Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
28


__ADS_3

Dahlan dan dandi adalah dua orang kepercayaannya darandra. melihat dandi yang berusaha akrab dengan lia membuat darandra ketar ketir.


darandra sangat terkenal anti perempuan tapi semenjak lia datang, lia mengubah semua hidupnya.


ada pesona lia yang mampu memasuki relung hatinya yang paling dalam, semenjak itu darandra selalu ingin Lebih mengenal lia.


darandra tersenyum tipis bila mengingat hal tersebut, darandra harus bisa menahan rasa cemburunya yang terlalu berlebihan.


lia memandang suaminya yang selalu tersenyum.


"manis banget nih senyumnya mas DS..lagi ingat apa nih???"lia mendekat dan memeluk Darandra dari belakang.


"lagi ingat pertama kali mas ketemu sama lia yang usianya baru 18 tahun sayang...makasih ya sudah mau menerima mas.,setelah sekian tahun mas harus rela menahan diri untuk tidak menyentuh kamu"darandra menepuk tangan lia yang hangat


lia tertawa renyah, lia sangat geli kalau ingat itu.betapa polosnya dia waktu diajak oleh dahlan ke jakarta.


empat bulan berlalu, wajah lia tampak sangat cantik dan berbinar. walaupun hanya di dalam kamar saja tapi membuat darandra seolah tidak bisa bernapas.


"di pakai cadarnya sayang...kalau ada orang lain yang masuk bagaimana???"

__ADS_1


"rezekinya orang itu lah mas"lia menahan tertawa melihat wajah darandra yang kesal.


"kok kamu makin cantik sih sayang..mas makin gak rela aja kamu buka cadar kamu"


"hahahahhahaha"lia hanya tertawa menanggapi kecemburuan suaminya itu.


"terus kalau mandi juga aku harus pake cadar ya mas...ya ampun mas..boleh tahu buka cadar di depan muhrimnya"


"tapi dahlan dan dandi bukan muhrim kamu..mereka dua laki-laki yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengan mu..."wajah darandra menegang.


"lagian siapa yang mau buka cadar di depan mereka...pikiran mas itu...yang aneh...ya Ampun mas...makin dikurangi dong cemburunya"


"ya..ya..ya..."lia memakai cadarnya dan keluar dari kamar. lia merasa ada perubahan hormon dalam dirinya, lia selalu menjawab semua ucapan darandra, lia seolah tidak mau kalah jika berbicara dengan nya.


"aku kenapa ya, kenapa aku gak bisa mengontrol diri, dan.aku mudah tersinggung kalau.mas Andra berbicara yang agak serius"lia berbicara pada dirinya sendiri.


ibu dea yang dari tadi memperhatikan lia pun mengikutinya sampai ke dapur.


"mau bikin apa sayang..??"tanya ibu dea mendekat

__ADS_1


"mau bikin nasi goreng bu...buat mas Andra"


"Andra kan gak suka nasi goreng...sejak kapan Andra makan nasi goreng???"


"serius bu..mas Andra gak suka makan nasi goreng, setiap hari dia minta dibuatkan nasi goreng kok bu..."


"hebat kamu lia...apa yang dulu Andra gak suka, sekarang ibu rasa dia suka semua"


"terimakasih bu...atas pujian nya"


da


"oh ya lia..nama kamu.bukannya darliani ya...ibu boleh panggil ani gak ya???"


"ehm...boleh saran gak ya bu"???


"saran apa ya"ibu melihat ke arah lia yang sedang membuat nasi goreng dengan lihai


"lia gak suka dipanggil ani bu...soalnya waktu kecil lia suka di panggil ani...katanya ada di film rhoma irama yang judulnya berkelana itu...ani malu...soalnya cara manggilnya seperti bang rhoma...nada dan intonasinya seperti itu..lia kan jadi malu bu"

__ADS_1


Ibu dea tertawa keras membuat darandra keluar dari kamarnya, darandra baru dengar lagi suara tertawa ibunya itu setelah bertahun-tahun ayahnya meninggal dunia.


__ADS_2