PENYIHIR UNGU

PENYIHIR UNGU
15. KADO SPESIAL


__ADS_3

malam itu, di atas ranjangnya, Via yang masih belum bisa tidur bergulang-guling sendiri.


"nenek seperti apa ya orangnya...? kata Papa penyihir...! apa wajahnya berkeriput...? apa hidungnya mancung...? apa giginya besar dan tajam-tajam...?! apa kalo nenek pergi kemana-mana naik sapu terbang...?! ish... nenek serem deh...!" Via bergidik sendiri membayangkan neneknya seperti yang sering dia lihat di buku dogeng.


"ah, daripada mikirin nenek, mending mikirin Adi...! kira-kira Dia lagi ngapain ya sekarang dikapal? Dia lagi mikirin aku ga ya...?" lamunan Via berubah, kali ini memikirkan Adi.


"Di, Di... kamu kok ga bales teks ku...? apa kamu ga tau sekarang aku lagi gelisah nunggu kabar darimu...? apa kamu ga tau sekarang aku lagi kangen banget sama kamu...? apa kamu ga tau aku rindu kamu...? aku ingin dicium lagi seperti malam itu...! aku ingin disentuh dan diraba lagi seperti waktu itu...! aku ingin dipeluk dan..., hei...! kenapa aku jadi ngeres...!"


sejenak Via menghentikan lamunannya.


"ah, kenapa aku jadi gelisah ya...? kenapa badanku jadi gerah...? kenapa otakku tidak mau berhenti memikirkan tubuhnya yang tidak mengenakan apapun itu...? Via, sadar Via...!" Via memukul-mukul kepalanya sendiri, berusaha mengusir pikiran mesum dari otaknya. tetapi semakin Via mencoba melenyapkan pikirannya, bayangan Adi semakin kuat memeluknya, hingga tanpa sadar, Via mulai meraba tubuhnya sendiri.


baru saja jemari Via menyusup ke bagian sensitifnya, tiba-tiba pintu kamarnya berbunyi,


"tok tok tok...! tok tok tok...!"


"si... siapa...???" Via bergegas merapikan pakaiannya yang berantakan.


"ini Mama sayang..."


"ma... masuk Ma..., ga dikunci..."


"cklek... krit..."


"sudah bobo sayang?"


"belum Ma, lagi mikirin sesuatu..."


"mikirin apa? Adi...?"


"bu... bukan Ma...! Via lagi mikirin Nenek...!" Via terlihat kikuk.


"ow... kirain lagi mikirin Adi, hehehe..."


"ah Mama, bisa aja..." wajah Via nampak memerah.


"Mama ada perlu apa? kok tumben malam-malam nyari Via...?" lanjutnya.

__ADS_1


"ini sayang, Mama mau kasi kamu sesuatu..." mamanya menyerahkan sebuah tas kertas besar berwarna ungu.


"apa ini Ma?"


"Mama juga ga tau, katanya hadiah perpisahan buat kamu."


"dari Adi?" secepatnya Via menyambar tas pemberian mamanya.


mamanya mengangguk.


dengan tidak sabaran Via mengeluarkan sebuah kotak besar dibungkus kertas kado berwarna ungu.


setelah merobek kertas kadonya, kini Via memegang sebuah kertas kotak berwarna ungu juga.


diatas kotak itu, terdapat tulisan besar, 'untuk Via, teman terbaikku. tolong dibuka sendiri, jangan ada yang tau, terutama Siska dan Ayu, takut mereka iri' terdapat gambar wajah tersenyum di akhir tulisannya.


sejenak Via tertegun, lalu memandang Mamanya.


mamanya yang mengerti maksud Via dengan cuek berkata, "buka saja sayang..,. gapapa kok, ga mungkin mama iri sama kamu...!"


