PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
58. MANTAN KEKASIH


__ADS_3

"siapa Dia...?"


"Dia siapa...?"


"yang dulu tinggal dikamarku...!"


"aku tidak mengerti maksudmu...?"


"jangan pura-pura bodoh...! kamu pasti tau maksudku...?"


"sungguh, aku tidak tau...!"


"ya sudah, kalau begitu aku pergi saja...! tidak ada gunanya berbicara dengan seorang pembohong...!"


"Sayang..., jangan marah, akukan cuma bercanda...!"


"Wir, saat ini aku sedang tidak ingin bercanda...! sekarang katakan dengan jujur, siapa yang dulu tinggal dikamar itu...?"


"apa itu penting...?"


"tentu saja...?"


"kenapa...?"


"entahlah, aku hanya merasa harus tau...!"


"mengapa...?"


"karena kamu membiarkanku menginap disana...!"


"lho, memangnya ada yang salah dengan itu...?"


"tentu saja...! mbak Arum sudah cerita semuanya ke aku...!"


"kalau Dia sudah cerita semuanya ke kamu, lalu untuk apa lagi kamu bertanya ke aku...?"


"karena aku ingin mendengarnya langsung darimu...!"


"kalau aku tidak mau bilang...?"


"ya sudah, aku pergi saja sekarang...! buat apa berlama-lama disini...!"


"Sayang..., jangan ngambek, akukan cuma bercanda...!"


"sudah kubilang aku sedang tidak ingin bercanda...!"


"kamu sungguh ingin tau...?"


"ya..."


"kenapa...?"


"karena..., ah, sudahlah, aku malas bicara lagi...! sebelum kamu menjawabnya, aku akan diam...!"


"menjawab apa...?"


"pertanyaanku tadi...!"


"lho, katanya mau diam, kok bicara lagi...!"


"ka... kamu...!!!"


...


"Vi..., kok diam...?"


"..."


"Via sayang..., ngomong dong...!"


"..."


"Yang..., Sayang..., di Sayang..., jangan ngambek gitu dong...! kamu tambah cantik lho, kalau ngambek...!"


"..."


"iya deh..., aku jawab..."

__ADS_1


"..."


"Dia mantan kekasihku yang paling kusayang...!"


"dimana Dia sekarang...?"


"entahlah, waktu itu Dia pergi begitu saja meninggalkanku ...!"


"apa kamu masih mencintainya...?"


"kenapa kamu menanyakan hal itu...? apa kamu cemburu...? hehehe..."


"aku tidak cemburu, aku cuma merasa heran, masa orang sepertimu tidak bisa lepas dari mantan...!"


"kata siapa aku tidak bisa lepas...?"


"kataku...! buktinya kamu masih membiarkan kamar yang dulu ditempatinya tetap seperti itu...!"


"oh, itu karena aku malas saja merapikannya...!"


"jangan bohong...! kamu pasti masih mencintainya dan berharap Dia kembali...!"


"sok tau...! untuk apa aku mengharapkan orang yang sudah pergi kembali...?"


"mana aku tau...! itukan perasaanmu...!"


"yah, terserah kamu saja mau bilang apa, yang jelas aku tidak tidak pernah mengharapkannya kembali lagi...!"


"trus, kenapa kamu membiarkanku tinggal dikamar itu...? kata Arum selama ini kamu tidak pernah mengijinkan seorangpun memasuki kamar itu, bahkan keluargamu...!"


"aku rasa kamu kamu tidak terlalu bodoh untuk bisa menebak alasannya...!"


"apa kamu bermaksud menjadikanku pengganti mantanmu itu...?"


"yah, kurang lebih seperti itu...!"


"kenapa kamu berfikir aku bisa menjadi pengganti mantan kekasihmu itu...? apa aku mirip Dia...?"


"tidak juga...! kamu dan Dia sangat berbeda...! Dia putih, cantik dan seksi, layaknya Bidadari turun dari khayangan, sedangkan kamu..., yah, kamu taulah sendiri kamu seperti apa...! hehehe..."


"ya, ya, ya... aku sadar kok aku seperti apa...!"


"kalau memang bukan karena aku mirip dengan mantanmu yang seperti bidadari itu, lalu kenapa kamu mengira aku bisa menjadi penggantinya...?"


"karena sewaktu aku pertama kali bertemu denganmu, kejadiannya hampir sama ketika aku pertama kali bertemu dengannya, kalian sama-sama salah memilih penginapan...!"


"sungguh pemikiran yang naif...! bagaimana mungkin kamu bisa menjadikan seseorang yang tidak kamu kenal sebagai pengganti mantan pacarmu yang pergi, hanya gara-gara satu kebetulan...?!"


"kata siapa satu....? tiga...!"


