
"satu... dua... tiga... angkat...!"
"Tring...!!!"
"gluk gluk gluk gluk... ah..."
"isi lagi... isi lagi... hahahaha... hahahaha..."
"a... aku... aku udahan ya..."
"mana boleh begitu Yuk...! minumannya masih banyak, kalau belum habis, ya ga boleh berhenti...!"
"tapi Duk..., kepalaku pusing banget...! perutku mual..., kayaknya aku... empppttt..."
tiba-tiba Ayu berdiri, lalu berjalan tergesa-gesa kesebuah pohon yang berada tidak jauh dari sana.
"wuekkk...!!!"
Ayu membungkuk, memuntahkan tuak yang barusan di minumnya.
"wuekkk...!!!"
kembali Ayu mengeluarkan isi perutnya.
melihat Ayu muntah lagi, dengan cepat Via mendekatinya.
"keluarin Yuk..., keluarin semua, biar lega..." bisik Via sambil memijat-mijat tengkuk Ayu.
"wuekkk... wuekkk..."
"wuekkk... wuekkk..."
setelah tidak ada lagi yang bisa dikeluarkan, dengan terhuyung-huyung Via membantu Ayu kembali ketempat mereka berkumpul.
perlahan Via membaringkan Ayu yang sudah tidak sanggup duduk lagi disamping Sonia yang sudah terlelap duluan.
"beristirahatlah dengan tenang Yukkk..., kami akan selalu mengenangmu... hiks... hiks... hiks...!" Via berpura-pura menangis.
"sialan...! memangnya aku sudah mati...!" umpat Ayu di sisa-sisa kesadarannya.
"hahahaha... hahahaha..." semua yang ada disana tertawa geli melihat Ayu yang marah-marah.
"dua orang sudah tumbang, kini sisa kita berenam..., ayo, giliran siapa sekarang...?" suara Bladuk memecah tawa mereka.
"Siska...!" sahut Tommi.
"aku...?!" Siska menunjuk dirinya sendiri.
"ya, sekarang giliranmu..." kali ini Bram yang menyahut sambil melempar mikrofon ke arah Siska.
tidak berapa lama, Siska sudah bernyanyi sambil bergoyang-goyang layaknya penyanyi papan atas.
tidak mau ketinggalan, Tommi dan Bladuk ikut berjoget gembira, sedangkan Via, Bram dan Hengki bertepuk tangan mengiringi irama musik yang dimainkan.
setelah selesai bernyanyi, Siska lalu mengambil sebuah gelas yang sudah berisi tuak, diikuti semua yang ada disana.
"bersulang, untuk teman kita yang sudah pergi seenaknya...!"
"ya, untuk teman kita yang sudah pergi seenaknya...!" balas yang lain.
"satu... dua... tiga... angkat...!"
"Tring...!!!"
"gluk gluk gluk gluk... ah..."
"isi lagi... isi lagi... hahahaha... hahahaha..."
...
__ADS_1
tiga putaran telah berlalu,
kini, yang masih bertahan tinggal Via, Siska, Tommi dan Bladuk.
Bram berbaring terlentang setelah mengeluarkan semua makanan dan minuman di perutnya.
sedangkan Hengki tertidur pulas sambil tetap duduk bersila, kepalanya tertunduk diatas kedua tangannya yang disilangkan didepan dada.
"sepertinya kita semua sudah lelah, bagaimana kalau sekarang kita berhenti karaoke dan bernyanyi santai saja?" usul Tommi.
"setuju...!" sahut Bladuk yang langsung meraih gitar dan memetiknya.
sejenak mereka asik menikmati nyanyian Bladuk yang sumbang.
"aku kasian padanya..., sepertinya Dia sangat sedih sehingga bertindak seperti tadi...!" tiba-tiba Tommi membuka percakapan sambil melihat kearah Sonia yang tertidur pulas.
"aku rasa juga begitu...! tidak biasanya Dia seperti itu, biasanya dalam kondisi apapun Dia terlihat elegan..." Siska menimpali.
"yah, namanya orang lagi ada masalah, pasti mabuknya juga bermasalah...!" kata Tommi lagi.
"ngomong-ngomong Sis, apa yang tadi kalian bicarakan berdua di samping kolam?" kali ini Via yang bertanya ke Siska.
"ada dua Vi..." jawab Siska cepat.