"i... iya ma..." Via yang tidak ingin membantah kata-kata mamanya perlahan membuka kotak itu.


tanpa pikir panjang, Via langsung mengambil gaun itu dan berdiri, hendak mencobanya.


baru saja Via berdiri, tiba-tiba sebuah kotak kecil dibungkus kertas kado berwarna ungu jatuh ke lantai.


secepatnya Via memungut kotak kecil tersebut.


lagi, diatas kotak itu terdapat kertas berisi pesan.


"ingat! buka sendiri...!!! kamu pasti akan terkejut dan senang melihatnya..." dan lagi, sebuah gambar wajah tersenyum mengakhiri tulisannya.


sejenak Via melirik Mamanya, berharap mamanya pergi.


tetapi yang namanya manusia, semakin dilarang semakin penasaran. pun begitu dengan mamanya, yang dengan cuek kembali berkata, "kenapa sayang...? kok bengong...?! buka saja, paling-paling isinya cuma perhiasan pelengkap gaunmu...!"


"perhiasan...! mana mungkin Dia ngasi hal semacam itu, Diakan bukan tipe orang yang romantis...! trus, apa ya kira-kira...? yah, mudah-mudahan bukan sesuatu yang aneh-aneh...!"

__ADS_1


sesaat Via hanya diam, seolah enggan membuka kotak itu di depan mamanya. sungguh, perasaannya saat itu tidak nyaman. andai bisa, Via ingin mengusir mamanya dan membuka kotak itu sendiri. tetapi karena mamanya tetap tidak beranjak, akhirnya Via mengalah.


perlahan tapi tidak pasti dibukanya kertas pembungkus kado tersebut.


pelan...


pelan...


pelan...


"ihhhh..., kelamaan...!!!" mamanya yang kehilangan kesabaran langsung merebut kotak itu dari Via dan membukanya.


"Hah...!!!"


Via dan Mamanya kaget bukan kepalang melihat isi kotak itu, yang ternyata adalah... SEBUAH BRA DAN ****** ***** BERWARNA UNGU.


"Via...! i... ini...?! apa kalian pernah...???" Mamanya menatap Via penuh curiga.


"ngga Ma...! ngga...!!! Via sama Dia ga pernah begitu...!" Via terlihat panik, wajahnya memerah.


"ah, yang benar...?! kalau kalian belum pernah melakukan itu, ngapain Dia ngasi beginian...? inikan bukan sesuatu yang biasa diberikan seorang teman...! Jangan-jangan kamu dan Dia...???" mamanya semakin curiga.


"beneran Ma..., sumpah...!!! Via dan Dia memang sempat pacaran, tapi itu ga lama, cuma beberapa hari...! dan kami ga pernah sampai melakukan itu...! jangankan sampai begitu, ciuman aja cuma sekali...!" Via berusaha meyakinkan mamanya.


"sudahlah sayang, ga usah bohong...!!! kalaupun kalian pernah melakukan itu, Mama ga masalah kok, namanya juga anak muda, hehehe..." kali ini mamanya tersenyum menggoda.


"mama kok ga percaya banget sih sama Via...! memang kapan Via pernah bohong sama mama...?! bener Ma..., Via sama Dia ga pernah begitu...! Via mesti gimana biar Mama percaya...?!" Via telihat semakin panik, saking paniknya, sampai hampir menangis.


"pluk...!"


baru saja Via selesai berkata, tiba-tiba selembar kertas terjatuh dari sela-sela Bra dan ****** ***** itu.


belum sempat Via memungutnya, mamanya terlebih dahulu menyambarnya.


"Via sayang..." mamanya mulai membaca isi tulisan dikertas itu.


"terimalah hadiah spesial dariku ini, kuharap kamu menyukainya... dan untuk ukurannya aku yakin pasti pas, karena aku sudah pernah melihat, menyentuh, meraba, dan MENIKMATINYA...!" sekali lagi, gambar wajah tersenyum mengakhiri kalimatnya.

__ADS_1


"i... itu...! Di... Dia...! ka... kamu... DASAR BODOH...!!!"


__ADS_2