
"aku sungguh berharap kamu mau tinggal disini selama tiga hari?"
"untuk apa...? menemanimu diranjang...! ga sudi...!!!"
"bukan...! bukan menemaniku, tapi Billa...!"
"Billa...! maksudmu aku menemani anjingmu diranjang...?!"
"kamu goblok ya...!!! bukan kamu, tapi anjingmu...! biarkan Dia menemani Billa selama tiga hari...!"
"untuk apa...?"
"supaya mereka mempunyai keturunan...!"
"keturunan...!" Via nampak bingung.
melihat Via bingung, kembali Wira berkata, "seperti yang kubilang tadi, mereka anjing spesial...! spesial karena mereka hanya bisa mempunyai keturunan jika kawin dengan sesamanya...!"
"apa itu berarti jika mereka kawin dengan anjing jenis lain tidak akan bisa hamil...?"
Wira mengangguk,
"ya, begitulah...! karena itu aku memerlukan bantuan anjingmu untuk menghamili anjingku...! kebetulan tiga hari ini adalah musim kawin anjing, jadi kemungkinan hamilnya cukup besar...!"
sesaat Via berfikir, kemudian berkata, "aku tidak mengerti, dengan uang dan kakayaanmu yang banyak, kenapa kamu tidak cari, atau beli saja anjing seperti ini...?"
"cari dimana...? beli dimana...? anjing seperti mereka sangat langka, dan tidak bisa kamu temukan di sembarang tempat, kecuali dihutan-hutan yang belum terjamah tangan manusia...!"
"kalaupun mau beli, tidak sembarang orang yang punya, karena orang-orang tertentu saja yang mau memelihara anjing seperti ini...! dan harga yang ditawarkan pasti sangat tidak masuk diakal, bahkan bisa melebihi harga sepuluh mobil mewah...!"
"dasar pembohong...! mana ada anjing semahal itu...!"
"kamu tidak percaya...?"
"tentu saja...! kalau harganya sampai segitu, pasti dari dulu banyak yang mengincarnya...!"
"tentu saja tidak ada yang mengincarnya...! itu karena mereka tidak tahu...! perawakan anjing seperti mereka sama seperti anjing biasa pada umumnya, tidak bisa dibedakan hanya dengan melihatnya atau mendengar gonggongannya...!"
"lalu, bagaimana cara mengetahui anjing itu keturunan serigala...?" tanya Via lagi.
"untuk mengetahui yang jantan ada dua cara, yang pertama dengan membiarkannya melihat bulan purnama, dan yang kedua dengan mempertemukannya dengan serigala betina. kalau serigala betina itu tunduk saat bertemu dengannya, maka bisa dipastikan Dia keturunan serigala, karena serigala betina tidak akan pernah tunduk pada anjing manapun, kecuali pada serigala jantan...! sedangkan untuk mengetahui yang betina hanya ada satu cara, yaitu mengawinkannya dengan yang jantan, jika hamil, pasti Dia serigala betina, karena seperti yang kubilang tadi, mereka hanya bisa memiliki keturunan dengan sesamanya...!" jelas Wira.
"okelah, walaupun sedikit membingungkan, anggap saja penjelasanmu tadi benar, tapi tetap saja aku tidak percaya dengan harganya, mana mungkin ada anjing yang dihargai semahal itu...! kalau memang semahal itu, aku bisa langsung kaya mendadak, hehehe..."
"kalau kamu masih tidak percaya, bagaimana kalau kamu jual anjingmu ke aku...? aku kasi kamu uang tunai sebesar *sepuluh juta pis, sekarang juga...!"
(* sepuluh juta pis setara dengan sepuluh miliar rupiah dijaman sekarang)
"se... sepuluh juta...! ka... kamu yakin...?"
"apa aku terlihat main-main...?" wajah Wira saat itu terlihat sangat serius.
"dengan sepuluh juta, kamu bisa bersenang-senang dan hidup enak seumur hidupmu...!"
"Dia benar...! dengan uang sebanyak itu aku bisa membeli apapun yang aku suka, bahkan yang selama ini aku inginkan dan belum tercapai...! Simba, atau sepuluh juta...? Simba, atau sepuluh juta...?" batin Via menimbang-nimbang.
"bagaimana...? apa kamu bersedia menjual anjingmu...?" tanya Wira lagi.
sejenak Via berfikir, kemudian menjawab, "sayang sekali..., Dia tidak dijual...!"
"apa kamu yakin...? selain kamu mendapat uang yang banyak, anjingmu pasti akan sangat bahagia disini karena mempunyai pasangan...!"
tanpa berfikir lagi Via menjawab, "tidak, dia tetap tidak dijual...!"