"yang pertama, mengenai perasannya ke Adi. ternyata selama ini Dia masih cinta Adi, dan mereka sempat menjalani hubungan secara diam-diam...! tapi entah kenapa, Adi mendadak meninggalkannya begitu saja, sehingga membuat Dia sakit hati...!"
"oya...?!" Via berpura-pura terkejut.
"iya, Dia sendiri yang bilang begitu...!" balas Siska.
"Tom..., apa kamu tau tentang itu...?maksudku, apa Adi pernah cerita hubungan diam-diam mereka ke kalian...?" kali ini Siska yang bertanya ke Tommi.
"seingatku sih ga pernah...! setelah mereka berpisah, Adi cuma pernah sekali membicarakan Dia, itupun sewaktu Dia mabuk...! waktu itu Adi bilang pingin tau rasanya bawa kabur anak orang dan kawin lari...! tapi karena waktu itu Dia ngomongnya sambil tertawa, kami pikir Dia cuma bercanda...!" jawab Tommi.
"apa menurutmu ini ada hubungannya dengan omongan Sonia barusan...?" tanya Siska lagi.
"yah, bisa saja...! tapi entahlah, aku juga tidak bisa memastikannya...!" jawab Tommi lagi.
"lalu, yang satunya lagi apa?" tanya Via lagi ke Siska.
"yang kedua, mengenai alasannya memaksamu bersumpah tadi...! bagiku, tindakannya tadi sangat aneh dan diluar kebiasaannya...! setauku, Dia bukan tipe orang yang suka menekan orang lain demi kepentingannya..."
"lalu, apa jawabannya?"
"Dia bilang, karena Dia TERPAKSA...!!!"
"terpaksa...?! aku tidak mengerti...! memang siapa yang memaksa Dia...?!" Via mengerutkan dahinya.
"HATINYA...!!! Dia bilang, Dia CEMBURU padamu...!"
jawaban Siska membuat dahi Via berkerut semakin dalam.
"aku tau Dia cemburu padaku...! tapi bukannya Adi sudah pergi...? kenapa Dia masih cemburu...?!"
"karena Dia yakin, suatu saat ADI PASTI AKAN KEMBALI...! dan Dia bilang 'Dia akan menjaga cintanya sampai Adi datang lagi...!' dan satu-satunya orang yang Dia takuti akan merebut Cinta Adi darinya cuma KAMU...!!!"
"DEG...!!!"
kembali jantung Via berdetak keras
"ke... kenapa Dia bisa berfikiran seperti itu...?!"
"karena Dia bilang, selama mereka bersama atau pacaran..., Adi sering bercerita tentang KAMU DAN HUBUNGAN KALIAN...! baik itu saat kalian masih kecil, ataupun setelah kalian besar...! dan menurutnya, saat Adi menceritakan itu, Dia terlihat SANGAT SENANG DAN BAHAGIA...!!!"
"DEG...! DEG...! DEG...!!!" kembali jantung Via berdetak keras, kali ini lebih cepat. sebuah perasaan bahagia yang tak terkatakan menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Di, apa benar yang dikatakan Siska...? apa benar ternyata selama ini kamu..."
"Vi, boleh aku menanyakan sesuatu...?" kata-kata Tommi membuyarkan lamunan Via.
__ADS_1
"a... apa, Tom...?"
"apa benar yang dikatakan Sonia tadi, bahwa kamu sebenarnya menyukai Adi...?"
"i... itu..." Via telihat ragu.
"itu benar...! dari dulu Dia memang menyukai Adi...!" Siska tiba-tiba menyahut.
"Sis...! jangan ngomong aneh-aneh, deh...!" wajah Via terlihat memerah.
"sudahlah Vi..., tidak ada lagi yang perlu kamu sembunyikan dari mereka...! mereka kan TEMAN KITA...!" sahut Siska.
"tapi Sis..., akukan kan malu...!"
"kenapa malu...!"
"ya malu aja...!" wajah Via semakin memerah.
"ga usah malu Vi..., kami semua sudah tau kok...!" kali ini Tommi yang berkata, mengejutkan Via dan Siska.
"ka... kalian tau darimana...?" tanya Via penasaran.
"tau dari saat kalian pacaran...!!! saat kalian pacaran diam-diam, hehehe..." Tommi tersenyum lebar.
"darimana kalian tau kami pacaran...? apa Dia yang memberitahu kalian...?!"
