Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
58


__ADS_3

"Assalamualaikum nak Andra"abah bahrud menyapa darandra dan darandra pun menjawab salam dengan tenang.


dahlan dan abah bahrud saling menoleh, darandra tersenyum lepas.


"bagaimana bisa???"tanya abah bahrud saat ketiganya berada di ruang tamu.


"tadi lia mengaji bah...saya tidak tahu surat Al Qur'an apa yang di baca lia...awalnya saat mendengar surat itu dibacakan, semua badan saya sakit...panas...semakin lia mengaji semakin dahsyat rasa sakit itu bah...tapi setelah itu, ada perasaan tenang yang menyelimuti bathin saya"jelas darandra membuat abah bahrud tersenyum.


"Alhamdulillah...kalian adalah pasangan yang Allah nikah kan di surganya, Lia adalah penawar rasa sakit mu nak, rasa cinta dan kasih sayang kalian berdua tulus tanpa rasa pamrih...lia dan kamu saling menyayangi karena Allah...Makanya Allah dengan mudahnya membantu kamu sembuh dari penyakit yang abah rasa ada yang membuat dan mengirimkannya padamu tapi dia lupa kalau setiap Allah memberikan Masalah pasti di dampingi dengan solusi"


darandra dan dahlan saling melirik mendengar ucapan abah bahrud yang memang masuk di akal.


abah bahrud meminta darandra untuk mengambil wudhu dan melakukan sholat isya berjamaah dengannya.


setelah sholat isya , abah bahrud mengaji begitu juga dengan darandra dan dahlan.


abah bahrud menarik kedua sudut bibirnya, ada perasaan lega melihat darandra yang sudah fasih membaca ayat suci al Qur'an.


wajah darandra tiba-tiba saja memerah, darandra memegang kepalanya"Sakiiit!!!"ucapnya dengan setengah berteriak.

__ADS_1


Dahlan melihat ke arah jam tiga pagi.


"innalillahi wainnailaihina rojiun"dahlan bergumam membuat abah bahrud segera berlari ke arah kamar mandi dan menghidupkan air kran.


sakit kepala darandra berkurang namun suara tangis dari kamar lian terdengar melengking.


dahlan mengerutkan dahinya, kalaupun lian bangun pastinya lia juga ikut bangun.


abah bahrud mengedipkan mata ke arah dahlan dan mendekati kamar liandra. dahlan mengikuti abah bahrud yang sudah berjalan lebih dulu.


dibuka nya pintu kamar lian dengan perlahan..sunyi..bahkan lia tengah memeluk bayi lian dengan hangat.


darandra yang masih sadar, merasa bingung dengan tubuhnya sendiri. darandra membaca doa yang tadi diajarkan oleh abah bahrud.perlahan tapi pasti tubuhnya kembali duduk bersila.


darandra menoleh pada abah bahrud dan dahlan yang masih menatapnya dengan heran.


"bagaimana ini bah..apa kita kembalikan saja pada orang yang mengirim ini"tanya darandra dengan wajah kesal.


"kamu tidak mau tahu siapa orang yang mengirim ilmu ini"

__ADS_1


darandra menggeleng, darandra tidak mau tahu apa yang akan terjadi dengan orang yang telah mempermainkan tubuhnya ini.


"baiklah..bantu abah ya..kita baca doanya ya sebanyak 3x"


dahlan dan darandra mengikuti ucapan abah bahrud.


Suara adzan subuh berkumandang, abah bahrud , dahlan dan darandra memutuskan untuk sholat subuh berjamaah di rumah.


lia yang terbangun memdengar lian menangis dengan histeris.


lia memberikan ASI dan Mengusap punggungnya dengan lembut.


"sudah subuh ya sayang..kita lihat ayah ya"


lia keluar dari kamar, ada abah bahrud dan dahlan yang sedang minum kopi panas bersama di ruang tamu.


sedangkan darandra tertidur pulas di sofa panjang.


"kak...nitip Lian...aku mau sholat subuh dulu"

__ADS_1


dahlan mengambil lian dari lia yang terlihat lucu dan menggemaskan.


__ADS_2