PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
34. PACAR BARU


__ADS_3

sore itu...


nampak Via sedang berlatih renang dikolam rumah Wira.


"empat sembilan...!


lima puluh...!


yap, selesai...!"


setelah menyelesaikan lima puluh putaran, akhirnya Via merasa lelah.


baru saja hendak naik dan beristirahat, tiba-tiba dari atas terdengar suara orang bertepuk tangan.


"plok... plok... plok...!!!"


"luar biasa...! ternyata kamu jago renang juga, ya...? hehehe..."


sontak Via mendongakkan kepalanya.


nampak seorang pemuda tampan berambut kuning dan bermata biru tersenyum padanya.


"ka... kamu...! ngapain kamu disini...!!!"


saking asiknya berlatih, Via tidak menyadari ternyata Wira dari tadi memperhatikannya.


"lho...! inikan rumahku...! suka-suka aku dong mau dimana...!" balas Wira cuek.


"aku tau ini rumahmu...! tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya mengintip orang yang sedang berenang...!!!" balas Via kesal.


"kata siapa aku mengintip...! aku melihatmu secara terang-terangan, kok...! salahmu sendiri yang tidak memperhatikan kedatangan ku...! hehehe..." balas Wira tidak mau disalahkan.


"terserah...! malas aku berdebat denganmu...!!! trus, mau apa kamu datang kesini...?"


"aku mau mengajakmu jalan...!"


"kapan...?"


"tujuh tahun lagi...! ya sekaranglah...! dasar cewek bodoh...!!!"


"memang kita mau jalan kemana...?"


"ga usah banyak tanya...! lebih baik sekarang kamu mandi dan ganti baju...! tapi jangan lama-lama...! kamu taukan akibatnya kalau membuatku kehilangan kesabaran...! hehehe..."


"ya, aku tau...! dasar manusia ga sabaran...!!! " balas Via kembali kesal.


"bagus...! kalau begitu aku tunggu di ruang tengah...! oh iya, pakai pakaian yang biasa saja, jangan pakai baju tidur seperti semalam...! nanti bukannya jalan-jalan, malah kita pergi ke kamar...! hahahaha... hahahaha..."


"dasar mesum...!!!"


...


setelah selesai mandi, dengan tergesa-gesa Via berjalan menuju lemari pakaian.


"sebaiknya aku segera memakai baju sebelum manusia ga sabaran itu datang dan melihatku telanjang...!"


"hmmm..., sebaiknya aku pakai baju apa ya...? Dia bilang pakai pakaian yang biasa saja...! itu berarti..."


dengan asal Via meraih sebuah kaos oblong dan celana jins pendek, lalu buru-buru mengenakannya.


"wah..!.!, pas banget...! mmmm... tapi kok sepertinya ada yang aneh...! apa ya...?"


sejenak Via memperhatikan penampilannya didepan cermin, berusaha mencari tau penyebab perasaan aneh yang tiba-tiba dirasakannya.


"hmmmm..., sepertinya ga ada yang salah...! ah, sudahlah...! mungkin hanya perasaanku saja...! sebaiknya aku segera berias dan menemuinya...!"

__ADS_1


setelah berias seadanya, Via lalu pergi keruang tengah dan menunggu Wira.


tidak berapa lama, yang ditunggu pun datang.


"wah!, ternyata kamu bisa tepat waktu...! tidak selelet yang kukira...!" puji Wira melihat Via datang lebih dulu.


belum sempat Via membalas, kembali Wira berkata,


"hmmm... penampilan yang bagus...! kamu terlihat sempurna...!"


"sempurna apanya...! jangan mengolok-olok ku...! aku hanya berpakaian dan berias seadanya...!" balas Via kesal, merasa Wira mengejek penampilannya.


"aku tidak mengolok-olok mu...! bukankah penampilan yang sempurna itu adalah penampilan yang sederhana...!!!"


"DEG...!"


mendengar kata-kata Wira mendadak jantung Via berdetak keras.


"kenapa Dia bisa sama dengan si bodoh itu dalam menilai penampilan seorang wanita...!"


"matamu rusak ya...!" Via berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


"bisa jadi...! banyak yang bilang begitu...! hehehe..." balas Wira cuek.


"trus, kita mau kemana sekarang...?" tanya Via lagi.


"sudah kubilang jangan banyak tanya...! kamu ikut saja...!"


Wira lalu berjalan cepat menuju garasi, disusul Via dari belakang.


sampai digarasi, Wira lalu menaiki sebuah motor yang terbilang cukup besar.


Via yang baru pertama kali melihat motor sebesar itu hanya bengong.


