Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
10.Ada apa dengan darlan


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu,


Darlan dan Astari menjemput yaya dan laras di rumah lia.


darlan berpapasan dengan DS yang hari itu memang sengaja ingin menemui lia.


"Kak Arlan..kak tari...Pak DS....kok.kalian bisa berbarengan datangnya"yaya tampak terkejut saat membuka pintu depan.


Darlan dan Astari masuk tapi DS hanya di luar.


DS tahu kalau lia sedang berada di warung depan, makanya DS ingin menunggu nya di luar saja.


"Loh pak DS...sejak kapan datang???"tanya lia melihat DS yang hanya memakai kaos berkerah dan celana panjang hitam.


"dari tadi...kamu beli apa???"tanya DS melihat bawaan lia yang banyak.


"oh ini belanja bulanan"jawab lia menunduk memperhatikan jari-jari kakinya.


"belanja bulanan kok di warung...emang bersih???lain kali bilang sama aku...biar aku yang anter..kita belanja di mini market"

__ADS_1


"Ya Ampun mas...belanja bulanan di warung itu lebih murah daripada di mini market...sayang duitnya nanti habis sama aku"


"kan aku nyari duit nya buat kamu dan anak-anak kita nanti"


"ih gombal nya gak ketulungan ya...eh..ada tamu ya mas di dalam???"


"iya..."


saat lia dan DS masuk ke dalam rumah, kedua mata lia dan Darlan saling bertatapan. wajah darlan tidak bisa menyembunyikan rasa kesal nya karena DS terus saja mengikuti lia membantu membereskan belanjaannya.


"jangan terlalu dekat lagi dengan mantan suami ,li...biarkan dia bahagia...kamu lihat gak kalau istrinya sangat mencintainya, dari tadi gak lepas tuh tangannya"


Darlan tidak terima kalau DS begitu dekat dengan lia.


Darlan berdiri dan menghampiri DS dan lia yang sedang asyik merapihkan belanjaan.


"maksud kalian apa bermesraan didepan saya"darlan duduk diantara lia dan DS.


DS pun menoleh dan hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Urus saja istrimu...jangan sampai dia depresi karena tahu kalau suaminya pernah menikah siri dibelakangnya...untung saja...wanita yang sudah jadi jandamu mandiri dan tidak matre...coba kalau dia tidak mau diceraikan...Mungkin sekarang rumah tanggamu seperti di Neraka"DS memundurkan kepala dan berbisik di telinga darlan.


wajah darlan merah menahan kesal, darlan berdiri dan duduk kembali di dekat istrinya.


yaya dan laras sudah bersiap untuk ikut bersama darlan.


"kak lia...aku dan laras pamit ya kak...aku akan ikut kak Arlan..."yaya memeluk lia yang sudah berdiri.


"kalau kamu ada masalah yang memang tidak bisa di selesaikan...datang saja kemari...pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk kalian"lia melepas pelukan dan mengusap rambut yaya.


yaya menangis, baru kali ini ada orang yang sangat sayang padanya. begitu juga dengan laras yang menangis karena merasa sudah dekat dengan lia.


"tante...maafkan aku ya...kalau aku selalu membuat tante rugi banyak"


"rugi banyak ....apa tuh sayang"lia duduk mensejajarkan dengan laras yang masih menatapnya dengan lekat.


"aku suka minta makan di tempat yang mahal...baju mahal dan mainan yang banyak"laras menunduk sambil mengusap air matanya.


"gak kok sayang...tante kan gak mengeluarkan apa-apa....om bos tuh yang bayarin semuanya"

__ADS_1


"oh ya...om ini...tapi aku takut om nya gak pernah senyum"laras menoleh ke arah DS dengan takut.


__ADS_2