Via terlihat kesal, mengira Adi membocorkan rahasia mereka berdua.
Tommi menggeleng,
"bukan, bukan...! Dia tidak pernah cerita apa-apa mengenai hubungan kalian, kami sendiri yang mencari tau...!" jawab Tommi.
"saat itu, hampir setiap malam Dia selalu melihat telpon genggamnya dan senyum-senyum sendiri...! tapi, setiap kami tanya, Dia selalu bilang lagi baca cerita lucu...! kami yang merasa Dia berbohong lalu menjebaknya. saat sedang minum, kami sengaja memberikan Dia jatah lebih, sehingga akhirnya Dia mabuk, dan tidur duluan...!"
"saat Dia tidur, kami memeriksa isi pesan di TGnya, dan ternyata isinya..., aku sayang kamu Vi..., aku sayang kamu juga Di..., muah...!!! hahahaha... hahahaha...." Tommi tertawa terbahak - bahak.
"ka... kalian...! DASAR BODOH...!!!" umpat Via kesal, wajahnya nampak merah padam.
"tapi, Vi...!" tiba-tiba Tommi menghentikan tawanya, wajahnya kembali serius.
"kalau memang benar kamu suka dan cinta Dia, kenapa tadi kamu berani bersumpah seperti itu...?! bukannya itu berarti kedepannya kamu dan Adi...?" Tommi terlihat heran.
sebelum menjawab pertanyaan Tommi, Via menoleh ke Sonia dan mengguncang-guncang tubuhnya.
setelah memastikan Sonia benar-benar sudah tidak sadar, Via berkata pelan,
"sebenarnya..., tadi AKU MENIPUNYA...!!!"
"hah...! menipunya...?!" Tommi dan Siska saling pandang.
"aku tidak mengerti...! jika sumpahmu yang pertama bohong...! maka seharusnya sumpahmu yang kedua yang berlaku...!!! apa kamu bermaksud mengatakan bahwa sumpahmu yang kedua juga bohong...?!" tanya Tommi semakin heran.
"jangan main-main Vi...! sumpah itu mengikat lho...! apa lagi kamu tadi mengatakan Tuhan dan alam yang menjadi saksi...!!!" kali ini Siska yang berkata dengan wajah serius.
"tidak, bukan begitu...! sumpahku keduanya benar, tidak ada yang bohong, kalian hanya salah memahaminya...!!!"
"aku masih tidak mengerti, coba kamu jelaskan...!"
Via mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.
"sebenarnya..., sewaktu Dia mengatakannya NYA, aku tau yang dimaksud adalah Adi...! tetapi sewaktu aku bersumpah, aku tidak menggunakan kata NYA, ataupun menyebut nama Adi...! aku sengaja menggunakan kata DIA, supaya menjadi beda...!!! maksudku, saat itu yang aku pikirkan bukan Adi, melainkan BLADUK...! jadi gampangnya, aku tadi bersumpah tidak pernah menyukai dan memiliki hubungan khusus dengan Bladuk...!!! nah, jika Dia ataupun kalian salah paham..., ya itu masalah kalian, bukan salahku...!! hehehe..." Via tersenyum licik.
"dasar licik...!!! karena kejadiannya tadi begitu cepat, sehingga tidak ada satupun dari kita yang menyadarinya, hahahaha... hahahaha..." sahut Tommi tertawa.
"Vi..., Vi...! ternyata kamu tidak sebodoh yang kukira...! kupikir tadi kamu ngomong sembarangan gara-gara terbawa emosi, ternyata kamu sudah mulai pintar...!" puji Siska sambil menggeleng-gelengkan kepala, seakan tidak percaya Via bisa sepintar itu.
"yah, walaupun kamu bilang begitu..., sebenarnya tadi aku sedikit takut juga...! tapi daripada masalahnya ga selesai-selesai, aku rasa itu jalan yang terbaik...!" Via menghela nafas panjang.
"ya, ya, ya...! itu memang kondisi yang sangat sulit, aku rasa keputusanmu sudah tepat...! nah, masalah kamu akan dihukum karena dianggap berbohong, atau kamu dianggap benar, kita serahkan saja pada yang di Atas...! kita tunggu saja, biar TAKDIR yang menjawabnya...!" balas Siska pelan.
__ADS_1
"setuju...!" sahut Via dan Tommi bersamaan.