"woi...! kenapa bengong...! cepat pakai helm-mu dan naik...!" tegur Wira sambil menyerahkan sebuah helm ala robot.


"helm apa ini...? motor apa ini...? kenapa besar sekali...?" tanyanya heran.


"ini namanya motor balap...! MOTOR BALAP...! apa kamu tidak pernah menonton balap motor di tipi...?" kali ini Wira yang bertanya heran.


Via menggeleng,


"tidak...! aku tidak pernah menontonnya...! dan juga aku tidak tertarik...!"


Wira manggut -manggut,


"oh, begitu...! pantas saja kamu tidak tau...! dasar cewek tidak tertarik apa-apa...!!! ya sudah...! cepat pakai helm-mu dan pasang pengamannya, supaya tidak terbang dijalan...!"


kembali Via terlihat ragu.


"bo... boleh ga aku pakai helm-ku saja...? sepertinya helm ini cukup berat...!"


"jangan aneh-aneh...!!! helm-mu cuma helm biasa, bukan helm khusus seperti itu...! kalau ada apa-apa dan kamu jatuh, mau kepalamu pecah dan isinya berserakan kemana-mana...!!!" Wira terlihat kesal.


Via yang takut kepalanya berantakan dijalan akhirnya memakai helm khusus pemberian Wira, kemudian dengan was-was duduk dibelakangnya.


"sudah siap...?" tanya Wira.


"i...iya..."


"bagus...! kalau begitu peluk aku yang erat...! supaya kamu tidak terpental...!"


"jangan cari kesempatan...! kenapa aku harus..."


belum sempat Via menyelesaikan kalimatnya, Wira sudah memacu motornya dengan kecepatan penuh, sehingga membuat Via panik dan nyaris jatuh.

__ADS_1


"eh... oh... tung... tunggu... a... aku..." teriaknya menggenggam pundak Wira.


seolah tidak perduli Via yang panik dibelakangnya, Wira memacu motornya semakin cepat, sehingga membuat Via semakin panik.


"tu...tunggu...! a... aku... aku takut...!!!"


Wira tetap tidak perduli dan memacu motornya semakin cepat.


Via yang semakin ketakutan akhirnya berteriak,


"tunggu bodoh...!!! aku takut jatuh...!!!"


"makanya sudah kubilang, peluk aku yang erat...!!!" balas Wira ikut berteriak.


Via yang merasa percuma melarang kemauan Wira akhirnya hanya bisa pasrah dan menuruti perintahnya.


dengan cepat dilingkarkan tangannya dipinggang Wira dan memeluknya erat.


...


hampir setengah jam mereka melaju dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya Wira mulai memperlambat laju motornya.


merasa motor yang ditumpanginya mulai melambat, Via langsung melepas pelukannya ke Wira.


"a... apa kita sudah sampai...?" tanyanya pelan.


"belum, kita masih jauh...! aku hanya sedikit melepas ketegangan...!" jawab Wira sambil *******-***** jarinya sendiri.


setelah melalui beberapa tikungan, Wira kembali berkata,


"cepat peluk aku...! kita akan melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi dari tadi...!"


Via yang takut kejadian tadi terulang, tanpa banyak tanya langsung memeluk Wira, kali lebih erat.


selang beberapa saat berlalu, Via mulai merasa ada yang aneh.


"lho, kenapa motornya ga tambah cepat...? malah tambah lambat...!"


walaupun sedikit curiga, Via masih belum berani melepas pelukannya.


"lho, kenapa motornya sekarang berhenti...?!"


Via belum melepas pelukannya.


"lho, kenapa mesinnya mati...?!"


menyadari ada yang tidak beres, Via langsung bertanya,


"Hei..., ada masalah dengan motormu...?"


"oh, tidak...! tidak ada...! kita sudah sampai...! barusan aku hanya bercanda...! aku cuma ingin menikmati dadamu yang rata itu lebih lama...! hehehe..."


kata-kata Wira membuat Via terkejut dan langsung melepas pelukannya,


"ka... kamu...! da..."


belum sempat Via menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba dari sampingnya terdengar seseorang berkata,


"bro..., ini siapa...? pacar barumu...?"


kembali Via terkejut, nampak beberapa pemuda dan gadis sebayanya mengelilingi mereka.


"tentu saja...!" balas Wira sambil melepas helmnya.


"apa kalian tidak lihat bagaimana Dia memelukku...! kalau bukan pacar, lalu apa...! hehehe...!" lanjutnya terkekeh.

__ADS_1


"KA... KAMU...!!!"


__ADS_2