"jangan begitu...! coba pikir baik-baik sekali lagi supaya kamu tidak menyesal...! atau mungkin kamu perlu lebih banyak waktu untuk berfikir...!"
"tidak...! aku rasa keputusanku sudah bulat, DIA TIDAK JUAL...!!! kuharap kamu bisa menghormatinya dan tidak mempertanyakannya lagi...!" kali ini Via menjawab dengan tegas.
mendapat penolakan dari Via, bukannya kecewa, Wira malah tersenyum,
"hehehe..., sudah kuduga, pasti kamu tidak akan menjualnya...! hehehe..."
"darimana kamu tau...?"
__ADS_1
"karena aku yakin, bagimu anjing ini penting dan spesial...! oh, bukan..., bukan anjing ini..., lebih tepatnya pemilik aslinya, yaitu TEMANMU...!"
"DEG...!"
mendengar jawaban Wira, mendadak jantung Via berdetak keras.
"sok tau...!"
"bukan sok tau, tapi kenyataan...! tadi kamu bilang anjing ini titipan temanmu, dan temanmu mendapatkannya dari mantan pacarnya...! mana ada cewek yang mau dititipi sesuatu yang punya bekas mantan pacarnya, kecuali cewek itu bodoh, atau jatuh cinta padanya...! bukan begitu, nona Via...?"
"DEG...!"
kembali jantung Via berdetak keras, rahasianya ketahuan Wira. tapi secepatnya Via menenangkan diri,
"hahahaha... penjelasanmu sungguh ngawur...! darimana kamu tau temanku itu cowok...? bisa saja dia cewek...!"
"aku tidak tau, aku hanya menduga, dan kurasa dugaanku benar...! buktinya kamu yang dari tadi berwajah tegang tiba-tiba tertawa...! bukankah tertawa itu salah satu cara untuk menyembunyikan kegelisahan...!!!"
"ishhh..., omonganmu semakin ngawur...! aku tertawa bukan karena gelisah, tapi karena aku merasa merasa kata-katamu lucu dan tidak beralasan...!"
sesaat Wira hanya diam dan menatap mata Via dalam, hingga akhirnya berkata, "baiklah, jika kamu masih mengelak, coba katakan padaku nama temanmu itu...!"
"kalau aku tidak mau...?"
"tidak masalah...! sekarang juga aku kirim orang kedesamu untuk mencari tau tentangmu dan temanmu itu...!" ancam Wira.
"ka... kamu ya...! tidak hanya mesum dan seenaknya, tapi juga keras kepala...!" umpat Via kesal.
"yah, begitulah aku...! hehehe..." balas Wira terkekeh.
"jadi sekarang silahkan kamu pilih, mau ngomong jujur, atau aku kirim orang untuk mencari kebenarannya...!"
kembali Via berfikir, lalu berkata, "baiklah, aku mengaku...! temanku itu memang seorang pria, dan aku jatuh cinta padanya...! puas...?!"
"hahahaha... hahahaha..." Wira tidak membalas, hanya tertawa terbahak-bahak.
setelah puas tertawa, kembali Wira berkata,
"lalu bagaimana dengan permintaanku tadi...? apa kamu bersedia tinggal disini dan membiarkan anjingmu mengawini anjingku...?"
"hahahaha... ternyata kamu pintar juga, tidak sebodoh yang kukira...! hahahaha.... hahahaha..." Wira kembali tertawa.
"sebagai balas jasa anjingmu..., andaikata anak yang dilahirkan lebih dari satu, maka kamu boleh meminta satu darinya...!"
"aku mau yang jantan...!" sahut Via cepat.
"setuju...! kamu boleh mengambil satu yang jantan...!"
"apalagi...?" tanya Via lagi.
"selain itu, selama kamu disini, kamu bebas melakukan apapun yang kamu...! dan jika kamu menginginkan sesuatu, kamu tinggal bilang ke mbak Arum, selama itu masih masuk diakal, dia pasti akan memberikannya...!"
"setuju...!" Via mengulurkan tanganya kedepan, yang langsung disambut oleh Wira dengan senyum gembira.
selesai bersalaman, Wira kembali berkata,
"baiklah, jika kita sudah sepakat, bagaimana kalau kita merayakannya dengan meminum beberapa botol tuak, bersenang-senang dan bercinta...? hehehe..."
"ga perlu...! dasar mesum...!!!"
"hahahaha... hahahaha..."
"wir wir wir wir...! wir wir wir wir...!"
tiba-tiba dari celana Wira terdengar suara berdering.
sambil berusaha menahan tawanya, secepatnya Wira meraih telpon genggamnya.
"hahahaha... ya To... ada apa?"
ssssttt... ssssttt...
