PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
28. TEMAN ATAU LAWAN


__ADS_3

pagi itu, di halaman rumahnya, dibantu papanya, Via terlihat sibuk menyusun peralatan di motor gandengnya.


"ransel, tenda, dan yang terakhir tas kepompong..." gumam Via sambil memastikan kembali semua yang akan dibawanya.


"obat-obatan sama baterai cadangan sudah kamu bawa...?" tanya papanya.


"sudah pa, semua sudah didalam ransel...!" jawab Via.


"bagus, apa kamu sudah siap berangkat...?"


"sudah, Pa...!" jawab Via mantap.


"kalau begitu pergilah sekarang, mumpung hari masih siang, supaya kamu tidak kemalaman sampai di Ibukota...!"


"iya, Pa...!"


"Via sayang..., Hati-hati dijalan...! ingat semua pesan Papamu, jangan sampai lupa...! kalau nanti kamu merasa kurang yakin akan sesuatu, cepat hubungi Papamu...!"


"iya, Ma..., Via mengerti...!"


"Vi..., jangan lupa kami ya...? walaupun kita berpisah, kita akan selalu menjadi sahabat...!"


"jangan lupa sering kirim pesan, supaya kami ga khawatir...!"


"iya, Yuk..., iya Sis..., aku janji...! aku akan selalu mengabari kalian dimana pun aku berada...!"


setelah berpelukan dan bercium-ciuman dengan keluarga dan kedua sahabatnya, Via langsung menaiki motornya, diikuti Simba yang langsung duduk manis di sampingnya.


"kamu sudah siap, Sim...?" tanyanya ke Simba sembari mengenakan kacamata anti angin dan helmnya.


"Gong...!" balas Simba seolah mengerti arti perkataan Via.


"bagus...! kalau begitu, ayo kita berangkat...!"


"semuanya..., Via pergi dulu ya...!"


Via memacu motornya pelan meninggalkan rumahnya, diiringi lambaian tangan semua orang yang menyayanginya.


***


setelah menempuh satu setengah jam perjalanan, Via tiba di kota Tanadewa, ibukota Provinsi tempatnya tinggal.


"hmmmm..., kalau tidak salah, kata Siska rumahnya di perumahan tanah Citra..." batin Via yang kemudian mengarahkan motornya mencari alamat tadi.


hampir tiga puluh menit mencari dan bertanya -tanya, akhirnya Via sampai disebuah rumah yang cukup besar dan mewah.


"tidak heran selama ini Dia begitu sopan dan anggun, ternyata Dia memang orang kaya dan berada...!" gumamnya lagi sambil memencet bel di depan pintu rumah tersebut.


tidak berselang lama, seorang wanita paruh baya membuka pintu dan menyapa ramah,


"selamat siang non, ada yang bisa saya bantu...?"


"maaf mengganggu, saya ingin bertemu dengan nona muda rumah ini..." balas Via juga ramah.


"mohon maaf, nona muda dirumah ini ada dua, nona mau bertemu yang mana...?"


"nona muda SONIA...! apa dia ada?"

__ADS_1


"ada non..., kalau boleh tau, dengan siapa saya berbicara?"


"saya Via..., sampaikan saja Via dari Darmatemaja ingin bertemu..."


"baik non, silahkan masuk dan tunggu didalam..."


"saya tunggu diuar saja, mbak... saya cuma sebentar, kok...!"


"baik non..., apa non mau segelas teh hangat dan biskuit sambil menunggu...?"


"terima kasih tawarannya, tapi tidak usah repot-repot...!"


"baik non..., kalau begitu mohon ditunggu, saya panggilkan nona muda Sonia..."


"iya mbak, makasi...!"


selepas pelayan keluarga Sonia pergi, Via langsung menghidupkan sebatang rokok.


"cisss..."


"ishhh..., ternyata repot juga mau ketemu orang kaya, pertanyaan banyak banget...! enakan ketemu orang biasa, mau datang, datang aja, cukup bilang selamat siang, selamat pagi, langsung masuk...!" batinnya sambil menghirup dalam-dalam asap di mulutnya.


"emmm..., jadi keinget Adi...! apa Dia waktu mau ketemu Sonia repotnya kayak gini ya...?


selamat malam tuan muda Adi, mau ketemu nona muda Sonia ya...?


tuan Adi mau nunggu dimana...? diruang tamu, diluar, apa dikamar mandi...?


tuan Adi mau minum apa...? teh hangat, kopi apa tuak...?


tuan Adi mau cemilan apa...? biskuit, bis malam, atau bis antar kota...? hehehe..."