"hah...! tiga...?!"


"ya, tiga...! saat itu ada tiga hal sama diantara kalian yang membuatku merasa kamu bisa menjadi penggantinya...!"


"apalagi selain sama-sama salah penginapan...?"


"kamu dan Dia sama-sama pemberani dan nekat ngawur...!"


"nekat ngawur...?!"


"yah, cuma cewek ngawur saja yang nekat berkelahi melawan lima orang sekaligus, tanpa mengetahui kemampuannya sendiri...!"


"oh, jadi Dia juga sempat dikeroyok...?"


"yah, begitulah...! tapi bedanya saat itu Dia tidak pingsan...!"


"lalu yang ketiga...?"


"aku tidak bisa mengatakannya...!"


"kenapa...?"


"ya karena aku tidak bisa...!"


"tidak bisa apa tidak mau...?"


"bukan tidak mau..., hanya saja..., ah sudahlah...! sebaiknya kita jangan membicarakannya lagi...! saat ini aku sungguh tidak ingin mengingatnya...!"

__ADS_1


"baiklah, aku mengerti...! aku tidak akan menanyakan mengenainya lagi, tetapi sebagai gantinya, aku ingin kamu menjawab dengan jujur pertanyaan terakhirku...?"


"kok kamu lagi...?! bukannya sekarang giliranku yang bertanya...?"


"karena pertanyaanku ini masih berhubungan dengan pertanyaanku barusan...!"


"oh, begitu...! ya, sudah, apa yang kamu ingin tanyakan...?"


"tadi kamu bilang ingin menjadikanku pengganti mantanmu itu, lalu setelah mengetahui aku tidak mirip Dia, bagaimana perasaanmu saat ini padaku...!"


"mengapa kamu menanyakan hal itu...?"


"entahlah, aku juga tidak mengerti...! aku hanya merasa ingin tau saja...! apa kamu keberatan menjawabnya...?"


"tidak sama sekali...!"


"lalu...?"


"AKU SUKA KAMU...!"


"DEG...!"


"kenapa kamu bisa suka aku...?"


"ya karena aku suka kamu...! memangnya rasa suka perlu alasan...?!"


"tentu saja...! tidak mungkin kamu suka padaku begitu saja...! pasti ada sebab dan alasannya...! kamu bilang aku tidak mirip dengan mantanmu itu...? lalu kenapa kamu bisa suka aku...?"


"itu hal yang sulit dijelaskan...! seperti yang kubilang tadi, setelah beberapa hari bersamamu, aku mulai menyadari sifat kalian berbeda...! anehnya, semakin mengetahui sifat kalian berbeda, aku semakin menyukaimu, bahkan mungkin sekarang aku JATUH CINTA PADAMU...!"


"DEG...!!!"


"aku tidak percaya...! pasti sekarang kamu sedang mabuk dan mencoba untuk merayuku, supaya aku mau bercinta denganmu...!!"


"aku tidak perduli kamu percaya atau tidak, yang jelas saat ini aku menyukaimu...!"


"yah, terserah kamu saja, itu hakmu menyukaiku...! tapi ingat, aku tidak ada perasaan apa-apa padamu, jadi percuma saja jika kamu terus merayuku dan berharap aku mau menemanimu malam ini di ranjang...!"


"aku tidak pernah berharap malam ini kamu mau menemaniku diranjang...!"


"baguslah kalau begitu...!"


"tapi aku berharap malam ini kita bisa bercinta di kolam renang...! hehehe..."


"ka... kamu...! dasar bodoh...!!!"


...


"tring...!!!"


"nah, sekarang giliranku yang bertanya...!"


"ya, silahkan...! tapi ingat, karena aku sudah tidak punya pertanyaan lagi, maka ini menjadi pertanyaan terakhirmu...!"


"ah, sayang sekali..., padahal masih banyak yang ingin kutanyakan mengenaimu, tapi, yah, sudahlah...! kalau ini memang pertanyaan terakhir, maka aku menanyakan hal yang paling penting...!"


"apa...?"


"apa malam ini kamu mau bercinta denganku...?"


"boleh...! tapi setelah kupukul kepalamu pakai botol...!"


"hahahaha... jangan kasar begitu, aku hanya bercanda, hahahaha..."


"aku sudah bilang, aku tidak..."


"ya ya ya..., aku tau kamu tidak ingin bercanda...!"


"..."


"baiklah, jawab pertanyaanku dengan jujur...!"


"ya..."


"tadi kamu bilang tidak ada perasaan apa-apa padaku..., apa itu benar...?"


"maksudmu...?"

__ADS_1


"apa kamu benar-benar TIDAK MENYUKAIKU...?"


"DEG...!!!"


__ADS_2