Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
61


__ADS_3

"kenapa kalian???"


" ini sih judulnya cemburu ini membunuhku...padahal cerita darlan dan lia kan udah berakhir ya bos..."


"iya salah kita...andai kita tidak ceroboh...semua hal ini tidak akan terjadi"darandra menghela nafasnya.


"ini sudah tertulis di lauhul Mahfudz ndra...sudah jelas skenarionya...yang penting tetap tawakal pada Allah SWT"dahlan menepuk bahu darandra.


Darandra pulang ke rumah jam dua sore setelah sholat dzuhur bersama dahlan dan dandi.


darandra terdiam saat mengetahui kalau lia tetap berangkat ke rumah duka bersama liandra.


ibu dea menatap darandra yang hanya diam di sofa ruang tamu, ada rasa kesal yang sedang dia rasakan.


ibu dea mendekat dan duduk di dekat darandra.


"ibu yang memberi izin lia untuk takziah ke sana ndra...jangan marah pada lia"


darandra terdiam tidak menggubris ucapan ibunya. lia yang baru datang bersama lian, langsung masuk ke dalam kamar.


lia membersihkan diri bersama lian di kamar.

__ADS_1


lia memandang wajah liandra yang semakin lucu dan imut.


"ih anak ibu ini makin tampan aja sih...ibu cium nih"lia mencium pipi lian yang gemoy. lian tertawa cekikikan bersama ibunya.


darandra duduk di samping lia yang sedang menggigit tumit kaki lian yang menurutnya gemas.


"mas minta maaf ya li..mas salah..sudah meninggalkan kamu tadi...mas hanya kaget ternyata ibu memang sudah merencanakan pertemuan kita"


darandra masih memandang lia yang sedang bermain dengan liandra.


lia hanya melirik dengan ujung ekor matanya. lia sadar kalau darandra juga perlu waktu untuk memahami semua ini.


takdir yang sudah membawa mereka sejauh ini.


"li..ada nak darlan mau ketemu??"ucap ibunya membuat darandra melotot.


"Gila baru ditinggal istrinya meninggal tadi pagi, sore langsung nyari lia"darandra bergelut dengan pikirannya.


"iya bu.."lia menjawabnya pendek.


sebenarnya lia malas bertemu dengan darlan yang masih mengejarnya, namun lia merasa kesal dengan sikap suaminya yang meninggalkannya tadi pagi.

__ADS_1


lian tertidur dengan pulas. lia mengambil cadar dan memakainya.


darlan berdiri saat melihat lia mendekat.


"li...aku dan laras akan pindah ke luar negeri...maaf ya kalau selama ini aku membuat kamu salah paham dengan suamimu"


"iya kak...santai saja...mas Andra selalu baik kok sama aku...tapi mas andra gak suka kalau aku dekat dengan kak darlan"


darlan merasa sedih melihat lia yang sepertinya sangat mencintai darandra.


darlan menundukkan wajahnya, mencoba memikirkan cara apalagi agar lia masih mau mengobrol dengannya.


"baiklah li...aku pamit ya..salam sama andra dan lian"


lia menganggukkan kepalanya. lia menatap kepergian darlan yang tampak lesu saat berjalan.


"terima kasih ya kak..sudah ada di salah satu perjalanan hidupku...aku bahagia karena Allah memberikan seseorang yang sangat mencintai aku dan memahami aku"ucap lia menatap punggung darlan yang semakin tidak terlihat.


darandra memeluk lian dari belakang dan menaruh dagunya di bahu lia.


"jangan dilihatin terus dong sayang...mas cemburu nih"

__ADS_1


"jangan dekat aku mas..aku lagi kesal sama kamu"


"maafkan mas ya sayang..maaf...mas meninggalkan mu tadi...mas hanya butuh waktu untuk memahami ini semua...apapun yang terjadi pada kita semua sudah kehendak Allah..mas terima dengan ikhlas" darandra membalikkan tubuh lia sehingga keduanya berhadapan.


__ADS_2