"woi...! ngapain kamu cengar-cengir sendiri...! kamu sudah gila ya...?!"


seketika Via menoleh kebelakang, nampak Sonia berdiri menatapnya heran.


"hmffff..., maaf Son..., aku barusan teringat sesuatu yang lucu... hehehe..." balas Via sambil berusaha menahan tawanya.


"dasar cewek aneh...! mau ngapain kamu kesini...?"


setelah berhasil menghentikan tawanya, Via lalu menjawab,


"aku mau pamitan, aku mau pergi jauh, mungkin dalam waktu yang lama...!"


"ow..., trus, apa urusannya denganku...?" balas Sonia ketus.


"sebelum aku pergi, aku ingin jujur padamu...!"


"mengenai apa...?"


"malam itu..., dan sumpah yang aku ucapkan...!"


Sonia hanya diam menatap Via dalam, seolah membiarkan Via melanjutkan kalimatnya.


Via pun lalu menjelaskan semua maksud dan tipuannya malam itu.


"aku minta maaf kalau malam itu aku terpaksa menipumu..., soalnya saat itu kamu benar -benar mabuk dan aku tidak ingin terjadi keributan, apalagi dirumah Siska...!" jelas Via diakhir kalimatnya.

__ADS_1


"aku mengerti, aku juga minta maaf kalau malam itu sudah kelewatan...! tapi Vi..., dengan mengakui kalau malam itu kamu berbohong, apa itu berarti yang selama ini aku duga benar...? kamu suka Adi dan ada perasaan khusus padanya selain teman...?"


Via mengangguk.


"trus, apa tujuanmu mengatakan itu padaku sekarang...?" kembali Sonia menatap Via tajam.


"karena aku ingin merebut hatinya darimu...! dan menjadikannya kekasihku untuk selamanya...!" balas Via ikut menatap tajam Sonia.


mendengar jawaban Via, alih-alih marah, Sonia malah tertawa,


"hahahaha... hahahaha... dasar gadis lugu, polos dan bodoh....! bukannya dengan tetap menutupi hal itu kamu akan lebih mudah merebut hatinya dariku secara diam-diam...?!"


"justru karena itu...! aku tidak ingin suatu saat jika aku berhasil mendapatkan cintanya, kamu mengatakan aku penipu...! aku ingin bersaing denganmu secara jujur...!"


"aku hargai niatmu..., tapi kurasa kamu telalu naif...! apa kamu fikir bisa bersaing denganku...?!"


"aku sadar, untuk saat ini aku memang tidak sebanding denganmu...! tapi nanti, saat Dia kembali, aku rasa aku sudah bisa mengimbangimu, bahkan mungkin melebihimu...!" balas Via penuh percaya diri.


"terserah kamu saja...! tapi ingat...! jangan pernah menyesal kalau saat Dia kembali nanti, Dia tetap memilihku...!!!"


"kamu tenang saja...! jika saat itu Dia tetap memilihmu, aku berjanji akan menerimanya dengan iklas dan tidak akan pernah mengganggu kalian lagi...!"


"bagus...! aku harap kali ini kamu benar-benar berjanji dan tidak menipuku lagi...!"


"tentu saja...! kali ini aku tidak menipumu, kamu bisa pegang kata-kataku...! tapi...,"


"tapi apa...?"


"tapi aku harap kamu juga begitu...! jika Dia memilihku, kamu harus bisa menerimanya...!"


kali ini Sonia tidak membalas, matanya tetap menatap Via tajam.


melihat Sonia yang hanya diam, Via lalu berkata, "aku sudah menyampaikan maksud kedatanganku, dan sekarang aku mau jalan lagi supaya tidak kemalaman sampai di ibukota...! sampai bertemu lagi, selamat tinggal...!!!"


Via lalu berbalik, dan berjalan cepat menuju motornya, meninggalkan Sonia yang masih berdiri menatapnya tajam.


baru saja Via duduk dan menghidupkan mesin motornya, dari jauh terdengar Sonia berteriak, "Vi...! Hati-hati dijalan...! jaga dirimu, TEMAN...!!!"


sontak Via menoleh kearah Sonia, nampak Sonia tersenyum padanya sembari melambaikan tangan.


Via lalu balas tersenyum dan melambaikan tangan,


"terima kasih, TEMAN...!"


***


teman atau lawan...?


lawan atau teman...?


kemarin menjadi teman, hari ini menjadi lawan...!


hari ini menjadi lawan, besok menjadi teman...!


tidak ada seorangpun yang tau, kapan seseorang akan menjadi teman atau lawan...!


tapi yang pasti, baik teman ataupun lawan, tetaplah suatu ikatan...!

__ADS_1


ikatan yang saling menghubungkan...!!!


__ADS_2