"apa...!!! kurang ajar...! beraninya mereka macam-macam...!!! kamu tahan mereka, sebentar lagi aku kesana...!" tiba-tiba wajah Wira berubah marah.
__ADS_1
"pipppp...."
sehabis mematikan TG nya, Wira langsung berdiri, "sepertinya aku harus pergi, ada sedikit masalah yang harus kubereskan...!"
Via mengangguk.
baru saja melangkah, tiba-tiba Wira yang teringat sesuatu kembali berbalik dan merogoh sakunya.
"nih, punyamu...!" katanya sambil menyerahkan sebuah telpon genggam ke Via.
"lho, kenapa TG ku ada padamu...?"
"semalam aku mengambilnya karena berisik...! dua orang terus menerus menelponmu tanpa henti, kalau tidak salah namanya Siska dan Ayu...!"
"oh, mereka teman baikku...! kamu tidak mengangkatnya dan menyatakan yang aneh-aneh, kan...?" tanya Via penuh curiga.
"tentu saja...! untuk apa aku mencampuri urusanmu...! aku mengambilnya supaya tidurmu tidak terganggu...!"
"oya...?" Via menatap Wira penuh curiga.
"kenapa kamu memandangku seperti itu...? apa kamu tidak percaya kata-kataku...?" Wira terlihat kesal.
"bukannya tidak percaya...! tapi aneh saja...! masa orang sepertimu bisa tahan untuk tidak mencampuri urusan orang lain...!!!"
"terserah kamu saja mau mikir apa...!" balas Wira kesal dan langsung berbalik badan.
"mbak Arum...! tolong kesini...!"
tidak sampai beberapa detik Arum sudah berdiri dihadapan Wira.
"iya tuan muda, ada apa?"
"mbak Arum, mulai sekarang mbak Arum adalah pelayan pribadi non Via...! layani Dia baik-baik seperti mbak melayani saya...!"
"siap, tuan muda...!"
...
selepas Wira pergi, Via berkata ke Arum,
"mbak, saya lapar...! bisa minta tolong om Juna membakar beberapa ekor ikan untuk saya makan...?"
"siap, non...! eh, tapi bukannya non Via baru habis sarapan...?"
"saya orang desa mbak, mana kenyang saya makan sepotong roti seperti tuan muda mesum itu...!"
"tuan muda mesum...! hehehe... non Via bisa saja...! hehehe... baik non, saya mengerti...! segera saya minta om Juna untuk membuatkan pesanan non Via...! Ngomong-ngomong, non Via mau makan disini apa diruang makan...?"
"disini saja mbak, saya lebih suka makan ditempat terbuka...!"
"baik, mohon ditunggu...!"
...
baru saja Arum pergi, Via langsung meraih telpon genggamnya,
"sial...! batrenya habis...!" umpatnya kesal seraya membaringkan diri direrumputan.
"Di, kamu lagi ngapain sekarang? kamu tau ga aku barusan ketemu kembaranmu...? cara bicaranya sama denganmu, bikin bingung, kesal dan jengkel...! cara berfikirnya pun sama, penuh misteri dengan berjuta teori...!bahkan isi otak kalian juga sama, sama-sama cabul dan mesum...! hehehe..., hanya bedanya, kamu di depanku selalu bersikap sopan dan perhatian, sedangkan Dia sama seperti Bram, kurang ajar dan ga punya etika...!!!"
lelah berfikir, Via yang merasa bosan kembali duduk dan meraih surat kabar yang ditinggalkan Wira.
"politik, kriminal, sepakbola...! beritanya cuma itu -itu saja, apa tidak ada yang menarik yang bisa kubaca...!" gerutu Via sambil membolak-balik surat kabar itu.
hingga tiba-tiba, pandangan Via tertuju pada sebuah berita international.
ORPEKEDIA MENYERANG PENJARA BLERONG...!!!
kemarin siang, sekitar pukul tiga sore, Organisasi Pencari kebenaran Dunia atau ORPEKEDIA secara tiba-tiba menyerang penjara kecil didesa Blerong, sebuah desa yang berada di pulau Lelipi, negara Mustika Naga.
hingga berita ini diturunkan, masih tidak diketahui alasan penyerangan itu, karena menurut kepala penjara, tidak ada satupun anggota mereka yang ditahan disana.
akibat dari serangan tersebut, sebuah gedung dan beberapa kendaraan hancur terbakar. beruntung tidak ada korban serius dalam kejadian itu, hanya beberapa penjaga mengalami luka ringan.
__ADS_1
"dasar organisasi ga jelas...! kerjanya cuma bikin onar dan resah...! mudah-mudahan aku tidak pernah berurusan dengan mereka...!"