dengan penarikan buku itu...! entahlah...! tapi yang pasti...! waktu itu nenekmu sangat marah ketika tau mama membaca buku ini...! nenekmu lalu menyimpan buku ini didalam kotak, dan melarang mama untuk membukanya lagi...!"
"lalu, kenapa sekarang mama membukanya..?"
"karena nenekmu berpesan, ketika kemampuanmu sudah bangkit, maka kami harus membuka kotak ini...!" kali ini papanya yang menjawab.
"memang apa hubungannya buku ini dengan kemampuan Via, Pa...?"
"papa juga tidak tau...! nanti kamu tanya nenekmu saja, biar Dia yang menjelaskannya padamu...! tapi yang lebih penting dari buku itu adalah ini...!" papanya lalu mengeluarkan sebuah kalung perak dari dalam kotak, dan menyerahkannya ke Via.
"ka... kalung apa ini, Pa...? cantik sekali...!" Via menatap takjub mustika hijau tua yang memahkotai kalung itu.
"itu kalung pelindungmu...! kata nenekmu, setelah kemampuan bangkit, kamu harus terus memakai kalung ini untuk menjagamu dari kemampuanmu sendiri, sebelum kamu bisa mengendalikannya...!"
"Via ga paham...! kenapa Via harus melindungi diri dari kemampuan Via sendiri...?" Via nampak gusar.
"biar mama yang jelasin...!" kali ini mamanya yang menjawab.
"kamu pasti sadar, bahwa kemampuanmu itu memiliki resiko tinggi...! efek yang kamu terima sama dengan orang yang kamu mimpikan.
andaikata Adi, atau siapapun yang kamu mimpikan mengalami luka yang serius, maka kamu juga akan mengalami luka yang sama...! dan jika orang yang kamu mimpikan terbunuh, maka kamu juga bisa ikut MATI...!!!"
"hah...!! ma... masa iya sampai segitunya, Ma...?" Via nampak ketakutan.
"itu benar, sayang...! dulu, nenek dari nenekmu meninggal karena kemampuan itu. sewaktu tidur, tiba-tiba nenek dari nenekmu meninggal...! dan ketika diperiksa, didalam tubuhnya terdapat banyak air garam, seakan Dia mati tenggelam...! padahal saat itu nenek dari nenekmu sedang berada diatas gunung, yang sangat jauh dari laut...!"
"ma..., Via kok jadi takut ya..."
"kamu tidak perlu takut...! kalung itu akan menahan kekuatanmu supaya tidak keluar, karena itu selalu pakai kalung itu terutama saat kamu tidur...!" sahut papanya.
Via mengangguk,
"i... iya, Pa..."
"nah, untuk saat ini hanya itu yang dapat kami sampaikan, mungkin ada sesuatu yang masih ingin kamu tanyakan?" lanjut papanya.
Via menggeleng,
"Via rasa saat ini belum ada..., nanti kalau kepikiran sesuatu, Via tanya lagi..."
kali ini papanya yang mengangguk,
"ya sudah, kalau begitu sebaiknya sekarang kita kembali ke ruang makan dan melanjutkan sarapan pagi..."
Via dan mamanya mengangguk setuju.
__ADS_1