Pernikahan Di Malam Idul Fitri

Pernikahan Di Malam Idul Fitri
41


__ADS_3

"Maaf pak..kalau saya lancang"ucap perempuan itu sambil membungkukkan punggungnya.


"bukan lancang...saya lagi kasih kamu kesempatan...mau gak jadi nyonya dandi brata???"dandi menatap perempuan ini dengan gemas.


dari perempuan ini melamar sampai bekerja, dandi memang sudah mengintainya.


"pak dandi lagi menyatakan cinta sama saya pak..kok gak romantis sih pak"perempuan itu bingung dengan pernyataan dandi yang menurutnya tidak romantis.


"menurut kamu yang romantis itu Seperti apa????..ROkok Makan Gratis ya"dandi mengulum senyum melihat perempuan itu cemberut.


"Saya tidak berharap banyak pak..tapi jika kita berjodoh..kita akan bertemu di pelaminan...permisi"perempuan itu menunduk dan berlalu meninggalkan dandi yang menurutnya tidak sesuai dengan harapannya.


dandi hanya terkejut, seorang dandi brata..orang nomor dua setelah darandra satya di tolak perempuan.


dandi menoleh kanan kiri depan belakang, berharap tidak ada yang tahu kalau dandi baru saja di tolak perempuan itu. bisa jatuh pasaran harga diri tertingginya.


dandi melihat darandra yang telaten melayani lia, hatinya masih terasa perih...dandi kalah sepuluh langkah dari darandra.


"baiklah bos...sebelum pernikahan dahlan...aku akan berjuang seperti dirimu...pantang pulang sebelum memenangkan hatinya" dandi berbicara dengan dirinya sendiri.


dandi melihat perempuan yang tadi pulang menggunakan sepeda motor, dandi pun mengikuti sampai ke rumah nya.

__ADS_1


Glek...tenggorokan dandi seolah tercekik, perempuan tadi bukanlah orang sembarangan, dia mempunyai rumah seperti istana.


dua orang penjaga rumah membukakan pintu gerbang dengan menyatukan alisnya.


setelah perempuan itu masuk, dandi pun turun dari dalam mobilnya. dandi mendekat ke pada dua penjaga yang sedang berdiri.


"Selamat malam pak..maaf...apakah ini rumahnya dinara???"


"iya betul"ucap salah satu penjaga yang menatap dandi dengan seksama.


"oh iya pak..terima kasih"dandi pun pamit meninggalkan dua orang penjaga yang selalu bergerak ke sana kemari.


Dandi kembali lagi ke restoran dimana darandra dan lia masih di sana.


darandra menghampiri dandi yang hanya terdiam.


"woy...bangun!!!"darandra menepuk bahu dandi dan duduk di sebelahnya.


"Apa sih bos...gak jelas!!!"sungut dandi kesal


"udah ketemu sama dinara????"darandra mengambil satu batang rokok, namun saat menyalakan korek, darandra menatap lia yang sedang melotot padanya.

__ADS_1


darandra tidak jadi mengambil rokok hanya minum air mineral saja. Melihat bos tidak berkutik,dandi pun tertawa lepas.


"Lagian istri lagi hamil juga...gak pengertian amat sih"


"bisa diam gak!!!"


"selow bos"


"udah ketemu dinara...bagaimana???cocok???"tanya darandra menoleh pada dandi yang hanya melirik dengan ujung matanya.


"sombong...ogah"dandi menaruh kepalanya di sandaran sofa.


"jodoh berarti...biasanya jodoh itu cerminan diri dan"darandra juga melakukan posisi seperti dandi.


"wajar lah kalau dandi brata sombong...kerja sama orang nomor satu kok...pemilik restoran dan Rumahnya sakit juga...cabangnya aja dimana-mana...betul gak bos"


darandra hanya menghembuskan nafas dan menatap lia yang sedang menerima telpon dari seseorang.


kedua alis darandra bertaut, darandra sangat tidak suka jika lia tersenyum pada orang lain.padahal saat ini lia memakai cadarnya.


dandi mengikuti arah mata sang bos, melihat itu dandi hanya terkekeh, masih aja merasa cemburu padahal lia tidak pernah bersama laki-laki lain.

__ADS_1


__ADS_2