
darandra pun segera berlari kecil ke pintu kamar dan mengetuknya dengan keras.
"sayang..sayang..."darandra berteriak, lia bingung mau bagaimana...di belakangnya ada ibu dea yang sedang tidur sambil memeluknya...lia masih menggunakan logikanya...apa benar ibu dea ini sehat jasmani dan rohani, kalau iya..kalau tidak!!!apa yang akan terjadi???
lia seakan ingin pingsan saja saat ini, di luar darandra menggunakan kepalan tangannya untuk mengetuk pintu, dandi dan dahlan hanya saling menoleh, bingung dengan sikap darandra yang sangat panik.
tanpa banyak berfikir dandi berlari ke dapur, mengambil kunci cadangan yang ada di rumah ini.
setelah dapat, dandi menyerahkannya pada darandra yang hanya menghela napasnya. darandra menjadi orang yang lepas kendali jika berhubungan dengan lia.
saat pintu dibuka, semua nya terkejut , ibu dea sedang tidur sambil memeluk lia.
glek..darandra mendekat dan memastikan bahwa istrinya baik-baik saja. darandra menatap wajah ibunya yang tertidur pulas,mendengar suara dengkuran halus lia menggeser badannya menjauh dari Ibu dea.
__ADS_1
lia turun dari tempat tidur dan duduk di sofa. dandi melihat lia menggunakan hijab hanya menatap seolah tidak percaya, perempuan yang jadi istri bosnya itu ternyata memang perempuan yang sama yang menggetarkan hati sanubarinya.
melihat dandi menatap lia terus menerus membuat darandra dibakar cemburu. dahlan yang menyadari wajah sang bos yang tidak terlihat baik-baik saja pun, membawa Dandi keluar dari kamar.
"kenapa ibu ada disini"tanya darandra menjatuhkan badannya di samping lia yang sedang memijat kepalanya.
"gak tahu mas...aku tadi tertidur, aku kira yang meluk kamu..tapi kok tangannya lembut banget...waktu aku mau bangun, aku jadi bingung..kenapa ibu ada di sini dan memelukku..aku jadi takut mas...takut kalau ibu sedang tidak baik"
"untunglah kamu tidak kenapa-kenapa, tapi maukah kamu menerima saranku sayang"
.
"saran di terima komandan...inshaa Allah...maafkan ke khilafan aku ya mas...bawa aku menjadi orang yang lebih baik lagi..terima kasih selalu mengingatkan aku...aku beruntung sekali jadi istri dari darandra satya yang baik hati"
__ADS_1
darandra memeluk lia dan mengelus kepalanya.
lia dan darandra keluar dari kamar karena khawatir mengganggu ibunya.
dandi dan dahlan masih mengobrol di ruang tamu, dahlan menoleh saat lia akan duduk namun dengan secepat kilat darandra menariknya agar tidak berdekatan dengan dahlan.
"mas ini"lia memukul bahu darandran dengan keras.
"Aw sakit li..."darandra meringis kesakitan.
"jangan asal mukul orang li...tangan kamu itu keras seperti baja...untung gak patah tuh bahunya si bos"dahlan menyeruput teh yang dibuatnya sendiri.
"ih kakak ini..gak bisa ya...belain adiknya gitu...jelas mas Andra yang salah...asal narik aja..kalau aku jatuh dua nyawa melayang nih"lia kesal mendelik ke arah dahlan yang menaikkan alisnya.
__ADS_1
darandra menepuk dahinya, dia lupa kalau sang istri sedang hamil...
"Astagfirullah al adzim..maafin mas ya sayang mas khilaf...maklum mas kalau udah cemburu gak bisa kalau gak nunjukin...please maaf ya"darandra menangkupkan kedua tangannya di dada.